
Beberapa hari kemudian, Sherlin sadar dari komanya. Wanita itu membuka mata tepat disaat Revand usai menyelesaikan shalat tahajud. Kebetulan saat itu, yang berjaga Revand sendirian.
Para orang tua dan yang lain sudah diminta Revand untuk kembali kerumah, agar bisa beristirahat dengan baik. Revand berjanji, akan selalu menginformasikan kondisi Sherlin apapun itu.
Sherlin tersenyum melihat suaminya usai melaksanakan shalat tahajud. Tubuhnya yang terasa sangat lemah tidak bertenaga tak mampu bergerak, namun bibirnya mampu mengukir senyum.
Ia bahagia melihat pemandangan itu. Rasanya, Revand jadi dua kali lebih tampan ketika melakukan shalat seperti itu.
Melihat istrinya sadar, Revand segera mendekati tepi pembaringan.
"Aku panggil dokter dulu ya..!"
Ucap Revand dengan wajah penuh rasa bahagia. Rindu sekali dia dengan sorot mata lembut istrinya tersebut. Sherlin menahan sang suami untuk beranjak keluar dari ruangan. Wanita itu tidak melepaskan genggaman tangan suaminya. Revand pun mengurungkan niatnya untuk beranjak.
Pria itu duduk ditepi pembaringan sang istri. Menggenggam jemari tangan wanita tersebut, dan menc*umnya berulang kali.
"Bagaimana perasaan mu sayang, terima kasih ya, terima kasih kamu mau kembali untukku, untuk kita semua...!"
Sepasang mata Sherlin tiba tiba menghangat. Rasanya, bisa lolos dari maut itu sebuah hal yang tidak pernah ia sangka sebelumnya.
"Sebenarnya, aku melihat kalian semua, aku melihatnya, aku mendengar kalian memanggilku, menangisi ku, tapi aku nggak bisa kembali kejasadku karena memang seharusnya aku meninggal..!"
Sherlin terhenti sejenak sesaat setelah mengucapkan kalimat tersebut.
"Rasanya sakit. Sakit saat kita bisa melihat, tapi semua orang nggak bisa melihat kehadiran kita, aku merasa sendiri, aku berusaha untuk memanggil kalian, satu persatu, tapi tidak ada satu orang pun yang mendengar suaraku. Rasanya itu menyedihkan, hingga aku memutuskan untuk menyerah, tapi tiba tiba saja, ada sebuah kekuatan sejuk menyelimuti ku, suara suara kalian yang memanggilku dengan tulus, meneteskan airmata tulus karna kepergian ku membuat rasa putus asaku sirna, aku ingin diberi kesempatan untuk hidup sekali lagi untuk merasakan kasih sayang kalian, jika berkenan, hanya itu yang aku fikirkan saat itu, dan ternyata Tuhan memberikan aku keajaiban itu, ini semua karena ketulusan kalian, airmata cinta yang kalian berikan untukku mengusik kepergianku..!"
Lanjut Sherlin terbata..
"Tidak sayang, bukan kami yang membuatmu kembali, tapi karna hatimu yang tulus yang membuat Tuhan memberikan anugrah nya padamu dan juga pada kita, terimakasih sudah kembali untuk kami..! Aku berjanji nggak akan membuat kamu sedih lagi Sherlin..!"
Butiran bening disudut mata Sherlin benar benar menitik perlahan. Revand mengusap air mata itu dengan lembut.
Lalu menc*um kening istrinya penuh sayang.
***
__ADS_1
Sherlin pulih dengan cepat. Jika Gisella dan Ki Robius mengalami resiko cacat, berbeda dengan Sherlin. Wanita itu tidak kekurangan apapun dari tubuhnya. Wanita itu terlihat bugar. Ketika hal itu ditanyakan kepada ustaz yang dibawa oleh Pram tempo hari. Ustaz itu berkata, Sherlin tidak mendapatkan resiko cacat, karena ia lolos dari maut, yang seharusnya meninggal tapi diberi kesempatan hidup lagi, pria tua itu berkata, semua itu terjadi karena Tuhan suka dengan ketulusan hati dan keikhlasan wanita tersebut dalam menyikapi polemik yang membelit rumah tangganya.
Tidak membuat wanita itu menjadi istri durhaka, menantu durhaka, anak durhaka, teman durhaka juga wanita yang dicintai pria lain namun tidak memanfaatkan hal itu untuk kepentingan diri sendiri.
Sang ustadz juga berpesan kepada Revand, untuk tidak memelihara benci kepada Gisella, meskipun masalah yang pernah ada, membuat rumah tangga pria itu nyaris hancur berantakan.
"Berikan maaf dan kesempatan pada orang orang yang ingin berubah jadi lebih baik lagi, biarkan Tuhan yang menunjukkan kuasanya untuk membalas hal buruk yang orang lakukan terhadap kita, tetap jadi orang baik, karena tidak ada kebaikan yang sia sia dimata Tuhan...!"
Revand hanya tertunduk menerima petuah dari pria bergelar ustaz tersebut. Tidak membantah, tapi berjanji untuk mencoba untuk melakukannya, meskipun berat namun semua yang telah terjadi, sudah membuka mata hati dan fikiran Revand bahwa, keajaiban itu ada, untuk orang orang yang memang mau menjadi manusia tulus serta ikhlas.
***
"Sherlin, sini sayang..!"
Ibu Revand meminta Sherlin untuk melangkah menghampirinya. Mertuanya itu masih berada dirumah mereka pasca Sherlin dirawat dan pulang dari rumah sakit. Wanita itu kini benar benar telah berubah. Tidak lagi judes pada Sherlin, dan tidak lagi membahas tentang poligami. Ibu Revand benar benar tidak ingin kejadian buruk itu terulang lagi. Lagipula, jati diri Gisella yang sudah terbongkar, membuat wanita itu menyesal sudah pernah memaksa Sherlin untuk berbagi suami dengan Gisella.
Ternyata, Sherlin tidak bisa dibandingkan dengan wanita manapun yang bisa menjadi menantunya.
"Ada apa ma...?"
Tanya Sherlin sembari mendekat.
Sherlin ingin meraih gelas yang diberikan oleh ibu mertua nya tersebut. Tapi tiba tiba, perutnya mendadak mual mencium aroma yang keluar dari jamu tersebut.
Bergegas wanita itu menuju toilet. Rasa mual itu semakin kentara, disertai rasa pusing. Melihat hal itu, mertuanya segera memburu sang menantu ketoilet, dilihatnya Sherlin muntah muntah disana.
Suara Sherlin yang muntah muntah, membuat ibu Sherlin terpancing untuk mendekat.
"Sherlin, kamu kenapa sayang...?"
"Perutku nggak enak banget ma..!"
Sahut Sherlin sembari kembali muntah. Ibu Revand dan ibu Sherlin saling pandang.
"Jangan jangan Sherlin hamil...!"
__ADS_1
Mendengar ucapan kedua ibunya tersebut, Sherlin terpaku ditempatnya.
Hamil...? Aku sering mendapatkan kejadian seperti ini, dan setelah dicek, ternyata nggak hamil, aku hanya masuk angin, mungkin sekarang juga seperti itu, aku sedang masuk angin, sampai seperti ini. Rasanya, baru beberapa hari aku menikmati kasih sayang ibu mertuaku, kalau ternyata aku nggak hamil, aku takut sikapnya itu berubah kembali...
Sherlin bicara seperti itu didalam hati.
"Kamu hamil sayang...!"
Ibu mertuanya bicara seperti itu, ketika Sherlin selesai memuntahkan isi perutnya ditoilet.
"Tapi, aku sering kayak gini ma, dan setelah diperiksa aku cuma masuk angin..!"
Sahut Sherlin sarat luka. Ibu mertuanya mengusap pundak menantunya dengan lembut.
"Maafkan mama, mama terlalu menekanmu sayang, tapi mama berjanji, mama tidak akan menekanmu lagi, masalah punya anak atau tidak, mama yakin suatu saat kamu pasti hamil, mama tidak akan memaksa Revand untuk mencari wanita lain lagi untuk mendapatkan keturunan, karna mama yakin Tuhan sayang sama kamu, mama yakin suatu saat kamu pasti hamil, selama ini kamu belum hamil karena mungkin Tuhan menguji hati kita semua, seberapa ikhlas kita menerima ujian tersebut. Maafkan mama ya sayang, kamu periksa saja, apapun hasilnya, tidak akan membuat mama menekanmu lagi, kita hanya perlu antisipasi, kasihan jika siapa tahu kamu hamil terus kamu tidak tahu, kasihan cabang bayi yang ada diperut kamu, jadi periksa saja ya, jangan takut, mama tidak akan menekanmu lagi, apapun hasilnya mama akan terima..!"
Sherlin terenyuh mendengar apa yang diucapkan oleh ibu mertua nya, sama seperti ibu Sherlin yang mengucapkan syukur didalam hati atas perubahan baik yang terjadi pada besannya tersebut.
Sebelum airmata Sherlin jatuh membasahi pipi wanita itu, ibu Revand sudah keburu menarik tubuh mungil itu kedalam pelukannya. Wanita itu mengucapkan kata maaf berulang kali ditelinga sang menantu. Kata maaf itu membuat hati Sherlin terasa sejuk, sebuah hal yang dulu awalnya mustahil dirasakan oleh Sherlin, ternyata sekarang mulai terealisasi...
Terimakasih mama...
**Note: Keajaiban itu ada. Karena tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan sudah berkehendak. Mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Tuhan, apapun bisa terjadi jika sudah menjadi kehendak-NYA.
👉** Pembaca Yang baik pasti tahu keinginan author nya 😘
👉 baca juga novel non-fiksi karya saya berjudul CINTA SANG PENULIS dilapak ini ya💗
👉 Dan 3 novel online saya diplatform kuning NOV*LME :
- DOKTER ITU KAKAKKU - non-fiksi on going
- MAHKOTA DEWA - fiksi fantasi on going
- FACE - fiksi roman (tamat)
__ADS_1
Berikan dukungan kalian untuk karya saya tersebut ya💗
bersambung