
"Vand, tumben lu kerumah ..? Aduh sorry ya, kagak ada camilan atau apa ini buat lu, lagi cekak gue, belum dapat kerjaan tetap soalnya..!"
Roy, menyambut kedatangan Revand, dengan wajah semringah sembari mengucapkan kalimat tersebut.
"Gue datang mau kasih lu kerjaan..!"
"Eh, kerjaan apa ..? Serius lu...?"
"Zill ngeliat reputasi lu selama ini baik, kalo lu berminat, lu bisa kekantor besok bawa semua yang dibutuhkan, interview besok dikantor..!"
"Lu serius...?"
Revand mengangguk.
"Lu rekomendasi kan gue...?"
"Sebenarnya ia juga, karena gue tau lu lagi susah, gue dulu juga ada diposisi lu, dan itu kagak nyaman bener, apalagi udah married terus nganggur itu rasanya beban banget, makanya gue rekomendasi kan lu saat dikantor butuh tenaga, dan gue tau lu kagak mungkin mengecewakan gue...!"
Roy, menjatuhkan dirinya dikaki Revand. Rasanya sekarang, ia seperti habis mendapatkan air saat ia berada ditengah gurun pasir, segar sekali, dan menjanjikan sebuah kehidupan.
Melihat apa yang dilakukan Roy, Revand terkejut.
"Apa apaan lu, kagak usah gini amat, itu rezeki lu, karena lu punya reputasi yang baik, hingga orang jadi percaya sama lu...!"
"Tapi, tetap aja lu yang rekomendasikan gue Vand, reputasi lu lebih baik, semua orang percaya sama lu jadi itu semua berkat lu..!"
"Ya udah, kalo gitu, jangan kecewa kan gue, besok datang dengan semua persyaratan, pakai baju rapi, terus interview oke...!"
"Beres...!!"
"Gue balik dulu ya, kangen bini...!"
Roy mencibir mendengar apa yang diucapkan oleh Revand.
"Bentar, gue mau tanya, gimana kondisi bini lu, apa dia baik baik aja...? Terus kondisi lu gimana, lu masih mengalami trauma itu kagak pasca diguna guna...?"
Revand menarik nafas panjang, mendengar pertanyaan Roy.
"Sherlin baik baik aja, cuma mual dan lemes banget emang, kesian kadang lihatnya, untuk trauma, sejujurnya ia, ketakutan itu masih ada, menghantui gue, tapi Sherlin selalu membuat gue tenang hingga gue yakin bisa melewati itu semua dengan baik ..!"
"Syukurlah, ibadah lu jangan lupa Vand, karena hanya dengan cara itu, lu bisa total lepas dari efek kejadian buruk itu...!"
"Iya, lu benar, insya Allah sekarang gue berusaha untuk jaga ibadah...!"
"Terus, karna Sherlin hamil, lu puasa kagak minta jatah...?"
Roy, bertanya sembari mengedipkan sebelah matanya.
"Kagak lah, mana bisa gue puasa soal gituan..!"
__ADS_1
"Gila lu, kagak kasian bini lu apa...!"
"Gue juga kagak kasar kali, lagian gue juga selalu konsultasi sama dokter kok, Alhamdulillah baik baik aja, yang penting bini kagak kepaksa, kalo kita maksa dia buat melayani kita, kita juga berdosa...!"
"Lu benar sih, doain gue ya bini gue segera nyusul hamil, udah 6 tahun ini kami menanti...!"
"Penantian kalian pasti akan terjawab indah, asal kalian ikhlas menerima itu semua...!"
"Amiiin..!"
"Ya udah, gue balik ya, jangan lupa besok ...!"
Roy mengangguk, dan menjawab salam yang diucapkan oleh Revand, sembari mengucapkan terima kasih pada sahabatnya tersebut. Ia bersyukur, ternyata, Revand tidak lupa dengan dirinya. Sudah mendapatkan kedudukan yang bagus dikantor yang sekarang, pria itu tetap ingat dirinya.
***
"Kamu yakin mau ketaman itu sayang, ngidamnya kok aneh banget sih..?"
Revand sekali lagi bertanya pada sang istri sebelum mereka turun dari mobil. Didepan mereka terhampar hamparan taman bunga yang saat itu sedang berkembang.
"Aku nggak tau, dari kemarin aku pengen banget ketaman, aku mau pergi sendiri, kamu nggak ngizinin..!"
Sherlin menyahut sembari memandang takjub taman bunga dihadapannya.
"Iya, aku nggak izinin kamu pergi pergi sendiri, jadi kalau mau pergi ya tunggu aku libur kerja dulu, tempat ini nggak selalu bisa seperti ini, hanya waktu tertentu aja, kebetulan pas kamu cerita pengen ketaman bunga, aku langsung cari informasi tempat, kalau keluar kota, aku belum bisa karna belum dapat cuti, akukan baru aja kerja, meski temenan sama Zill, tetap aja aku harus profesional..!"
"Iya, emang harus gitu, kalau nggak profesional itu bukan suami aku, jadi boleh ya, aku turun sekarang, tamannya bagus, makasih ya..!"
"Terus...?"
"Kata sandi dulu..!"
Revand menunjuk kebibirnya. Wajah sang istri merona. Tapi, karena ingin segera turun dari mobil, wanita itu segera melakukan apa yang diminta sang suami. Maju kearah wajah suaminya dan mencium bibir Revand sekilas.
"Nggak gitu caranya, kurang ini...!"
Revand melancarkan aksi protes. Tapi istrinya itu keburu turun dari mobil. Menyonsong hamparan bunga yang ada dihadapan mereka.
Awas kamu sayang, entar dirumah aku kuasai kamu...
Revand bicara seperti itu, sembari ikut turun dari mobil dan memperhatikan sang istri yang sedang sangat menikmati hamparan bunga yang ada ditaman.
Tidak tahan melihat kelucuan tingkah istrinya, Revand mengambil ponselnya, dan..
"Sayang liat kesini deh bentar...!"
Revand bicara setengah berteriak kearah sang istri. Sherlin yang masih sibuk menciumi bunga bunga yang ada disitu menoleh seketika, dan tersenyum manis kearah sang suami.
__ADS_1
"Jepret..!!"
Kamera ponsel yang dipegang Revand mengabadikan istrinya disaat yang tepat. Sherlin kaget ketika sadar Revand ternyata memotret nya.
"Vand, kamu motret aku, jelek pastikan, ih hapus...!"
Sherlin tidak terima. Wanita itu segera beranjak menghampiri sang suami, lalu segera ingin melihat hasil foto yang diambil suaminya tadi.
"Apaan jelek, kamu itu dalam kondisi apapun tetap cantik, istri siapa dulu ..!"
Revand tidak memberikan ponsel yang ingin direbut oleh sang istri. Ia meninggikan tubuh nya. Mengacungkan tangannya keudara hingga tubuh mungil sang istri tidak bisa menjangkau ponsel tersebut.
"Ah, kalian sedang apa ..?"
Tiba tiba saja sebuah suara membuat perdebatan lucu suami istri tersebut terhenti.
Sherlin dan Revand berpaling. Wajah mereka berubah, ketika melihat siapa yang tadi bicara seperti itu .
"Ki, Robius...?"
Revand menyebut nama orang itu spontan. Lengannya memeluk pinggang istrinya sisi waspada nya serta merta muncul.
Pria yang duduk diatas kursi roda itu tersenyum melihat sikap waspada Revand. Sementara, wanita yang mendorong kursi roda yang diduduki oleh pria itu, mendorong kursi roda itu hingga membuat jarak mereka telah semakin dekat.
"Kalian terlihat sangat bahagia, selamat ya, aku sudah lama ingin bertemu dengan kalian terutama istri kamu ini, aku ingin minta maaf untuk semua yang pernah terjadi, meskipun aku tahu kata maaf tidak akan bisa merubah semua yang rusak jadi utuh kembali, minimal kalian harus tahu, aku tulus melakukan itu. Bagaimana kabar Gisella, aku berharap dia bisa berubah dan bisa memetik hikmah dari semua yang sudah terjadi, aku tahu sebenarnya dia baik,hanya saja dendam dan keinginan tidak bisa ia netralisir hingga jadilah ia seperti itu...!"
"Lupakan semua, asal kau mau berubah kita lupakan semuanya, kita mulai hidup baru, jadikan semua pelajaran, insya Allah kita bisa menjalani hidup dengan baik..! Gisella juga sudah mulai merubah dirinya, ia sudah pindah ke Jakarta, dan mencoba untuk memulai hidup baru...! Kami juga sudah memaafkannya..!"
Ki Robius, tersenyum mendengar apa yang diucapkan oleh Revand. Ia menatap kearah wanita yang ada disamping Revand.
"Terima kasih, jaga istri mu baik baik, dia wanita terkuat yang pernah aku temui selama aku menjalani pekerjaan tidak benar itu, wanita berhati tulus, yang tidak pernah dendam dengan orang yang berbuat jahat pada dirinya. Kau, akan menyesal jika kau menyakiti dan menyia nyiakan wanita sebaik istri mu ini..! Syukurlah kalau Gisella bisa berubah juga, aku berharap hidup kalian bahagia, tetaplah menjadi suami istri yang saling menjaga, dan saling melengkapi, bukan saling menuntut dan menguasai, karena meskipun aku senior dari kalian untuk hal rumah tangga, aku akui, aku harus banyak belajar dari kalian tentang bagaimana menjadi pasangan yang ideal, kalian pasangan yang luar biasa..!"
Ki Robius mengucapkan kalimat tersebut, sebelum akhirnya memberi isyarat pada wanita yang mendorong kursi rodanya untuk beranjak dari tempat itu, tanpa menunggu respon dari Revand dan Sherlin, yang terpaku ditempat mereka mendengar apa yang tadi ia ucapkan...
Note: Jaga apa yang sudah dimiliki sekarang, karena ketika sudah kehilangan, maka niscaya kita baru sadar bahwa apa yang kita miliki itu adalah hal paling berharga yang seharusnya kita jaga.
👉Pembaca yang baik pasti tahu keinginan author nya 😘
👉 Baca juga novel non-fiksi karya saya berjudul CINTA SANG PENULIS dilapak ini ya 💗
👉 Baca novel saya diplatform kuning NOV*LME berjudul MAHKOTA DEWA (fiksi fantasi)
Dan DOKTER ITU KAKAKKU karena untuk kalian yang setia stay baca dua novel itu (DOKTER ITU KAKAKKU & MAHKOTA DEWA) akan berkesempatan mengikuti event nya next dimarkas besar GSB follow akun FB saya MITHAVIC HIMURA yang disponsori oleh $ International.
__ADS_1
Jadi sambil menunggu satu novel update bisa baca novel saya yang lain karena untuk proses review penulis tidak bisa memastikan ya, itu semua ketentuan platform.
Bersambung