SANG PELAKOR

SANG PELAKOR
BAB 110. CINTAILAH CINTA (END)


__ADS_3

"Lu, yakin mau ngelamar gue?"


Amel masih seolah tidak percaya, dengan niat yang disampaikan Rei padanya.


"Yakin, karena cuma lo yang bisa paham gue luar dalam!"


"Kagak nyesel!"


"Gue nyesel, karena kenapa kagak dari dulu aja gue ngelamar lu!"


"Gue tukang ngomel Rei, kagak budek apa, lu punya bini kayak gue!"


"Yang penting bisa jadi istri Solehah macam Sherlin!"


"Ngarep bini Solehah, suami juga kudu Solehah!"


"Iya, kita bareng bareng berlomba jadi Solehah kalo gitu.."


Amel, tidak bisa membantah lagi, rasanya seperti mimpi, ia dan Rei akhirnya dipersatukan oleh cinta, dan sebentar lagi mereka juga akan dipersatukan oleh pak penghulu, ada buku nikah, tidak lagi was was jika jalan bareng mendapat cibiran tetangga kanan kiri, karena dinilai pasangan mesum yang nempel saja kerjaannya.


Cinta, akan mempersatukan mereka sebentar lagi.


***


Zill, tidak bisa menahan keterkejutan nya saat melihat siapa yang kini berdiri dihadapannya. Tadinya, ia tidak mau menerima tamu, karena sebentar lagi, ia akan mengadakan rapat bersama Revand dan beberapa klien penting perusahaan mereka. Akan tetapi, tamu itu tidak mau pergi jika Zill, tidak menemuinya, terpaksa, Zill mengizinkan sekretaris nya untuk mempersilakan tamu itu masuk, dan kini, Zill dibuat terpana melihat siapa yang tengah berdiri dihadapannya sekarang.


"Gita.."


Wanita yang memang Gita itu tersenyum, melihat keterkejutan diwajah Zill. Gadis itu melangkah masuk dan Zill mempersilahkan dirinya untuk duduk.


"Sombong amat, nggak mau menerima tamu."


Zill, tersenyum kecut mendengar selorohan Gita.


"Sorry, aku fikir tadi siapa, karena emang sebentar lagi aku ada rapat!"


"Kalo gitu, aku balik lagi aja, aku cuma mampir sebentar kok, paling ntar sore balik lagi,"


"Balik lagi?"

__ADS_1


"Iya, aku mau mengundurkan diri dari butik mama kamu, mungkin nanti mau menetap di Banjarmasin aja, buat memulai hidup baru!"


"Jangan.."


"Apa?"


Gita tidak mengerti kenapa Zill mengucapkan kalimat tersebut.


"Maksud ku, jangan pergi, mami udah cerita semua tentang kamu, maafkan aku yang selama ini terlalu larut dengan perasaan pada Sherlin saja, hingga mengabaikan perasaan orang yang tulus sama aku, selama ini, aku tidak pernah berusaha untuk melupakan Sherlin, hingga perasaan itu tetap ada dan semakin menjadi, hanya bermodalkan janji, bahwa Revand itu sahabat yang baik, maka dari itu, aku bisa menahan keinginan untuk memiliki dia, kalau kamu pergi, karena kamu sudah tidak suka disini, aku tidak akan menahan kamu untuk pergi, tapi jika kamu pergi hanya untuk menghindari ku, aku akan menahan kamu untuk pergi, Gita, berikan aku kesempatan untuk belajar mencintai kamu, aku pandai dalam segala hal, tapi untuk mencintai aku memang sedikit kurang pengalaman, hingga aku membiarkan bermain main dengan perasaan ku sendiri pada Sherlin, sementara Sherlin dan Revand semakin hari semakin bahagia. Jika aku tidak kunjung bisa mencintai mu, aku serahkan semua keputusan pada kamu, mau pergi atau tidak, yang jelas jika sekarang, kamu mau memberikan aku kesempatan, aku akan mencoba untuk membuka hatiku buatmu!"


Gita terpana mendengar ucapan panjang yang diucapkan oleh Zill dihadapannya. Rasanya seperti mimpi, mendengar ucapan seperti itu keluar dari mulut seorang Zill. Jika saja sekarang bukan sedang situasi dalam kantor, mungkin Gita akan menangis karena terharu. Tidak bermimpi kan dia sekarang? Zill benar benar ingin belajar mencintai nya?


"Aku malu pada diriku sendiri. Karena itulah, aku ingin pergi dari sini, menjauh darimu, aku sudah berusaha untuk melupakan kamu, selama kita tidak bertemu, tapi semakin melupakan, semakin erat bayang kamu dibenakku, itu sebabnya aku ingin menetap di Banjarmasin saja, mungkin kalau kita nggak pernah ketemu lagi, aku bisa melupakan kamu Zill, maaf karena aku sudah mencintai mu!"


"Aku yang minta maaf, karena selama ini mengabaikan perasaan mu, dan hanya bermain main dengan perasaanku pada Sherlin. Aku tidak mau mengulangi kesalahan ku dahulu, menyesal ketika sudah merasa kehilangan. Kepergian ayahku tanpa sempat aku minta maaf, sudah cukup membuatku terpuruk. Aku tidak mau mengulanginya kembali, jadi selagi bisa, aku akan menahanmu, jangan pergi karena aku butuh kamu untuk melupakan perasaan ku pada Sherlin, aku akan berusaha untuk itu!"


Gita hanya mengangguk, tidak bisa lagi berkata kata, karena seluruh kata yang banyak sekali ingin diucapkannya kini hilang seketika. Mereka hanya perlu mencoba untuk belajar menerima dan memberi, belajar untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, karena tidak ada gunanya menyesal ketika kita sudah merasa kehilangan.


***


"Gisella..!"


Sherlin tidak dapat menahan kekagetan nya ketika ia membuka pintu, Gisella dan juga Pram sudah berdiri dihadapannya. Meski tidak menyangka akan kedatangan dua orang tersebut, Sherlin tetap menyambut keduanya dengan senyum ramah. Perbuatan Gisella dimasalalu, memang sulit untuk dilupakan. Akan tetapi, Sherlin sudah berjanji untuk memaafkan Gisella karena berharap, kata maafnya itu bisa membuat wanita itu berubah menjadi lebih baik lagi.


Gisella bertanya sembari menatap perut Sherlin yang mulai membesar.


"Alhamdulillah sehat, kalian sendiri gimana kabar?"


"Baik, kami kesini mau minta restu dari kalian, Minggu depan kami mau keluar negeri, mencoba untuk membuat Gisella bisa berjalan kembali. Aku beranggapan, rencana itu tidak akan terealisasi kalau kalian tidak mendoakan kelancaran niat kami itu!"


Yang bicara adalah Pram, dan Gisella hanya mengangguk mengiyakan.


"Kelumpuhan gue ini udah cukup membuat gue menderita Sherlin, setiap kali gue kesulitan untuk berjalan, gue selalu ingat perbuatan gue sama lu dan Revand, itu menyiksa, gue tau itu kagak sebanding dengan apa yang pernah gue lakukan sama kalian, tapi gue tulus untuk berubah, kalo emang pengobatan kami diluar negeri ini kagak berhasil juga, mungkin itu udah takdir gue, sedang soal rahim mau dibawa keluar angkasa pun, gue tetap kagak bakal bisa hamil seperti lu, dan pria bodoh ini, tetap mau mencintai gue meskipun keadaan gue seperti ini!"


Gisella berkata, dengan mimik wajah serius. Sherlin ingin menanggapi, tapi kemudian Revand, yang baru turun dari lantai atas, yang merespon ucapan Gisella.


"Pria bodoh itu pria yang berhasil membuat lu berubah menjadi lebih baik lagi Gisella. Kalau kedatangan kalian kesini, untuk meminta restu agar pengobatan lu berjalan lancar, kami akan memberikan nya, sesuatu yang diawali dengan niat yang baik pasti akan berjalan baik, dan berbuah baik juga, jadi yang penting niat lu dulu, berdoa meminta kelancaran dan keajaiban, bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki sekarang!"


Gisella hanya bisa terpana menatap Revand yang tetap menarik seperti dulu. Gisella berfikir, rasa kagumnya pada pria ini sudah sirna seiring waktu, akan tetapi ternyata dugaannya salah, perasaan kagum itu tetap ada meski waktu sudah lama berlalu, pada pria suami Sherlin ini.

__ADS_1


"Gue tahu, thanks ya, selamat menanti kelahiran anak pertama lu Revand, kalian emang pasangan yang sukses bikin gue iri!"


"Jangan sibuk menatap tempat lain dan mengagumi tempat itu indah Gisella, tatap orang yang ada disamping lu, dia yang ada saat lu susah adalah harta berharga yang wajib lu jaga, jangan mengulangi kesalahan yang sama, karena itu akan membuat waktu kita terbuang percuma, kami selalu mendoakan kalian, semoga tetap diberi kebahagiaan!"


Pram dan Gisella mengucapkan kalimat terima kasih kepada Revand dan juga Sherlin. Beberapa saat kemudian, keduanya pamit untuk kerumah Zill, setelah beberapa saat lamanya saling mengobrol dan Sherlin tidak pernah menyangka sebelumnya, setelah yang ia lalui, ternyata mereka bisa bercengkrama seperti tidak ada sebuah hal yang membuat mereka bermusuhan.


Sepeninggal Gisella dan Pram, Revand mengajak istrinya untuk naik kelantai atas. Awalnya, Sherlin tidak mengerti apa yang akan dilakukan oleh sang suami, akan tetapi ketika Revand langsung menyerang nya dengan ciuman, Sherlin baru sadar kenapa tiba tiba saja Revand mengajaknya terburu buru kekamar mereka.


"Vand, entar mama cari kita dibawah ntar aja.."


"Harus sekarang, karena aku nggak bisa menahannya kalau ditunda tunda, tubuh ini bereaksi saat Gisella tadi kemari, bukan ingin melakukan hal itu dengan Gisella, tapi dengan kamu sayang, bantu aku untuk membersihkan seluruh sisa sisa ilmu pengasihan itu, jadi kita lakukan sekarang, ya!"


Sherlin baru ingat, hal itu memang pernah dikatakan ustaz yang dulu membantu mereka untuk melawan Ki Robius, efek ilmu pengasihan itu memang akan perlu waktu untuk dihilangkan. Meskipun tidak lagi membahayakan karena tidak akan membuat Revand jadi bertingkah gila atau kesakitan seperti dulu, namun Sherlin cukup kewalahan jika efek itu datang, ia harus melayani suaminya itu tanpa mampu ditawar.


Akan tetapi, Sherlin bersyukur juga, Revand berusaha untuk melawan rasa trauma pasca mendapatkan ilmu pengasihan tersebut. Sherlin yakin, suatu saat Revand bisa sepenuhnya menghilangkan rasa trauma itu tanpa bersisa, karena sekarang ibadah sang suami mulai terjaga dengan baik.


"Aku akan menjadi suami dan ayah yang baik untuk kamu dan anak kita sayang, untuk itulah tetap bersamaku, jangan pergi, jangan beranjak meskipun mungkin aku khilaf, tapi aku akan berusaha untuk menjadi yang terbaik untuk mu dan anak kita nanti, karena aku hanya mencintai mu Sherlin.."


Sherlin ingin menjawab, Namun bibirnya sudah dibungkam oleh bibir sang suami. Jemari tangan pria itu mengelus lembut perut sang istri yang semakin buncit karna usia kandungannya sudah mendekati usia kelahiran. Jika ditanya, mau punya anak pria atau wanita, keduanya akan menjawab bahwa, mau jenis kelamin apapun mereka tetap akan bahagia menerimanya. Yang terpenting adalah sehat, karena anak adalah buah dari cinta mereka berdua, dimana kesabaran mereka selama ini dalam menanti keturunan, telah dijawab oleh Tuhan.


Tidak mudah untuk bisa bertahan setelah semua yang pernah mencoba untuk menghancurkan rumah tangga mereka, akan tetapi, jika sebuah pernikahan mampu menghadapi ujian dari berbagai hal dengan baik, maka, sudah pasti pernikahan itu akan semakin kuat dan melengkapi satu sama lain karena hakikatnya, pernikahan bukan sebuah kerajaan yang bisa saling menguasai pasangan, akan tetapi pernikahan adalah penyempurnaan, dimana manusia bersama melengkapi satu sama lain untuk mencapai sebuah kesempurnaan, karena ketika sendiri manusia tidak ada yang sempurna, akan tetapi jika bersama, manusia akan mampu saling menyempurnakan.


Note: Cintailah cinta, maka cinta juga akan mencintai kita, dan akan membuat kita bahagia karena hidup penuh cinta.


👉 Terima kasih sudah setia disini😘, terima kasih sudah vote😘saya hapal semua yang meninggalkan jejak indah nya😘 dan makasih komen, like dan baca, masih ada satu karya saya disini CINTA SANG PENULIS, jika kangen dengan karya saya (mungkin) silahkan keplatform kuning ya😉


👉baca juga novel non-fiksi karya saya berjudul CINTA SANG PENULIS perjuangan seorang penulis yang mewujudkan impian nya menjadi seorang penulis dalam sebuah keterbatasan



👉 BAGAIMANA PERJUANGAN DOKTER BRYAN MENYEMBUHKAN WANITA YANG DICINTAINYA DARI GANASNYA VIRUS CORONA? BACA NOVEL NON-FIKSI KARYA SAYA BERJUDUL DOKTER ITU KAKAKKU DINOV*LME YA,



👉 SIAPA BILANG NOVEL FIKSI FANTASI TIDAK PUNYA UNSUR ROMANTIS? YUK BACA NOVEL FIKSI FANTASI SAYA BERJUDUL MAHKOTA DEWA, TERBIT DI NOVE*ME, DAN BACA PERJUANGAN PUTRA MAHKOTA, YANG JATUH CINTA PADA MANUSIA SAAT MENGEMBAN TUGAS MENCARI BENDA PUSAKA, TURUN KEBUMI, SAYANGNYA WANITA YANG DICINTAINYA, MENCINTAI PRIA LAIN BERNAMA RICHARD YANG TERDETEKSI MENDERITA PENYAKIT LEUKIMIA STADIUM AKHIR, DAN SETIAP KALI WANITA ITU BERMESRAAN DENGAN PRIA YANG DICINTAINYA, PUTRA MAHKOTA JUGA AKAN MERASAKAN EFEK YANG SANGAT MENYAKITKAN, CONTOH, JIKA WANITA YANG DICINTAI NYA BERPEGANGAN TANGAN SAJA DENGAN PRIA ITU, TANGAN PUTRA MAHKOTA JUGA IKUT HANGUS TERBAKAR, BAGAIMANA JIKA PASANGAN ITU MELAKUKAN HAL YANG LAIN?


BAGI KALIAN YANG BACA NOVEL SAYA BERJUDUL DOKTER ITU KAKAKKU & MAHKOTA DEWA AKAN BERKESEMPATAN MENGIKUTI EVENT NYA NEXT DIMARKAS BESAR GSB, FOLLOW AKUN FB SAYA MITHAVIC HIMURA


__ADS_1


👉BAGI KALIAN YANG MELIHAT ADA YANG MEMPLAGIAT KARYA SAYA INI HARAP KONFIRMASI KESAYA, BISA KE WA 085250658157, KARENA KARYA INI ORISINIL KEJADIAN REAL YANG TERJADI.


TAMAT


__ADS_2