
Hallo pembaca setia " SANG PELAKOR" lanjut pengenalan tokoh sesuai permintaan kalian versi author ya. Kali ini tokoh Rei, cowok pinter masak yang jadi salah satu sahabat Sherlin, ini dia versi authorπ
Sekarang lanjut ke episode berikutnya yaπ
NEXT. TANDA CINTA.
Amel terkejut ketika tiba tiba saja satu buah naga diulurkan tangan seseorang kehadapannya. Ketika ia mendongak, ternyata tangan yang terulur itu adalah tangan Rei. Tapi kenapa Rei muncul sambil memberikan nya satu buah naga...?
"Nggak bisa apa lu muncul ngasi gue sesuatu yang masuk akal gitu Rei...? Kasi bunga kek, coklat kek, ini buah naga..!"
Cibir Amel, tapi menerima juga buah berwarna merah jambu itu. Rei balik mencibir.
" Bunga...? Lu kagak pantas diberi bunga..! Lu kan preman, buah naga lebih pantas buat lu, cewek tapi galak liat aja kulit ni buah banyak tanduknya hahaha..."
Rei berkelit ketika Amel ingin meninju bahunya.
"Lagian, gue juga nggak suka dikasi bunga. Kayak nyekar ke makam aja diberi bunga. Mending makan ni buah, enak nyegerin,tapi dapat darimana lu buah naga..?"
Ralat Amel masih dengan bibir yang sengaja ia monyongkan.
" Nyolong gue didapur..! Ni buah teronggok sendirian tiada ada yang peduli, kesian. Kayak lu sendiri disini ngejogrok..!"
Sahut Rei sok pujangga. Amel lagi lagi mencibir. Sudah diduga nyomot didapur, bukan hasil beli sendiri...
"Gue kepikiran Sherlin Rei. Katanya mereka tuh dinas bareng sama si cewek pelakor itu, gimana ya keadaan mereka.."
"Suka bener mikir sesuatu yang kagak seharusnya lu fikirin. Sherlin kagak ada ngabarin hal buruk artinya mereka baik baik aja, cinta mereka itu kuat. Kagak macam lu yang belum bisa kuat mengejar cinta yang lu mau..!"
"Maksud lu..?"
Amel bertanya dengan mata mendelik. Rei mengangkat dua jari tangan nya keatas.
"Biasa aja lagi tu mata. Sherlin itu kagak mungkin disakiti Revand lah. Lu kan tau, Revand setengah mati pengen ngedapatin Sherlin, pasti Revand juga bakal ngejaga dengan baik wanita yang didapatnya susah payah...!"
Amel menarik nafas. Ia mempermainkan buah naga yang ada digenggamannya.
Buah ini mirip tu pelakor, terlihat lembut tapi menyimpan banyak tanduk...
Batinnya tanpa merespon kembali ucapan Rei barusan. Percuma. Pria itu paling juga kukuh percaya Sherlin dan Revand baik baik saja. Amel berharap seperti itu. Semoga saja memang tidak terjadi apa apa disana. Sherlin dan Revand harus tetap bersama sampai akhir hayat, itu doa Amel tulus.
***
Gisella menurunkan kakinya dari tempat tidur ketika bel dipintu kamar nya berbunyi. Semenjak pulang dari jalan jalan tadi, wanita itu hanya berada diatas tempat tidur. Malas untuk melakukan apapun. Keinginan nya besar Revand datang membawakan makanan seperti yang dijanjikan pria itu tadi ditelpon, meskipun ia menolak nya. Jika memang Revand tulus mengkhawatirkan nya, pastinya pria itu tetap datang meskipun ia menolak. Ia kan sedang sakit...? Meski itu hanya alibi Gisella saja untuk menutupi perasaannya yang sangat buruk. Tapi entah kenapa ia ingin itu terjadi. Dibawakan Revand makanan pasti so sweet...
Astaga...! Ini benar Revand. Akhirnya. Yang gue tunggu tunggu terjadi juga. Revand nyamperin gue kekamar, terus gue pura pura lemes, supaya bisa deket deket ama tu cowok...
Hati Gisella tidak bisa berbohong, jika sekarang ia sedang sangat bahagia. Mengintip dari balik pintu yang ia buka sedikit, ternyata yang diluar memang Revand. Segera Gisella membuka lebar pintu kamar nya, tidak sabar ingin membawa Revand masuk kamarnya..
" Hallo Gisella. Gimana keadaan kamu..."
Suara seorang wanita terdengar.
"Sherlin..!"
Kata Gisella tidak percaya yang disamping Revand itu adalah Sherlin.
__ADS_1
Sial. Kenapa bawa istrinya sih. Ngerusak imajinasi gue aja...!
Gisella memaki dalam hati. Hanya dalam hati, karena mau tidak mau, ia mempersilakan Revand dan Sherlin masuk kamarnya.
Revand masuk lebih dulu diikuti oleh Sherlin. Pria itu meletakkan bungkusan berlabel sebuah nama restoran diatas meja sebelum menghempaskan bokongnya di atas tempat duduk empuk ditengah kamar mewah itu.
" Aku bawain soto Banjar. Kata orang tua dulu, kalo lagi sakit, makan soto Banjar itu enak, dicoba deh.."
Kata kata Revand dibalas oleh senyum getir oleh Gisella.
Bukan ini yang mau gue makan Vand, tapi lu..
"Gisella sakit apa...? Terlalu letih kerja ya mungkin ."
Sekarang yang berucap demikian adalah Sherlin. Tatapan mata wanita itu tulus mengkhawatirkan kondisi Gisella. Namun Gisella tidak ingin mengakui nya.
" Iya, kecapekan. Tadi malam tidur kurang nyenyak, bangun udah lemes semua, kamu sendiri nggak bosan dikamar terus, nggak mau coba jalan jalan gitu...!"
Sherlin tersenyum tipis mendengar ucapan Gisella.
"Nggak kok. Aku nggak bosan, aku udah biasa dirumah. Jadi dimana pun itu gampang menyesuaikan diri..."
Wanita bodoh. Betah dalam rumah aja bangga...
Gisella memaki dalam hati.
"Sel. Aku numpang ketoilet dong balik kekamar tanggung, bolehkan.."
Tiba tiba saja Revand menyela obrolan para wanita tersebut.
"Nyanyi. Ya buang air kecil lah, masa begitu aja ditanya..."
Gisella tertawa mendengar ucapan bete Revand.
"Ya udah sana pak direktur, buruan ntar pipis di celana...!!"
Seloroh Gisella. Bukan tanpa disengaja. Ia sengaja mengatakan hal itu agar Sherlin terpancing. Tapi yang ia lihat, wajah itu tenang saja. Gisella jadi kesal sendiri. Ia berpindah duduk lebih dekat dengan Sherlin. Tanpa disadari Sherlin, Gisella melihat bekas merah dileher wanita tersebut. Rambut panjang wanita itu tersingkap hingga tanda merah itu terlihat oleh mata Gisella. Spontan wajah Gisella merah padam.
Sial. Kesini mau pamer cupangan...! Wanita nyebelin...
Lagi lagi Gisella memaki.
"Itu. Seperti nya kalian menikmati banget momen dinas ini ya. Kenapa kalian nggak cuti aja bulan madu, kan biar nggak keganggu mesra mesranya .."
Wajah Sherlin bersemu mendengar ucapan yang keluar dari mulut Gisella.
Bagaimana tidak. Setiap saat Revand selalu mengajak nya berhubungan intim, dan ia tidak bisa menolak karena takut dosa.
" Ya, kami selalu menikmati momen kami kapan pun itu,"
"Lain kali, hati hati kalo mo mesra mesraan, emang kamu nggak tau bahaya nya dicupang..? Bisa bikin darah berhenti mendadak lho, bisa menyebabkan kematian...!"
Paras Sherlin memucat mendengar ucapan Gisella. Spontan ia merapikan rambut panjang nya agar bagian lehernya tertutup sempurna. Gisella ingin sekali tertawa dihadapan Sherlin melihat betapa wanita itu tengsin sekali di skak olehnya.
Rasakan...
Maki Gisella dalam hati.
__ADS_1
Ya ampun. Kenapa aku ini. Apa Gisella ngeliat bekas ciuman Revand dileherku ya. Kenapa tiba tiba dia bahas hal gituan sih. Kami kan nggak akrab...
Sherlin setengah mati untuk menahan perasaan malunya dihadapan Gisella. Batinnya sibuk berkata kata...
"A,aku pernah denger sih, cuma ..."
Gisella terkikik geli melihat betapa wanita dihadapan nya ini benar benar malu dihadapan nya.
" Suami kamu care dengan wanita lain, emangnya kamu nggak takut, eh aku ngobrol dengan kamu tanpa bicara formal nggak papakan ya..? Umur kita kurang lebih aja kan.."
"Nggak papa. Santai aja. Panggil aku Sherlin aja, untuk pertanyaan kamu itu, apa yang kamu maksud itu niat Revand yang nganterin makanan kesini...?"
" Iya. Tadi aku udah nolak lho. Aku nggak enak aja sama kamu. Takut kamu cemburu. Tapi ternyata dia tetap kesini nganter makanan,"
"Insya Allah aku nggak cemburu, karena kami saling terbuka, lagian mempercayai pasangan kita itu juga penting kan...? Karena kepercayaan yang kita beri dan kita jaga itu adalah bukti cinta..."
Cih. Naif bener kamu Sherlin...
"Tapi terlalu percaya juga membuat kita jadi mudah dibodohi, jadi sedikit nasehat dari aku, sedikit dikit, posesif lah. Biar pasangan kita juga merasa dibutuhkan...!"
Sherlin terdiam. Kata kata Gisella cukup membuat nya tidak bisa spontan merespon. Jujur selama berhubungan dengan Revand, mereka jarang sekali bertengkar. Jika ada masalah, mereka memilih untuk cepat menyelesaikan nya, tidak ingin menghindar satu sama lain. Ini yang membuat hubungan mereka jauh dari perselisihan.
Tapi apa benar, sikap posesif itu diperlukan...? Bukankah pria tidak suka terlalu erat diikat...? Yang Sherlin tahu, ia hanya mencoba percaya, dan ia memang percaya. Percaya kalau Revand pria yang tidak pernah menyalahgunakan kepercayaan yang ia beri.
Jika bisa menghindari perselisihan, kenapa harus berselisih...? Bukankah lebih baik damai...
"Mungkin pandangan kita dalam hal tertentu itu beda. Tapi kita punya alasan untuk melakukan hal itu kan...? Sama seperti aku, aku punya alasan untuk memberi kepercayaan pada Revand, agar ia juga bisa melakukan hal yang sama padaku, buatku, bisa percaya dengan orang yang kita cintai itu juga tanda cinta, menjaga kepercayaan yang diberikan oleh orang yang kita cintai itu juga tanda cinta, karena menurut ku, cara kita mengekspresikan perasaan itu nggak selalu lewat sentuhan mesra atau kalimat mesra aja, tapi juga lewat tindakan..."
Pongah sekali kamu Sherlin. Kita lihat saja, apakah kepercayaan yang kamu agung agungkan itu bisa selamanya kamu yakini. Semua pria itu sama, kamu aja yang terlalu bodoh. Buat kamu, mencintai itu memberi kepercayaan, tapi buatku, mencintai itu harus diikat erat. Kamu akan menyesal karena nggak ada satu pria pun yang bisa diberi kepercayaan seumur hidup nya. Dasar bodoh...
Lagi lagi Gisella memaki dalam hati. Semakin membara keinginan nya untuk meruntuhkan kekuatan cinta antara Revand dan Sherlin. Ia ingin membuktikan kepada pasangan tersebut bahwa, cinta sejati itu tidak ada. Jika ada, kenapa puluhan pria beristri berhasil berselingkuh dengan nya....?
***
note: Saat kita sudah dipercaya oleh orang lain, jaga kepercayaan itu sebaik mungkin, karena kepercayaan itu mahal harga nya, tidak bisa dibeli oleh sebanyak apapun harta yang anda miliki...
π Hallo berikut 5 juara best com episode 8 novel ini dengan tema pesan moral apa yang kalian petik saat membaca episode 8 novel ini dengan judul episode " MEMANCING"
JUARA 1: KIARA ARA BERHAK MENDAPATKAN HADIAH BERUPA PULSA SEBESAR 50K ππ
JUARA 2 : PASHA RIZUKI BERHAK MENDAPATKAN HADIAH BERUPA PULSA SEBESAR 25 Kπππ
JUARA 3 : HYDE ALIF SATRIA BERHAK MENDAPATKAN HADIAH BERUPA PULSA SEBESAR 15K πππ
- DAN 3 PERAIH KATEGORI HADIAH HIBURAN MASING MASING MENDAPATKAN HADIAH BERUPA PULSA SEBESAR 5K ADALAH:
- JEE SHAMMY
- NATA ZURA
- RYUUKI
π selamat buat kalian semua, segera hubungi FB saya " MITHAVIC HIMURA" untuk reward, berikan nomor yang akan diisi pulsa melalui inbox. Kerahasiaan nomor dijamin.
π Kuis ini disponsori oleh Owner $ International Zill, khusus untuk kalian semua pembaca setia novel karya saya. Terus ikuti " SANG PELAKOR" agar tidak ketinggalan kuisnya ya. Kuis ini sebagai tanda terima kasih saya untuk kalian yang setia mengikuti " SANG PELAKOR" memang tidak seberapa rewardnya tapi itu tulus dari dasar hati saya dan Owner $ International, tetap stay disini yaπ jangan lupa like, vote dan komennya jika sukaπ next pengumuman pemenang kuis akan diumumkan diakun FB sayaπ
BERSAMBUNG...
__ADS_1