
Hallo pembaca setia " SANG PELAKOR" lanjut untuk pengenalan tokoh versi author ya, atas permintaan kalian semua, kali ini Gisella versi author 😂 yang ini nih👇 kalo ga sreg kalian cari sendiri Gisella versi kalian😁 Pembaca bebas berimajinasi 😊
Sekarang mari lanjutkan membaca episode ini 😊
- SISI LAIN GISELLA.
lu ngapain berani suka sama gue...? Lu pikir lu menarik...? Lu ngandelin muka cantik lu doang Gisella, tapi otak lu jongkok, disuruh bantu ngerjain pr aja lu nggak bisa, inget ya, jangan berani berani ngebayangin gue diotak lu atau timbul dihadapan gue kalo lu masih punya otak dungu seperti itu...!
Kue coklat yang dibawa Gisella untuk Pram sang pujaan hatinya dibuang begitu saja oleh Pram. Padahal, untuk membuat kue itu, Gisella sudah berkorban banyak waktu dan tenaga. Gagal diulang, gagal diulang, seolah olah Tuhan sudah mentakdirkan dia tidak bisa melakukan hal apapun dengan benar. Dan sekarang pun mendapat tempat dihati Pram saja ia tidak bisa. Gagal. Karena Pram lebih suka wanita yang punya otak cerdas...!
Akh....!!! Gisella terlonjak bangun ketika ponsel nya berbunyi. Ternyata hanya mimpi. Ia bermimpi lagi dengan kejadian bertahun tahun lalu, disaat ia masih duduk di bangku SMA, saat baru pertama mengenal cinta. Dan Pram lah pria pertama yang disukai nya. Tapi juga pria pertama yang melukai nya sampai habis.
Dengan malas, Gisella mengangkat telpon dari bos sekaligus pacar gelap nya itu. Hanya menanyakan, kenapa ia belum datang di acara rapat selanjutnya dengan klien yang lain.
Pasti Revand yang mencariku. Sial. Kenapa bukan dia sendiri yang menghubungiku...? Kenapa harus meminta bos untuk menelpon ku. Dasar pria parno...!
Gisella mengumpat dalam hati. Ia segera menutup ponselnya ketika usai mengatakan, bahwa ia tidak bisa berangkat karena sedang tidak enak badan. Masih bete dengan kenyataan tadi malam. Bagaimana ia melihat Revand dan istri nya seperti nya sangat menikmati waktu mereka bersama...
Tidak profesional...? Biarlah. Gisella biasanya tidak pernah seperti ini. Dalam kondisi apapun, ia tetap berusaha untuk bekerja. Meski tidak pintar, ia cukup disiplin, namun sekarang, seperti nya Revand lah orang pertama yang membuat mood nya jadi buruk.
"Hari ini lebih baik jalan jalan aja. Buang stres...!"
Gumam gadis berambut panjang hitam itu. Ia turun dari tempat tidur. Segera masuk kamar mandi, membuat tubuh dan fikirannya jadi rileks lagi oleh segarnya sapuan air disekujur tubuhnya. Berharap, emosinya yang tersisa juga hilang saat ia usai mandi.
Gisella sudah dari tadi meninggalkan hotel. Membawa dirinya untuk berjalan jalan. Tidak perduli sekarang waktunya bekerja, yang ia tahu, ia harus membuat mood nya jadi lebih baik lagi. Kini Gisella berada disebuah salah satu pusat perbelanjaan terbesar di kota Banjarmasin. Membawa dirinya keluar masuk butik ternama yang ada di mall tersebut, membeli apapun yang ia mau, tentu saja dengan kartu kredit milik bosnya. Shopping adalah cara yang tepat bagi Gisella untuk meredakan amarah dan memperbaiki mood nya.
Ketika ia keluar dari salah satu butik, usai membeli salah satu gaun yang ia suka. Ia melihat dua orang muda mudi sedang bertengkar. Karena tidak ada kerjaan, Gisella tidak memutuskan pergi. Tidak juga ingin melerai. Ia hanya ingin memperhatikan, kenapa remaja itu bertengkar....
" Lu ini bodoh sampe keurat. Gimana bisa gue macarin cewek bodoh kayak lu, disuruh pilih baju sexy yang trendy, lu pilih model kuno ginian, gue malas jalan ama lu,!"
Sipria menghardik sambil berusaha ingin pergi. Tapi si wanita menahan dengan cara mencekal erat pergelangan tangan pria tersebut.
" Gue nggak bisa berpenampilan begitu yank, pacaran aja udah bikin bokap gue murka, gimana kalo gue malah pake baju sexy juga, bokap bakal marah ama gue, gue bisa diusir...!"
"Jadi lu milih takut ama bokap lu daripada berusaha nyenengin gue pacar lu...? Dari awal kita jadian lu tuh nggak pernah bikin gue bangga..! Muka lu doang cantik, tapi lu bodoh, nyesel gue jadi pacar lu, kita putus aja, gue nggak mau punya pacar yang nggak bisa naikin sisi popularitas gue...!!"
__ADS_1
Sipria kembali menghardik. Sambil mengibaskan tangan sang pacar yang masih memegangi lengannya. Begitu keras. Hingga tubuh gadis itu tersungkur dilantai mall. Pria itu tidak perduli. Meski si gadis meminta tolong padanya untuk membantunya bangkit, tetap saja pria itu lebih memilih untuk pergi. Meninggalkan sang pacar yang hanya bisa menangis diperlakukan seperti itu oleh nya.
Gisella jadi kesal melihat nya. Ia yang awalnya tidak mau ikut campur dengan masalah itu jadi melangkah menghampiri, mengulur kan tangan pada gadis malang tersebut, untuk membantu nya bangkit.
"Makasih kak. Kakak lihat kejadian tadi ya, gue jadi malu...!"
Ucap gadis itu sembari menyusuti air mata nya.
"Ngapain lu nangisin pria kayak tadi...? Dia jelas jelas mencampakkan lu, putus satu cari lagi, hidup cuma sekali, jangan jadi wanita bodoh yang mau aja ditindas begitu oleh cowok!"
Gadis ABG itu sedikit terperangah ketika mendengar ucapan wanita cantik didepannya. Tapi hanya sesaat. Setelah itu, wajahnya muram kembali.
"Gue nggak bisa segampang itu kak. Gue cinta sama dia, nggak bisa segampang itu cari yang lain.."
"Terus lu fikir dengan menangis dia bakal balik lagi...? Buka mata lu, banyak pria lain, yang lebih baik dari dia. Buat apa fokus dengan satu orang pria brengsek yang nggak bisa menghargai lu, hidup lu masih panjang. Jangan disia siakan, cari orang yang membuat lu merasa jadi seorang ratu. Bisa melakukan apapun yang lu mau, bukan untuk ditindas. Wanita itu jangan terlihat lemah. Harus bisa mendominasi. Kalau lemah mulu, kaum kita semakin diinjak...!"
Gadis itu terdiam sejenak. Ucapan wanita cantik didepannya ini cukup membuat ia sadar satu hal, bahwa ia mungkin benar benar bodoh. Bodoh karena mencintai orang yang tidak pernah menghargai diri dan cintanya. Cinta sudah membuat dirinya buta mata hati dan telinga. Seulas senyum terukir dibibir gadis itu. Ia meraih kedua tangan Gisella.
"Makasih kak. Ucapan kakak tadi bikin gue tenang. Kakak benar, Wanita itu jangan kelihatan lemah, karena ntar makin diinjak...! Nama gue Gita kak. Semoga lain kali kita ketemu lagi, dikesempatan yang nggak memalukan begini. Saat itu gue janji, gue nggak akan jadi wanita lemah lagi...!"
Habis berkata begitu, gadis ABG itu beranjak dari hadapan Gisella. Gisella menarik nafas lega. Setidaknya apa yang tadi ia khawatir kan, jika nanti gadis ini memilih terjun bebas kelantai bawah mall tidak terbukti.
Menyebalkan bener, liat cewek lemah gitu. Cinta itu emang bikin lemah orang. Makanya gue nggak mau pake hati kalo udah berurusan dengan cowok....
Duuuh, pria tua ini, ngapain sih nelpon terus..! Bikin bete aja. Awas aja, makin gue habisin duit lu belanja belanja...!!
Sembari mengeluarkan ponsel nya, Gisella mengomel lagi. Ia mengira yang menelpon nya itu adalah si bosnya kembali. Ternyata dugaannya salah besar...
"Revand...!
Sebuah perasaan berdebar menyerbu nya. Membuat ia ingin melonjak kegirangan. Revand menghubungi nya duluan...? Astagaaa, ini yang ia tunggu....!
"Kamu sakit...?"
Suara Revand terdengar diseberang sana ketika Gisella menerima panggilan pria tersebut. Gisella segera berlari menuju toilet, agar tidak terdengar bising tapi sepertinya, Revand menyadari hal itu.
"Kalau sakit, kenapa disana ramai bener...? Kamu alibi sakit sampe nggak mau kerja...? Kesal dengan tindakanku tadi malam...? Aku nggak nyangka, kamu partner yang nggak profesional ya..!"
Untuk sesaat Gisella seperti bingung mau bicara apa. Kenapa dia ini...? Hanya berbohong saja tidak bisa..? Bukankah berbohong itu salah satu keahlian nya...? Kenapa didepan Revand dia jadi seperti wanita bodoh...?
"Aku emang sakit, sekarang lagi diluar cari makanan, karena nggak ada yang bisa diandalkan, makanan hotel bikin aku nggak nafsu, ini juga mau pulang kok..!"
__ADS_1
Terdengar Revand menghela nafas disana.
Semoga percaya....
Batin Gisella.
"Ya udah. Nanti aku mau pulang, mau dibeliin apa..? Biar sekalian aku carikan..."
Yess....
"Ah, nggak ah. Ntar istri kamu marah lagi, aku biar cari sendiri aja...!"
Gisella berusaha tarik ulur agar Revand tidak terlalu menilainya sangat buruk. Kejadian tadi malam sungguh membuat Gisella sedikit malu, karena emosi ia bisa berkata seperti itu dihadapan Revand, dan ia bisa melihat pria itu sangat marah padanya.
Mendekati pria baik baik memang sulit....
Keluh nya...
"Gisella. Biar bagaimanapun, kamu adalah partner kerja ku, apa yang aku lakukan ini sebagai bentuk kepedulian rekan satu tim. Lagian, aku udah izin dengan istriku kok, dan dia nggak keberatan.."
Astagaaa....
Mau perhatian dengan wanita lain aja kamu izin dengan istrimu Revand...? Aku pastikan, izin dari istrimu itu membuat istrimu menyesal nantinya...! Dia sudah meremehkan seorang Gisella..! Istri kamu itu terlalu percaya diri. Wanita yang lemah dan bodoh...!!
Gisella mengumpat lagi. Hatinya yang tadi terasa sejuk karena Revand menghubungi nya kini terbakar lagi. Tujuannya untuk mendekati Revand membara kembali. Wanita ini bergegas pergi. Tawaran baik Revand ditolaknya. Ia perlu memberikan kode keras, bahwa tidak ada seorang pun yang bisa meremehkan dirinya. .
Gisella lebih suka ditakuti. Dengan begitu ia tahu, bahwa orang yang merasa terancam dengan dirinya artinya mengakui kehebatan dirinya. Jika diremehkan, bayangan kejadian bertahun tahun yang lalu kembali berkelebat diotaknya. Sejak ia menjadi wanita perayu. Ia sudah bertekad tidak mau diremehkan.
Tidak ada satu orang pun yang bisa meremehkan dirinya seperti dulu. Ia akan membuat semua orang merasa terancam jika berurusan dengan dirinya.
Enak aja gue dianggap bukan hal yang membahayakan oleh istri lu Revand. Wanita bodoh yang taunya cuma didapur. Yang gue yakin pun nggak bisa memuaskan lu diatas ranjang...
Gisella mengumpat kembali dalam hati, sembari masuk kedalam taxi online yang berhenti dihadapan nya ketika ia sudah keluar dari pusat perbelanjaan tersebut.
***
Note: Wanita yang kuat bukan berarti wanita yang tidak mau meneteskan air mata. Akan tetapi wanita yang berani bangkit saat terpuruk oleh berbagai macam ujian yang diterima nya. Mandiri itu bagus. Akan tetapi kodrat seorang wanita adalah dilindungi, maka carilah seseorang yang bisa melindungi anda lahir dan batin.
**Terimakasih selalu setia membaca karya saya ini, untuk pemenang best com pesan moral episode 8 novel ini, next akan diumumkan di episode selanjutnya. Terus ikuti " SANG PELAKOR" jangan lupa, like, vote dan komen jika suka, karena next akan digelar lagi kuis dengan pertanyaan yang berbeda😎
Follow akun FB saya MITHAVIC HIMURA untuk mengetahui novel novel non fiksi saya yang sudah terbit. Follow akun smule saya MITHA_GSB_UVSS untuk bisa menyanyi kan lagu ost ost novel saya bersama saya, yang kalian request. Terimakasih untuk kalian pembaca setia novel karya saya ini😘
__ADS_1
BERSAMBUNG**..