SANG PELAKOR

SANG PELAKOR
BAB 102. BUAT AKU JATUH CINTA.


__ADS_3

"Gita, ngapain lu kesini...?"


Gisella melontarkan pertanyaan tersebut pada Gita, setelah gadis itu berucap demikian. Sementara Zill, mau tidak mau terlihat salah tingkah saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut Gita. Zill tidak pernah menyangka, Gita bisa mengucapkan kalimat seterbuka itu dihadapan semuanya terlebih dihadapannya.


"Aku kesini mau ketemu kak Gisella lah, mau ucapin selamat buat kak Gisella sama calonnya.."


Gita mengucapkan kalimat tersebut, sembari menatap kearah Pram yang duduk disamping Gisella.


"Heem, thanks, lu harus berusaha meyakinkan ni cowok es kalau lu beneran cinta sama dia...!"


"Sell, apa apaan sih kamu,"


Gerah dijadikan bahan pembicaraan, Zill mengucapkan kalimat tersebut, namun Gisella tidak perduli, ia terus saja memprovokasi Gita untuk terus menarik perhatian Zill, hingga situasi ditempat itu riuh oleh suara mereka yang habis habisan menggoda Gita dan juga Zill.


Ketika semua sudah pamit pulang, Pram duduk berjongkok dihadapan kursi roda Gisella.


"Sell, untuk terakhir kalinya, aku mau nanya sekali lagi, apa benar kamu bersedia ikut bersamaku ke Jakarta dan menikah dengan aku disana...?"


"Gue nggak punya pilihan kan...?"


"Pilihan itu selalu ada, asal kamu bisa memilih pilihan yang tepat...!"


Gisella menghela nafas panjang.


"Harusnya pertanyaan itu buat lu dari gue, emang lu kagak nyesel menikahi gadis cacat seperti gue...? Ingat, gue juga nggak bisa punya anak, yang mana semua pria pasti cerewet pengen anak, belum lagi mertua, gue kagak mau seperti Sherlin yang dulu cek-cok dengan mertua gara gara belum hamil...!"


"Insya Allah, aku nggak nyesal membuat keputusan ini, asal kamu mau janji bisa berubah lebih baik lagi, kita bersama memperbaiki diri belajar dari kesalahan dimasa lalu,..!"


"Tapi, kalo boleh tau kenapa lu tiba tiba begini ama gue...? Bukannya dulu lu sendiri yang bilang, kalau gue ini bukan tipe cewek idaman lu...?"


Pram menghela nafas mendengar pertanyaan menusuk Gisella.


"Maafin aku, saat itu aku emang keterlaluan, padahal waktu itu, kamu tulus dan banyak mengorbankan waktu kamu untukku, waktu kita udah nggak ketemu lagi itu, nggak tau kenapa aku terus aja mengalami kesialan dalam percintaan, awalnya, aku nggak mikir bahwa itu karna perbuatan burukku sama kamu, tapi lama kelamaan, aku jadi berfikir, itu semua karna aku jahat sama kamu, dan doa orang teraniaya itu bukannya mustajab ya, mungkin itu yang membuat aku jadi sial dalam percintaan...!"


Gisella menggigit bibir. Sebenarnya, ia benci mendengar semua hal yang berkaitan dengan Pram, tapi melihat kesungguhan pria itu, hati Gisella mulai luluh. Pram yang sekarang berbeda dengan yang dulu, yang seenaknya dan sok ganteng. Yang sekarang lebih santun, dan sangat lembut memperlakukan wanita, Gisella bahkan tidak yakin pria itu Pram yang ia kenal dimasalalu, karena pria itu benar benar telah berubah begitu banyak.


"Tapi, lu kan tau, hati gue masih mencintai Revand. Ngeliat dia tadi aja, gue masih merasa sulit merelakan dia dengan Sherlin, apa lu bisa melihat kenyataan itu...?"


"Aku akan membuat kamu melupakan dia Gisella, nggak salah, kamu bisa jatuh cinta padanya, karena pria itu tipe pria yang baik, tapi lihatlah aku, aku juga bisa menjadi pria yang baik untukmu, asalkan kamu memberikan aku kesempatan itu...!"


"Kalau ternyata, gue tetap nggak bisa...?"

__ADS_1


"Aku yang akan beranjak pergi kembali ke posisiku semula...!"


"Ya udah, gue mau tau apa bisa lu buat gue cinta ama lu, kalo kagak bisa juga, lu jangan buang waktu lu demi buat gue cinta ama lu...!"


Akhirnya, Gisella mengucapkan kalimat tersebut kepada Pram, dan Pram berbinar menerima nya. Diraihnya jemari tangan Gisella dan digenggam nya erat.


"Oke, kalau begitu kita sepakat...!"


Katanya sembari tersenyum.


***


"Zill, tunggu aku mau bicara...!"


Gita memanggil Zill saat melihat pria itu terlihat keluar dari ruang kerjanya. Zill mengerutkan keningnya.


"Kenapa ada disini...?"


"Kok kenapa...? Akukan rekan bisnis mama kamu...!"


"Iya, tapi ini bukan butik mami, ini kantor aku, kenapa kamu nggak kebutik mami aja...!!"


Zill memperjelas ucapannya tersebut, sembari melangkah kembali. Gita buru buru mengiringi.


"Soal apa...?"


"Kita bisa ngomong disuatu tempat nggak...?"


"Nggak bisa, aku sibuk...!"


Zill masuk kedalam lift yang terbuka, dan Gita buru buru ikut serta, sekarang mereka berada disatu bilik lift berdua saja.


Untuk sesaat, Gita merasa jantungnya berpacu lebih cepat, sementara Zill disampingnya terlihat santai seolah olah ia tidak bersama dengan seseorang didalam lift ini.


"Ya udah, kita ngomong disini aja, aku minta maaf soal hal waktu itu dihadapan semuanya..!"


"Aku nggak mempermasalahkan itu kok, ya, jujur aku salut juga tampang seperti kamu bisa seblak blakan itu mengungkapkan perasaan...!"


Wajah Gita merah padam mendengar apa yang diucapkan oleh Zill.


"Tapi, aku serius nggak mau memaksakan perasaan ku itu...!"

__ADS_1


"Kalau kamu cinta sama seseorang, kamu harus berusaha untuk membuat orang itu cinta sama kamu ..!"


"Aku dulu seperti itu, tapi aku kecewa, sekarang, aku nggak mau begitu lagi, kamu gak usah merasa terbebani dengan perasaan ku ini...!"


"Dengan kata lain kamu pasrah dengan keadaan...?"


"Pasrah mencintai dalam hati...!"


"Aku sudah bilang, aku bukan pria yang mudah memberi janji dengan seorang wanita, jadi untuk sekarang, mungkin aku nggak akan menanggapi apa apa tentang hal itu, tapi nggak menutup kemungkinan kedepannya aku bisa suka, tapi aku nggak janji..!"


"Aku tahu, karna itulah aku menghargai itu...! Hanya aja, ada yang mengganjal fikiranku selama ini. Saat dihotel dulu, pertama kali Gisella mengacaukan kalian, aku dengar kamu terjebak dengan Sherlin dikamar yang sama, saat itu Sherlin dibawah pengaruh obat perangsang, aku bisa membayangkan bagaimana tingkah seseorang yang berada dibawah obat perangsang, apakah ada yang terjadi antara kamu dan dia...?"


"Kenapa jadi berfikir sejauh itu..?"


"Aku cuma mau tau aja, agar aku bisa menarik kesimpulan...!"


Zill terdiam. Bayangan bagaimana saat malam itu ia bersama Sherlin saat Sherlin berada dibawah pengaruh obat perangsang, benar benar tidak bisa ia lupakan begitu saja, bagaimana tidak, ia bisa melihat tubuh bagian atas Sherlin, lalu mereka berc*uman dan karna kerepotan meredam hasrat Sherlin yang dibawah pengaruh obat perangsang, hampir saja ia memanfaatkan kesempatan itu dengan meniduri wanita tersebut, untung saja Zill masih punya iman untuk melawan, dan, jujur saja pengalaman itu tidak akan pernah bisa ia lupakan.


"Tidak usah menanyakan hal diluar hak kamu, aku tidak mau membahas hal itu,"


Pintu lift terbuka, Zill segera melangkah keluar, setelah mengatakan hal itu pada Gita. Pria itu tidak menoleh lagi kearah Gita, seolah tidak mau tahu ekspresi wajah gadis itu saat mendapati respon kaku itu darinya.


Zill, aku tahu, cintamu pada Sherlin itu besar, dan aku tahu wajar kamu mencintai wanita seperti Sherlin karna dia memang luar biasa, kamu bilang tadi, kita harus berusaha untuk meyakinkan seseorang yang kita cinta, apakah itu kode darimu agar aku tidak menyerah tentang perasaan ini padamu...?


Gita bicara seperti itu didalam hati,sebelum akhirnya ia menekan tombol agar lift membawanya untuk turun kebawah...


Note: memperjuangkan cinta itu perlu, karena cinta memang harus diperjuangkan, akan tetapi jangan menghalalkan segala cara, untuk bisa meraih cinta itu sendiri, karena cinta akan mampu membawa sang pemiliknya menemukan belahan hatinya..


πŸ‘‰ Pembaca yang baik pasti tahu keinginan author nya 😘


πŸ‘‰ayo baca novel non-fiksi karya saya berjudul CINTA SANG PENULIS dilapak ini juga ya, ini tokoh Mikha dinovel tersebutπŸ’—



πŸ‘‰ Dan juga novel non-fiksi karya saya berjudul DOKTER ITU KAKAKKU yang terbit di platform kuning NOV*LME, perjuangan seorang dokter yang melawan virus Corona



πŸ‘‰ dan novel fantasi saya berjudul MAHKOTA DEWA


__ADS_1


visual hanya imajinasi saya selaku penulis pembaca bebas berimajinasi πŸ™ bagi kalian yang setia stay baca novel karya saya berjudul DOKTER ITU KAKAKKU & MAHKOTA DEWA akan berkesempatan mengikuti event nya next dimarkas besar GSB follow akun FB saya MITHAVIC HIMURA


bersambung


__ADS_2