SANG PELAKOR

SANG PELAKOR
BAB 108. ADA YANG BERBEDA.


__ADS_3

Bu Stella mengawasi putranya yang sedang menatapi foto dia dengan Sherlin saat melakukan pemotretan pada waktu itu. Foto itu sengaja dibingkai dalam pigura oleh ibu Zill, sebagai tanda, ia pernah berharap Sherlin menjadi menantunya saat itu.


Akan tetapi sekarang, setelah semua yang sudah terjadi, wanita itu berusaha untuk menerima kenyataan kalau wanita itu bukan jodoh putranya. Saat Sherlin dirumah sakit, ia bisa melihat betapa Revand suami Sherlin terlihat begitu mengkhawatirkan Sherlin. Begitu juga ibu mertua Sherlin.


Jadi, ibu Zill menilai, Sherlin sekarang hidup bahagia bersama orang orang yang mencintai dirinya, dan itu sebuah kelegaan tersendiri untuk ibu Zill, menyadari hal itu.


"Zill, sedang apa...?"


Tidak tahan hanya menatapi putranya, wanita itu menyapa putranya sembari mengusap lembut pundak putranya itu sesaat.


Menyadari, ada ibunya, Zill pura pura untuk tidak memperhatikan foto dimana ia dan Sherlin berpose memakai gaun pengantin seperti layaknya pasangan suami istri yang sedang melangsungkan pernikahan. Sang ibu tertawa melihat Zill seperti maling tertangkap basah.


"Tidak usah mengingkari, mami sudah melihat semuanya. Kau, memperhatikan Sherlin yang ada difoto itu kan..?"


Wajah Zill terlihat salah tingkah mendengar ucapan yang keluar dari mulut ibunya.


"Aku cuma kangen sama dia Mi, bolehkan..?"


Zill akhirnya jujur didepan ibunya.


"Boleh, yang tidak boleh itu, kamu ingin merebut dia dari suaminya...!"


Zill, menarik nafas panjang mendengar ucapan sang ibu.


"Kalau dia tidak bahagia, aku bisa melakukan itu Mi, aku bisa melakukan apa saja untuk merebut dia dari suaminya, akan tetapi, itu tidak aku lakukan, karena suaminya itu, sudah cukup baik menjadi pendamping Sherlin. Revand, benar benar setia dengan Sherlin..!"


"Tidak ada seorang pria yang kuat digoda seperti itu oleh pelakor ulung seperti Gisella. Ayahmu saja tidak bisa menahan godaan itu, namun Revand bisa melewati itu semua tanpa membuat mahligai pernikahan mereka rusak karena pelakor itu..!"


"Ia, sekarang pun, Revand masih harus membuang rasa trauma yang mengikuti pasca diguna guna oleh Gisella Mi, dia tidak bisa sendirian saat berada dikegelapan, terkadang suara itu masih seperti mengikuti nya, hanya aja tidak dibarengi dengan kekuatan yang membuat ia melakukan hal hal negatif pada wanita lain...!"


"Zill, kau tahu satu hal tidak. Semua yang terjadi itu, karena cinta yang tidak bisa dikontrol dengan baik. Gisella terobsesi dengan Revand, karena menurut nya , Revand adalah pria yang membuat dia jatuh cinta, sekarang dia akan menikah dengan Pram, mami berharap, Pram juga bisa membuat Gisella menjadi lebih baik lagi daripada sebelumnya. Bagaimana pun, Gisella seperti itu, karena Pram terlalu semena mena dengannya bukan...?"

__ADS_1


"Iya Mi, dulu, Pram memang keterlaluan dengan Gisella, hingga Gisella hidup dalam dendam lalu membalas sakit hatinya itu pada semua pria yang jatuh cinta padanya...!"


"Itu lah wanita. Terkadang ia sangat sulit untuk melupakan orang yang melukainya. Mami, dulu juga pernah berfikiran seperti itu nak. Saat ayahmu tergoda dengan Gisella, Mami ingin sekali melakukan hal yang sekira kira membuat hati mami puas. Mami ingin menyakiti seluruh pria yang dekat dengan mami, tapi mami sadar, mami punya anak pria. Jika itu mami lakukan, sama saja memukul rata semua pria bisa tergoda. Kejadian Revand ini mampu membuat mami sadar, bahwa tidak semua pria bisa tergoda dengan seorang pelakor, jika dia punya tekad untuk setia. Revand sudah membuktikannya. Dia punya tekad, mami harap kamu juga menjadi pria yang punya tekad itu sayang. Karena wanita, jika sudah dikecewakan, akan sulit untuk membuat ia bisa menjadi wanita penurut lagi. Akan sulit, untuk membujuk hatinya kembali...!"


Bu Stella bicara seperti itu sembari kembali menepuk pundak putranya.


"Iya, Mi, aku akan selalu ingat pesan mami, kelak kalau aku sudah menikah, aku tidak akan mengulangi kesalahan papi. Karena, seperti yang mami bilang, tidak semua pria mudah tergoda dengan pelakor, kecuali pria yang memang tidak punya niat untuk setia dengan satu wanita saja ..!"


"Itu baru anak mami..!"


Bu Stella, tersenyum mendengar apa yang diucapkan oleh putranya, lalu segera ingin beranjak dari meninggalkan anaknya, namun gerakan wanita itu terhenti, ketika suara Zill terdengar.


"Bagaimana kabar Gita Mi..?"


"Memangnya kalian tidak saling berkomunikasi lewat ponsel...?"


Zill menggeleng. Ia memang punya nomor kontak milik Gita, namun ia tidak pernah mengirim pesan apapun pada gadis itu. Karena, dia tidak mau memberikan harapan palsu, jika bersikap terlalu akrab dengan gadis itu.


"Iya Mi, andai baik aja cukup membuat kita jatuh cinta, mungkin aku juga bisa melakukan itu dengan mudah..!"


"Lalu, kenapa kamu dulu jatuh cinta pada Sherlin...?"


"Karena dia juga baik, dia tulus, dan bisa membuat aku merasa nyaman menjadi diriku sendiri. Terlebih lagi, dia juga dekat dengan Mimi kucingku. Wanita pencinta kucing itu sabar Mi, selebihnya ya karna dia cantik lahir dan batin...!"


"Dari semua yang kamu kagumi dari Sherlin, memang tidak semua dimiliki oleh Gita. Dia, tidak bisa dekat dengan kucing, kalau masalah lain, mami bisa menjamin, dia gadis yang baik. Kalau menurut mami, biarkan cinta itu datang dengan sendirinya. Tapi mami berharap, jangan menutup pintu hati kamu untuk cinta sayang. Kau perlu orang lain untuk membuatmu melupakan perasaan kamu itu pada Sherlin...!"


"Aku tahu Mi, tapi, kenapa sepertinya mami sangat ingin merekomendasikan Gita padaku...?"


Zill, tidak tahan untuk tidak bertanya perihal itu. Apa iya, masalah ia dan Gita maminya juga tahu...?


"Ada yang berbeda dari sikap Gita padamu dahulu, mami sudah tahu itu sejak awal. Mami bisa melihat, ketika memandangmu, Gita seperti menyuarakan perasaan nya padamu. Hanya saja, mami tidak mau membahas itu, takut dia canggung dengan mami. Tapi, setelah tahu dia mencintai kamu, mami diam diam

__ADS_1


memperhatikan dia, mencoba menilai dia secara keseluruhan. Hasilnya, seperti yang tadi mami bilang. Dari semua hal yang kamu suka dalam diri Sherlin, hanya satu yang tidak dimiliki oleh Gita, yaitu kucing. Apakah, itu sesuatu yang berat untuk kamu menentukan pilihan sayang, bagaimana kalau kelak, kamu bertemu dengan wanita penyuka kucing pula, tapi sifatnya sangat buruk, apa yang akan kamu lakukan...?"


Zill tercenung mendengar ucapan yang dilontarkan oleh ibunya. Tentu saja bukan perkara kucing itu saja yang jadi bahan pertimbangan Zill untuk memilih wanita yang menjadi pasangannya, tapi juga perasaannya, Zill, tidak merasakan sesuatu yang indah ketika berada didekat Gita, berbeda dengan saat berada didekat Sherlin, Zill selalu berdebar dan ada perasaan indah menyelimuti hatinya dengan lembut setiap kali didekat wanita istri Revand itu.


"Zill, biarkan waktu yang menumbuhkan benih cinta dihati kalian, toh, Gita bukan Gisella yang terobsesi memiliki. Meski mencintai mu, dia tidak mau memaksakan perasaan nya, justru dia ingin berusaha untuk berdiri ditempat sewajarnya, dengan memilih, pergi dari sini..!"


"Pergi.. ? Tugas keluar negeri kan...?"


Bu Stella, menggeleng mendengar pertanyaan putranya.


"Gita tidak sedang kemana mana sayang, dia juga tidak sedang keluar negeri untuk bertugas, dia hanya izin cuti, dan kembali kerumah orang tuanya di Banjarmasin, itu dilakukannya untuk mengetes perasaan nya sendiri, apakah dia bisa tidak melihat mu atau tidak bisa jika tidak melihat mu. Ketika izinnya sudah berakhir, barulah dia akan mengundurkan diri. Itu ia lakukan jika ia tidak bisa melupakan perasaan dia terhadap mu sayang, jika dia sudah mampu melupakan perasaan itu, dia tidak akan kemana mana, tetap disini menjadi partner bisnis mami disini..!"


Deg. Zill, tidak bisa menahan rasa terkejutnya mendengar apa yang dikatakan ibunya tentang Gita. Gita berbohong berdalih keluar negeri, hanya untuk berusaha melupakan perasaan nya itu padanya...? Dari situ saja sudah bisa dipastikan, betapa berat perjuangan Gita untuk menetralisir perasaan cinta sepihaknya itu pada dirinya, sementara ia tahu persis, memiliki cinta sepihak itu memang menyesakkan meskipun berusaha untuk berlapang dada, untuk bisa menerima kenyataan yang ada....


Note: Terkadang untuk bisa bahagia, kita harus berani melakukan sesuatu yang baru dalam kehidupan kita, disaat sesuai yang rutin tidak bisa membuat diri kita merasa bahagia. Yang perlu diperhatikan adalah, jangan sampai saat melakukan sesuatu yang baru, kita jadi melupakan hal yang sekira kira merugikan orang lain, atau bahkan diri kita sendiri.


👉 Pembaca yang baik pasti tahu keinginan author nya 😘


👉 baca juga yuk novel non-fiksi karya saya berjudul CINTA SANG PENULIS klik profil saya untuk tahu karya saya ya.


👉 untuk diplatform kuning NOV*LME Ada 3, karya saya yang bisa kalian baca sambil menunggu novel lainnya update:


- MAHKOTA DEWA ( fiksi fantasi)


- FACE ( roman fiksi)


-DOKTER ITU KAKAKKU ( non-fiksi roman)


- Bagi kalian yang stay dinovel saya berjudul MAHKOTA DEWA & DOKTER ITU KAKAKKU akan berkesempatan mengikuti event nya next di-markas besar GSB 😎


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2