
"Gisella..!"
Revand tidak bisa menyembunyikan kekagetan nya, ketika ia keluar dari toilet pria, Gisella sudah menunggu nya diluar. Ia sedang bertugas direstoran, restoran sedang ramai, meskipun sukses membuat sang fotografer kagum dengan pose posenya, Revand tidak ingin permanen menjadi kan profesi foto model sebagai profesi nya. Karena itulah, ia tetap menjalani perannya sebagai waiters direstoran Rei, berhubung belum ada panggilan dari perusahaan manapun untuk mempekerjakannya.
Tapi, kenapa Gisella sampai mengikuti nya ke toilet segala...?
"Gue mau ngomong sayang...!"
"Jangan memanggil gue dengan sebutan itu Gisella, gue muak mendengar nya."
Sahut Revand dingin. Gisella tersenyum simpul mendengar nada suara Revand, yang tidak lagi ramah seperti biasanya.
"Foto foto lu ditabloid makin bikin gue gila Vand, lu yakin mau jadi model terus menerus..? Kenapa kagak balik aja keperusahaan..?"
"Emang gue bisa kembali jadi direktur kalo balik..?"
"Oh, jelas sayang. Lu balik besok, lu akan kembali jadi direktur, tapi ada syaratnya...!"
"Apa..?"
"Terima gue jadi istri kedua lu..!"
"Jangan ngimpi...!!"
Revand ingin menerobos Gisella, karena tidak ada gunanya ia meladeni ocehan wanita itu, hanya menambah kesal hatinya saja. Dan ia tidak ingin itu terjadi. Kata kata Sherlin, terus ia ingat. Ia harus mengendalikan hati dan fikiran nya, agar guna guna itu tidak mudah masuk kedalam tubuh nya. Jika ia terus meladeni ocehan Gisella, yang ada ia akan terus terpancing emosi. Untuk itulah, Revand ingin pergi, namun Gisella menarik lengan nya dan menghempaskannya ketembok toilet. Kedua tangan wanita itu menekan dada nya. Posisi mereka begitu dekat, hingga Revand khawatir jika ada yang melihat mereka, maka orang akan beranggapan ia dan Gisella sedang melakukan hal mesum di area toilet.
Revand ingin mendorong tubuh Gisella. Namun, Gisella membisikkan sesuatu hingga ia menghentikan gerakannya.
"Lu cinta kan sama Sherlin..? Lu mau melakukan apa saja demi dia..?"
"Lu tau, gue selalu cinta dengan istri gue tapi lu tetap gangguin rumah tangga gue, padahal gue tulus menganggap lu teman Gisella, gue udah percaya lu berubah, tapi nyatanya lu bikin gue kecewa, dan kagak lagi percaya dengan ucapan lu itu...!"
Balas Revand dengan suara meninggi. Ia memalingkan wajah ketika Gisella semakin mendekat kan wajah nya kewajahnya. Tidak. Cukup sekali, ia di cium wanita gila ini. Revand tidak mau ada yang kedua kali.
"Gue emang mau berubah, asal lu beri kesempatan, dan kesempatan itu adalah lu terima gue jadi istri lu Revand, dengan begitu, kursi jabatan akan kembali pada lu, dan gue akan jadi istri paling patuh daripada Sherlin..!"
"Jangan membandingkan lu dengan Sherlin, karena lu kagak bisa dibandingkan dengan dia, jangan buat gue semakin membenci lu Gisella, pergi dari hadapan gue sekarang...!"
Revand ingin mendorong Gisella kembali, namun Gisella makin menekan tubuh Revand ketembok toilet dengan tubuhnya. Revand gusar. Bukan hanya posisi mereka yang sangat tidak sehat untuk dilihat, tapi juga karena dengan kurang ajarnya jari jemari Gisella menjelajahi dadanya.
"Lu tau apa yang gue lakukan pada lu sayang..!"
Gisella berbisik sambil terus menjelajahi dada Revand yang tertutup baju seragam waiters yang dipakai nya. Sebagai pria normal, apa yang dilakukan Gisella cukup membuat darahnya mengalir lebih cepat.
__ADS_1
"Lu kirim guna guna kegue kan. Lu gila Gisella...!!"
"Iya, gue gila. Gue emang gila, gila karena lu, paham. Dan kalo udah tau gue melakukan itu, artinya lu juga tau resiko apa yang akan lu terima kalo lu berkeras kagak mau menerima gue jadi istri lu.. !"
"Apa maksud lu...!"
"Lu taukan, guna guna bersekongkol dengan iblis, dan iblis kagak pernah gratis untuk mau kerjasama dengan manusia, lu tau artinya itu apa..? Gue bisa menukar nyawa istri lu itu, kalo lu
tetap bersikeras menolak gue..!"
"Apa...?"
Revand tidak bisa menyembunyikan kekagetan nya mendengar kalimat yang diucapkan Gisella. Ditatapnya wajah Gisella dengan tatapan nanar.
"Apa yang mau lu perbuat pada Sherlin. Kalo lu emang pengen nyawa, ambil nyawa gue, gue bersedia menukar nyawa gue asal lu kagak mengganggu Sherlin. Dia nyawa gue, sekali lu buat dia celaka, lu sama aja mencelakai gue Gisella...!!"
"Tapi kenyataannya emang begitu sayang, makanya patuh ama gue, kalo lu patuh, semua akan baik baik aja, Sherlin baik baik aja, jabatan lu kembali, dan hidup lu kagak semiris sekarang yang harus jadi waiters segala untuk melanjutkan hidup..!"
Revand ingin merespon ucapan Gisella, namun tiba tiba, kepalanya kembali berdenyut. Ada suara asing menguasai alam fikiran nya. Suara Gisella samar samar berubah menjadi suara Sherlin. Jika tadi, Revand selalu berusaha untuk mencegah tangan Gisella yang menggerayangi nya, kini ia membiarkan itu dilakukan Gisella. Dimata Revand, Gisella kini berubah menjadi Sherlin. Hingga ia tidak lagi menolak apa yang dilakukan Gisella pada dirinya. Bahkan menikmati. Melihat Revand yang seperti nya terkena ilmu kiriman Ki Robius, dari jarak jauh, Gisella tersenyum. Gadis itu menjinjitkan kakinya, bergerak ingin mencium bibir Revand, ingin mempergunakan kesempatan, selagi Revand sedang tidak sadar seperti itu, sementara jari jemari nya bergerak melepaskan satu demi satu kancing baju seragam yang dipakai Revand
lalu ingin menyeret pria itu kedalam salah satu bilik toilet, sejengkal lagi bibirnya berhasil mencapai bibir Revand, tiba tiba tubuhnya ditarik kasar oleh seseorang dari belakang, dan memaksanya untuk menjauh dari Revand.
"Kurang ajar kamu Gisella. Apa yang ingin kamu lakukan pada suamiku...!!"
"Pergi lu wanita jal*ng. Jangan ganggu rumah tangga gue. Kalo lu pengen nyawa, ambil aja nyawa gue jangan nyawa istri gue..!!"
Revand menghardik Sherlin dengan ucapan seperti itu. Sherlin semakin yakin, Revand sekarang tengah dibawah pengaruh ilmu kiriman itu.
"Sadar Vand, aku istri kamu, yang Gisella itu dia. Kendali kan fikiran kamu, jangan buat hati kamu dipenuhi rasa benci, ilmu itu semakin kuat menguasai kamu nantinya, Revand lawan ilmu itu, kamu pasti bisa. Baca ayat kursi, Revand ayolah, dengar suaraku..!"
Sherlin berteriak sebisanya untuk membuat suaminya sadar dari pengaruh ilmu kiriman tersebut. Sementara itu, Gisella tertawa melihat betapa puas dia melihat Revand terlihat menolak istrinya sendiri, dan justru menganggap ia Sherlin.
"Heh, cewek mandul. Lepasin aja suami lu, kalo lu mau nyawa suami lu selamat, lu turuti kemauan gue, bukankah lu begitu mencintai suami lu...? Lu mau dia selamat ...? Pergi dari samping nya, dan biarkan gue menempati posisi lu itu...!!"
Sherlin geram mendengar ocehan Gisella. Wanita itu beranjak dari tempat nya, masuk kedalam salah satu bilik toilet, lalu keluar dengan ember kecil berisi air, dan...
"Byurr...!!!"
Seember air keran tersebut disiramkan Sherlin kearah Gisella. Gisella kaget luar biasa, tidak menyangka Sherlin bisa melakukan itu pada nya.
"Apa apaan lu Sherlin lu bikin baju gue basah semua ..!!"
"Kamukan wanita gak tahu malu. Buat apa pake baju.. ? Kamu nggak perlu baju kemana mana, wanita yang suka merampas milik wanita lain itu nggak perlu pake baju, karena nggak punya rasa malu, kalo nggak mau pake baju basah kamu lepaskan aja baju itu ..!!"
__ADS_1
Wajah Gisella merah padam mendengar ucapan Sherlin. Ia segera menghampiri Revand dan meminta Revand untuk memberi Sherlin pelajaran.
"Sayang, Gisella tega melakukan ini sama aku. Lihat deh, baju aku basah semua..!!"
Ucap Gisella dihadapan Revand. Karena dibawah pengaruh ilmu kiriman, Revand langsung terpengaruh dengan ucapan Gisella, ditatap nya wajah Sherlin dengan tatapan penuh rasa benci.
"Lu melakukan sedikit hal untuk melukai istri gue, lu akan mendapatkan hal yang sama dari gue..!"
Revand mengucapkan kata kata itu kearah Sherlin, sembari melangkah terhuyung kearah Sherlin.
"Astaga, Gisella biadap kamu Gisella. Revand, sadar Revand, aku istri kamu, jangan turuti kebencian kamu, kuasai hati dan fikiran kamu Vand,"
Sherlin berusaha terus membuat Revand untuk sadar, ia ingin mendekati suaminya, ingin membacakan ayat kursi 3 kali yang nantinya akan ditiupkan Sherlin ke ubun ubun sang suami, agar ilmu kiriman itu tidak semakin mempengaruhi Revand. Namun, sadar apa yang akan dilakukan Sherlin bisa membuat Revand bereaksi, Gisella mendorong tubuh Sherlin hingga Sherlin jatuh membentur tembok toilet.
Teriakan Sherlin yang menahan rasa sakit akibat terbentur tembok toilet menembus alam bawah sadar Revand. Melihat Sherlin roboh tidak sadarkan diri, kesadaran merasuki Revand, pria itu terperanjat melihat kondisi istri nya, ia segera memburu Sherlin dan mengangkat tubuh sang istri untuk dibawa ke klinik terdekat. Tanpa menghiraukan apapun lagi.
Keributan yang terjadi diarea toilet membuat security dan juga Rei serta Amel ikut kelokasi kejadian. Rei segera membantu Revand membopong tubuh Sherlin yang tidak sadarkan diri. Sedang Amel, langsung menghampiri Gisella yang tertekun ditempatnya dengan tubuh basah kuyup akibat disiram seember air oleh Sherlin tadi. Gisella berdiri mematung, tidak menyangka, Revand bisa tersadar dari pengaruh ilmu kiriman Ki Robius hanya karena melihat Sherlin terjatuh tadi.
Saat Gisella larut dalam ketidak mengertian nya tentang kenapa Revand bisa sadar sendiri padahal pria itu berhasil ditundukkan nya, tiba tiba saja, Amel menyentak kannya. Dan...
"Plakk...!!!
Telapak tangan Amel mendarat di pipi Gisella dengan kerasnya.
"Kalau sampai sahabat gue kenapa napa, gue akan tuntut lu biar lu membusuk dipenjara...!!!"
Seru gadis itu dihadapan Gisella. Tidak terima di tampar oleh Amel, Gisella balik menghardik.
"Atas tuduhan apa lu menuntut gue..? Lu kagak ngeliat kejadian yang sebenarnya. Lu bisa gue balik tuntut...!!"
Amel menyeringai mendengar bantahan Gisella.
"Ohya, lu emang sekarang direktur Gisella, tapi lu tetap bodoh...! Lu lupa, toilet ini diluar areanya dipasang cctv, sebelum pengunjung masuk kedalam bilik toilet akan terekam kamera cctv, kecuali keributan tadi lu buat didalam salah satu bilik toilet, lu bisa buat alibi. Tapi gue rasa itu kagak mungkin, bilik toilet kagak bisa menampung 3 orang dewasa yang sedang bertengkar...!!"
Amel mengucapkan kalimat pedas itu, sembari berlalu dari hadapan Gisella yang memucat mendengar kata kata nya...
Note: Cinta tidak akan keliru menuntun seseorang untuk menemukan cinta sejati nya. Kekuatan cinta sejati, akan mengalahkan besarnya gangguan dari arah manapun, karena cinta yang di jalani oleh dua hati yang saling mencintai akan saling menguatkan dan saling melindungi dibandingkan cinta yang dipengaruhi oleh nafsu dan obsesi semata.
👉 masih terus setia disini...? berikan jejak dan dukungan positif kalian agar SANG PELAKOR tetap update ❤️
👉 jangan lupa baca juga novel nonfiksi karya saya yang baru terbit berjudul CINTA SANG PENULIS ya, klik profil saya untuk melihat karya saya yang sudah terbit ❤️
bersambung
__ADS_1