Sang Pewaris Dewa Kematian

Sang Pewaris Dewa Kematian
Chapter 99.2


__ADS_3

[Jeruk purut (Level 24)


Evolusi : The night guard


New skill :


- Teror malam (Pasif)


Saat pemilik diserang, target yang menyerang akan menerima efek serangan balik 2X lipat dari serangannya, serta pemilik menahan serangan tersebut sebesar 20%.]


[Nigreos (Level 20)


Evolusi : Somnum exterreri


New skill


- Pembawa mimpi buruk (Aktif)


Pengguna akan melancarkan serangan ilusi pada semua target yang dikehendakinya, target akan menerima mimpi buruk selama 5 menit.


Cool down : 7 menit.]


[Tameng (Level 23)


Evoluasi : The king's guardian


New skill :


- Saifi angin (Aktif) (Level 1)


Pengguna meningkatkan kecepatannya sebesar 30% dan mampu terbang dengan cepat dengan kemampuan ini.


Cool down : 10 menit.]


[Jaipong (Level 21)


Evolusi : Dark dancer


New skill :


- Tari Sigale-Gale (Aktif) (Level 1)


Pengguna memanggil penghuni alam baka untuk membantunya dalam melindungi sesuatu. Jumlah yang dipanggil adalah 2.


Cool down : 21 menit.]


[Susuk (Level 26)


Evolusi : The beauty witch


New skill :


- Lilin abadi (Aktif) (Level 1)


Pengguna melancarkan berbagai serangan sihir elemen api dan memberikan kerusakan sebesar 23% serta memberikan efek bakar sebesar 2% selama 4 detik.


Cool down : 2 menit.]


[Sumanto (Level 27)


Evolusi : The man of perverted


New skill :


- Kegilaan (Pasif)


Semakin banyak pemilik diserang makan efek serangan tersebut akan memperkuat seluruh stats-nya sebesar 30%, serta pemilik memiliki pertahan seluruh serangan sebesar 5%.]


[Parakang (Level 30)


Evolusi : The night witch


New skill :


- Penghuni malam (Aktif)


Pengguna menghilangkan seluruh keberadaannya, saat memasuki mode invisible, saat ingin menyerang target saat memasuki mode ini maka seluruh serangan pengguna akan meningkat 2X lipat. Tapi, saat memasuki mode ini, seluruh pertahanan pengguna akan menurun drastis sebesar 50%.


Cool down : 12 menit.]


Setelah melihat semua status mereka, tidak hanya status berubah, tapi seluruh bentuk tubuh ataupun pakaian mereka ikut berubah juga. Ini mengingatkanku akan game RPG yang fokus dalam evolusi monster untuk memperkuat timnya.


"Hm? Ternyata mereka berdua ikut berevolusi juga... keluarlah!"


Aku memanggil Mabos dan Jormungandr, ternyata mereka juga mengalami evolusi. Saat muncul, aku dibuat kaget karena penampilan mereka sudah berbeda dari sebelumnya.


[Mabos (Level 23)


Evolusi : The king white beast


New skill :


- Tulang besi (Aktif) (Level 1)


Pengguna memunculkan sejumlah pelindung yang terbuat dari tulangnya yang keras, dengan jumlah tulang tak terbatas, pengguna bebas menggunakannya. Mampu menahan seluruh serangan sebesar 30%.


Cool down : 8 menit.]


[ Jormungandr (Level 22)


Evolusi : The snake of naraka


New skill :


- Bau neraka (Aktif) (Level 1)


Pengguna melancarkan serangan sihir beracun dari mulutnya dan memberikan kerusakan sebesar 17% serta memberikan efek beracun sebesar 2% perdetik selama 1 menit.


Cool down : 2 menit.]


Setelah melihat semua status The Arcana yang berevolusi, saat aku memeriksa status milik Slayer. Aku langsung mengeluarkannya, tapi saat memanggilnya, aku dibuat terkejut akan kehadiran sosok asing tiba-tiba ini.


"Kalian!"


Muncul empat sosok asing yang bersamaan muncul dengan Slayer dari tubuhku, mereka berempat berasal dari dunia Ancient Ruins dan lebih mengejutkannya lagi, monster hitam ini telah mengalahkan diriku dan sekarang menunduk terhadapku.


[Silahkan berikan mereka nama.]


Melihat sistem ini maka tak salah lagi bahwa mereka berempat sudah menjadi The Arcana-ku.


"Baiklah, aku akan memberikan kalian nama..."


Dimulai dari wanita peri ini dengan tinggi tubuh seperti anak kecil berusia 5 tahun.


"Mulai sekarang namamu adalah... Bell!"


[Nama telah diberikan.]


[Bell (Level 30)


Evolusi : ... (Belum berevolusi)


Skill :


- Serbuk peri (Pasif)


Menyebarkan aroma yang menyenangkan dan membuat orang yang dianggap sebagai sekutu akan menerima buff yang meningkatkan kekuatan sihir mereka sebesar 10%.


- Aturan alam (Pasif)


Pengguna mampu mengendalikan sebuah elemen yang berkaitan dengan alam, ia bebas mengendalikannya selama energi sihir masih tersedia.]


Lalu aku menatap kearah pria yang seperti pendeta kuil di India itu. Yang membuatku heran, kenapa hanya satu? Padahal saat itu aku melawan mereka ada 20 orang.

__ADS_1


"Kalau kamu... Dharma!"


"Terima kasih, Yang Mulia."


[Nama telah diberikan.]


[Dharma (Level 32)


Evolusi : ... (Belum berevolusi)


Skill :


- Pusaka sakti (Pasif) (Level 1)


Pengguna memanggil berbagai pusaka yang membawa pada masa peradaban manusia.


- Kuku Pancanaka


- Gada Rujapala


- Panah Pasopati


- Rajasika (Aktif) (Level 1)


Pengguna meningkatkan seluruh pertahanannya sebesar 30% memantulkan damage diterima sebesar 2%.


Cool down : 2 menit.


- Tamasika (Aktif) (Level 1)


Pengguna meningkatkan seluruh serangannya sebesar 30% dan setiap serangan berhasil mengenai musuh, maka akan meningkatkan damage serangan pengguna 1%. Dapat ditumpuk sebanyak 5 kali.


Cool down : 5 menit.]


Lalu aku menatap makhluk aneh ini, cuma dia yang memiliki bentuk tak jelas, seperti slime tapi berwarna hitam.


"Shadow..."


[Nama telah diberikan.]


[Shadow (Level 33)


Evolusi : ... (Belum berevolusi)


Skill :


- Kehampaan (Pasif)


Selama hidupnya, ia hanya melihat kegelapan. Tak melihat dan tak mendengar, maupun bersuara. Yang biasa ia rasakan hanyalah sebuah getaran yang menyalar ke seluruh tubuhnya. Meningkatkan seluruh stats-nya sebesar 20%.


- Indra keenam (Aktif) (Level 1)


Pengguna meningkatkan kekuatan dan kecepatannya sebesar 40% dalam kurung waktu 2 menit.


Cool down : 5 menit.]


Sekarang yang terakhir, orang yang seharusnya kukalahkan malah balik mengalahkanku. Melihatnya sungguh membuatku tak nyaman, kenapa dia mau jadi bawahanku jika bosnya sendiri saja bisa ia kalahkan.


"Sungguh membuatku frustasi mengingatnya. Baiklah, mulai sekarang kamu kupanggil saja... Hashashin. Karena kamu mengingatkanku padanya."


"Terima kasih, atas berkahnya."


[Nama telah diberikan.]


[Hashashin (Level 40)


Evolusi : ... (Belum berevolusi)


Skill :


- Jalan hidup (Pasif)


Selama ini dirinya ia habiskan dalam sisa-sisa kehidupan di balik kegelapan dunia. Melakukan apa pun agar bisa hidup walau terperangkap dalam kotornya kegelapan dunia. Seluruh stats-nya meningkat 15%, serta ada 5% kesempatan mampu memblokir segala efek buruk yang diterimanya.


- Berlumuran darah (Aktif) (Level 1)


Cool down : 10 menit.


- Titik vital (Aktif) (Level 1)


Pengguna melemparkan sejumlah belati bayangan yang mampu memberikan Critical sebesar 10% dan kerusakan sebesar 15% kepada lawan, serta memberikan efek pendarahan sebesar 5% selama 1 menit.


Cool down : 7 menit.]


Aku sangat terkejut melihatnya, Hashashin langsung memiliki stats tertinggi saat jadi The Arcana-ku. Sedangkan yang lain, harus berusaha keras untuk meningkatkan kemampuan mereka sampai sekarang.


"Entah kenapa level mereka selalu mengalami kesenjangan saat baru jadi The Arcana-ku."


Karena sudah dalam pengaturan sistem, aku hanya bisa menerimanya saja. Aku langsung memperhatikan Slayer lagi.


[Slayer (Level 44)


Evolusi : ... (Belum berevolusi)


Skill :


- Keagungan Lord (Pasif)


Dirinya selalu setia pada satu orang yaitu tuannya, selama dirinya selalu berada di sisi tuannya maka seluruh stats miliknya akan meningkat 15%.


- Master senjata (Pasif)


Dirinya mampu menggunakan semua jenis senjata sekaligus walau hanya memiliki dua tangan. Kemampuan serangannya akan meningkat sebesar 5% untuk satu senjata, 7% dua senjata, 10% tiga atau lebih senjata.


- Kontrol senjata (Aktif) (Level 1)


Selama dirinya memiliki senjata, ia mampu mereplikasi senjata tersebut dalam jumlah tertentu, dan senjata replika memiliki serangan lebih rendah dari senjata aslinya. Hanya bisa mereplikasi 1 senjata saja.


Cool down : 30 detik


Peringatan!


Senjata yang sudah direplikasi masih direplikasi lagi hingga sebanyak mungkin sesuai keinginan penggunanya selama energi sihir dalam dirinya masih ada.]


Melihat aku sangat terkejut akan kemampuan serta skill-nya itu.


"Bagaimana jadinya jika saat itu dia dibangkitkan dalam keadaan sempurna?" Tanyaku sendiri yang mencoba membayangkan kekuatannya. "Pasti dia The Arcana terkuat yang pernah kumiliki. Tapi sayang, untuk sementara ini, dia tidak bisa jadi mage atau menggunakan sihir apa pun karena Mana dalam dirinya sangat rendah.


Karena sudah terlanjur, aku langsung mengeluarkan semua senjata dari inventori-ku untuk memberikan semua hadiah The Arcana-ku.


Tapi sebelum memberikan hadiah, ada dua hal membuatku langsung terpaku untuk memperhatikannya.


"Bukannya ini The Arcana milik Aran, aku hampir melupakannya..."


Aku langsung mengeluarkan telur itu dan melihatnya dari berbagai arah.


"Bagaimana menetaskannya? Apa aku harus mengeraminya seperti ayam?"


Walau hal itu mustahil dilakukan untuk manusia sepertiku. Tapi jaman sekarang, ada banyak cara menetaskan berbagai telur tanpa mengandalkan induknya.


"Tapi ini bukan telur biasa, yang bisa digoreng kapan pun."


Tiba-tiba muncul pesan sistem.


[Peringatan!


Sosok dalam telur ini telah memenuhi syarat jadi pengikutmu. Berikan energi sihirmu hingga ia bisa keluar dari mimpinya.]


"Begitu ya..."


Aku langsung menyuntikkan Mana milikku ke telur ini dan muncul angka peringatan dari sistem.


Buzzz...!

__ADS_1


[2%... telah terisi.]


"Eh?"


Aku terkejut melihatnya dan tentu saja Mana milikku terkuras dengan hebat.


"Sial! Kalau begini aku harus meminum potion banyak-banyak!"


Telur itu terus mengisap Mana-ku sampai kering dan tentu saja aku harus meminum potion MP sebanyak mungkin, walau perutku sampai kembung sekalipun.


"Mau sampai mana dia mengisap sihirku?!"


...•••...


Setengah jam kemudian...


Butuh waktu lama melakukan ini dan akhirnya berhasil.


"*Fiuh*..."


Bing!


Sesaat telur itu menetas dan memunculkan cahaya bersamaan.


"Hah?"


Aku terkejut melihat sosok yang menetas ini, ia ternyata seekor burung elang berwarna hitam dan tentu ukurannya sama seperti elang pada umumnya.


[Silahkan berikan dia nama.]


"Nama..." sembari melihatnya.


"Aakh...!"


Teriakannya sama seperti elang pada umumnya dan aku mencoba memikirkan nama cocok untuknya.


"Hm?" Seketika perhatianku tertuju pada atas kepalanya. "Jambul?"


Sesaat terlintas nama yang cocok di kepalaku.


"Bagaimana kalau... Garuda. Kamu benar-benar melambangkan negara kita sendiri."


"Aakh...!" Tampaknya dia senang dengan namanya itu.


[Nama telah diberikan.]


[Garuda (Level 1)


Evolusi : ... (Belum berevolusi)


Skill :


- Paruh keadilan (Aktif) (Level 1)


Pengguna melapisi paruh miliknya dengan sihir dan memberikan kerusakan sebesar 20%.


Cool down : 1 menit.]


[The Arcana : 42.]


"Karena dia baru lahir, maka wajar saja level-nya dimulai dari awal."


Setelah itu aku langsung memberikan semua The Arcana-ku hadiah. Lalu hal kedua aku harus lakukan lagi.


"Haruskah aku menyatukan semua kepingan harta warisan leluhr ini. Dan, sejak kapan ada kepingan ini bertambah?"


Tiba-tiba seluruh kepingan ini berjumlah 20. Pikirku saat itu, harusnya aku hanya dapat sepuluh di dunia Ancient Ruins.


"Apa saat mimpi buruk itu aku sudah mendapatkannya?"


Mengingat mimpi buruk itu juga bagian yang diatur sistem, maka tak heran kenapa kepingan ini muncul begitu saja dalam inventori.


"Sebaiknya aku lakukan saja."


Aku langsung mengeluarkan dua Rune Stone  berwarna biru tua dan ungu, lalu menyerap semua Mana dalam batu itu.


[Kamu telah berhasil menyerap energi kuno. Sekarang kamu harus menyatukan kepingan harta warisan yang kamu miliki.]


[Kamu telah berhasil mengumpulkan kepingan harta warisan dari Heredis of Death ke-145. Apakah kamu ingin menerimanya?]


[Kamu telah berhasil mengumpulkan kepingan harta warisan dari Heredis of Death ke-10. Apakah kamu ingin menerimanya?]


[Yes/No]


Aku langsung menyetujuinya dan seluruh kepingan itu langsung terbang ke langit dan bersatu.


Bing!


Seketika muncul cahaya dan pertanda berhasil menyatukan semua kepingan itu.


[Proses penyatuan selesai.]


[Selamat, kamu telah menerima sebuah harta warisan "Belati darah."]


[Selamat, kamu telah menerima sebuah harta warisan "Gelang kasih sayang."]


[Belati darah (Level 1)


Tingkat : ???


Pembunuh hebat di dunia yang tak dikenal siapa pun, Arasyid. Karena tidak ada yang tahu dirinya selain rekan seperjuangannya yang telah gugur duluan sebelum dirinya. Tapi, hanya belatinya saja yang dikenal dan sudah menemani hidupnya dalam bayang-bayang dunia. Sudah banyak darah makhluk hidup telah menempel di belati ini dan tak ada yang bisa lepas darinya jika sudah jadi mangsa berikutnya.


AGI : +300  LUK : +300.


Skill :


- Setiap serangan dilancarkan akan memulihkan HP 1% ketika berhasil melukai target.


- Ketika belati dilapisi sihir pengguna, akan meningkatkan efek Critical sebesar 7% serta berkesempatan memberikan efek beracun sebanyak 3% selama 1 detik. Efek bisa ditumpuk selama serangan terus menerus mengenai target.]


[Gelang kasih sayang (Level 1)


Tingkat : ???


Benda yang dijadikan sebagai jimat penyelamat oleh sang maniak perang, Ares. Gelang yang dibuat dengan cinta oleh sang istri dan ia selalu mengenakan gelang ini ke mana pun dirinya berada.


STR : +100  VIT : +100  AGI : +100


Skill :


- Setiap senjata digenggam tangan pengguna akan diperkuat 2X lipat, serta meningkat efek khusus dari setiap senjata yang digunakan.]


Aku sungguh tercengang melihat semua efek harta warisan ini. Aku tak menyangka jika mendapatkan benda hebat ini.


Sebuah belati yang pisaunya berwarna merah darah serta buah gelang kembar masing-masing berada di tangan.


"Bukankah ini kombinasi yang sangat hebat, dengan semua harta warisan ini, aku tak perlu memasuki mode Heredis untuk mengalahkan musuh-musuhku."


Karena semua urusanku sudah selesai, aku langsung membatalkan kemampuan Barrier ini.


"Sebaiknya aku langsung pulang, aku merasakan beberapa orang telah datang kemari. Mungkin karena Barrier ini dari tadi memancarkan energi sihir besar selagi dimunculkan... 'Pengikat jiwa!"


Chin!


Pemuda itu langsung menghilang dari tempatnya dan tak ada satu pun bekas keberadaan dirinya lagi.


Sedangkan di sisi lain, orang-orang berpakaian serba hitam datang dalam bentuk tim.


"Apa kalian merasakannya tadi?"


"Iya, kami merasakan energi besar sekitar sini. Tapi, kenapa tiba-tiba bisa hilang dengan cepat?"


"Cepat pasang penghalang agar tak seorang pun masuk. Mungkin ini Hidden dungeon rank tinggi."

__ADS_1


"Baik!"


Mereka langsung berpencar dan melakukan tugasnya yang semestinya.


__ADS_2