SANG PELAKOR

SANG PELAKOR
BAB 89. BUKTI CINTA (1)


__ADS_3

Semua yang ada disitu terperangah mendengar apa yang diucapkan oleh Gisella. Apalagi melihat, gadis itu mengulur kan gunting kearah Zill, memerintahkan Zill untuk membunuh Sherlin. Hanya karena ingin menyelamatkan Revand.


"Tunggu dulu. Lu gila..? Lu mau mengorbankan Sherlin untuk menyelamatkan Revand...? Gue yakin kok, Revand kagak akan mau hidup kalo tau, dia hidup diatas pengorbanan sang istri, gue yakin bukan dengan ini jalan keluar nya...!!"


Rei menghardik Gisella, sembari berjaga jaga siapa tahu gadis itu membuat gerakan yang mencurigakan yang membahayakan jiwa Sherlin atau Revand. Mendengar ucapan Rei, Gisella tertawa kecil.


"Kalau lu kagak percaya, silahkan lu lakukan apa yang bisa kalian lakukan untuk mengobati mereka berdua, ayo silahkan...! Tapi kalo sampai Revand kagak bisa ditolong lagi, kalian sendiri yang akan menyesal...!"


"Kak, Kakak pasti bisa meminta dukun itu buat menghentikan serangan itu kan, dia pasti bisa menuruti apa yang kakak perintah kan, sadar kak, ini bisa membuat kakak menyesal seumur hidup kalau ada orang yang menjadi korban..!"


"DIAM....!!!"


Semua yang ada disitu terperanjat mendengar teriakan keras Gisella. Wajah Gisella semakin merah. Seperti nya gadis itu sudah tidak bisa lagi menguasai ilmu yang bersarang ditubuh nya itu. Ilmu itu menuntut untuk dilampiaskan. Gisella menarik tangannya yang tadi terulur memberikan gunting pada Zill.


"Lu, kagak bisa membunuh Sherlin Zill...? Gue yang akan melakukan nya...!!"


Gisella berbalik, dan menghampiri tepi pembaringan dimana tubuh Sherlin terbaring. Diangkat nya tangannya yang memegang gunting tinggi tinggi, bersiap menusuk leher Sherlin, agar saat sekali tusuk, nyawa Sherlin langsung melayang.


Zill segera ingin mencegah apa yang akan dilakukan Gisella, walaupun resikonya mungkin tubuhnya yang akan terkena gunting tersebut, tapi Zill tidak perduli, yang ingin ia lakukan itu adalah melindungi Sherlin.


Ketika Gisella semakin diperalat obsesi nya yang semakin besar untuk menguasai Revand, tiba tiba saja, pintu ruangan itu terbuka. Dan..


"Hentikan perbuatan busukmu Gisella...!!"


Semua yang ada disitu serempak berpaling, kearah pintu. Dimana ibu Sherlin melangkah masuk, dan langsung menghampiri Gisella lalu merampas gunting yang ada ditangan wanita itu. Gunting berpindah tangan. Karena tidak siap dengan hadirnya ibu Sherlin diruangan itu, Gisella jadi lupa sesaat niat awalnya untuk menghabisi Sherlin.


"Rei, terimakasih sudah menghubungi ibu, maaf ibu baru datang, karena sangat sulit mencapai hotel ini, karena ibu tidak pernah masuk kehotel sebesar ini...!"


Ibu Sherlin bicara seperti itu pada Rei. Memang, Rei lah yang menghubungi ibu Sherlin, saat Zill membawa Sherlin dalam keadaan pingsan tadi.


"Bu, anak ibu ini egois, dia mau membuat suaminya sendiri seperti itu selama nya, ibu masih mau membela putri ibu itu...?"


Gisella mencoba untuk mendebat ibu Sherlin, agar wanita itu tidak mencegah apa yang akan dilakukan nya.


Ibu Sherlin mendekati Gisella dengan wajah merah padam.


"Itu hanya akal akalan kamu saja Gisella. Justru anakku melindungi suaminya dari kekuatan jahat yang kamu bawa, dia mengorbankan dirinya sendiri untuk mencegah apa yang ingin kamu lakukan. Kamu ingin menyadarkan Revand dengan ilmu setan yang kamu berikan padanya...? Begitu Revand sadar, dia akan melupakan istrinya, hanya patuh padamu, dan akan jadi budakmu selamanya, itu yang kamu bilang ingin menyelamatkan Revand...? Kamu hanya ingin menguasai Revand, untuk nafsumu sendiri..! Kamu memperdaya pikiran semua yang ada disini untuk percaya padamu, bahwa Sherlin yang jahat disini... !! Biadap kamu Gisella...!!"


Semua yang ada disitu terperangah melihat apa yang dilakukan ibu Sherlin pada Gisella. Wanita itu menyiramkan sepercik air kearah Gisella. Ditambah dengan ucapan wanita setengah baya itu. Membuat mereka jadi tahu hal yang sebenarnya. Sementara itu, Gisella berteriak keras ketika air yang dipercikan oleh ibu Sherlin mengenai dirinya. Gadis itu kesakitan. Seolah olah, air itu air keras yang mengenai wajah nya.


"Air apa itu Bu..?"


Zill melontarkan pertanyaan kepada ibu Sherlin.


"Air yang ibu bacakan surah Yasin setiap malam nak. Semenjak tahu, Revand dihantui ilmu pengasihan, ibu selalu melakukan itu untuk membantu Revand melawan kekuatan itu, tapi, memang tidak semudah saat melawan ilmu santet, perlu kesabaran untuk bisa melawan ilmu yang dipakai Gisella ini, ibu tahu hal ini karena dulu suami ibu juga pernah mengalami apa yang dialami Revand, bedanya. Suami ibu tidak kuat menghadapi ilmu yang dikirim pelakor itu, sedang kan Revand masih bisa berusaha melawan, sampai ketingkat ini, Revand sangat luar biasa, karena tidak ada satu orang pun setahu ibu yang bisa sejauh ini bertahan...!"


"Alhamdulillah kalau ibu tahu soal ini, kami semua awam Bu, jadi apa yang harus kita lakukan sekarang untuk menolong Revand dan Sherlin..? Bisakah ibu membuat mereka sadar dari pingsannya....?"


"Ibu tidak tahu, tapi ibu akan berusaha. Harap perhatikan dan awasi Gisella, untuk beberapa menit, Gisella tidak akan bisa mencampuri apa yang akan kita lakukan, air itu bisa membuyarkan ilmu yang terpusat ditubuhnya. Tapi, bisa jadi dukun yang membantu nya mengirimkan ilmu lebih banyak untuk melawan ibu, tolong kalian jika muslim baca ayat kursi dan juga Al Fatihah, baca dengan khusu, meskipun ibu tidak tahu apakah ibu bisa membuat Revand dan Sherlin selamat, kita harus mencoba dulu, daripada diam saja..!"

__ADS_1


"Apa, kita tidak membawanya ke ustaz saja Bu..!!"


Zill mencoba untuk memberikan solusi. Ibu Sherlin menggeleng.


"Tidak ada waktu lagi, jika ustaz ada disini pun beliau pasti akan meminta kalian melakukan apa yang ibu minta, ibu melakukan ini hanya berdasarkan pengalaman ibu saja, semoga berhasil, tolong awasi Gisella dan tolong bantu ibu dengan membaca ayat yang tadi ibu suruh. ..!"


Semua yang ada disitu mengangguk dan menyanggupi permintaan ibu Sherlin. Mereka segera membaca ayat yang diminta ibu Sherlin untuk dibaca. Sementara ibu Sherlin menghampiri tepi pembaringan Revand, mengusapkan air dalam botol yang dibawanya kewajah dan ubun ubun Revand. Bau daging terbakar tercium diindra penciuman semua yang ada disitu. Mereka tidak tahu, daging apa yang terbakar, karena tidak ada apa apa yang terbakar yang bisa mereka lihat disitu.


Selesai melakukan hal itu pada Revand, ibu Sherlin beralih menghampiri tepi pembaringan putrinya. Diusapnya dengan lembut kepala sang anak. Sepasang matanya menghangat. Kesedihan terpancar di wajah wanita setengah baya tersebut, melihat kondisi putrinya seperti itu.


"Eh, darah dihidung Revand berhenti...!!"


Rei bicara seperti itu, membuat yang lain juga ikut melihat kondisi Revand, yang memang tidak lagi mengeluarkan darah dibagian hidung. Namun, pria itu belum juga sadar. Meskipun kini wajahnya tidak semerah saat ia dikuasai ilmu kiriman dukun Gisella.


Zill memberi isyarat pada semua yang ada disitu, untuk tidak berisik. Pria itu meminta semuanya untuk melanjutkan apa yang diminta oleh ibu Sherlin tadi.


"Sherlin, sayang sadar sayang. Ini ibu nak, jangan mengorbankan diri kamu sendiri sayang, Ibu yakin suami kamu akan sadar, buka matamu sayang. Tolong dengar kata kata ibu....!"


Wanita itu mengucapkan kalimat tersebut sembari memejamkan mata dan memegang puncak kepala anaknya. Wanita itu seperti sedang melakukan pembicaraan batin dengan putri kesayangannya. Semua yang ada disitu hanya bisa memperhatikan, sembari terus membaca ayat kursi dan surah Al Fatihah yang diminta oleh ibu Sherlin.


Airmata wanita setengah baya itu perlahan turun membasahi kedua pipinya. Semua yang ada disitu tidak mengerti kenapa ibu Sherlin seperti nya sangat terlihat sangat sedih.


Bersamaan dengan itu, tiba tiba saja sepasang mata Revand terbuka. Rei, yang pertama kali melihat hal itu, dan langsung menginformasikan berita gembira itu pada semua nya. Revand sadar, Gisella ambruk tidak sadarkan diri setelah beberapa menit merasa tersiksa karena air yang disiramkan oleh ibu Sherlin tadi.


Ibu Sherlin membuka mata. Zill, segera memberitahukan bahwa, Revand sudah sadar.


"Bu, kenapa Sherlin belum sadar juga.. ? Kenapa hanya Revand yang sadar...?"


" Karena saat ini, Sherlin masih terperangkap di alam bawah sadar nya sendiri, ini terjadi karena ia menyelamatkan Revand, Sherlin mengorbankan dirinya untuk bisa membuat Revand sadar, jadi apa yang dikatakan Gisella tadi salah. Sherlin memang mencegah Revand untuk sadar karena yang meminta Revand sadar itu adalah Gisella, jika Revand sadar saat Gisella yang menyadarkan nya, maka Revand akan tunduk selamanya dengan Gisella, dan Sherlin tidak mau itu terjadi, hingga ia mengambil keputusan seberat ini, ia rela tidak sadar, asal suaminya yang sadar dan selamat...!!"


Ibu Sherlin tidak bisa menahan air mata nya saat menuturkan semua itu dihadapan Zill. Wajah Zill berubah pucat. Dihampiri nya tepi pembaringan Sherlin. Diguncang nya tubuh wanita itu.


"Sherlin, sadar Sherlin kamu harus kembali, kamu pikir Revand akan mau hidup tanpa kamu, kamu pasti bisa melawan kekuatan itu, jadi sadarlah, kembalilah pada kami...!!"


Zill mengucapkan kalimat tersebut ditelinga Sherlin. Pria itu sudah tidak perduli saat ia menggenggam jemari tangan istri Revand tersebut. Hal ini tidak luput dari perhatian Gita.


Sedang ibu Sherlin, semakin tenggelam dalam Isak tangis nya mendengar apa yang diucapkan oleh Zill.


"Bu, kalau Revand tidak sadar, bagaimana keadaan dia selanjutnya, mengingat Sherlin bersikeras ingin agar suaminya sadar hingga ia mengorbankan diri sendiri seperti ini..?"


Tidak tahan didera rasa penasaran, Gita melayangkan pertanyaan itu kepada ibu Sherlin. Ibu Sherlin mengusap butiran bening yang membasahi kedua pipinya.


"Kalau Revand tidak sadar dalam hitungan menit, dia akan mati...!"


"Apa...? Lalu, jika Sherlin seperti ini terus apa yang akan terjadi padanya...?"


Gita kembali melontarkan pertanyaan.


"Dia yang akan kehilangan nyawa nya, jika dalam waktu 2 kali 24 jam tidak ada satu orang pun yang bisa membuat dia sadar..!"

__ADS_1


Jawab wanita itu dengan suara gemetar.


"Apa Bu, Sherlin akan kehilangan nyawa nya..? Itu tidak mungkin Bu, dia harus bisa sadar sekarang juga...!"


Zill yang kali ini bicara. Pria itu meminta ibu Sherlin untuk berbuat sesuatu agar bisa membuat Sherlin sadar.


"Tidak ada yang bisa membuat Sherlin sadar Zill, kecuali ada jaminan, Revand tidak lagi di ganggu oleh ilmu dukun itu.. "


"Dengan kata lain, Sherlin menangkal ilmu itu dalam keadaan nya yang sekarang...?"


Rei ikut bicara. Dan ibu Sherlin mengangguk.


"Tidak Bu, pasti ada cara untuk membuat Sherlin sadar, kita bawa ke ustaz aja Bu, ayo segera...!"


Zill mengutarakan niatnya kehadapan ibu Sherlin.


"Sherlin bukan terkena ilmu itu nak, dia sengaja melakukan itu untuk berkorban agar suaminya selamat, dibawa kemana pun, tidak akan ada pengaruh nya..!"


Ibu Sherlin mengucapkan kalimat tersebut dengan suara gemetar.


"Apakah tidak ada lagi cara untuk membuat dia sadar Bu,"


"Ada, karna ilmu yang dipakai Gisella ilmu pengasihan, maka hanya bukti cinta yang bisa membuat Sherlin sadar, dan itu hanya bisa dilakukan oleh Revand, kita juga akan melibatkan dukun yang dipakai Gisella dalam hal ini,"


"Maksudnya..? Kita ikut memakai dukun..?"


"Bukan begitu, hanya dukun yang dipakai Gisella yang bisa membuka kunci tersebut, dan ini semua tergantung pada Revand, karena hanya dia yang bisa melakukan tugas itu...!"


Semua yang ada disitu saling pandang, menemui dukun Gisella...? Itukan sama saja seperti bunuh diri ..?


Terdengar erangan keluar dari mulut Revand, Zill dan Rei segera menghampiri tepi pembaringan Revand.


"Mana istri ku..! Apakah dia ada disini, dia tadi bersamaku disebuah tempat asing, dia melindungi ku dari serbuan ular dan api yang mengejarku. Dimana dia, apakah Sherlin ada disini...?"


Semua yang ada disitu tidak bisa menjawab pertanyaan Revand....


Note: Bukti cinta bukan hanya terbatas kata "aku cinta kamu" saja. Tapi, jika seseorang yang mencintai mu, mau berkorban untuk kebahagiaan mu, itu juga salah satu bukti cinta tulusnya padamu.


👉 Pembaca yang baik pasti tahu keinginan author nya 😘


👉 baca juga novel non-fiksi karya saya berjudul CINTA SANG PENULIS ya 💗


👉 Dan untuk yang suka genre fantasi novel fantasi saya juga baru terbit berjudul MAHKOTA DEWA on going di platform kuning NOV*ELME dan jangan lupa terus stay juga di novel non-fiksi karya saya berjudul DOKTER ITU KAKAKKU, perjuangan seorang dokter melawan virus Corona.


Bersambung



__ADS_1



__ADS_2