SANG PELAKOR

SANG PELAKOR
BAB 109. TAK INGIN MENYESAL.


__ADS_3

Sherlin kaget, melihat ibu dan ayah mertuanya sudah berdiri dihadapannya, ketika ia membuka pintu. Spontan wanita itu mempersilahkan kedua orangtua Revand itu untuk masuk.


Ibu Revand berulang kali bertanya tentang kondisi Sherlin. Terutama kondisi kehamilan Sherlin. Kedua orang tua Revand itu terlihat sangat bahagia. Hingga membuat hati Sherlin menjadi terenyuh. Wanita itu mengusap perutnya sendiri.


Sayang, banyak yang menunggu kamu lahir, kamu harus sehat ya sayang, semua ingin kamu segera hadir didunia ini..


Sherlin mengucapkan kalimat itu sembari mengusap perutnya yang mulai membuncit.


"Sherlin. Selama hamil, kamu ajak terus bayi kamu ngobrol. Itu bagus kok, karena bayi kamu itu akan mendengar, apa yang diucapkan orang yang mengajaknya untuk bicara. Meskipun beberapa orang tidak percaya tentang hal ini, akan tetapi ini sudah dipercaya sejak dahulu. Dia akan sergap dalam merespon ucapan orang yang bicara dengannya, cerdas dan pandai memahami orang lain!"


Ibu mertuanya mengucapkan kalimat tersebut, sembari mengusap perut menantu nya penuh sayang.


"Iya Ma, aku sering kok ngajak dia ngomong. Revand juga sering melakukan itu, aku percaya itu Ma!"


"Syukurlah. Jaga kondisi kamu sayang, jangan terlalu capek, jangan stres juga, biar kamu dan bayi kamu sehat!"


Sherlin mengangguk sembari tersenyum. Rasanya, sebuah kebahagiaan tersendiri, melihat sikap ibu mertuanya seperti itu. Jika diingat saat itu, perlakuan ibu mertuanya sangat membuatnya merasa terluka karena memaksanya untuk meninggalkan Revand, dan lebih percaya pada Gisella, sekarang setelah kejadian itu, ibu mertua nya tidak pernah lagi membanding bandingkan dia dengan siapapun, dan dalam situasi apapun. Terkadang, meski sesak sudah pernah melewati ujian berat itu. Sherlin bersyukur, banyak hikmah yang ia petik setelah ia berhasil melewati ujian tersebut.


***


"Pak, bisa kita pulang bersama?"


Revand, menghentikan langkahnya ketika mendengar sebuah suara merdu menyapanya. Revand berbalik. Ternyata salah satu karyawan kantor sebelah. Wanita ini sudah kerapkali kepergok memperhatikan Revand. Terkadang, ia bahkan pura pura melakukan sesuatu untuk menemui dia dijam istirahat kantor. Hal ini membuat Revand mulai was was.


"Sepertinya tidak bisa. Apa ada yang bisa saya bantu?"


Revand, berusaha untuk bersikap baik, meskipun saat ini ia sedikit terganggu, dengan ulah wanita ini. Ia ingin buru buru pulang, karena tadi istrinya mengabarkan kalau kedua orangtuanya ada dirumah untuk berkunjung.


"Oh, begitu, tapi apakah bapak bisa bicara sebentar dengan saya?"


Wanita itu masih terlihat untuk berusaha. Revand menarik nafas.


"Baiklah. Kita bicara disana, tapi hanya sebentar ya, saya harus pulang segera!"


Wanita itu semringah merasa berhasil untuk mengajak direktur baru dikantor sebelah ini bicara.


Sekarang, mereka sudah duduk saling berhadapan disebuah kios kecil yang menjual berbagai macam jajanan. Kios itu selalu ramai jika jam istirahat kantor, dan Revand tahu jajanan yang dijual disini cukup enak. Namun, Revand tidak pernah membelinya, karena ia sudah membawa sendiri bekal dari rumah. Masakan istrinya jauh lebih nikmat dibandingkan masakan siapapun bagi Revand.


Revand menolak ketika wanita itu menawarinya untuk makan jajanan dan memesan minuman disana.


"Bapak sepertinya sangat parno sekali dengan wanita, ada apa?"

__ADS_1


Wanita itu tidak tahan untuk bertanya.


Tentu saja, setelah kejadian Gisella, aku sulit untuk bersikap biasa pada wanita yang bersifat seperti kamu..


Revand menjawab pertanyaan wanita didepannya itu didalam hati.


"Tidak. Aku hanya merasa tidak nyaman saja!"


"Karena takut istri bapak cemburu?"


"Istri ku bukan tipe wanita pecemburu jika tidak ada alasannya!"


"Lalu kenapa?"


"Apakah ini yang mau kamu bahas dengan saya?"


"Apa, kita tidak bisa bersikap biasa saja pak? Saya ingin mengenal bapak lebih jauh, saya lihat usia bapak juga seperti sepantaran dengan saya, bagaimana kalau kita bicara santai saja, diluar jam kerja juga kan, tidak akan mengurangi karisma bapak sebagai direktur!"


Semakin lama, Revand merasa semakin tidak nyaman dengan wanita sexy dihadapannya ini. Revand menyebut wanita itu kelewat sexy, karena baju yang dipakai terlalu kekurangan bahan meskipun itu baju trendy yang memang dipakai untuk wanita setara jabatan sekretaris. Cara berpenampilan wanita ini lebih berani ketimbang Gisella. Ternyata, ada juga wanita yang lebih parah daripada Gisella.


"Maaf, saya tidak bisa, dan saya harus pulang!"


"Jangan sembarangan menyentuh saya, karena saya keberatan untuk hal itu!"


"Direktur Revand, ayolah, hidup itu jangan terlalu dibuat serius, istri kamu itu sedang hamil kan? Wanita yang sedang hamil biasanya sulit untuk menyenangkan suami secara psikologis, aku bisa mengisi kekosongan hari hari kamu, selama istri kamu tidak bisa membuatmu senang!"


Mendengar apa yang diucapkan wanita itu, Revand spontan berpaling. Wajahnya merah padam. Kata kata itu, mengingat kan ia dengan Gisella, tapi yang ini lebih parah, karena belum kenal dan berkenalan saja sudah berani mengucapkan kalimat itu dihadapannya. Apalagi gaya bicara wanita itu yang awalnya sopan berubah menjadi berani seperti itu dalam waktu seketika. Membuat Revand merinding.


"Jaga sikap anda ya, jangan ajak saya bicara, jika anda tidak bisa sopan dengan saya dan istri saya, mau hamil atau tidak, istri saya selalu membuat saya bahagia, jadi berhenti berfikiran macam macam untuk membuat para pria tunduk dengan wanita seperti anda!"


"Wanita seperti aku? Seperti apa? Apakah dimata kamu, aku ini seperti wanita penggoda?"


"Jika tidak, mana mungkin wanita baik baik mengucapkan kalimat seperti itu, dihadapan pria yang sudah beristri!"


"Hei, jangan sembarangan bicara, aku hanya mengucapkan apa yang aku tahu, kebanyakan dari pria jika istri sedang hamil lalu pasca melahirkan, ia akan merasa kesepian, aku cuma memberikan solusi!"


"Saya, tidak butuh solusi!"


Habis bicara seperti itu, Revand beranjak dari tempat duduknya. Kesal luar biasa ia sekarang ini mendapatkan perlakuan seperti itu dari wanita yang bekerja disebelah kantornya itu.


Sherlin, percaya sama aku, aku tidak akan mengulang kesalahan yang sama, yang menyepelekan wanita penggoda seperti mereka karena aku tidak mau hal itu membuat aku akan kehilangan kamu..

__ADS_1


Revand bicara seperti itu didalam hati.


"Dia itu naksir lu sejak lama Vand!"


Tiba tiba saja, Zill sudah memotong langkah Revand ketika ia hendak masuk kedalam mobilnya.


"Lu liat semuanya?"


Zill mengangguk.


"Hati hati, dikantor gue mungkin semua karyawan bisa dijamin kagak akan merusak rumah tangga orang lain, karna gue akan memberikan sangsi, tapi dikantor lain, itu belum tentu, jadi lu harus jaga hati lu, jangan sampai lu membuat Sherlin terluka, karena kalau itu lu lakukan,, gue kagak akan segan segan merebut istri lu itu dari lu!"


"Gue kagak akan pernah memberikan celah itu buat lu, sekarang lu buka hati aja untuk Gita, lagian dari semua yang udah gue lewati, itu udah bikin gue kagak mau kejadian Gisella terulang lagi, gue kagak mau jadi orang yang menyesal dikemudian hari, karena gue kagak mau kehilangan kepercayaan Sherlin!"


Zill tersenyum mendengar kata kata Revand.


"Bagus, gue ingin lu ingat kata kata lu sendiri, karena banyak wanita penggoda sekarang ini, semua tergantung prianya, bisa menjaga hati atau kagak!"


Kamu benar Zill, Gisella mungkin sudah tobat, tapi karakter seperti Gisella mungkin akan terus ada, seorang wanita yang puas mengganggu rumah tangga orang lain. Kuncinya itu diri sendiri, apakah memberi celah atau tidak. Dan aku, tidak akan memberi celah pada wanita seperti itu, karena buatku Sherlin segalanya...


Revand membathin sembari segera masuk kedalam mobil ketika, Zill sudah pamit dari hadapan nya untuk pulang karena jam kantor memang sudah habis sejak tadi.


Note: Jadikan apa yang terjadi itu pelajaran, agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama, karena guru terbaik adalah pengalaman, jika kita benar benar bisa memetik hikmah dari semua yang pernah terjadi pada kita.


👉 NANTIKAN EPISODE TERAKHIR SANG PELAKOR NEXT YA SAHABAT 😎


👉 BACA JUGA NOVEL NON-FIKSI KARYA SAYA BERJUDUL CINTA SANG PENULIS, PERJUANGAN SEORANG WANITA YANG BERUSAHA MERAIH IMPIANNYA DITENGAH SITUASI YABG TIDAK MENDUKUNG.



👉 Karena Putra Mahkota jatuh cinta kepada seorang gadis bernama Shella yang mana gadis itu adalah seorang manusia, nyawa Putra Mahkota terancam, karena semakin besar perasaan cinta sang Putra Mahkota kepada gadis itu, semakin berkurang juga energi positif yang dimiliki oleh Putra Mahkota, apa yang terjadi pada sang Putra Mahkota? Yuk baca novel fiksi fantasi saya berjudul MAHKOTA DEWA di platform kuning NOV*LME



dan baca juga novel non-fiksi karya saya berjudul DOKTER ITU KAKAKKU diplatform kuning NOV*LME juga, sebuah perjuangan seorang dokter yang berusaha menyelamatkan para pasien yang tertular virus Corona, dan ternyata virus itu juga menjangkiti wanita yang dicintainya, berhasilkah dokter Bryan menyembuhkan wanita yang dicintainya tersebut?



bagi kalian yang stay di dua novel saya berjudul DOKTER ITU KAKAKKU dan MAHKOTA DEWA berkesempatan untuk mengikuti event nya next dimarkas besar GSB follow akun FB saya MITHAVIC HIMURA


bersambung

__ADS_1


__ADS_2