
Atas bantuan Revand, akhirnya Gisella mendapatkan posisi juga dikantor tempat dimana Revand bekerja. Semula Gisella tidak terlalu puas dengan posisi nya yang sekarang, ia ingin menjadi sekretaris Revand atau asisten pribadi pria tersebut, dengan begitu interaksi nya dengan Revand semakin dekat. Akan tetapi, ia harus puas dulu dengan posisi nya yang sekarang, karena seperti nya, Revand begitu percaya pada sekretaris nya yang sekarang, sehingga tidak ingin mengganti posisi sekretaris nya itu dengan dirinya.
Liat aja, posisi itu ntar gue dapatkan ...
Gisella membathin.
"Vand. Tunggu, gue dengar lu mau cuti...?"
Gisella mensejajari langkah Revand yang ingin masuk kedalam mobilnya. Revand menghentikan langkahnya.
"Iya. Waktu dinas ke Banjarmasin bos udah janji bakal ngasi gue cuti, sekarang gue tagih janji itu karena gue mau bawa Sherlin bulan madu yang sesungguhnya...!"
"Apa...? Bulan madu...? Yang di Banjarmasin kurang...?"
Gisella seolah tidak terima.
"Kurang dong, gue mau bawa Sherlin ke Jepang, kebetulan lagi musim panas, saat yang tepat buat memperlihatkan sesuatu..!"
Jepang...? Jauh bener ..? Wanita seperti Sherlin di bawa ke Jepang, mana cocok. Mendingan juga bawa gue....
Gisella makin tidak terima.
"Ya udah Sell, kerja yang baik ya, gue cuti dulu...!"
Habis berkata begitu, Revand masuk kedalam mobilnya, meninggal kan Gisella yang terpaku ditempatnya, tidak bisa berkata apa apa lagi karena terlalu tidak terima dengan keberuntungan yang diperoleh Sherlin.
Gue masuk kerja disini buat deket deket sama lu Vand, eh lu malah pergi...
Gisella memaki tiada henti .....
***
Cukup sulit meyakinkan Sherlin agar wanita itu mau diajak berbulan madu ke Jepang. Revand sudah menduga istrinya itu pasti akan berdalih, terlalu berlebih-lebihan jika menghabiskan uang kenegara orang lain hanya untuk berbulan madu. Akan tetapi karena Revand sudah memprediksi segalanya, ia sudah mempersiapkan jurus ampuh untuk mengantisipasi nya.
"Lagi musim panas sayang, aku mau ngasi pemandangan yang indah yang pasti kamu suka, aku harap kamu menganggap itu kado spesial aku untuk pernikahan kita..."
Kalimat itu yang diucapkan Revand, ketika menerima penolakan dari istrinya tentang niatnya tersebut. Ia tahu, Sherlin sangat menyukai hal hal unik. Ini waktu yang tepat untuk memberikan kado spesial untuk istri nya tersebut. Dan dibantu mertuanya, akhirnya ia bisa meluluhkan keteguhan hati Sherlin untuk gaya hidup hematnya tersebut.
"Waaaah....ini beneran bunga Vand, cantik banget.."
Sesampainya di Jepang, tidak ingin membuang waktu, dan melewatkan momen yang indah, Revand langsung membawa Sherlin kesalah satu taman wisata Hitsujiyama yang sangat diminati oleh wisatawan ketika musim panas tiba, seperti yang ia duga. Sherlin begitu terkesima melihat hamparan warna merah jambu yang luas dihadapan mereka. Bahkan wanita itu mengira hamparan berwarna merah jambu itu adalah hamparan bunga yang indah.
"Kamu percaya nggak, kalau itu bukan bunga..."
Revand memberikan pertanyaan kepada istri nya. Sherlin menoleh kearah Revand.
"Emang ini bukan bunga...?"
__ADS_1
Sherlin balik bertanya. Revand tersenyum.
"Itu lumut sayang."
"Lumut...?"
Ulang Sherlin tidak percaya. Revand mengangguk. Dan Sherlin semakin dibuat terpesona karenanya.
"Nggak nyangka ya, lumut juga bisa secantik itu..."
Revand merengkuh bahu mungil istrinya penuh sayang.
"Ibarat kamu, kamu yang selalu merasa bahwa kamu nggak ada apa apanya dibandingkan wanita yang punya karir cemerlang, akan tetapi tanpa kamu sadari kamu itu indah sayang, dan aku dibuat gila karena keindahan kamu, begitu juga taman ini, disini kamu harus belajar satu hal, bahwa untuk indah nggak harus jadi bunga yang indah dulu, kamu lihat sendiri, lumut pun bisa seindah ini. Sama seperti kamu, meski menurut kamu, kamu itu wanita biasa, tapi menurut aku, kamu yang paling indah..."
Sherlin trenyuh dengan ucapan manis yang diucapkan Revand. Ia berbalik menghadap kearah sang suami. Sepasang matanya berkaca. Airmata bahagia sedang ada disana...
"Makasih ya Vand, kamu selalu memberikan hal yang indah dan membahagiakan untuk ku..."
Ucap nya dengan suara terbata, karena perasaan haru menguasai hati dan perasaan nya sekarang. Revand berjongkok, berbisik ditelinga Sherlin..
" Aku mau tanda terima kasih kamu nanti malam, dikamar..."
Wajah Sherlin bersemu mendengar bisikan nakal suaminya.
***
Hari kedua, Revand tetap memberikan kejutan kejutan indah untuk Sherlin, waktu cuti yang ia ambil benar benar digunakan Revand untuk memanjakan Sherlin, mereka menghabiskan waktu berjalan jalan dikota Tokyo, menikmati kebersamaan mereka, yang selama ini agak sulit dilakukan mengingat pekerjaan nya yang begitu banyak dikantor belakangan ini, meski pun untuk adaptasi dengan iklim di Tokyo, Sherlin sedikit agak sulit karena ini pengalaman pertama nya liburan keluar negeri, namun dengan sabar Revand menuntun Sherlin hingga wanita itu sangat menikmati masa masa bulan madu kedua mereka setelah di Banjarmasin beberapa waktu yang lalu.
Revand pamit ketika ia merasa sudah tidak bisa menahan diri untuk buang air kecil. Sherlin mengiyakan. Mereka sekarang berada dipinggiran kota Tokyo menikmati jajanan pinggir jalan yang ada di Tokyo yang insya Allah halal untuk muslim. Beberapa camilan sudah di cicipi mereka berdua, hingga Sherlin menghampiri sebuah aquarium besar yang ada disekitar tempat itu.
Aquarium itu memiliki ikan ikan lucu didalamnya. Sherlin menghampiri. Sembari memegang kue ikan khas Jepang yang tadi dibeli Revand untuk nya.
"Ikan, kamu mau tau nggak, ini pertama kalinya aku liburan keluar negeri. Jujur aku ngerasa bodoh banget ada disini, nggak tau harus gimana, tapi aku punya suami yang sabar, yang justru nggak pernah ketawa atau membullyku saat aku terlihat bodoh, namanya Revand Saputra Kurniawan. Direktur muda yang nggak tau kenapa bisa suka sama aku yang biasa biasa begini. Menurut kamu aku ini lagi beruntung, atau emang Tuhan emang sayang aku ikan...?"
Sherlin bicara didekat aquarium itu seolah olah ikan didalam aquarium itu adalah teman barunya.
"Ikan, aku nggak tau, apa nanti kita ketemu lagi disini, tapi aku akan ingat aku pernah kesini terus kenalan sama kamu disini, semoga nanti kalau aku kesini lagi, aku bawa anggota baru di keluarga kecil aku, mamaku udah pengen punya cucu ikan, doain aku ya biar bisa ngasi suami aku keturunan yang hebat,"
Sherlin lagi lagi mengajak ikan ikan tersebut bicara. Ia tidak sadar tingkah nya itu menarik perhatian para pejalan kaki disana. Mereka menganggap apa yang dilakukan Sherlin itu sangat lucu dan imut, seolah olah tanpa beban.
Sherlin tertawa, benar benar menikmati obrolan nya dengan sang ikan ikan didalam aquarium tersebut, hingga saat Revand kembali dari toilet, pria itu terpesona dengan kelakuan polos istri nya tersebut. Ia memilih diam memperhatikan, tidak ingin mengganggu aktivitas sang istri yang terlihat sangat menarik jika sedang bertingkah seperti itu...
Revand benar benar dibuat terpesona ketika melihat keceriaan sang istri. Hingga ia memilih betah untuk tidak menghampiri dulu sampai istrinya puas melakukan hal itu..
" Jadi pengen ngajak kamu kekamar jadinya..."
__ADS_1
Bisik Revand sendirian..
Tidak tahan hanya melihat saja, Revand menghampiri sang istri, memeluk istrinya dari belakang, tidak perduli banyak mata melihat apa yang ia lakukan. Ia ingin pria pria disekitar tempat itu tahu, wanita imut yang sedang bertingkah polos itu adalah miliknya. Sangat jelas sekali beberapa warga pria Jepang terpesona melihat betapa istri nya saat ini sangat menarik perhatian..
"Vand, banyak orang nih, malu tau..."
Rengek Sherlin dengan wajah merah.
"Biarin. Biar mereka tahu kamu itu milik aku...!!"
Revand mempererat pelukannya ditubuh mungil istrinya, hingga membuat sang istri makin tidak bisa menahan betapa wajah nya sekarang sangat merah menahan malu.
"Ih, kamu kenapa sih, akukan lagi ngobrol ama ikan bukan cowok..."
"Kalo ikannya cowok aku tetap cemburu..."
"Astaga, aku baru tau, suamiku bisa cemburu dengan ikan..."
"Kita balik ke hotel yuk..."
"Eeeh, buat apa, kan masih siang.."
Sherlin melancarkan aksi protes.
"Bagiku sekarang udah malam, aku mau bikin anggota baru bertumbuh diperut kamu..."
Wajah Sherlin makin merah padam menahan malu.
Revand mendengar apa yang ia ucapkan tadikah...
"Vand, itu...."
"Kita kabulkan permintaan mama yuk, sekarang balik kehotel, kita lakukan prosesnya..."
Revand mengedip kan sebelah mata nya kearah Sherlin. Sengaja ingin menggoda sang istri. Sherlin mencubit pinggang Revand karena sekarang ia sangat malu, ternyata Revand mencuri dengar apa yang ia katakan pada ikan ikan dalam aquarium tersebut...
Astaga...apa sekarang Revand berfikir, aku pengen ngajakin dia gituan terus disini...
Sherlin berbisik dalam hati, meskipun mau tidak mau mengikuti juga apa yang diinginkan suaminya...
Tidak jauh dari tempat mereka, seseorang mengawasi mereka sejak tadi, memandang penuh rasa benci dan cemburu. Tidak terima melihat betapa bahagianya pasangan pengantin baru tersebut....
Gue akan buat bulan madu lu hancur Sherlin.....
Note: Tidak perlu memiliki segalanya untuk bisa merasa bahagia. Akan tetapi jika kita pandai bersyukur, maka kita akan merasa telah memiliki segala nya, dan akan merasa bahagia, karena bahagia itu sederhana, hanya manusia nya saja yang kerap membuat kebahagiaan itu sulit untuk diraih karena ambisinya yang tinggi....
👉 DILARANG MEMPLAGIAT SELURUH ISI CERITA INI. KARENA INI ORISINIL PEMIKIRAN AUTHOR SENDIRI, YANG DIADAPTASI DARI BEBERAPA KEJADIAN YANG REAL TERJADI.
👉 TERIMAKASIH UNTUK YANG SELALU SETIA BACA KARYA SAYA INI YA💝 JANGAN LUPA TERUS BERI DUKUNGAN KALIAN UNTUK KARYA SAYA INI, BIAR SAYA TETAP SEMANGAT UPDATE 💝
__ADS_1
BERSAMBUNG