
Gisella menghubungi seseorang lewat ponsel nya, ketika Gita sudah pamit dari hadapan nya. Kemunculan Gita, membuat ia merubah sedikit rencana awal yang sudah ia rancang. Setelah usai bicara ditelpon, gadis itu segera kedepan. Dimana perhelatan peresmian sedang berlangsung. Berharap, orang yang ia bayar tadi sudah melakukan instruksi yang ia buat. Gisella mengurung kan niat untuk turun tangan langsung melakukan tugas utama. Karena kemunculan Gita lah, gadis itu merubah rencana awal, dimana pada awalnya, ia yang akan turun tangan untuk memporak porandakan acara peresmian Presdir baru dari perusahaan Mahendradatta.
"Maaf Presdir Zill, saya mau menanyakan sesuatu terkait gosip yang sedang hangat, memang beberapa waktu terakhir ini, gosip itu sudah dibantah oleh ibu anda, akan tetapi, ada satu lagi yang ingin publik ketahui, dan tentu saja para staff direksi perusahaan anda juga pasti ingin mengetahui nya. Karena sudah jadi rahasia umum, keluarga Mahendradatta sangat menjaga nama baik keluarga besar, apakah anda memang mencintai istri orang pada saat ini, dan dimasa lalu ayah anda pernah selingkuh dibelakang ibu anda..? Kami sebagai awak media ingin tahu hal itu langsung dari anda..!"
Zill terdiam mendengar pertanyaan salah satu orang wartawan, yang memang menjadi orang suruhan Gisella, untuk mengganti kan dia melakukan tugas utama dari rencana yang dirancang nya.
Pertanyaan itu membuat semua yang ada disitu saling berbisik. Wajah ibu Zill pun memucat mendengar pertanyaan tersebut, apalagi almarhum suaminya juga ikut terseret untuk dibicarakan didepan publik seperti ini. Sementara Gita, dan Rei untuk seketika ikut terdiam menanti apa yang akan diucapkan oleh Zill. Dan kamera, terus saja mengarah kewajahnya. Seolah olah, malam ini adalah malam yang sengaja dirancang untuk mempermalukan Zill yang baru saja resmi menjadi pengganti almarhum ayahnya.
Sial, ini pasti perbuatan Gisella, dia benar benar cari mati, dia menyuruh orang untuk melakukan ini. Perselingkuhan ayah publik tidak ada yang tahu, kalau bukan Gisella yang buka mulut, siapa lagi, hanya aku dan ibu yang tahu soal ini juga Gisella, serta ayah, aku sudah memprediksi, dia pasti membuat rencana untuk mengacaukan acara ini, tapi aku tidak menyangka dia berani membuka aib nya sendiri dihadapan publik. Bodoh sekali kamu Gisella. Kamu ingin mati bersama ku, jika aku hancur di acara ini..
Zill bicara didalam hati. Pandangannya menyapu seluruh ruangan besar dihadapan nya, yang dipenuhi tamu undangan, kebanyakan relasi penting perusahaan ayahnya. Berusaha menemukan orang yang bisa ia curigai sebagai Gisella. Ia tahu, gadis itu ada di acara ini. Menyamar. Sebuah keahlian Gisella memang, meskipun penjagaan sudah diperketat, tetap saja wanita itu bisa lolos. Zill sebenarnya sudah menyiapkan antisipasi, akan tetapi ia tidak menyangka, kasus tentang almarhum ayahnya dikuak kehadapan publik. Bukankah jika publik tahu, itu sama saja membuat karir Gisella habis...?
Ponsel Zill berbunyi. Zill segera memeriksa, beruntung podium didepan nya membuat orang dihadapan nya tidak mengetahui bahwa ia sedang membuka pesan singkat dari ponsel nya. Pesan dari Gita. Gita memang punya nomornya, gadis itu meminta nomornya dengan alasan bisnis jika disaat saat tertentu ibunya yang sedang bekerja sama dengan gadis itu tidak bisa dihubungi.
"Nggak usah ragu, jujur aja, publik akan menghargai kejujuran mu daripada kamu berbohong, terus kebohongan kamu itu bikin kamu cuma selamat malam ini aja, celaka di hari berikutnya,"
Zill menatap kearah Gita, yang saat itu berdiri di sudut ruangan, tidak jauh dari podium. Lalu, Zill melirik kearah ibunya, yang hanya bisa terpaku ditempatnya.
Maafkan aku mami, aku harus jujur menjawab pertanyaan ini, mungkin almarhum papi juga akan marah akan hal ini, tapi, setidaknya papi sudah memperbaiki kesalahannya, sebelum beliau pergi..
Zill berkata seperti itu, didalam hati, dan didahului tarikan nafas, panjang Zill membenarkan jarak mikrofon dihadapan nya, agar saat berbicara nanti, suaranya jelas keseantero ruangan besar itu.
"Sebelum nya, terima kasih untuk pertanyaan yang anda lontarkan kepada saya, saya tidak tahu anda dapat info darimana, karena info ini hanya segelintir orang saja yang tahu, akan tetapi keluarga besar Mahendradatta, menjunjung tinggi sebuah kejujuran, dan tentu saja kami semuanya bukan malaikat yang tidak pernah melakukan kekhilafan. Namun, sampai detik ini keluarga besar Mahendradatta masih menjunjung tinggi penting nya jujur. Jadi saya akan menjawab dengan jujur pertanyaan anda..!"
__ADS_1
Hening. Tidak ada yang bersuara. Semua menanti apa yang akan diucapkan oleh putra tunggal almarhum Kiretta Mahendradatta itu.
"Untuk pertanyaan pertama, apakah saya suka dengan istri orang pada saat ini, sebenarnya ini privacy saya ya, tapi karena ini juga menyangkut nama baik, saya akan menjawab jujur pertanyaan ini, benar. Saya saat ini memang sedang jatuh cinta pada seorang wanita, yang sudah memiliki suami, namanya Sherlin Hapsari, wanita baik hati yang tentu saja dicintai oleh pria yang baik hati pula, karena jodoh itu cerminan diri kita ya, perasaan saya tersebut hadir begitu saja, karena dia wanita yang sangat baik. Namun, saya bukan tipe pria yang suka merebut milik orang lain. Saya punya prinsip, mencintai tidak harus saling memiliki, saya sudah membereskan persoalan ini pada yang bersangkutan plus suami yang bersangkutan, Alhamdulillah mereka orang orang berhati baik, hingga kami sekarang tetap bersahabat. Kalau ada orang bilang, cinta bisa merusak segala nya, menurut saya itu salah ya, justru cinta membuat semua menjadi indah, jika ada cinta yang ingin merusak , itu bukan cinta, tapi sebuah obsesi ingin memiliki, cinta seperti ini tidak tulus. Dan saya tidak pernah punya cinta yang seperti itu, jadi untuk pertanyaan yang itu, saya sudah membenarkan nya, tapi masalah itu sudah berlalu, kalian bisa lihat sendiri kami menjadi model butik ibu saya, jika hubungan kami buruk karena saya pebinor, tidak mungkin mereka mau bekerja sama dengan saya..!"
Ruangan itu menjadi ramai dengan bisik bisik para undangan. Tapi usai mendengarkan ucapan Zill, 90 persen orang yang ada diruangan tersebut bertepuk tangan, applaus diberikan untuk Zill karena Zill dinilai sangat berani mengakui hal yang sebenarnya.
"Untuk pertanyaan kedua, sebenarnya saya sangat marah ada orang yang ingin membahas hal yang tidak seharusnya dibahas, karena yang bersangkutan sudah meninggal, namun karena saya tidak mau ada gosip buruk tentang almarhum, saya selaku putra almarhum akan menjawab jujur pertanyaan itu, karena kejujuran hal yang penting bagi keluarga besar kami, memang benar, almarhum ayah saya pernah khilaf, beliau dirayu oleh seorang wanita bernama Gisella Anastasia Lin, direktur perusahaan saingan perusahaan ini, saat itu kondisi rumah tangga orang tua saya sedang tidak baik karena ayah dan ibu saya saat itu sibuk dengan bisnis masing masing, hingga ada kegersangan dalam rumah tangga mereka, akan tetapi itu tidak berlangsung lama, ayah saya menyadari khilaf nya, beliau meminta ampun pada ibu saya, dan meninggalkan wanita bernama Gisella tersebut, ibu saya yang sadar salah karena terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga mengabaikan tugas seorang istri, memaafkan ayah saya, kondisi rumah tangga orang tua saya membaik namun itu tidak diterima oleh wanita bernama Gisella tersebut, bahkan gadis ini semakin bertindak jauh, ia merebut posisi direktur di perusahaan saingan perusahaan ayah saya ini, karena direktur yang lama, Revand Saputra Kurniawan, bekerja dengan jujur, direktur Revand mencium adanya ketidak jujuran perusahaan itu, hingga dipecat dari jabatan, saat ini perusahaan kami ingin diserang oleh perusahaan tersebut, saya tidak akan menyebutkan nama perusahaan tersebut, karena masih dalam tahap penyelidikan, tapi bukti dan saksi sudah kami kumpulkan, tinggal memperkarakan perusahaan itu saja. Namun, karena direktur baru perusahaan itu membuat rencana licik pada acara saya malam ini, terpaksa saya membeberkan semua ini dihadapan kalian. Gisella Anastasia Lin, berusaha merebut suami Sherlin Hapsari, Revand Saputra Kurniawan, sampai memakai ilmu guna guna, seperti nya, itu ia gunakan untuk mempermulus rencana nya, karena pada saat dimasalalu, ia gagal merusak rumah tangga orang tua saya, hingga sekarang ia juga melakukan hal yang sama lagi pada rumah tangga sahabat saya. Benar, saya mencintai Sherlin, tapi saya bukan Gisella yang suka merusak sucinya pernikahan orang lain...!!"
Semua yang ada disitu tercekat mendengar apa yang dikatakan Zill secara gamblang. Wartawan yang ada disitu tidak henti hentinya mengambil gambar, berita itu sangat mengejutkan banyak pihak. Namun, lagi lagi kejujuran Zill membuat semua yang ada disitu terkesima. Kejujuran yang luar biasa menurut mereka, dimana kebanyakan orang, ingin dianggap baik dan tidak akan mengakui hal buruk secara terang terangan seperti itu.
Gisella yang tidak menyangka, Zill justru berani bicara terang terangan mengakui semua nya, bahkan berani menyebut namanya secara gamblang tidak bisa menyembunyikan kekagetan nya. Yang tidak habis fikir lagi, publik yang seharusnya menganggap hal itu sebuah skandal buruk yang bisa merusak reputasi keluarga besar Mahendradatta, justru memberikan applaus pada pria itu. Perlahan, Gisella menyelinap pergi dari tempat itu..
Keparat lu Zill, lu buka semuanya secara terang terangan, kagak tahu malu lu, gue harus menyembunyikan diri dari sini, kalo publik tau gue disini muka gue bakal menghias semua majalah bisnis dengan judul yang buruk..
Gue kagak bisa keluar dari hotel ini sekarang, si sialan itu pasti menjaga seluruh pintu keluar hotel ini dengan ketat, gue kekamar dimana Revand berada aja, gagal membuat malu dan merusak reputasi Zill dihadapan publik, paling nggak, gue berhasil mendapatkan Revand, malam ini, gue harus bisa membuat ilmu Ki Robius Aleptuss, masuk kedalam tubuh Revand, lu berani membuka jati diri gue Zill, gue akan buat wanita yang lu cintai terluka sampai habis...
Gisella mempercepat langkahnya sembari mengucapkan kalimat tersebut didalam hati, sadis. Ia tidak menyangka, Zill bisa melakukan hal yang sama sadisnya seperti dirinya.
Sementara itu, Gita, yang tidak bisa menyembunyikan kekagetan nya mendengar apa yang diucapkan oleh Zill tentang Gisella, orang yang dianggap nya malaikat penolong nya itu, benar benar seperti tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.
Kak Gisella, pelakor...? Dia ingin merebut Revand dari Sherlin..? Astaga kak, kenapa kakak lakukan ini. Aku harus mencari mu, aku ingin meminta penjelasan mu untuk hal ini..
Gadis itu mengucapkan hal itu berulang ulang, ia mencari cari sosok Gisella ditengah hiruk-pikuk nya situasi karena penjelasan mengejutkan Zill tadi.
__ADS_1
Diwaktu yang sama, Zill yang diserang para wartawan segera meminta waktu untuk break. Ia berniat untuk mencari Gisella, untuk melakukan perhitungan, emosi pria itu nyaris tidak bisa dibendung, ketika ia ingin melangkah meninggalkan ruang utama, ibunya memanggil.
"Zill, kamu tidak apa apa nak..? Maafkan mami ya, masalalu mami dan papi merusak momen penting mu hari ini..!"
Kata wanita itu dengan wajah yang suram.
"Nggak papa Mi, ada yang ingin merusak reputasi keluarga kita, dan sekarang aku harus mencari orang itu, aku yakin orang itu masih ada disekitar sini, aku sudah mengerahkan orang untuk menutup akses keluar hotel ini, dia harus kudapatkan, mami tolong wakili aku disini mi, dan lu Rei, pastikan Revand baik baik aja karena bukan tidak mungkin, Gisella bukan hanya menjadi kan aku sebagai target, tapi juga Sherlin dan Revand...! Aku akan memeriksa Sherlin diruang belakang, lalu mencari Gisella, wanita kurang ajar itu harus aku beri pelajaran agar berhenti berbuat seenaknya...!!"
Habis berkata seperti itu, Zill membalikkan tubuhnya, namun suara Rei membuat ia menghentikan langkahnya, dan berbalik kembali kebelakang..
"Gue salut dengan kejujuran lu Zill, tolong cek keadaan Sherlin, gue yang cek keadaan Revand, dari tadi gue kagak melihat dia dimana...
Zill tidak bereaksi saat mendengar ucapan yang dilontarkan Rei, ia hanya menatap Rei sesaat, lalu kembali membalikkan tubuhnya, untuk bergegas untuk memeriksa Sherlin dan mencari Gisella dengan emosi yang sedapat mungkin ia tahan karena sudah sampai keubun ubun...
Note: Bersikap jujur memang tidak mudah, namun kejujuran hal yang utama untuk membuat orang bisa percaya dengan kita. Jujurlah, karena dengan jujur, setidaknya orang bisa menghargai kita.
👉 Pembaca yang baik pasti tahu keinginan author nya 😘
👉 jangan lupa baca juga novel nonfiksi karya saya berjudul CINTA SANG PENULIS ya klik profil saya untuk tahu karya saya
__ADS_1
bersambung