SANG PELAKOR

SANG PELAKOR
BAB 45. KEMARAHAN ZILL.


__ADS_3

"Baru pulang kamu..?"


Sherlin sedikit kaget ketika mendengar suara suaminya, saat ia masuk kamar.


"Iya, tadi aku udah ngasi tau kamukan, kalau aku lembur. Udah makan...?"


"Belum...!"


"Kenapa...?"


"Nggak nafsu...!"


Sherlin menatap suami nya sesaat. Ia menarik nafas. Lalu duduk disamping sang suami.


"Maaf. Belakangan ini aku sering lembur, nggak sesuai dengan izin kamu. Itu karena Rei masih sakit. Aku janji, kalau dia udah sehat. Jam kerjaku nggak seperti sekarang lagi ..!"


Sherlin bicara dengan nada suara merendah. Tidak ingin mereka jadi bertengkar gara gara hal itu, karena ia merasakan aura Revand jadi tidak nyaman. Revand menghembuskan nafas. Nada suara Sherlin yang merendah sedikit mengurangi emosi nya. Pria itu menatap istrinya lekat lekat.


"Apa hari ini kamu ketemu pria itu lagi...?"


"Zill maksud kamu...?"


"Siapa lagi .."


"Nggak. Hanya dihari tertentu dia memesan khusus diantar ketempat dia, hari lain pesanan makanan langsung diantar ke kantor dia,"


"Apa kamu juga yang mengantarkannya...?"


Selidik Revand. Sherlin menarik nafas.


"Kamu cemburu lagi sama dia ..?"


"Apa tidak boleh...?"


Sherlin menghela nafas kesal. Ia bangkit ingin membersihkan diri nya agar lebih fres setelah seharian bekerja, tidak mau membahas hal itu lagi, karena sekarang ia sudah sangat lelah jika harus kembali bertengkar, namun gerakannya terhenti ketika tiba tiba Revand memeluk nya dari belakang.


"Sher, aku minta maaf.."


Bisiknya ditelinga sang istri. Bukan hanya berbisik, tapi juga disertai ciuman lembut mendarat di leher sang istri.


"Kenapa kamu minta maaf...?"


Tanya Sherlin dengan nada datar.


"Apa benar kamu belakangan ini sedang stres, hingga sampai sekarang kamu belum hamil...?"


Bisikan Revand membuat Sherlin sedikit tercekat. Ada yang sesak dirasakan wanita itu ketika mendengar kata "hamil", karena sebenarnya, momen itu juga yang sedang ia tunggu tunggu, namun sampai sekarang ia belum juga menerima kabar baik itu dari Tuhan. Haid nya tetap lancar seperti biasa. Ini membuat wanita itu mau tidak mau juga kepikiran.


Sherlin melepas kan rengkuhan tangan suaminya. Membalikkan tubuhnya, dan menatap Revand dengan perasaan yang bercampur aduk.


"Kita konsultasi ke dokter aja kalo gitu, siapa tau, emang lagi ada sesuatu yang bikin kita belum dikaruniai anak..!"


"Kamu belum jawab pertanyaan aku, kamu nggak hamil hamil karna stres kan...? Ibu kamu juga menilai seperti itu Sher, kalau emang aku bikin kamu stres belakangan ini, beri tahu aku apa yang harus aku lakukan, agar kamu nggak stres lagi..!"

__ADS_1


Sherlin menatap wajah suaminya dengan sangat serius. Permintaan maaf itu memang tulus diucapkan oleh sang suami, tapi Sherlin masih merasa, sang suami tetap seperti menyembunyikan sesuatu darinya.


"Kenapa kamu berfikir kalau karna kamu aku jadi stres...?"


"Ibu kamu tadi bilang seperti itu.."


"Lalu hati kamu sendiri...?"


Revand tidak bisa menjawab. Pria itu tertunduk.


"Vand. Memang aku sekarang memikirkan banyak hal, ada sikap kamu yang belakangan ini tidak seperti yang aku kenal. Dan fikiran itu memang mempengaruhi aku, aku nggak tahu, apakah itu salah satu penyebab, hingga sampai sekarang aku belum hamil, tapi diluar daripada itu, seandainya kita masih pacaran, dan tidak sedang menanti anak, apakah kamu juga akan melakukan hal yang sama seperti ini...? Minta maaf, karena merasa membuatku jadi stres ..!?"


"Apa maksud kamu...? Tentu aja aku selalu minta maaf setiap kali aku salah, kamu tau itukan..!"


"Berarti permintaan maaf kamu tadi, memang karna kamu sudah membuat kesalahan..?"


Sial . Apa yang harus aku katakan..


Revand bicara didalam hati.


"Vand. Aku masih menanti alasan kamu yang sebenarnya, kenapa kamu melepas cincin pernikahan kita tempo hari, karena alasan kamu kemarin itu kurasa terlalu dibuat buat. Ingat. Ini bukan masalah cincin yang tidak dipakai. Tapi niat kamu ketika melepas kannya...!"


Sherlin menyingkirkan tangan suami nya yang masih melingkar di pinggang nya. Berjalan menuju kamar mandi. Ingin membuat dirinya rileks dengan mandi air hangat. Berharap otak nya yang kusut sekarang juga bisa fres dengan melakukan hal itu. Ditinggal begitu saja oleh istri nya Revand jadi terpaku ditempatnya. Disandarkan nya tubuhnya ditembok kamar. Menghempaskan pelan kepalanya ditembok tersebut.


Maafkan aku Sherlin, aku tidak bisa jujur tentang hal itu, aku takut kamu semakin membenci Gisella...


***



"Disini kamu rupanya, saya mau bicara..!"


Sepasang mata Revand yang terpejam, karena ingin meredam rasa yang berkecamuk nya sesaat sebelum masuk kegedung kantor tempat dimana ia bekerja terbuka. Wajahnya kaget melihat siapa yang tadi bersuara..



"Zill...?"


"BUKK...!!"


Belum lagi Revand bertanya, kenapa Zill sekarang ada diparkiran kantor nya, pemuda itu sudah melayangkan tinjunya diperutnya, hingga Revand terjajar kebelakang. Meski tidak begitu keras, namun karena tidak menyangka tiba tiba diserang mendadak seperti itu, membuat Revand kaget juga. Rasa kaget itu membuat ia tidak siap menerima pukulan tersebut. Hingga dadanya berdenyut sakit, demikian juga dengan perutnya.


Didepan nya, Zill berdiri dengan wajah mengelam. Tatapan pria itu seperti ingin menelan Revand hidup hidup.


"Apa apaan anda...! Kenapa anda memukul saya...?"


Revand tidak terima diperlakukan seperti itu oleh Zill. Rasa cemburu nya pada pria ini yang sudah bersarang beberapa hari yang lalu kini muncul kembali. Kapasitas nya semakin besar. Hingga membuat ia juga mengepalkan kedua tangannya. Bersiap balik menyerang.


"Jangan permainkan istri anda direktur. Kalau anda melakukan itu, maka kelak, anda akan menyesali semua nya. Anggap ini peringatan pertama dari saya. Karena istri anda sudah menjadi teman saya...!!"


Wajah Revand berubah mendengar ucapan pria didepan nya.


"Apa maksud anda...? Saya mempermainkan istri saya...? Gila kamu. Yang ada, saya yang baru memberikan peringatan pada anda, jangan coba coba mendekati istri saya..!!"

__ADS_1


"Saya tidak pernah berniat untuk merusak rumah tangga orang lain direktur, hubungan saya dengan istri anda murni karena pekerjaan, memang sekarang naik level menjadi teman, karena dia pantas untuk diperlakukan baik. Tapi anda yang bermain api dengan sekretaris anda itu yang harus diberi peringatan. Anda masih ingat. Salah satu alasan saya tidak mau bekerja sama dengan perusahaan anda...? Karena saya sudah tidak percaya lagi dengan reputasi sekretaris anda. Menurut saya, seseorang yang tidak bisa menjaga nama baiknya sendiri itu tidak layak untuk dijadikan partner bisnis. Kecuali, bisnis yang dijalankan dengan cara yang kotor...!!"


"Maksud anda perusahaan saya tidak jujur dalam berbisnis...?"


"Untuk jawaban dari pertanyaan itu, anda bisa telusuri sendiri, saya datang kesini bicara dihadapan anda bukan ingin membahas hal itu. Karena perusahaan kita tidak bekerja sama, itu bukan urusan saya, tapi jika anda mempermainkan istri anda dengan bermain api bersama sekretaris anda, maka anda akan mendapatkan peringatan dari saya, karena istri anda sudah jadi teman saya, ingat itu...!!"


Habis bicara seperti itu, Zill memutar tubuhnya, ingin meninggalkan Revand yang masih tidak habis fikir dengan semua yang tadi ia ucapkan dan ia lakukan. Namun langkah Zill terhenti ketika suara Revand terdengar.


"Dengar direktur Zill, jika anda menilai saya mempermainkan istri saya, anda salah. Anda terlalu cepat mengambil kesimpulan, apa yang saya lakukan itu tidak seperti yang anda lihat. Saya tidak tahu, bagian mana yang anda lihat, hingga anda menilai saya mempermainkan istri saya, tapi itu semua tidak benar, saya mencintai istri saya, anda harus ingat itu sampai kapan pun, dan tidak akan melepaskan istri saya sampai kapanpun...!!"


Zill kembali membalikkan tubuhnya. Menatap tajam kearah Revand.


"Mempunyai sebuah rahasia pada pasangan itu juga sebuah perbuatan yang buruk direktur. Memang, mungkin saya terlalu cepat mengambil kesimpulan, mungkin juga saya salah menilai, tapi saya tidak menyesal sudah memukul anda tadi. Itu yang memang ingin saya lakukan kepada anda sejak kemarin. Mau salah mengira atau tidak, memberi celah pada wanita lain, apapun alasannya itu sebuah tindakan yang tidak benar. Jangan sampai anda sudah kehilangan baru anda menyesalinya direktur...!!"


"Saya tidak akan melepas kan istri saya sampai kapanpun...!! Karena itulah, saya tidak akan mungkin kehilangan dia karena saya tidak mau melepaskan nya..!!"


Suara Revand meninggi saat mengucapkan kalimat tersebut.


"Anda tidak mau melepaskan nya..? Jika istri anda yang ingin lepas dari anda, anda mau apa ..? Anda mau apa jika wanita yang terikat dengan anda sudah tidak percaya lagi dengan anda...? Sherlin cantik. Cerdas. Berpotensi. Tulus. Baik. Pintar memasak. Wanita seperti dia mudah mendapatkan pria yang lebih baik dari anda jika anda tidak memperlakukan dia dengan baik. Tidak seperti sekretaris anda, meskipun tulus ingin berubah pun, orang belum tentu bisa sepenuhnya untuk menerima dia dengan lapang dada. Jangan menjadi pria bodoh yang berikut nya direktur Revand....!!"


Emosi Revand semakin tersulut. Entah kenapa, mendengar pujian Zill untuk istrinya tadi membuat rasa cemburunya semakin menjadi. Revand ingin menghajar Zill dengan tinjunya, namun dengan sergap Zill menghindari nya. Tidak hanya melakukan itu. Zill juga segera membuat gerakan begitu cepat, hingga tahu tahu, Revand sudah terkunci hingga membuat Revand tidak berkutik.


"Anda tahu sejarah sekretaris anda..? Tetap bersikap baik pada dia itu hak anda, saya salut dengan kebaikan hati anda. Akan tetapi hanya pria bodoh yang mempertaruhkan pernikahan, hanya untuk membuat seseorang bisa berubah jadi lebih baik lagi. Jangan suka menganggap remeh sesuatu direktur. Seribu pria bisa mencintai istri anda jika anda tidak baik baik menjaga nya...!!"


Revand berusaha keras untuk melepaskan diri dari kedua tangan Zill yang menguncinya dari belakang. Tidak mudah memang. Tapi akhirnya ia bisa melakukan nya meski pun pakaian rapinya jadi berantakan karena hal itu.


"Kenapa anda begitu benci dengan sekretaris saya...? Hanya karena masalalu nya, atau karena anda pernah patah hati dengan dia ..?"


"BUKK..!!"


Sebuah pukulan kembali bersarang dipunggung pria tersebut, hingga membuat pria itu nyaris tersungkur. Beruntung Revand masih bisa menguasai diri, hingga ia tidak benar benar tersungkur jatuh.


"Anda fikir saya tertarik dengan wanita seperti sekretaris anda...? Lebih baik saya jadi perjaka tua daripada saya menikah dengan wanita seperti dia. Benar. Saya memang sangat membenci sekretaris anda, yang kesatu, karena dia tidak pernah tulus untuk berubah. Yang kedua, karena dia pernah merayu ayah saya hingga rumah tangga orang tua saya nyaris hancur...!! Jadi dengar sekali lagi direktur Revand. Pikirkan apa yang saya ucapkan pada anda hari ini. Sebelum anda benar benar kehilangan istri anda...!!"


Zill kembali membalikkan tubuhnya, usai mengucapkan kalimat tersebut dihadapan Revand, yang sangat merasa kepayahan akibat pukulan nya tadi.


Apa yang baru saja tadi ia dengar mau tidak mau membuat pria itu tidak bisa merespon ucapan pria bertampang dingin tersebut. Ada dua hal yang membuat Revand tidak bisa mengingkari jika ia sudah terusik. Kenyataan baru tentang Gisella, berserta kalimat Zill yang berulang mengatakan, ia akan kehilangan Sherlin jika terus mendalami perannya untuk membantu Gisella. Hal ini membuat Revand mau tidak mau dilanda kegelisahan yang amat sangat.


Aku tidak tahu, kamu melihat aku bersama Gisella dimana hingga kamu bisa menebak apa yang aku sembunyikan Zill, karena kita tidak pernah bertemu dikantor disuasana jam kerja, tapi aku tidak rela kamu mengucapkan kalimat bahwa aku akan kehilangan Sherlin, kamu suka dengan Sherlin...? Langkahi dulu mayat ku...


Note: Jika sudah tahu, penyesalan selalu datang terlambat, kenapa tidak berusaha untuk berhati hati dalam bertindak, agar tidak terjebak dalam sebuah penyesalan yang terlambat..?


πŸ‘‰ Jangan lupa like, komen,vote,klik favo,rate star 5 jika suka yaπŸ’


πŸ‘‰ Buat yang bertanya apakah ide story' ini real..? Benar. Ide Story' ini real , hanya nama dan tempat saja disamarkan, jadi untuk cerita inti, sesuai yang terjadi ya, tidak bisa dipoles dengan cerita tambahan meski pun mungkin kalian ingin jalan cerita seperti ini, dan seperti ituπŸ˜ŠπŸ™πŸ™ Kenapa ini diangkat jadi sebuah cerita...? Karena terlalu banyak kejadian seperti ini terjadi. Harapan saya semoga semua yang membaca nya bisa memetik hikmah. Terlalu banyak beberapa dari manusia yang menyepelekan sesuatu, yang sudah dimiliki. Hingga ketika sudah merasa kehilangan, baru menyesalinya. Semoga kita tidak termasuk menjadi manusia yang seperti itu.


πŸ‘‰ Yang request backsound SANG PELAKOR, lagunya sudah saya buka di akun smule saya Mitha_GSB_UVSS cek covernya diepisode 44 biar ga salah follow πŸ˜‚πŸ˜‚maaf suara saya ga full power, masih belum vit sepenuhnya 😷


ini yang saya buka lagunya πŸ‘‡


- Radja with jujur


-Tangga with kesempatan kedua.

__ADS_1


Silahkan dijoin😊biar bacanya makin menghayati peran tokoh novel iniπŸ˜ŠπŸ’


Bersambung


__ADS_2