
Hallo pembaca setia SANG PELAKOR, masih stay disini..? Kalian yang setia stay itulah yang membuat novel ini terus update, meski author nya compang camping nggak vit tetap update ❤️ kali ini author mau ngenalin tokoh Gita versi imajinasi author ya, kalo nggak sreg silahkan berimajinasi sendiri 🙏 pembaca bebas berimajinasi ❤️
Siap baca episode selanjutnya...?
- AKU MENCINTAI NYA.
Sebuah hotel milik keluarga besar Mahendradatta sudah disulap menjadi tempat pesta yang elegan. Tentu saja. Karena malam itu akan digelar acara peresmian Presdir baru di perusahaan milik almarhum ayah Zill.
Kabar itu sudah tersebar luas diberbagai media, persiapan sudah disiapkan dengan sangat matang dan detail. Rencana nya, setelah acara peresmian itu, Zill akan memulai melakukan serangkaian rencana yang sudah disusun sejak beberapa hari belakangan ini. Sebagai perusahaan yang bekerja sama resmi dengan restoran milik Rei, tentu saja menu yang di hadirkan adalah, menu menu utama milik restoran Rei tersebut.
Revand, yang bertindak sebagai waiters direstoran Rei, tidak sungkan untuk terjun langsung membantu istri dan juga Rei, mengurus semua menu yang akan dihidangkan. Acara tersebut juga mengundang seluruh keluarga besar Mahendradatta yang kebetulan ada diluar negeri untuk ikut hadir. Ibu Zill juga hadir, dan karena Gita adalah salah satu rekan bisnis butik wanita itu, tentu saja juga ikut hadir.
Gisella yang sudah mempersiapkan diri untuk melakukan serangkaian rencana, untuk mengacaukan acara tersebut, juga sudah ikut berada diarea pesta, gadis itu lolos seperti biasanya dengan berbagai penyamaran mampu menyelusup masuk kedalam area meskipun bukan tamu yang ada didalam daftar undangan.
"Vand, bisa bantu gue didepan kagak..? Gue kerepotan ini, biar Sherlin yang handle tugas disini..!"
Rei meminta tolong pada Revand, yang saat itu sibuk membantu sang istri menyiapkan stok makanan dibagian belakang.
"Nggak papa Vand, bantu Rei aja didepan, atau aku yang bantu Rei didepan, kamu disini ...?"
Sherlin bicara seperti itu, ketika melihat sang suami seperti nya keberatan meninggalkan istri nya sendiri.
"Eh, jangan. Ntar para tamu iseng godain kamu lagi, kamu disini aja, aku yang didepan..!"
Tolak Revand. Rei mencibir.
"Bikin ngiri lu, disetiap ada kesempatan selalu aja mesra mesraan ama bini..!"
Rei berucap sewot. Revand nyengir. Tidak digubris nya candaan Rei, di cium nya kening sang istri, lalu ia segera beranjak meninggalkan Sherlin setelah sebelumnya berpesan pada sang istri, untuk tidak percaya pada orang yang baru saja dikenal. Kejadian dulu yang membuat sang istri meminum obat perangsang, membuat Revand harus ekstra waspada, apalagi yang ia tahu, Gisella pasti ingin menghancurkan acara besar ini. Untuk itulah, ia tidak ingin istri nya bertugas didepan.
Acara dibuka oleh ibu Zill selaku istri almarhum. Beberapa kata sambutan diucapkan wanita tersebut. Tepuk tangan riuh saat wanita itu mempersilahkan sang anak untuk melakukan sambutan berikut nya. Dari tempatnya, Gita terus memperhatikan Zill. Wanita itu mengucapkan terima kasih kepada Revand yang mempersilahkan ia untuk menikmati minuman yang disajikan. Ketika Revand ingin berlalu, untuk melakukan tugasnya mengecek menu, Gita menahan nya.
"Istri kamu mana...?"
"Dibelakang. Sedang melakukan tugas menstok persediaan makanan, ada perlu apa..?"
"Ah, nggak. Aku salut dengan kalian, bahu membahu mencari rezeki, padahal Bu Stella ingin kalian jadi model lagi untuk rancangan baju selanjutnya, berkat kalian, rancangan itu banyak laku lho, kenapa nggak fokus jadi model saja, biar putra bu Stella juga mau jadi model..!"
"Saya merasa...?"
"Aku. Nggak usah terlalu formal, kita teman kan...? Bukan rekan bisnis..?"
Gita menyela.
"Oke, baik. Aku nggak bisa menekuni dunia entertainment. Berat..!"
"Karena nggak mau dituntut mesra dengan wanita lain..?"
"Itu salah satu nya.."
"Tapi, duitnya lebih besar menjadi model dibandingkan pekerjaan kamu yang sekarang lho..!"
"Aku nggak masalah, yang penting aku nggak mati cemburu melihat istriku dengan pria lain di foto.."
__ADS_1
Gita tersenyum simpul.
"Andai semua pria seperti kamu ya, tentu aja bisa menekan angka perceraian karena pasangan selingkuh, kamu dan Sherlin itu jadi motivasi bagi aku yang belum berumah tangga..!"
"Segera aja serius kan perasaan kamu dengan Zill,"
Wajah Gita berubah mendengar ucapan Revand.
"Maksud kamu...?"
"Kamu suka dengan dia kan...?"
Wajah Gita spontan memerah mendengar ucapan Revand yang frontal. Dialihkan nya pandangan kearah lain, karena ia merasa wajah nya kini begitu memanas karena menahan rasa malu. Revand tertawa kecil melihat nya.
"Zill itu limitid edition, kalau kamu terlalu membuang waktu, kamu nggak akan bisa mendapatkan tempat dihati dia..!"
Habis berkata seperti itu, Revand berlalu ketika seorang tamu memberikan isyarat padanya untuk mendekatinya. Ditinggal begitu saja oleh Revand, Gita mencibir..
Aku yang bergerak mendekati..? Nggak salah. Harusnya aku yang didekati, tapi pria itu benar benar sulit didekati, seperti nya dia malah belum bisa move on dengan istri kamu itu Revand..
Gita mengeluh didalam hati. Matanya kembali beralih memperhatikan Zill yang masih sibuk memberikan kata sambutan. Sementara itu Revand sudah sampai dihadapan tamu yang tadi memanggilnya.
"Saya tertarik dengan menu yang kalian sajikan disini, apakah saya bisa melihat proses penyajian nya langsung..? Rencana nya saya mau memesan menu yang sama saat nanti ada acara dikantor..!"
Wanita yang mengenakan topi dengan rambut panjang tergerai itu mengucapkan kalimat itu kepada Revand.
"Oh, tentu boleh, mari saya antar kebelakang, biar anda melihat langsung proses penyajian nya..!"
Revand langsung mengiyakan. Ia segera mengajak wanita itu untuk mengikuti langkah nya. Ditelpon nya Rei untuk memberitahu posisi nya. Ia berjanji akan kembali kedepan secepatnya untuk membantu Rei, Rei hanya mengiyakan. Tamu yang membludak membuat ia sedikit kewalahan meskipun beberapa karyawan nya juga sudah turun tangan membantu nya.
"Dia sudah pingsan bos,"
Katanya, pada orang yang berdiri disebelah pria yang memukul Revand dari belakang tadi. Senyum terukir dibibir wanita itu.
"Bawa dia ke kamar yang aku tentukan, dan kamu segera mencari wanita bernama Sherlin, di belakang, lakukan tugas kamu, aku akan kedepan melakukan tugas utama, ingat kalian tidak boleh gagal...!!"
"Baik bos..!!"
Pria yang memukul Revand tadi segera mengangkat tubuh Revand untuk dibawa ke kamar yang sudah ditentukan orang yang menyuruh nya, sedangkan si wanita yang tadi bicara dengan Revand, segera melangkah menuju tempat dimana Sherlin berada.
Sepeninggal dua anak buahnya, wanita yang dipanggil bos oleh kedua orang tadi, tersenyum penuh kemenangan.
"Revand, gue akan pastikan kali ini rencana gue tidak akan gagal lagi, Sherlin dan juga Zill akan mendapatkan bagian terparah nya, lu akan tahu, lu kagak bisa meremehkan gue Revand, Gisella tidak pernah menerima sebuah kegagalan...!"
"Apa maksud kamu...?"
Wanita yang tidak lain dan tidak bukan adalah Gisella yang berhasil menyusup di acara peresmian Presdir baru dari keluarga Mahendradatta, itu spontan berpaling mendengar sebuah suara menanyakan hal itu.
"Kak Gisella...?"
Gisella mengerutkan keningnya mendengar wanita yang tadi mengucapkan kalimat itu, memanggilnya kakak. Seperti nya, ia tidak mengenal gadis ini.
"Kak, apa kabar...? Ya, ampun. Aku Gita kak. Ingat nggak.. ?"
Wanita itu kembali bicara.
__ADS_1
"Gita..?"
"Iya, kita pernah ketemu lama bener. Waktu itu kakak menolong ku saat aku nyaris bunuh diri...!"
Gisella berfikir sejenak. Mengingat ngingat, apakah yang dikatakan wanita dihadapan nya ini benar. Beberapa memori berkelebat diotaknya. Samar samar ia ingat. Seorang gadis yang dicampakkan pacarnya disebuah pusat perbelanjaan, saat ia dulu bertugas di Banjarmasin bersama Revand pada saat itu.
"Oh, lu yang bodoh itu. Apa kabar, surprise ya bisa ketemu lagi. Dilihat dari penampilan lu, seperti nya lu tamu spesial disini...?"
Gita tersenyum getir mendengar Gisella mengingat nya dengan embel embel bodoh itu. Yah, dulu dia memang bodoh, hanya karena diputuskan pria yang ia cintai, ia ingin bunuh diri segala. Jika tidak ada Gisella, mungkin sekarang ia sudah tidak ada didunia ini. Karena itulah, ia tidak masalah, Gisella menyebut nya dengan sebutan bodoh.
"Iya, aku kerja dengan ibu Presdir baru perusahaan Mahendradatta kak. Berkat kakak, aku jadi bangkit dari masa lalu, makasih ya kak, meskipun kejadian itu udah lama, aku selalu merasa ingin sekali ketemu kakak untuk mengucapkan terima kasih..!"
"Heem, itukan karna lu sendiri yang mau bangkit...!"
Gila, gue bisa bikin orang bangkit dari masalalu, kenapa gue sudah mempraktekkan itu pada diri gue sendiri...?
Gisella membathin.
"Tadi, aku dengar. Kakak menyebut nama Sherlin dan Zill, kakak kenal mereka..?"
Suara Gita menyadarkan lamunan Gisella. Gisella nyaris lupa dengan misinya sendiri saat ini gara gara tidak menyangka akan bertemu gadis yang pernah ditolong nya ini.
"Iya, kenal. Gue kenal.."
Sahut Gisella belepotan.
"Wah, kebetulan, kak minta tipsnya dong, gimana caranya biar bisa mengambil hati Zill, kalo kakak kenal mereka, kakak pasti tau dong Zill itu suka sama Sherlin, padahal Sherlin itu udah punya suami..!"
Dan suami Sherlin sebentar lagi jadi milik gue ...
Gisella merespon ucapan Gita dalam hati.
"Lu suka sama Zill..? Pria tanpa ekspresi itu...? Kagak takut lu bakal dicampakkan lagi..? Ntar gue lagi yang repot cegah lu bunuh diri..!"
"Ah, kak Gisella, aku udah jauh lebih kuat kok sekarang, nggak mau kayak dulu lagi, iya sih, Zill itu sifatnya dingin bener, tapi dia pria yang baik kak. Aku bisa merasakan kalau dia itu pria yang baik, jadi support aku dong buat bisa ambil hati dia, aku mencintai nya kak, boleh nggak sih kita cewek mengucapkan kalimat itu lebih dulu...?"
Sial, kenapa anak ini suka dengan Zill..? Target gue malam ini semua teman teman dia, kalau gue melakukan rencana gue, kesan baik dia kegue pasti akan jadi buruk, seumur hidup baru cewek ini dan juga Revand yang mau mengakui gue pernah melakukan hal baik, heeem gue harus main bertindak hati hati, biar anak ini kagak tau, gue disini justru mau menghancurkan masa depan pria pujaan hatinya, maaf ya Gita, gue egois, ini gue lakukan demi masa depan gue, bukankah lu juga udah bisa bangkit. Bisa kuat. Terjatuh sekali lagi, gue rasa kagak papa kan....
Gisella mengucapkan kalimat tersebut didalam hati, sambil menatap wajah tanpa dosa Gita yang masih menatap nya penuh harap...
Note: Saat ada orang yang percaya anda untuk berubah jadi lebih baik, pergunakan kesempatan itu sebaik mungkin, karena kesempatan tidak akan datang dua kali.
👉Jangan lupa selalu dukung novel ini agar terus update ya, udah tau dong harus melakukan apa😇
👉 baca juga novel nonfiksi karya saya berjudul CINTA SANG PENULIS klik profil saya untuk mengetahui karya saya yang lain ❤️
👉 buat yang sudah memiliki novel nonfiksi karya saya berjudul CINTA YANG SALAH (novel cetak) kalian berkesempatan mengikuti event birthday tokoh utama pria novel non-fiksi karya saya tersebut di-markas besar GSB, babak sesi 1 sudah dibuka ya, dan buat yang menanti nilai kalian dievent event yang digelar disana harap bersabar menanti hasil nilai kalian, antri karena event banyak digelar, pantengin aja terus FB saya MITHAVIC HIMURA untuk tahu info nya.
👉 "Aku bisa membedakan, kapan aku harus jadi seorang pria, atau kapan aku jadi seorang dokter Kiara, jadi aku harap, kamu bisa membedakan hal itu.." Kalimat dokter Bryan, dalam scene novel non-fiksi karya saya berjudul DOKTER ITU KAKAKKU, seorang dokter yang berjuang melawan virus Corona dalam keterbatasan sarana rumah sakit karena pasien pengidap virus Corona semakin banyak. Baca novel nya diplatform kuning ya, nove*me update setiap hari juga ❤️ klik MITHAVIC HIMURA cari judul novelnya DOKTER ITU KAKAKKU untuk bisa membaca nya , ingat diplatform kuning ❤️
bersambung
__ADS_1