
Sherlin baru saja usai membersihkan wajah nya saat tiba tiba saja Revand masuk kedalam kamar, lalu menghampiri nya dan memeluknya dari belakang. Seperti nya suaminya itu sudah selesai mengerjakan sedikit pekerjaan kantor yang ia bawa kerumah diruang kerjanya tadi.
" Masih belum kelar nih haidnya...?"
Bisik sang suami sembari mencium leher nya lembut, dan Sherlin bisa merasakan lagi lagi tubuh nya panas dingin diperlakukan seperti itu.
"Masih. Maaf ya, kamu belum bisa aku layani sepenuhnya,!"
Jawab Sherlin penuh rasa bersalah. Revand membalikkan tubuh istrinya, dan membawa wanita itu untuk duduk diatas tempat tidur.
"Nggak usah minta maaf, itukan bukan salah kamu. Bukan itu tujuan utama ku ngajak kamu ngomong, sebenarnya aku mau ngajak kamu buat makan bareng teman kerja aku, dia seorang bos perusahaan yang ingin bekerja sama dengan perusahaan dimana aku kerja, atasanku menyerahkan semua tugas itu padaku, kamu nggak keberatan kan untuk pergi bersama ku,?"
Sherlin menatap wajah suaminya dengan tatap mata sulit dimengerti.
" Kenapa...? Bukan pesta yang formal sayang, lagipula kamu harus terbiasa dengan hal ini karena suami kamu ini sekarang direktur,"
"Sebenarnya, aku nggak keberatan. Aku justru berterimakasih, kamu mau membawaku kerelasi teman kerja kamu, hanya aja, apa itu baik..? Aku takut mereka malah menilai aku,"
Ucapan Sherlin terhenti ketika jari telunjuk Revand spontan menempel di bibir nya, saat ia mengucapkan kalimat tersebut.
"Aku nggak mau dengar kalimat itu lagi sayang. Jangan pernah beranggapan, kalau kamu nggak pantas bersama ku. Kamu wanita paling pantas bersama ku. Jadi jangan pernah ulangi ucapan itu ya, aku nggak mau dengar,!"
Sherlin tertunduk.
"Maafkan aku. Aku emang masih harus banyak adaptasi dengan lingkungan kamu dan relasi kamu, maaf ya,"
" Masalahnya bukan itu, aku cuma mau dengar kamu mau atau tidak itu aja,!"
"Aku mau,"
Sahut Sherlin sembari tersenyum manis.
"Gitu dong. Itu baru istri Revand,"
Revand sangat semringah mendengar ucapan istri nya lalu spontan ia mencondongkan wajahnya dan mengecup bibir istrinya singkat. Wajah Sherlin bersemu diperlakukan seperti itu. Hal tiba tiba yang sering dilakukan Revand, yang membuat nya berdebar tapi ia suka.
"Menurut kamu, restoran mana yang cocok untuk kita pakai menjamu mereka,?"
Sherlin terdiam sejenak saat Revand menanyakan hal itu.
" Kerestoran tempat aku kerja dulu aja, aku bisa ikut membuat kan menu spesial buat mereka bersama chef disana, tapi aku harus menghubungi Rei dulu untuk hal itu biar dia yang bicara pada pemilik restoran,"
"Kenapa kamu mau ikut masak segala sayang, ntar dandanan cantik kamu jadi rusak kalo ikut masak,"
"Memasak nggak akan membuat wanita jadi jelek. Untuk aroma masakan yang menempel, aku bisa menyemprotkan parfum setelah memasak kan, lagian aku hanya membantu, bukan melakukan itu sepenuhnya,"
"Kenapa kamu ingin melakukan ini...? Rata rata wanita akan merasa malas jika sudah pergi ke suatu tempat harus repot masak segala...?"
" Karena aku ingin memberikan sesuatu untuk kamu Vand. Selama ini, selalu kamu yang melakukan itu. Aku ingin rekan kerja kamu suka diperlakukan seperti itu, karena nggak ada hal yang paling istimewa kecuali dibuatkan masakan spesial untuk dia makan,!"
"Kamu memang punya pikiran yang unik. Oke, aku setuju, asal itu membuatmu senang. Aku pasti nggak akan keberatan,!"
Sherlin menarik nafas lega ketika mendengar Revand tidak keberatan dengan ide yang ia cetuskan.
__ADS_1
"Aku akan menghubungi mereka ya, kamu urus pihak restoran untuk memberikan pelayanan yang terbaik,!"
Habis berkata begitu, Revand mengacak rambut istri nya penuh sayang, lalu mengeluarkan ponsel dari saku celana nya dan mulai menghubungi bosnya terlebih dahulu. Setelah itu kepada bos Gisella. Sherlin hanya mengangguk menanggapi. Tidak sulit baginya untuk bicara pada Rei. Lagipula, mantan bosnya direstoran tempat ia bekerja dulu pasti tidak akan keberatan dengan hal itu. Bukankah ia membawa pelanggan kesana...? Bos besar pula. Tentu itu hal yang menguntungkan bagi mantan bosnya tersebut. Dan Sherlin yakin, Rei bisa mengatasi masalah itu.
***
Hari yang ditentukan tiba. Sherlin dan Revand sudah menuju restoran tempat dimana dulu Sherlin bekerja sebelum akhirnya ia dipersunting Revand. Sherlin memakai gaun berwarna abu abu yang anggun tapi tertutup. Rambut nya yang panjang dibiarkan terurai menambah keanggunan penampilan wanita itu. Meski tidak memakai make up yang berlebihan, penampilan Sherlin sangat indah untuk dilihat. Setara dengan Revand yang juga memakai jas formal berwarna senada dengan gaun Sherlin. Mereka menjelma menjadi pasangan yang sangat membuat iri orang yang melihat nya. Yang wanita cantik, yang pria tampan.
"Kamu yakin nggak akan kesulitan masak make gaun itu...?"
Tanya Revand sembari serius menyetir.
"Aku bawa baju ganti kok, ntar aku masak nggak pake gaun, tenang aja,"
Revand tersenyum. Dibenak nya, ia masih tidak percaya jika ada seorang wanita seperti Sherlin ini. Mau bersusah payah terjun langsung untuk memasak disaat situasi seperti itu. Situasi dimana biasanya seorang wanita hanya ingin duduk manis didepan semua hidangan yang tersaji tanpa ingin melakukan apa apa yang membuat repot. Ah. Sherlin memang bukan wanita biasa....
Mereka sudah sampai direstoran yang dituju. Seorang pelayan menyambut mereka dan langsung membawa mereka ketempat yang sudah dibooking.Tempat itu sudah ditata cukup apik. Amel dan Rei pasti sangat berperan dalam hal itu. Kedua sahabat Sherlin itu begitu semringah ketika tahu, Sherlin membooking tempat direstoran mereka. Bisa reuni sekalian katanya....
Sherlin pamit untuk kebelakang bergabung dengan Rei untuk menyiapkan menu. Revand mengiyakan. Karena ia harus bertugas menunggu bosnya dan juga bos Gisella dimeja yang sudah mereka booking. Beruntung Sherlin memasak bersama Rei yang sudah dikenal nya. Jika tidak. Tentu saja Revand akan gelisah karena cemburu.
Tidak berapa lama kemudian, orang orang yang ditunggu Revand sudah tiba. Gisella muncul dengan bosnya, sedang bosnya membawa serta istrinya. Kenapa bos Gisella tidak membawa serta istrinya...? Sebuah pertanyaan muncul dibenak Revand.
Mereka saling bersalaman satu sama lain. Hidangan pembuka sudah disiapkan. Karena hidangan utama nya sedang dikerjakan oleh Sherlin didapur restoran ini. Melihat Revand hanya sendiri, Gisella sempat merasa heran. Berbeda dengan Sherlin yang hanya memakai make up tipis memperlihatkan kenaturalan wajah nya mirip gaya make-up wanita Korea yang kebanyakan natural. Gisella sebaliknya. Wanita itu bahkan memakai lipstik yang menantang, seolah olah dengan bibir itu, ia ingin menggoda pria yang berinteraksi dengan nya. Belum lagi gaun yang dipakai wanita tersebut. Cukup sexy. Memperlihatkan paha putih yang dimiliki nya yang menyembul setiap kali ia melangkah, karena gaun itu mempunyai belahan cukup panjang sampai pangkal paha. Sedang dibagian atas, memperlihatkan dada wanita tersebut yang tersembul menggoda jika ia berjongkok sedikit saja. Tapi semua itu tidak membuat Revand tergoda. Buatnya, Sherlin tetap yang tercantik.
"Direktur tidak membawa istrinya...?"
Pertanyaan yang sangat dinantikan oleh Gisella dilontarkan oleh bos sekaligus pacar gelap nya itu kepada Revand.
Bagus tua bangka, biar kesannya bukan gue yang mau mengorek keterangan itu...
Bathin Gisella berkata.
"Wah luar biasa. Sungguh istri yang istimewa,!"
Bos Revand memuji, diiyakan oleh istrinya yang duduk disebelah nya.
"Ternyata Nyonya Revand pandai memanjakan orang ya, pasti anda sangat beruntung mendapatkan istri seperti itu yang selalu dimanjakan oleh nya dirumah,"
Kali ini yang bicara adalah bos Gisella. Gisella geram mendengar kalimat yang diucapkan pria disebelah nya.
Apa bagusnya didapur...? yang bagus itu wanita tipe gue, wanita karir, cerdas. Bukan yang bergulat dengan bawang didapur, dasar pria pria tua. Awas aja lu gak gue kasi jatah ntar malam...
Gisella menggerutu dalam hati meskipun bibirnya selalu mengulas senyum.
"Lalu istri anda kenapa tidak diajak sekalian...? Bukankah ini sekretaris anda..?"
Bos Revand bertanya demikian kepada bos Gisella yang juga ingin ditanyakan oleh Revand dari tadi. Sesaat paras pria setengah baya itu berubah, tapi hanya sesaat...
"Dia sedang tidak enak badan. Jadi tidak bisa ikut, sekretaris saya dimandatkan oleh istri saya untuk mewakili dirinya,"
Jawab bos Gisella seratus persen berbohong. Memandatkan Gisella ...? Yang ada istri nya tidak tahu ia sekarang pergi kemana. Ia hanya berkata ada rapat penting dengan klien itu saja .
Mana mau lu ngajak istri lu, istri lu kan gak bisa buat lu bangga...
Gisella kembali membatin.
"Wah. Istri anda juga wanita yang sangat pengertian. Jarang sekali ada wanita yang mengizinkan suaminya datang dengan wanita lain di acara penting seperti ini, saya pun tidak akan mau,!"
__ADS_1
Yang bicara adalah istri bos Revand. Bos Gisella tertawa sumbang.
Kalau tahu aku pergi dengan Gisella kesini tentu saja dia akan mengamuk dirumah ...
Bos Gisella membatin. Semua sibuk dengan batin mereka masing masing walaupun dibibir mereka mengulas senyum, dan sibuk menikmati hidangan pembuka. Itu lah hati selalu mengucapkan kalimat yang sebenarnya, berbeda dengan bibir yang terkadang bisa mengingkari suara hati yang sebenarnya...
~Sementara itu diwaktu yang bersamaan tepatnya didapur....~
" Sherlin, lu ini aneh ya, mau aja susah payah ikut masak tamu suami lu, padahal lu cukup duduk manis didepan, menebar senyum dengan anggun, gue tadi liat, wanita temen kerja suami lu itu sering curi curi pandang suami lu lho, gue mengendus hal yang nggak baik nih, bau bau binal,!!"
Amel muncul di dapur sembari mengawasi Rei dan Sherlin yang masih sibuk memasak. Mereka berkolaborasi cukup apik. Rei dan Sherlin memang diketahui pintar dalam urusan dapur.
"Ah, lu su'ujon aja pikiran lu, justru apa yang dilakukan Sherlin ini unik, pria mana yang kagak suka cewek pinter masak...? Gue yakin kok, Revand itu kadung cinta dengan Sherlin karna kelebihan Sherlin yang satu ini,!"
Yang menyahut adalah Rei. Amel mencibir. Sherlin tersenyum.
"Aku udah nggak pintar dibidang lain, masa iya aku juga bodoh dibidang ini...? Kesian amat Revand dapat aku, aku cuma ingin melakukan sesuatu untuk dia, karena kerja sama mereka ini penting buat Revand, jadi aku ingin memberikan kesan menyenangkan untuk para bos itu,!"
Sherlin merespon ucapan Amel sembari masih sibuk membantu Rei mengolah masakan.
"Kata siapa sih lu kagak pintar dibidang lain, lu itu cekatan, melakukan sesuatu pasti bersungguh sungguh, selalu tenang, yang harus bersyukur itu Revand udah dapatin lu,!"
Rei mendebat persepsi Sherlin tentang dirinya sendiri.
"Rei benar tu Sher, Revand yang bersyukur dapatin lu, bukan lu yang selalu merasa gak pantas untuk dia, kesel gue dengernya, tapi serius Sher, lu harus hati hati ama cewek rekan kerja suami lu itu, jangan sampe dia ngerusak rumah tangga lu, karena sekarang pelakor itu lagi booming,!"
Amel kembali mengingat kan. Kali ini suaranya terdengar serius.
"Lagu kali booming,!"
Sela Rei spontan. Amel mencibir kearah Rei, Tapi Rei pura pura tidak melihat.
" Aku percaya dengan Revand. Dia nggak mungkin membuat pernikahan kami rusak hanya karna seorang pelakor,!"
"Jangan terlalu merasa dizona aman Sher. Pria itu nggak bisa kita tebak. Ya, mungkin mulai sekarang lu harus lebih waspada dengan wanita itu, manusia bisa khilaf,!"
Amel masih saja bersikeras untuk membuat Sherlin pasang radar waspada.
"Lu nakut nakutin Sherlin aja Mel. Lebih baik lu khawatir kan diri lu sendiri, gimana supaya pria kagak mikir dua kali ngajak lu kencan dengan kelakuan lu yang barbar itu, haha...!"
"PLETAK...!!"
Centong besar mendarat dikepala Rei ketika pria itu usai membully Amel. Rei kaget bukan main tidak mengira Amel akan melakukan hal tersebut. Ketika ia ingin melancarkan aksi protes, bos mereka masuk. Istri pemilik restoran tempat mereka bekerja itu sudah dari tadi mendengar pembicaraan para anak buahnya didapur. Hingga wanita itu tergoda untuk ikut nimbrung.
"Menurut saya. Tindakan Sherlin ini perlu ditiru wanita. Mungkin banyak yang beranggapan, wanita hebat itu adalah wanita yang sukses dalam karirnya diluar. Tapi sebenarnya itu salah. Wanita hebat itu adalah wanita yang tetap bersikap pada kodrat kewanitaannya. Tidak melupakan tugas mulia nya sebagai istri dan ibu dirumah. Memasak adalah salah satu perekat cinta dalam sebuah hubungan suami istri selain aktivitas lainnya. Banyak suami rindu rumah, jika tidak memakan masakan lezat istri nya, itulah kenapa saya tertarik membuka restoran ini, agar keahlian memasak saya tetap terjaga. Karena bos kalian juga salah satu pria yang suka dengan wanita yang pandai membuat kan menu spesial untuk nya, yang suka memasak pasti sependapat dengan saya, bahwa memasak dengan cinta akan menghasilkan sebuah masakan yang luar biasa, Sherlin. Jangan merasa minder. Kamulah wanita yang sesungguhnya yang harus dijaga suami kamu dengan baik,!"
Hati Sherlin sejuk mendengar nasehat mantan bosnya itu. Sementara setelah mengucapkan kalimat itu, wanita tersebut keluar dari dapur setelah berpesan pada Rei agar dapur dibereskan jika sudah usai membuat menu yang mereka kerjakan. Rei mengiyakan lalu ia berbisik kepada Amel....
"Dengerin kata bos tuh. Wanita sesungguhnya itu yang hobi masak, bukan hobi ngetok kepala orang pake centong,!"
Katanya bersungut-sungut. Amel mengangkat centong ditangan nya kembali ingin menggetok kepala Rei, tapi pria itu lekas menghindar dengan cara menjauh...
Menyaksikan kekonyolan tingkah sahabat nya, Sherlin mau tidak mau tertawa. Ah, hari ini entah kenapa rasanya ia sangat bahagia. Nasehat yang diberikan oleh mantan bosnya tadi cukup membuat ia merasa percaya diri nya tumbuh. Sherlin sangat bermasalah dengan semua hal yang berhubungan dengan kepercayaan diri....
( Zaman emansipasi, wanita boleh setara dengan pria dalam berkarir,akan tetapi wanita yang baik tidak akan melupakan kodrat nya sebagai wanita. Karena wanita bisa disebut seorang wanita jika ia tetap berada dalam kodrat nya meski hebat di segala bidang. Karena kodrat wanita sangat mulia dimata Tuhan)
* Terimakasih ya masih setia baca novel karya saya ini, jangan lupa like, komen & vote jika suka karya saya ini. Seluruh ost novel " SANG PELAKOR" sudah saya nyanyikan diakun smule saya Mitha_GSB_UVSS. Buat yang udah request lagu tersebut silahkan cek disana dan silahkan menjoinnya, follow akun FB saya Mithavic Himura untuk lebih banyak tahu novel novel non-fiksi saya yang sudah terbit. Terimakasih untuk kalian seluruh pembaca setia karya saya ini 😘 *
__ADS_1
BERSAMBUNG....