
Saat Revand tiba dikamar dibimbing oleh Rei, ia terperanjat melihat Zill sedang berada diatas tubuh istrinya yang saat itu tertutup selimut, begitu juga Rei. Ia benar benar tidak paham apa yang sebenarnya terjadi.
"Ke, kenapa lu ama Sherlin...?"
Zill tidak menghiraukan ekspresi terkejut keduanya, ia segera turun dari tempat tidur, penampilan nya berantakan, bahkan dasi yang dikenakan nya juga sudah tidak beraturan lagi, beberapa kancing kemeja pria itu juga terbuka, membuat Revand kalap, ingin menghajar Zill.
Namun spontan Zill menangkap lengan Revand yang ingin menghajar nya.
"Anda lihat kondisi istri anda, tidak ada waktu untuk menghajar saya..!!"
Dengan keras didorong nya Revand keatas tempat tidur. Setelah itu, ia menarik tangan Rei untuk segera keluar dari kamar itu, dan mengunci nya dari luar.
Setelah semua yang ia lakukan, Zill menyandarkan tubuh nya di tembok. Apa yang baru saja ia alami benar benar tidak pernah ia bayangkan sebelum nya. Ciuman Sherlin, dekapan wanita itu, meskipun itu dilakukan Sherlin dalam keadaan tidak sadar, tetap saja faktanya bibir mereka sudah bertemu, saling mencium, dan itu membuat perasaan Zill jadi bercampur aduk.
Ada rasa perih yang ia rasakan. Perih, karena ia sadar sudah mencintai wanita itu. Dan tidak mungkin Zill menikmati perasaan itu, karena ia tahu itu salah.
"Bisa lu jelaskan kejadian tadi sebelum gue nabok lu..?"
Suara Rei membuyar kan lamunan Zill tentang sensasi yang diberikan Sherlin tadi selama ia mencoba menahan birahi wanita tersebut.
"Bukan gue yang harus lu hajar, tapi penyusup itu yang harus dihajar..!!"
"Maksud lu...?"
"Sherlin diberi obat perangsang, Revand tadi bilang ada Gisella disini, dan sekarang mungkin dikamar bersama Pram sobat gue, dia pengen ngejebak Sherlin dan Revand, dasar wanita gila...!!"
Zill meraih ponselnya lalu menghubungi seseorang, lewat pembicaraan itu, Rei bisa mendengar pria itu mengerahkan keamanan hotel untuk membuat acara dijaga semakin ketat.
"Kita harus kedepan Rei, biar Sherlin disini bareng Revand, kita kagak bisa menghadapi dua orang yang sedang dibawah pengaruh obat perangsang. Yang penting sekarang, Sherlin melampiaskan hasrat nya ke orang yang bener bukan gue..!"
"Jadi tadi itu.. ?"
"Ia, lu kira gue yang pengen memperkosa Sherlin..?"
Rei garuk garuk kepala nya yang tidak gatal. Ia baru paham sekarang.
"Tapi Zill, lu tadi lama kan didalam kamar itu menahan Sherlin, lu kagak terangsang...?"
Ingatan Zill kembali terbayang betapa indahnya pemandangan dimatanya saat Sherlin membuka baju bagian atasnya, Zill memaki dalam hati saat justru sulit untuk melupakan kejadian itu.
"Hei, lu kagak memanfaatkan situasi Sherlin yang begitu buat bertindak kurang ajar kan.. ?"
__ADS_1
"Diem lu...! Kalo gue sebusuk itu, buat apa gue suruh lu bawa Revand kekamar...? Mending gue aja disana, toh Sherlin juga kagak sadar itu gue...!!"
Habis mendamprat Rei dengan ucapan seperti itu, Zill segera bergegas berlalu meninggalkan Rei, setelah merapikan penampilan nya yang tadi berantakan.
Rei tersenyum...
"Lu emang pria luar biasa Zill...!"
Ucap nya sembari mengikuti langkah kaki Zill yang tergesa menyusuri koridor kamar hotel tersebut.
Sementara itu dikamar, Revand yang langsung dipeluk dan digerayangi oleh Sherlin ikut terpancing dengan apa yang dilakukan sang istri. Ditunda nya niat mengintrogasi istrinya itu. Ada hasrat yang lebih tidak bisa ditunda yang menuntut untuk dilampiaskan. Apalagi beberapa hari ini ia memang sedang "berpuasa" karena tidak tega meminta jatahnya pada sang istri, yang sedang dilanda stres dengan masalah yang mereka hadapi.
Gisella, lu pikir lu cerdas merencanakan ini semua. Untung orang itu Zill, kalo orang lain gue kagak tau apa yang terjadi pada istri gue, lu akan menerima balasan buah dari perbuatan lu sendiri Gisella...
Revand mengutuk Gisella dalam hati. Hanya sesaat, karena ia sudah tidak bisa membendung pengaruh obat perangsang yang juga diminum nya meski dosisnya tidak sebanyak yang diminum Sherlin, karena ia tadi sempat curiga, saat Gisella memberikan minuman tersebut, kepada nya.
Dilucutinya pakaian yang tersisa ditubuh sang istri, begitu juga dengan pakaian nya sendiri. Setelah itu, mereka berdua tenggelam dalam hasrat mereka masing masing yang butuh segera dilampiaskan. Kali ini percintaan mereka berbeda dari biasanya. Lebih hot karena pengaruh obat tersebut.
Sherlin yang biasanya pasif setiap kali berhubungan intim dengan sang suami, justru mengambil kendali dari percintaan panas mereka.
***
Pagi menjelang. Gisella menggeliat kan tubuhnya. Seluruh tubuh nya terasa sakit, nyaris disekujur tubuh gadis itu penuh dengan tanda kepemilikan. Kepala Gisella masih terasa berdenyut. Ia menatapi sekujur tubuh nya yang masih bugil, bibirnya mengulas senyum, melihat betapa banyak tanda kepemilikan disana terutama di bagian bagian sensitif nya.
Gisella membathin. Ia berbalik kebelakang. Pria tanpa busana yang masih terlelap disampingnya itu masih tidak sadar Gisella sudah bangun. Jemari tangan Gisella mengelus tubuh polos tersebut. Elusan itu membuat tidur pria itu terganggu. Ia menggeliat.
"Vand, bangun sayang. Kita harus segera pergi dari sini sebelum Zill tahu apa yang sudah kita rencana kan..!"
Gisella berkata begitu sembari bangkit.
"Jadi bener, kamu dan Revand merencanakan itu untuk mengganggu sahabat ku, Zill...?"
Gisella terperanjat ketika mendengar pria bugil yang tadi dielusnya bersuara. Bukan suara Revand. Tapi...
"Pram...? Kenapa lu yang ada disini...? Mana Revand..?"
Gisella meraih selimut untuk segera menutupi tubuh telanjang nya. Namun Pram lebih dulu merebut selimut itu, dengan senyum bermain di bibirnya.
"Kenapa harus ditutup...? Yang buat tubuh kamu penuh tanda merah itu aku kok, aku yang bersama kamu semalaman dikamar ini. Kamu melakukan hal buruk pada orang lain, tapi jadi keberuntungan buatku. Gisella, sekarang jujur sama aku. Apa yang kamu rencanakan untuk Zill...? Dia itu sahabat ku, aku tidak mau ada orang lain yang merusak reputasi nya disaat dia masih suasana berkabung seperti ini...?!"
Paras Gisella memucat. Bukan hanya karena tidak habis fikir kenapa ada Pram dikamar itu padahal seharusnya ia bersama Revand, ia juga berfikir, bagaimana nanti efek ilmu Ki Robius Aleptuss yang sekarang sudah ia berikan kepada Pram lewat hubungan intim yang mereka lakukan tadi malam.
__ADS_1
Nggak, ini nggak mungkin terjadi, ini gila. Gue kagak mungkin berhubungan intim dengan Pram, pria itu pasti Revand...!
Gisella menyambar pakaian nya yang berserak dilantai. Segera memakai nya. Ingin keluar dari kamar mencari Revand, namun Pram tidak membiarkan itu terjadi. Dihalangi nya langkah Gisella dengan tatapan mata serius.
"Jangan harap kamu bisa keluar dari sini sebelum menjelaskan semuanya...! Apa yang kamu rencanakan diacara penting sahabat ku. Kenapa kamu ingin sekali mengajak Revand tidur sama kamu sampai kamu memakai obat perangsang segala. Revand itu suami orang...? Dia suami Sherlin, calon sahabat ku itu...?"
Gisella menyeringai melihat tampang Pram yang dimatanya jadi sangat bodoh.
"Lu itu ditipu sahabat lu sendiri Pram. Lu kira lu pinter...? Zill itu perusak rumah tangga Revand dan Sherlin. Dia nggak sebaik yang lu kira, sekarang pun gue yakin dia juga sama dengan kita berada disatu kamar, melakukan hal yang kita lakukan sekarang, Sherlin, yang lu kenal calon istri sobat lu itu adalah istri Revand, wajar dong Revand selingkuh ama gue, istrinya juga selingkuh, puas lu sekarang, minggir gue mau keluar...!!"
Gisella mendorong Pram hingga pemuda itu terjajar kebelakang. Namun langkah nya terhenti, saat suara Pram meneriakkan nama nya.
"Kita udah tidur bareng semalam, itu artinya kita harus mempertanggungjawabkan perbuatan kita Gisella, mari kita menikah, aku mau bertanggung jawab atas perbuatan kita semalam...!"
Gisella membalikkan tubuhnya, melangkah menghampiri Pram dengan tatapan yang sangat merendahkan.
"Jangan mimpi Pram. Gue nggak akan married ama lu...!!"
"Tapi kita udah melakukan nya Gisella, kita harus mempertanggungjawabkan itu...!!"
Teriak Pram sengit.
Aneh, Kenapa dia berlagak seperti pria baik baik...? Lu bukan Revand Pram, lu itu br*ngsek...!!
Gisella memaki Pram dalam hati.
"Gue udah biasa tidur dengan banyak pria, apa bedanya dengan lu..? Gue nggak mau married ama lu, gue hanya mau Revand, titik...!!"
"Lu gila Gisella, lu ngejar suami orang, sedang kan lu mengabaikan cinta tulus dari pria lajang, dimana otak lu, kenapa bisa sebodoh ini...?"
"Gue emang bodoh...!! Lu yang bilang begitu sejak dulu kan..? Gue bodoh udah pernah jatuh cinta ama lu. Gue bodoh karena mau aja lu injak injak. Sekarang kalo gue nerima lu lagi, sama aja gue mengulang kebodohan gue yang sama...!! Lupakan perasaan lu itu. Rasakan sendiri rasa sakit yang pernah lu beri saat dulu gue cinta sama lu...!!"
Habis berkata seperti itu, Gisella membuka pintu kamar hotel. Ditinggal begitu saja oleh Gisella, Pram terduduk kembali diatas tempat tidur. Tangannya meremas seprai yang jadi saksi pergulatan panas mereka tadi malam..
Aku tau, aku salah Gisella, tapi apa kamu benar benar tidak mau memberikan aku kesempatan kedua...? Aku benar benar menyesali nya..
Note: Setiap manusia punya salah, jika ada orang benar benar ingin memperbaiki kesalahannya, berikanlah kesempatan itu padanya. Jika Tuhan saja maha pemaaf, kenapa manusia keras hati tidak mau memaafkan kesalahan orang yang benar benar ingin memperbaiki kesalahannya...?
๐ pembaca yang baik pasti tahu keinginan author nya๐
๐ Mohon teliti baca pemberitahuan ya, "SANG PELAKOR" hanya update satu kali sehari saja. Tidak bisa lebih, meskipun saya kuat jika diminta update 10 kali dalam sehari andai dolarnya menjanjikan. Seperti yang saya tuturkan diepisode sebelumnya, saya bukan penulis yang mengatasnamakan money dalam tulisan saya, dibaca gratis pun saya udah suka, tapi faktanya tidak ada yg gratis zaman sekarang ya sahabat, hidup ini keras, hanya disini tulisan saya dibaca gratis dengan imbalan yang bikin meringis. Meski pun karya saya ini sangat diminati kalian, tetap saja itu tidak membuat saya bermandikan money, karna novel ini tidak saya kontrakan. Kenapa..? Karena demi kalian novel ini tidak saya kontrakan karena jika dikontrak kan seluruh adegan dewasa didalam novel ini akan dihapus, dan saya punya prinsip, jika saya menulis tidak akan ada perubahan apapun dalam tulisan saya. Jadi saya sedih ya kalau ada yang make bahasa kasar nuntut saya update lebih dari 1dichat pribadi, dikolom komentar, atau di sosmed saya yg lain๐ฃ dapat apa saya gak ada selain capek dan tanggung jawab yang lain jadi terbengkalai. Saya tetap profesional update sehari satu aja itu udah syukur, penulis lain pasti udah menstop cerita ini, bagaimana pun setiap platform punya kebijakan, dan saya juga punya prinsip dan setiap prinsip ada resiko nya, resikonya? dapat capek doang saya nulis emang. Tapi melihat respon kalian capek saya terobati hingga saya tetap profesional update ini cerita setiap hari. Jadi mohon maaf, buat yang minta double double, saya tidak bisa meluluskan ya, saya harus bagi waktu. Sehari saya ngerjain 3 novel berbeda, itu aja udah menyita waktu saya, selain fisik saya ringkih, saya juga punya kesibukan lain, mengurus 3 grup saya di FB, dan smule dengan jumlah member ratusan, didunia nyata, saya juga punya anak anak asuh yang harus saya kuat kan selalu karena mereka penderita leukimia (Alhamdulillah dipilih jadi motivator penderita leukimia) disaat saya berusaha menguat kan diri saya sendiri yang jarang vit, saya juga harus memberikan kekuatan untuk 25 anak asuh saya di RS apalagi pandemi gini susah ya๐ฃ itu anak asuh, anak didik juga tanggung jawab saya, sore abis ngetik ini biasa saya ngajar ngaji, jadi jujur buat rehat aja saya udah ga ada waktu, padahal tubuh ringkih saya perlu rehat yang banyak ๐tapi saya ikhlas melakukan nya, karena saya beranggapan, saya masih hidup didunia ini berkat keajaiban Tuhan, dan doa doa dari semuanya termasuk kalian pembaca setia karya saya. Jadi mohon dimaklumi ya. Si "Revand" udah ngamuk tuh ๐ ntar cerita distop gimana kan gantung jadinya.
__ADS_1
Budidaya kan memakai bahasa yang baik saat memberi saran ya, mari kita menjadi manusia yang bisa saling menghargai perasaan satu sama lain๐ mohon maaf jika ada salah kata ๐
Bersambung