SANG PELAKOR

SANG PELAKOR
BAB 31. DILEMA.


__ADS_3

"Vand, gue minta maaf ya, karena gue Zill, nggak mau kerja sama dengan perusahaan kita.."


Saat telah usai mengikuti pesta tersebut, Gisella bicara seperti itu. Mereka kini sudah berada diluar, dan bersiap untuk menuju kantor.


"Bukan salah lu. Pria itu yang terlalu sombong, dia meremehkan kita bener, seolah olah dia nggak butuh bantuan siapapun dalam berbisnis..!"


Revand menyahut dengan nada suara yang masih terdengar kesal.


"Mungkin reputasi gue dimata dia itu buruk Vand, kalo gue ngundurkan diri aja dari kantor lu gimana, terus gue datangi lagi Zill, dan bilang kalo gue udah nggak kerja ama lu lagi, mungkin dengan begitu, dia mau menerima tawaran kerja sama kita...?"


"Enggak Sell. Bukan itu jalan keluar nya. Apapun yang lu lakukan dimasa lalu, bukan berarti orang pantas untuk menghakimi lu, lu kan udah mau berubah. Seharusnya dia bersikap profesional,"


Yess, ini yang gue mau, Revand menahan gue, artinya dia sama sekali nggak peduli kenapa si sombong Zill itu nggak suka gue...


Gisella bersorak dalam hati.


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang...?"


Tanya nya kemudian..


"Tentu saja melawan pria itu sampai titik darah penghabisan...!"


Bagus Revand, gue suka semangat membara lu, kita emang harus bisa menghancurkan Zill dan orang tua nya sampai habis...


***


Usai kejadian tadi pagi dimeja makan, Sherlin masih kepikiran. Yang jadi pikiran wanita itu adalah sikap ibu mertuanya. Terlihat sekali ibu mertua nya itu sangat menyukai Gisella. Ini yang sangat mengganggu fikirannya. Apakah benar mertuanya itu sengaja bersikap demikian karena kecewa dia tidak mau menuruti saran beliau tempo hari...?


"Sayang mau kemana...?"


Ibunya menyapanya ketika Sherlin berpapasan dengan sang ibu diruang tengah.


"Aku mau keluar sebentar ma, bolehkan...?"


Sang ibu meneliti paras putrinya sesaat.


"Apakah kamu baik baik saja sayang..?"


Tanya wanita itu dengan tatapan mata penuh selidik. Sherlin berusaha tersenyum mendengar pertanyaan sang ibu.


"Aku baik baik aja ma, aku keluar cuma mau kerestoran tempat aku kerja dulu, kangen dengan suasana disana.."


Ibu Sherlin menghela nafas. Ia tahu, putrinya sekarang sedang berbohong dihadapan nya. Putrinya sekarang tidak sedang baik baik saja. Tapi jika ia nekat membahas dan menanyakan hal ini, ia khawatir akan membuat putrinya itu sedih.


"Ya sudah. Kamu hati hati ya, tidak usah pamit pada mertuamu, beliau sedang istirahat dikamar.."


Sherlin mengangguk. Meraih telapak tangan ibunya, dan mencium telapak tangan itu. Setelah itu pamit untuk pergi.


Saat sedang stres dan gelisah seperti sekarang, Sherlin ingin membuang semuanya dengan bertemu teman teman nya direstoran, terutama mantan bosnya, dan juga Rei serta Amel. Sherlin tidak ingin saat Revand kembali kerumah, hati dan perasaan nya masih juga buruk. Ia takut akan merusak suasana rumah akibat hal itu.


Sesampainya direstoran Sherlin dibuat kecewa ternyata Amel sedang libur. Jadwal libur Amel diganti, itu sebabnya Sherlin tidak tahu. Padahal ia paling hapal jadwal sahabatnya itu. Hanya Rei yang ada disana. Itu juga seperti nya Rei tidak sedang bertugas. Terlihat dari pakaian rapi pria itu yang berbeda dari biasanya.


__ADS_1


"Duh, kalo kaya gini aura tuan mudanya keliatan lo, nggak takut diburu cewek cewek over..!"


Sherlin menggoda Rei yang cengar cengir dihadapan nya. Sesaat setelah Rei mempersilahkan ia duduk. Rei garuk garuk kepala mendengar godaan Sherlin.


"Mumpung Amel libur, gue bebas dandan begini hahaha..!"


Katanya sembari tertawa.


"Masa...? Justru penampilan kamu yang begini bikin dia terpesona lho,"


"Hallah. Cewek kayak dia terpesona...? Yang ada suka nabok gue Sher, dia suka bully gue kalo gue berpenampilan begini, sok kaya katanya haha padahal gue kan emang kaya..!"


"Ckckck, berapa hari nggak ketemu makin sombong aja nih kamu, tapi aku salut lho sama kamu, anak orang kaya tapi nggak manja, mau aja kerja keras disini,"


"Ssst, diam aja, gue kagak mau ada yang tau gue tajir, ntar cewek tipe rayap berbondong bondong deketin gue, ogah...! Sebenarnya gue berpenampilan begini karena bos tiba tiba calling gue, gue lagi keacara temen, di call beliau kerepotan, chef partner gue mendadak sakit, jadi ya gue kagak jadi libur, tanpa ganti baju ya kesini aja gue,",


"Oh, kamu libur nya sama dengan Amel...?"


"Njiiir, dia yang ikut ikutan hari libur gue...!"


"Heem, kalian ini bikin gemas aku aja, jadian aja napa..?"


"Terus gue jadi pelampiasan emosi dia dipukul tiap hari...? Ogah...!"


Sherlin tertawa. Ia tahu, meski saling membully, Rei dan Amel ini sebenarnya saling peduli.


"Ohya Sher, lu bablas kesini suami lu tau...? Hayooo dosa lu pergi pergi tanpa izin suami..."


Sherlin terdiam mendengar godaan Rei.


Sahutnya datar.


"Revand sekarang makin sibuk, direktur sih. Tapi dia kagak anggurin elo kan...?"


"Maksud kamu...?"


"Saban malam lu kagak jablai kan..!"


Rei terbahak ketika Sherlin melotot kearah nya ketika ia mengucapkan kalimat itu. Tapi entah kenapa, kali ini Rei bisa melihat aura Sherlin berbeda dari biasanya. Wanita ini tetap ceria, tapi Rei seperti melihat, ada beban yang mengganjal fikiran wanita itu.


"Lu kenapa sih...? Aneh gitu. Ada masalah...?"


Rei memberanikan diri untuk bertanya.


"Nggak ada. Aku cuma bingung. Kalo istri kerja terus suami ngelarang, apa istri harus tetap nurut ya..?"


Sebenarnya Sherlin tau jawaban dari apa yang ditanyakan nya. Akan tetapi, ia butuh pendapat orang lain menyoal hal ini. Kata kata mertuanya membuat ia merasa gelisah.


"Lu lebih tau jawaban nya dari gue tentang pertanyaan lu itu. Yang lu butuhkan sekarang bukan jawaban dari pertanyaan lu itukan, tapi pendapat gue .!"


Rei peka juga jadi cowok. Amel salah menilai atau pura pura nggak tau sifat Rei ini..


Sherlin membathin.

__ADS_1


"Kamu tu tau aja.."


Rei tersenyum jumawa mendengar Sherlin membenarkan ucapan nya.


" Lu harus terbuka tentang apa yang bergejolak dihati lu sekarang Sher, kalo lu kerja karna ada yang menekan lu, bukan kerja jalan keluar nya, tapi cari tau kenapa lu ditekan seperti itu. Lagian, Revand kan kagak suka lu kerja, dia juga mampu menghidupi lu dengan 10 orang anak lu nantinya dengan jabatan dia yang sekarang, kerja itu kewajiban suami, tapi istri boleh kerja asal itu kemauan sang istri, tapi dengan satu syarat, suami harus mengizinkan,"


Sherlin terdiam mendengar kata kata yang diucapkan Rei. Semua yang dikatakan pria itu benar. Revand tidak mengizinkan dia untuk bekerja. Dan ia juga tahu alasan nya. Sebenarnya itu tidak menjadi masalah untuk Sherlin. Hanya saja ia khawatir rasa nyaman nya sekarang membuat ibu mertuanya tidak merasa senang.


Bagaimana jika sang ibu mertua justru semakin sayang pada Gisella...? Ingin nekat bekerja dikantor suaminya..? Ia bisa apa...? Ia tidak sekolah. Mana mungkin ia bisa bekerja dikantor suaminya tersebut untuk membuat ibu mertuanya bangga.


" Sher, menikah ama pacaran itu beda, Lu pacaran mungkin berantem dikit bisa diem dieman, kalo udah nikah...? Mana bisa macam itu. Terus kalo ngotot kagak mau saling sapa lu juga dosa, bukannya lu ama Revand pasangan yang paling terbuka satu sama lain, gue rasa masalah ini bisa kalian bicarakan baik baik..."


Bukan Revand masalahnya Rei, tapi ibunya...


Sherlin hanya bisa merespon ucapan Rei dalam hati. Ia sebenarnya ingin menumpahkan segala nya. Tapi tidak bijak rasanya jika ia sudah menceritakan semua pada orang lain, sementara pada suaminya sendiri ia belum bercerita. Mungkin jika nanti ia menceritakan apa yang bergolak dikepala nya tentang hal ini pada Revand, ia bisa mencari jalan keluar nya. Ia hanya ingin menyenangkan ibu mertua nya itu saja.


Akan tetapi jika ia menyakiti suaminya karena ingin menyenangkan sang ibu mertua, sama saja Sherlin merasa ia bukan istri dan menantu yang baik...


"Ohya Sher, gue punya rencana, pengen bangun restoran sendiri, menurut lu gimana...?"


Wajah Sherlin berubah ikut antusias mendengar kalimat yang diucapkan oleh Rei barusan.


"Bagus itu Rei, aku yakin kamu bisa lho..!"


"Tapi konsepnya beda dari restoran biasanya Sher, gue perlu pendapat lu karna suami lu kerja di perusahaan batubara, rencana gue, selain buka restoran gue juga melayani pemesanan delivery untuk kantor kantor perusahaan batubara, tapi gue awam soal itu, haha kebanyakan didalam panci sih gue...!"


Sherlin semakin tertarik dengan arah pembicaraan Rei.


"Wah, ide nya bagus tuh, selama ini Revand selalu bilang, kantin kantor makanan nya kurang enak, karyawan masih suka jajan diluar, atau bekal sendiri, kalau mereka langganan makanan kamu, kayaknya mereka ketagihan itu...!"


Sepasang mata Rei berbinar mendengar ucapan yang keluar dari mulut Sherlin.


"Nah, itu yang gue maksud, tapi gue kudu ngumpul modal dulu Sher, gue ngomong gini duluan keelo cuma mau tau apa ide gue itu masuk akal,"


"Keren tau. Aku malah nggak kepikiran soal itu, terus soal modal, kamukan tuan muda, apa sih susahnya buat kamu ngeluarin modal buat ini...!"


"Hadew, gue kagak mau make duit ortu Sher, gue mau ini murni dari usaha gue, eeeem, ntar kalo suami lu berubah fikiran ngizinin lu kerja, cari gue aja deh, kita kerja sama, gue yakin kita sukses Sher, kita ajak Amel, dia berguna buat bikin orang kagak berani kasbon saban makan haha...!!"


Sherlin tertawa kecil mendengar ucapan Rei tentang Amel.


Benar juga, kerja sama dengan Rei dan Amel, bukankah itu bagus, aku bisa mewujudkan kemauan mertuaku kan..?


Sherlin membathin tapi tetap mengulas senyum.


"Tapi Sher, ingat lho, tawaran gue berlaku kalau Revand ngizinin lu kerja, kalo kagak gue ogah kerja sama ama lu, ntar gue kebagian dosa nya bikin istri orang durhaka hahaha.."


Rasa ceria Sherlin seketika meredup. Ini yang menjadi dilema buatnya sekarang. Apakah ia harus memilih, antara menyenangkan ibu mertua nya, atau suaminya...?


Note: Istri yang baik harus melakukan hal seizin suami, namun suami yang baik juga akan berusaha untuk memahami perasaan istri. Karena rumah tangga yang sehat adalah saat suami dan istri bisa saling memahami satu sama lain, bukan untuk menguasai. Karena pernikahan bukan sebuah kerajaan. Tapi penyempurnaan ibadah...


👉 jangan lupa like,klik favo, vote,rate dan komen jika suka ya💖 yang selalu setia stay kalian TERBAIK 😎😎😎


👉 Buat kalian yang memiliki novel nonfiksi karya saya berjudul RACUN CINTA SIKEMBAR & BIARKAN AKU MENGEJAR SURGA, kalian akan berkesempatan mengikuti event birthday tokoh utama pria novel non-fiksi karya saya tersebut next tgl 10 Agustus 2020 & 12 Agustus 2020. Event tersebut disponsori oleh tokoh utama pria novel karya saya ini 😎

__ADS_1



Bersambung


__ADS_2