SANG PELAKOR

SANG PELAKOR
BAB 93. RESIKO.


__ADS_3

"Lalu, kalau dia kagak bisa mengalahkan iblis itu, apa yang akan terjadi dengan istri gue...?"


Revand masih penasaran dengan hal ganjil yang seumur hidup baru kali ini dilihatnya tersebut. Zill menghela nafas.


"Resiko terburuk bisa terjadi Vand, mungkin kita bisa membantu Sherlin, dengan membaca doa lagi, ayo kita harus melakukannya..!"


"Gue setuju dengan Presdir Zill, ayo kita bantu Sherlin mengalahkan iblis itu dengan membaca doa...!"


Roy, mengiyakan, dan langsung dilaksanakan oleh semua yang ada disitu, termasuk Yulia, yang awalnya, tidak mau membaca doa karena tidak ingin melihat suaminya kesakitan, tapi, melihat betapa dihadapan mereka kekuatan itu seperti mengamuk ingin memporak porandakan siapapun yang melawannya, wanita itu akhirnya menuruti himbauan untuk membaca doa tersebut.


Seiring doa yang dibaca oleh semua yang ada diruangan itu, ditambah bantuan doa yang


dikirim oleh orang orang yang ada dihotel, tempat dimana tubuh Sherlin berbaring. Tiba tiba saja hawa panas menyelimuti ruangan tersebut, namun tidak selalu, hawa panas itu terkadang berubah menjadi hawa dingin menyejukkan, seolah terjadi pertempuran antara suhu panas dan suhu dingin ditempat tersebut.


Revand, Zill, Roy dan juga ibu Revand sangat bisa melihat betapa saat itu, Sherlin setengah mati berjuang mengalahkan iblis dihadapannya. Namun, selalu ada cahaya putih yang menyelimuti tubuh membayang Sherlin seolah olah, cahaya itu melindungi Sherlin dari setiap serangan lawannya.


"DUARR...!!


Sebuah ledakan terdengar, dan api memercik kesegenap ruangan tersebut, ketika api itu ingin melalap ruangan beserta orang-orang yang ada didalam ruangan tersebut, kabut putih sejuk menghampar keseluruh ruangan. Menyelimuti api yang ingin melalap ruangan tersebut, ketika kabut lenyap. Zill, Revand, ibu Revand, Yulia, dan Roy, yang terpental akibat ledakan yang baru saja terjadi, dibuat tercengang, karena tubuh membayang Sherlin sudah hilang, dan Ki Robius terkapar diatas lantai dengan mulut mengeluarkan darah.


Situasi didalam ruangan itu tidak lagi berbau anyir. Hanya bau hangus tercium indera penciuman, begitu santer.


Revand mencari cari sosok membayang istrinya. Sedangkan Zill dan Yulia segera memeriksa tubuh Ki Robius.


"Dia masih hidup, tapi sekarat, kita antar dia kerumah sakit terdekat, agar bisa ditangani dokter...!"


Seru Zill, yang langsung diiyakan oleh Yulia. Wanita itu tidak henti henti nya memanggil nama sang suami, dengan suara parau. Khawatir suaminya tidak tertolong lagi. Roy dan juga Zill lekas mengangkat tubuh Ki Robius untuk dibawa kedalam mobil yang terparkir didepan rumah dukun tersebut.


Sementara Revand, masih sibuk berteriak memanggil nama istrinya, berulang kali, sampai sang ibu kewalahan untuk membujuk pria itu untuk berusaha tetap mengontrol emosi nya.


"Sabar nak, mungkin saja, istrimu selamat, kita harus mendatangi tubuh istri kamu, untuk mencari tahu, apakah dia kembali kejasadnya atau tidak..!"


"Apa maksud mami dengan tidak...? Mami mau bilang, Sherlin mati...?"


Ibu Revand tidak bisa menjawab apa yang diucapkan oleh putra nya, karena memang itulah kenyataannya, namun untuk mengatakannya, wanita itu tidak sanggup melihat betapa putranya sangat hancur menyadari tubuh membayang istrinya tidak nampak lagi dipenglihatannya.


Roy segera meminta keduanya untuk masuk kedalam mobil. Meski Revand tidak ingin meninggalkan rumah dukun itu, namun mau tidak mau pria itu ikut beranjak masuk kedalam mobil Zill, untuk membawa tubuh Ki Robius kerumah sakit terdekat.


Dengan kecepatan tinggi, Zill segera membawa mobilnya menuju rumah sakit. Selain berlomba dengan denyut nadi Ki Robius yang mulai melemah, pria itu juga memikirkan kondisi Sherlin dihotel. Tubuh membayang Sherlin, lenyap. Ada dua kemungkinan, yang terjadi. Sherlin kembali kejasadnya yang berada dihotel, atau justru tidak kembali selama lamanya.


Yang jelas, Zill bisa menarik kesimpulan bahwa, wanita itu berhasil mengalahkan iblis itu. Namun, ia tidak tahu resiko apa yang terjadi setelah semua itu berlalu.

__ADS_1


Tiba dirumah sakit, tim medis segera bertindak cepat membawa tubuh Ki Robius untuk diperiksa. Saat Zill ingin menghimbau yang lain untuk masuk kembali kedalam mobil, untuk kembali ke hotel, tiba tiba saja ponsel nya berbunyi. Ibunya memanggil..


"Assalamualaikum, Mi, gimana keadaan Sherlin...?"


Kalimat itu yang pertama kali diucapkan oleh Zill pada Ibunya.


"Waalaikum salam, Sherlin dibawa ke rumah sakit, Gisella juga, tapi dia berhasil mengalahkan kekuatan iblis itu karena dibantu doa kita bersama, kalian dimana..?"


Zill mengucapkan nama rumah sakit, yang sedang mereka datangi untuk memberikan pertolongan kepada Ki Robius.


"Astaga, kami juga ada dirumah sakit yang sama, kita ketemu dirumah sakit saja nak...!"


Ibu Zill menyebut dimana Sherlin dirawat, bergegas Zill memberitahukan info itu kepada yang lainnya. Setelah mendengar info yang diberikan oleh Zill, mereka semua kembali masuk kedalam rumah sakit, untuk menuju lokasi dimana Sherlin berada.


Sesampainya di sana, Revand segera ingin menerobos masuk kedalam ruangan dimana istrinya berada. Namun, dokter yang bertugas memeriksa Sherlin menahan Revand.


"Kalian boleh membesuk, tapi bergiliran, pasien sedang koma, jadi butuh istirahat yang tenang, jangan membuat keributan..!"


Dokter itu bicara seperti itu, sebelum berlalu. Zill, menyuruh Revand dan ibunya untuk masuk lebih dulu. Sedang ia dan Roy menunggu giliran diluar bersama yang lain.


Saat masuk kedalam, Revand segera menghampiri tepi pembaringan dimana tubuh istrinya terbaring dengan selang infus membelit lengannya. Tidak kuasa menahan kesedihannya, Revand memeluk tubuh itu sambil memanggil nama istrinya berulang kali, meminta Sherlin untuk bertahan untuknya.


Ibu Revand, tidak bisa menahan air mata yang menggenang di pelupuk mata nya. Kali pertama, wanita itu menangisi menantunya, dan kali pertama juga wanita itu sangat takut kehilangan menantunya tersebut.


Sari membungkuk hormat dihadapan Zill, sebelum pamit dari tempat itu, setelah menerima bayaran yang diberikan oleh Zill. Airmata wanita itu menggenang saat melintas didepan ruang opname Sherlin. Dimana ia melihat, Revand begitu down melihat keadaan istri nya seperti itu.


Sherlin, kamu wanita yang baik, berkat kebaikan hati kamu, aku mendapatkan kesempatan untuk hidup, dan juga rezeki untuk melunasi hutang ku, aku berharap, wanita sebaik kamu diberikan kehidupan, sadarlah Sherlin, begitu banyak orang yang mencintai mu menantimu...


Bisik wanita itu sebelum akhirnya berlalu , dari tempat itu untuk pulang, karena Zill sudah memintanya untuk pulang.


"Apa yang terjadi sebenarnya..? Sherlin baik baik aja kan...?"


Zill melontarkan pertanyaan itu kepada Pram. Dibiarkannya ibunya menghibur ibu Sherlin disana, yang terlihat sangat shock menanti kepastian kondisi putrinya tersebut.


Pram menceritakan semua yang sudah terjadi dengan detail. Tentang apa yang dikatakan ustaz yang dibawanya, yang kini sudah pamit pulang sesaat setelah Sherlin dan Gisella dibawa ke rumah sakit. Zill mendengar kan dengan penuh seksama. Parasnya berubah..


"Jadi, kemungkinan Sherlin untuk hidup belum bisa dijamin...? Tapi kenapa..? Dia berhasil melawan iblis itukan..? Kalaupun ada yang harus mati, kenapa harus dia, kenapa bukan dukun atau, maaf yang menyewa dukun itu...!"


Pram, mengepalkan kedua tangan nya mendengar ucapan yang dilontarkan oleh Zill. Ingin marah, tapi apa yang dikatakan oleh Zill sebenarnya benar. Jika ada yang boleh jadi korban dari semua yang sudah terjadi, memang seharusnya itu Gisella, atau dukun yang disewa Gisella, namun kenyataannya, sang ustadz memang mengatakan Sherlin memang sedang paling kritis diantara yang lain yang tidak sadarkan diri tersebut.


"Lu tau, kagak ada satu orang pun yang bisa mengalahkan iblis itu, iblis itu abadi sampai kiamat ingin menghancurkan dunia ini, tapi tadi itu, Sherlin mampu membuat iblis itu hancur lebur, dan butuh waktu ratusan tahun lagi untuk bisa kembali ke dunia bersekutu dengan manusia, mungkin lu kagak akan percaya dengan apa yang gue katakan ini, tapi itulah kenyataannya, ketulusan hati Sherlin membuat prosesi perlawanan itu lancar, gue baru tahu, hati yang tulus memang menyimpan kekuatan yang kagak terkira, gue jadi malu pada Sherlin untuk hal ini...!"

__ADS_1


Pram tertunduk dalam saat mengucapkan kalimat tersebut. Zill, mengusap pundak sahabatnya, mencoba membuat sahabat nya untuk kuat.


"Sob, udahlah lupakan sikap lu dimasalalu, masih ada kesempatan buat lu untuk memperbaiki semuanya, Gisella masih hidup, dan lu bisa memulai itu dari sekarang..!"


"Tapi, karna gue, Gisella banyak menderita Zill, gue membuat dia berubah seperti itu, seharusnya kalo gue emang kagak cinta sama dia dulu, gue kagak usah menginjak injak harga diri dia sebagai wanita, gue busuk Zill, Gisella mungkin bisa sadar, tapi dia akan cacat, dan gue yang udah membuat jalan hidup nya jadi seperti itu...!!"


"Cacat...? Cacat apa..? Dokter udah ngasi tau lu soal itu...?"


Pram menggeleng.


"Tapi ustaz bilang, semua yang terlibat dalam pertarungan itu akan mendapatkan resikonya Zill, jika lolos dari kematian, maka akan cacat seumur hidup, itu resiko karena telah berurusan dengan iblis, dan Revand, dia benar benar beruntung punya istri seperti Sherlin, dia seharusnya jadi korban, tapi sekarang dia sehat tanpa kurang satu apapun, itu semua karena ketulusan Sherlin mencintai Revand, mungkin ada resiko kecil yang akan dirasakan Revand setelah ini, trauma dan butuh waktu untuk menyembuhkan itu, namun, dia lolos dari resiko cacat atau kematian..!"


"Tapi, kenapa Sherlin juga harus menerima resikonya...? Dia kagak bersalah, dia yang jadi korban disini, kenapa dia harus menerima resiko antara dua itu..?"


Zill masih tidak terima mendengar apa yang sudah diucapkan oleh sahabatnya, ia merasa itu tidak adil. Karena iblis sudah musnah, seharusnya Sherlin dan Revand bisa bersatu kembali, dan yang lain sudah sewajarnya menerima resiko masing masing, karena itu kesalahan mereka, sedang Sherlin...?


"Karena, Sherlin satu satunya yang bisa melawan iblis itu Zill, dia mengorbankan diri untuk keselamatan yang lain, dan asal lu tau aja, ustaz bilang, kagak ada keterpaksaan saat ia memutuskan hal tersebut, jika terpaksa, tentu dia kagak mungkin bisa melawan iblis itu, dan yang lain bisa selamat, ustaz yang berkomunikasi dengan Sherlin dialam bawah sadar, dan keputusan itu diambil Sherlin dengan sangat ikhlas, gue kagak tau dan kagak habis fikir, terbuat dari apa hati wanita itu, dia benar benar tulus dan ikhlas melakukan sesuatu untuk keselamatan orang lain...!"


Pantas saja, waktu ibu Revand mengucapkan kata maaf dihadapan nya, Sherlin seperti menitikkan air mata, jadi secara tidak langsung, wanita itu ingin mengucapkan selamat tinggal lewat sikapnya itu, ingin menyuarakan bahwa, ia lega mertuanya akhirnya mau menerimanya, sialan kamu Sherlin, kalau aku tahu, untuk melawan iblis itu bisa membuat kamu menerima resiko mengerikan itu, aku nggak akan membiarkan mu melakukan hal itu. Kamu membuat ku merasa hancur mendengar semua ini. Kenapa harus kamu yang menerima resiko itu, kenapa kamu mau menanggung nya...? Kenapa kamu selalu menyimpan sendiri luka yang kamu rasakan, kamu lupa meskipun aku nggak bisa memiliki kamu, aku ingin kamu bahagia, bukan mengalami jalan hidup mengenaskan seperti ini....


Pram bisa melihat, sepasang mata Zill berkaca kaca. Untuk pertama kalinya, ia melihat sahabatnya itu menetes kan airmata untuk seorang wanita...


Note: Seseorang yang mempunyai hati tulus dan ikhlas tidak akan meminta balasan untuk hal baik yang pernah ia lakukan terhadap siapapun, karena ia yakin sekecil apapun kebaikan yang dilakukan, tidak akan pernah sia sia, karena, jika manusia kerap lalai untuk menghargai kebaikan yang telah dilakukan nya, maka ada Tuhan yang tidak pernah tidur untuk membalas hal baik yang sudah ia lakukan..


👉 Pembaca yang baik pasti tahu keinginan author nya 😘


👉 mampir juga ke novel nonfiksi karya saya berjudul CINTA SANG PENULIS dilapak ini ya 💗


👉 Dan bagi kalian yang ingin membaca novel karya saya secara online diplatform lain selain disini, ada di NOV*LME dengan judul :


- FACE ( roman fiksi, udah tamat)


- DOKTER ITU KAKAKKU (roman non-fiksi yang masih update setiap hari)


- MAHKOTA DEWA ( fiksi fantasi yang juga on going artinya update tiap hari juga)


Dukung terus karya saya untuk terus membuat saya berkarya ya💗


👉 Dan buat yang sudah menjoin lagu sountrack novel non-fiksi karya saya berjudul DOKTER ITU KAKAKKU yang dipopulerkan boy band Korea Led Apple, gomawo ya, suara kamu keren 👍👍


__ADS_1


bersambung..


__ADS_2