
"Kamu bilang, aku berubah..? Bukannya kamu yang sekarang mulai berubah ..? Sekarang, kamu sudah bisa berani menuntut, padahal dulu kamu selalu menuruti, apa mauku.."
Revand merespon ucapan Sherlin dengan nada datar.
"Aku cuma mau membalik situasi, aku mau kamu belajar berfikir, andai aku jadi kamu. Posisikan diri kamu menjadi aku Vand, sekarang. Bagaimana perasaan kamu menerima sebuah keputusan yang berubah ubah. Bagaimana aku harus bersikap pada Rei dan Amel...?Kalau emang kamu nggak mau izinin, ya udah, nggak usah izinin. Jangan seperti ini...!"
Revand terdiam lagi. Fikirannya berkecamuk. Namun, ia perlahan menstater mobil nya. Mulai mengendarai nya perlahan, meninggalkan restoran milik Rei.
"Baiklah. Maafkan aku. Aku putuskan untuk tetap mengizinkan kamu untuk kerja. Tapi dengan satu syarat, kurangi jam kerja kamu, tidak perduli, Rei akan menggaji mu berapa, kamu kerja bukan sebagai prioritas utama mencari nafkah, tapi karena tanggung jawab kamu dihadapan teman kamu, dan kamu juga tidak usah berfikiran macam macam tentang Gisella. Kalau itu terus kamu lakukan, aku akan berfikiran, dua teman kamu itu sudah mempengaruhi otak kamu, aku itu mencintai kamu, bukan Gisella...!"
Bungkam. Meski pun Sherlin lega mendengar ucapan Revand, namun entah kenapa, ada sedikit fikiran merasuk dihatinya, apakah Revand tetap mengizinkan nya bekerja, karena takut dengan tuntutan nya tadi...?
Tidak. Cukup Sherlin, jangan semakin memperkeruh suasana, yang penting sekarang suami kamu tetap mengizinkan kamu untuk bekerja, cobalah untuk mengerti hal yang lain, seperti suami kamu yang mau mencoba untuk mengerti kamu..
Ada bisikan seperti itu dihati Sherlin. Entah, apakah itu suara hati nurani nya, atau setan yang mengompori nya. Yang jelas sekarang, perasaan nya masih tidak menentu.
***
"Jadi Zill mau kerja sama dengan restoran mereka...?"
Tanya Gisella dihadapan Revand. Mereka sekarang berada diruangan Revand untuk membahas rencana mereka selanjutnya, mengenai tugas yang mereka kerjakan. Strategi menghadapi dampak yang ditimbulkan, karena belum berhasil membuat perusahaan Zill menjadi teman. Sementara deadline terus berjalan. Jam istirahat yang seharusnya mereka gunakan untuk istirahat, mereka gunakan untuk berdiskusi.
"Ia, gue kagak bisa membuat Sherlin berhenti gitu aja dari restoran, difikir fikir, gue jadi begitu picik dihadapan teman teman Sherlin..!"
"Kenapa lu kagak gunakan itu sebagai senjata kita untuk melawan dia..?"
"Maksud lu...?"
"Zill mau kerja sama dengan restoran itu, menurut lu wajar murni bisnis..? Pikir dong. Banyak restoran lain yang lebih bagus kualitas nya, kenapa orang seperti dia mau kerja sama. Kalau bukan ada maksud lain. Lu kagak percaya, oke. Karena, menurut lu Sherlin itu polos, lu selalu berfikir, cinta Sherlin hanya untuk lu, tapi lu lupa...? Orang juga bisa berubah. Sifat polos istri lu itu nanti juga akan sirna, apalagi, Zill itu punya harta yang banyak. Wanita mana sih yang kagak mau sama dia..!"
Sebenarnya, aku tidak mau mengakui kebenaran ucapan Gisella, akan tetapi, dia benar juga. Sherlin sekarang mulai berani bicara, tidak seperti dulu yang hanya diam saat kami berdebat.
Revand membathin gelisah. Ditatapnya Gisella sesaat.
"Lu kenapa kagak naksir ama dia..?"
Gisella tertawa mendengar pertanyaan Revand.
"Gue kagak suka cowok es seperti dia. Gue lebih suka pria seperti lu, yang galak tapi juga friendly.."
Revand menepis tangan Gisella yang menyentuh jemari tangan nya. Ada perasaan bersalah hinggap tiba tiba setiap kali menerima perlakuan nakal wanita itu. Tapi perasaan bersalah itu dibarengi dengan perasaan berdebar juga. Bukan berdebar seperti rasanya kepada Sherlin. Berdebar penuh cinta. Yang ini seperti mirip perasaan seseorang yang sedang bersembunyi, deg degan tapi membuat terbuai. Menciptakan sebuah rasa penasaran, yang kadang menggoda kelelakian Revand.
Ah, Gila..
Revand memaki dalam hati.
"Jangan harapkan gue Sell. Gue kagak bisa berhenti mencintai Sherlin..!"
Kata Revand akhirnya.
"Kan gue nggak masalah jadi yang kedua. Itu juga kalo lu bisa nyenengin gue dan istri lu itu..!"
Gisella menggeser posisi duduknya, lebih mendekati Revand.
"Gue yang kagak bisa membagi hati gue tau ..!"
"Lu nggak harus membagi, cukup nikmati. Ini anugrah lu. Dicintai dua wanita sekaligus, tinggal lu mau nggak memanfaatkan anugrah itu. Vand. Apa lu nggak stres menghadapi situasi kita yang sekarang...? Kita butuh refreshing, mari kita break sejenak, buat ngebuang penat kita sekarang,"
Revand menepis lagi tangan Gisella yang menyentuh pahanya. Apa yang dilakukan wanita itu cukup membuat pria itu memaki. Tapi juga sekaligus berdebar. Berdebar, karena terkadang sebagai pria, ia juga ingin di perlakukan nakal seperti itu oleh wanita.
Revand berharap, Sherlin sesekali mau melakukan itu kepadanya. Tapi sampai sekarang, istrinya tersebut masih terlalu kaku dan malu malu jika sudah menyangkut hal yang satu itu. Berhubungan intim pun selalu Revand yang memulai. Sherlin tidak pernah meminta. Ia sampai berfikir, apakah Sherlin tidak punya gairah yang sama seperti dirinya kepada istrinya tersebut.
__ADS_1
"Vand, lu bengong terus, mikir kita lagi gituan ya,"
Suara Gisella membuyar kan lamunan Revand. Revand tergagap. Wajahnya merah. Gisella tertawa. Ia meninju bahu Revand pelan bercampur gemas.
"Astaga Vand. Lu bener bener berfikir, gue bakal ngajakin lu gituan disini...? Gue sayang ama kerjaan gue Vand, kalo gue dipecat gara gara mesum ama lu, mau ditaro dimana muka gue. Gue becanda, kan gue janji ama lu mau berubah. Tapi tawaran gue itu tetap berlaku Vand, gue siap jadi yang kedua untuk lu. Karena gue cinta ama lu. Itu aja yang perlu lu tau ..!"
Sialan....
Maki Revand kembali didalam hati.
"Lu mau berubah, tapi lu tetap ngomong cinta ama suami orang.."
Sungut Revand. Gisella tertawa getir.
"Gue berubah emang. Dihati gue cuma ada lu doang, biasa gue betah namu kebeberapa hati pria, tapi semenjak kenal lu, gue malah kagak pernah lagi memikirkan pria lain, sayangnya, nasip gue ini emang sial. Setiap malam memikirkan orang itu. Eh, orang itu tiap malam mencumbu wanita lain, tragis ya gue..!"
Habis berkata begitu, Gisella bangkit dari tempat duduknya. Membalikkan tubuhnya, ingin beranjak pergi dari ruangan Revand. Namun, langkah nya terhenti ketika suara Revand terdengar.
"Maafkan gue Sell, gue hanya bisa jadi teman buat lu.."
Katanya dengan nada suara serius. Gisella tersenyum getir kembali.
"Maaf lu gue terima, dengan satu syarat, gue butuh bantuan lu besok lusa, kalo lu emang anggap gue teman, bantuin gue, akting didepan pria yang mau dijodohkan ama gue. Dia pria yang bikin gue jadi buruk selama ini Vand. Pria yang mencampakkan perasaan tulus gue dimasa lalu, dan gue ingin dia merasakan hal yang sama seperti apa yang dulu pernah gue rasakan dulu. Tidak dianggap. Lu bisa bantu gue...?"
Revand terdiam. Ditatapnya wajah Gisella. Mencari sebuah kesungguhan. Dan ia menemukan keseriusan itu disana.
"Kenapa harus gue...? Lu bisa cari yang lain buat bantu lu kan. Yang lajang."
"Gue cuma percaya ama lu Vand, dan cuma lu doang yang percaya gue mau berubah. Salah, gue minta bantu lu..?"
Revand menghela nafas.
"Akting doang. Itu juga cuma dihadapan pria itu aja, biar dia ilfil ama gue. Lu bisa kok minta izin Sherlin kalo lu khawatir dia cemburu."
"Oke. Gue akan bantu lu,"
"Nah, gitu dong Vand. Itu baru teman..!"
Gisella tersenyum manis sebelum berbalik melangkah menuju pintu ruang kerja Revand. Hatinya berbisik..
Pram, lu akan menyesal udah pernah mencampakkan gue ..
Katanya sembari membuka pintu dan segera keluar dari ruangan tersebut. Gisella sudah mencari tahu tentang pria yang dijodohkan oleh orang tuanya. Dugaannya benar. Pria itu adalah pria yang dulu pernah menghinanya, hingga ia terpukul dan sangat terpuruk saat itu. Meski pria itu mengatakan sudah banyak berubah, tapi Gisella merasa hatinya tetap merasakan sakit itu didasar hati.
Lagi pula, dibanding Revand, Pram tidak ada apa apanya. Meskipun sama sama direktur disebuah perusahaan. Revand tetap pria yang digilai Gisella saat ini. Sementara itu didalam, Revand tercenung sendiri usai Gisella keluar dari ruangan nya.
Perlukah aku minta izin dengan Sherlin tentang hal ini..? Entar malah bikin berantem, tapi kalau nggak dibantu, aku juga keterlaluan, toh ini cuma akting. Aku saja bisa mencoba mengerti keinginan dia untuk tetap kerja, kenapa dia nggak berusaha untuk mengerti posisi ku yang sekarang..? Yang pentingkan, aku tetap mencintai Sherlin, nggak ada kemauan buat mendua. Lagian, Sherlin juga bukan tipe wanita bawel bertanya, tanpa aku cerita juga, dia nggak bakal tahu juga..
Revand sibuk bicara didalam hati...
**********
πHallo pembaca " SANG PELAKOR" berikut para pemenang event kuis episode 27 tempo hari ya. Reward disesuaikan jumlah sesi. Karena event ini hanya satu sesi saja, maka reward pun sesuai sesi tersebut. Sebelum nya saya dan sponsor event ini mengucapkan banyak terima kasih untuk kalian yang sudah berpartisipasi dievent kuis ini π mohon maaf jika ada yang belum beruntung. Jangan sungkan untuk ikut kembali next ya, karena event tetap, mencari yang terbaik dari yang terbaik π
π PENILAIAN JURI MELIPUTI :
- KOMENTAR MERESPON EPISODE π
-MENJAWAB PERTANYAAN DENGAN BENAR π
-TIDAK TYPO SAAT MENULISKAN NAMA TOKOH NOVEL INIπ
__ADS_1
-ADA PESAN KHUSUS UNTUK SAYA & SPONSOR π
- POINT PLUS JIKA ADA MENYISIPKAN PESAN MORAL, DAN BISA MEMBUAT JURI PUAS SAAT MEMBACA KOMENTAR NYAπ
π UNTUK JAWABAN, KALIAN RATA RATA BENAR MENJAWAB, ALASAN ZILL MAU BERKENALAN DENGAN SHERLIN π
π SETELAH MELEWATI PENYELEKSIAN INILAH PARA PEMENANG KUIS MINI EVENT NOVEL " SANG PELAKOR "
π JUARA 1, VAN LEE CHEN AHMAD BERHAK MENDAPATKAN HADIAH BERUPA PULSA SEBESAR 100K DARI SPONSOR ππππ
π JUARA 2 , RAKA SHIMAZUKI KEY BERHAK MENDAPATKAN HADIAH BERUPA PULSA SEBESAR 75Kπππ
π JUARA 3, IKHA RAIYU FLOWER RED BERHAK MENDAPATKAN HADIAH BERUPA PULSA SEBESAR 50Kπππ
π 8 JUARA TERBAIK, BERHAK MENDAPATKAN HADIAH BERUPA PULSA MASING MASING SEBESAR 20K, YAITU:
- RIFKY AOI TAKIZAWA
- ZENT ZHOU
- RYUU SEE
- ZIAN SHARON
- AMELIA YANUAR
- KAY SANOSUKE
- ROUROUNIE RICK
- RYUUKI
π 4 JUARA BERTAHAN, MASING MASING MENDAPATKAN HADIAH BERUPA PULSA SEBESAR 10K YAITU :
- MARISKA STEVY RIZMAWAN
- JEE SHAMMY
- CAU YAMAKASI
- PUTRA GAARA
π 3 PERAIH HADIAH HIBURAN ( KHUSUS KATEGORI HIBURAN, PEMENANG DIUNDI, BERBEDA DENGAN KATEGORI JUARA DIATAS) MASING MASING MENDAPATKAN HADIAH BERUPA PULSA SEBESAR 5K, YAITU :
- RALINE
- ZEE RAY
- TRI WIDAYANTI
π SELAMAT BUAT KALIAN SEMUA, BUAT YANG BELUM BERUNTUNG, STAY TERUS DI SINI, KARENA NEXT PASTI AKAN DIGELAR KEMBALI EVENT KUIS NOVEL INIπ TERIMA KASIH YANG SEDALAM DALAMNYA UNTUK KALIAN YANG SUDAH BERPARTISIPASI π TERIMA KASIH BUAT YANG SELALU STAY, MEMBERI DUKUNGAN UNTUK NOVEL SAYA INIπ TETAP SETIA YA, BIAR NOVEL INI TETAP UPDATE ππ
π JURI 1 : CO OWNER FOUNDER LEADER 2 GSB, OWNER π UVSS π CO OWNER $ INTERNATIONAL & PENULIS NOVEL "SANG PELAKOR" (SAYA SENDIRI)
πJURI 2 : MEMBER SENIOR GSB, OWNER $ INTERNATIONAL & SPONSOR EVENT INI : ZILL RETA
π HARAP FOLLOW AKUN SAYA DISINI, DAN KONFIRMASI KAN NOMOR KALIAN MELEWATI CHAT KESAYA, NOMOR YANG AKAN DIISI KAN PULSA. KERAHASIAAN NOMOR TERJAMIN.
πππ
NOTE : kunci agar kita bisa menghargai dan memahami perasaan orang lain, adalah dengan memakai istilah, "andai aku jadi kamu" posisikan diri kita sebagai diri orang lain, yang mungkin akan kita perlakukan seenaknya. Maka kita akan menahan diri untuk tidak menyakiti orang tersebut, dan akan berusaha untuk menghargai serta memahami. Andai kalian jadi author, pasti tahu apa yang kalian lakukan abis bacaππππ
__ADS_1
bersambung