
[Kamu telah memasuki dunia Hades, seluruh sistem akan dinonaktifkan kecuali sistem penyimpanan item.]
[Peringatan!
Kamu bisa keluar dari dunia Hades jika berhasil menaklukkan 10 lantai dari dunia ini, dan kamu bisa keluar dari dunia ini jika HP milikmu di bawah 10%, kamu akan diberikan pilihan untuk melanjutkan atau keluar dari sini. Jika memilih menyerah maka kamu tak akan bisa memasuki dunia ini lagi dan sudah dianggap gagal.]
"Jadi, aku masih bisa menggunakan inventori. Mungkin di sini banyak item yang bisa aku dapatkan nanti, jadi sistem ini mengijinkan membuka inventori. Dan lagi... sistem ini memberikan sebuah quest dengan informasi sedikit dan aku tak tahu apa yang aku dapatkan setelah berhasil menyelesaikannya."
Aku berjalan ke depan terus dan melewati sebuah hutan belantara, terlihat hutan ini sangatlah horor bagi orang-orang awam melihatnya.
Aku berjalan terus ke depan dan tidak menghiraukan sekitarku.
"Sudah berapa lama aku berjalan dan aku tidak merasakan sedikit pun bahaya di sini."
Setelah melewati hutan panjang itu, akhirnya aku sampai di sebuah sungai yang sangat luas di depan sana.
"Wow, sungai ini benar-benar sangat luas. Tapi, bagaimana caraku agar bisa ke seberang?"
Aku memutar kepalaku ke kiri dan ke kanan, semuanya hanya tampak kosong atau lebih tepatnya tidak ada sama sekali yang bisa digunakan sesuatu untuk menuju ke seberang sana.
"Apa aku perlu membuat sebuah perahu?"
Aku langsung berbalik dan melihat hutan itu.
"Aku rasa harus menebang beberapa dari mereka...."
Aku mengeluarkan sabitku dalam ukuran besar dan mengambil posisi siap mengayunkan sabit ini sekuat mungkin ke arah hutan ini.
"Nak, kamu tidak perlu melakukan itu."
"..?"
Aku terkejut karena tiba-tiba suara seseorang terdengar dari arah belakangku dan aku langsung berbalik melihatnya.
Terlihat seseorang menaiki sebuah perahu dengan pakaian berjubah serba hitam, dan dia berdiri sembari memegang sebuah alat untuk mendayung perahu itu.
Perahunya sampai di tepi dan dia langsung menatapku, tampak aku tak bisa melihat wajahnya karena wajahnya tertutupi kegelapan.
Saat memperhatikan penampilannya yang tidak asing bagiku, seketika aku teringat nama mitologi yang mirip dengan penampilan orang di depanku ini.
"Charon!" Tanpa sadar aku langsung mengucapkan namanya.
"Kebanyakan manusia mengenalku dengan nama itu, padahal aku punya nama sendiri, karena kebanyakan orang sudah mengenalku dengan nama itu maka aku tak peduli lagi memperkenalkan diriku yang sebenarnya."
"Jadi dia benar-benar Charon ya, maka sungai ini adalah... sungai Styx. Maka tak heran lagi kenapa dunia ini di namakan 'Hades,' karena ini dunia bawah dari cerita mitologi Yunani."
Aku memandang sungai yang sangat seluas dari mata memandang dan aku tak bisa melihat ujung atau daratan seberang sana.
"Kamu naiklah ke perahu ini, aku akan mengantarmu sampai ke seberang."
"Tapi, aku tak punya koin untuk membayarmu."
"Kamu tidak perlu membayarku, sebab kamu ini 'Libera' sama sepertiku."
"Libera?"
"Iya, kita ini sama, sama-sama orang yang mengantar jiwa-jiwa tersesat menuju kehidupan baru mereka. Itu sudah terbukti dari dalam dirimu yang menampung empat jiwa tersesat, apa kamu ingin menjadikan mereka budak atau benar-benar menuntun mereka menuju kehidupan baru mereka, itu hakmu dan aku tak punya hak ikut campur."
Aku hanya terdiam dan memikirkan dari ucapannya itu, masih banyak hal yang aku belum ketahui dari sistem ini dan kenapa Charon menyebut diriku bagian dari mereka, apa karena job-ku? Sehingga aku dianggap seperti mereka.
"Boleh aku bertanya sesuatu?"
"Iya, silahkan."
"Sudah berapa lama atau sejak kapan kamu ada di sini?"
Charon hanya diam sejenak dan menatapku dengan seksama lalu berkata:
"Aku sudah berada di sini, sejak aku sudah sadar ada di sini dan itu sudah sangat lama, sampai sekarang aku lupa menghitung namanya waktu lagi."
Aku terkejut mendengarnya....
"Sejak sadar ada di sini, berarti ada kemungkinan dia pernah hidup di tempat lain selain di sini." Aku memikirkannya sejenak, lalu memandang dia dan bertanya. "Kalau boleh tanya lagi, berarti kamu pernah hidup tempat atau di dunia lain selain di sini, kan?"
"Iya, kamu benar, tapi itu hanya masih dalam perkiraanku saja, sebab aku tidak mengingat semuanya sama sekali. Semua ingatanku lenyap begitu saja seperti tenggelam dalam kegelapan yang dalam, bahkan kalaupun aku menyadarinya bahwa aku bukan berasal dari sini, tapi aku tak ingat sama sekali kapan aku memasuki dunia ini dan semua ingatanku berada di sini juga menghilang begitu saja, bahkan kalaupun aku bertemu dirimu yang sekarang ini tapi... dalam beberapa waktu aku akan melupakanmu begitu saja."
Aku hanya diam saja dan memperhatikan semua ucapan dia dengan seksama.
"Berarti orang di balik sistem ini benar-benar telah melakukan semuanya sesuai rencananya, aku tidak tahu apakah makhluk di hadapanku ini buatan darinya sendiri atau makhluk lain yang diambilnya entah dari mana, untuk dijadikan sebuah NPC dalam sebuah game miliknya sendiri demi menguntungkan player-nya secara pribadi yaitu aku."
Aku menghela napas karena pusing memikirkannya dan berkata kepadanya:
"Baiklah, aku akan menumpang di perahumu."
Dia hanya mengangguk dan aku pun naik di atas perahunya lalu berlayar di sungai luas ini.
...•••...
Sesaat beberapa menit....
Charon terus mendayung perahunya tanpa henti dan tampak aku tak melihat apa pun di sini selain sungai yang luas ini.
__ADS_1
"Dari pada disebut sungai, ini terlihat seperti lautan yang sangat luas dan hanya ada air saja yang bisa dipandang dari sini."
"Yang kamu katakan itu benar, tapi ini memang sungai, jawabannya kamu bisa lihat sendiri di dalam sana," ucap Charon sembari menunjuk ke arah bawah.
Aku mengikuti telunjuknya itu yang mengarah bawah ke sungai itu.
Aku memandangnya cukup lama, tiba-tiba sungai itu menggelembung dan tampak mulai muncul sesuatu.
Plu... Plu... Plu....
"Sebaiknya kamu menjauhkan kepalamu, karena mereka akan muncul."
Aku mengikuti perkataannya dan menjauh sejenak dari tepi perahu, terlihat gelembungnya semakin banyak dan membesar.
Plu..! Plu..! Plu...!
Harrrgghhh!!
Seketika muncul sesosok dengan bentuk aneh dan menjijikan, terlihat tubuhnya ada banyak tangan, wajah, kaki dan berbagai tubuh lainnya. Terlihat mereka semacam makhluk Hybrid.
"Apa-apaan bentuknya itu?!"
Aku langsung mengambil posisi siap bertarung dan ingin mengeluarkan sabitku, tapi Charon menghalangiku dengan tangannya.
"Kamu tidak perlu membuang tenagamu, ini urusanku dan sudah sepatutnya aku membawa penumpangku dengan selamat dan aman sampai seberang. Mereka adalah jiwa-jiwa sengsara karena tak bisa ke seberang, ini di sebabkan karena mereka tak memiliki sesuatu untuk membayarku membawa mereka sampai ke seberang sana."
Charon langsung mengangkat tongkat dayungnya dan menghentakkan tongkatnya itu ke perahu beberapa kali.
Tak... Tak... Tak....
Seketika muncul sebuah lingkaran sihir yang mengelilingi perahu ini.
"Sebaiknya kamu perhatikan ini."
Harrrgghhh!!
Makhluk aneh itu semakin mendekat ke arah perahu dan Charon menggumamkan sesuatu.
"Expantinku...!"
Seketika lingkaran sihir itu mengeluarkan sebuah cahaya sihir yang sangat banyak.
Beam!
Dengan cepat cahaya itu langsung terbang dengan cepat ke arah makhluk aneh itu.
Harrrgghhh!!
Cahaya itu berhasil menembus dan melukainya, tidak sampai di situ lingkaran sihir ini terus menembakkan cahaya sihirnya.
Harrrgghhh!!
Seketika makhluk aneh itu lenyap dan menghilang begitu saja dan tampak sebuah cahaya kuning melayang setelah makhluk aneh itu hancur.
"Apa itu?"
Charon mengangkat tangannya dan mengarahkan ke cahaya kuning itu, tampak cahaya kuning itu ingin terbang dengan cepat tapi... ada sesuatu yang menariknya dan dengan cepat sudah berada di tangan Charon.
"Kamu mau apakan itu?"
"Oh ini, ini hanyalah makanan."
"Heh?"
Seketika cahaya kuning terserap menjadi partikel-partikel kecil dan masuk ke mulut yang tertutupi oleh kegelapan.
"Makanan? Aku pikir makhluk semacam Malaikat Maut atau Dewa Kematian itu tidak membutuhkan nutrisi untuk hidupnya."
"Kamu salah, makhluk seperti kita ini selalu membutuhkan namanya makanan demi kelangsungan hidup, dan yang barusan kumakan tadi adalah sebuah jiwa."
"..!"
Aku terkejut mendengarnya lalu berkata:
"Jiwa! Berarti yang kamu makan tadi benar-benar jiwa dari makhluk hidup?!"
"Iya, kita membutuhkannya selain untuk makan, tapi untuk memperkuat diri kita juga. Kamu juga sudah memakan jiwa-jiwa makhluk hidup beberapa kali."
"Apa maksudmu! Aku tak pernah---" Seketika aku teringat sesuatu. "Dia bilang aku sudah makan banyak jiwa, berarti...."
Aku teringat salah satu sistem yang mana membuatmu kuat sekaligus membantumu juga yaitu sistem shop.
"Untuk membeli sesuatu dari shop maka kamu butuh Soul Poin dan Soul Poin di dapatkan dari...."
Aku terbelalak mengetahuinya, sebab syarat untuk mendapatkan banyak Soul Poin adalah dengan menjual item-item-mu atau membunuh makhluk yang memiliki jiwa.
"Yang dikatakannya barusan bahwa dia memakannya untuk menjadi kuat, dan aku menggunakan shop untuk memperkuat diriku dengan membeli item yang berguna, dengan kata lain aku juga sudah memakan jiwa-jiwa untuk memperkuat diriku."
Kakiku mulai lemas dan kepalaku sedikit pusing.
"Sebaiknya kamu istirahat, karena perjalanan kita masih jauh."
__ADS_1
Aku hanya diam saja tak bersuara dan Charon terus mendayung perahu ini.
Setelah beberapa menit keheningan, yang bisa kudengar hanyalah suara jantungku dan napasku, aku cukup tenggelam dalam lamunanku.
"Hei, apa aku boleh bertanya sesuatu?"
"Iya, apa itu?"
"Kamu bilang sudah ada di sini sejak kamu sadar, yang berarti orang yang mengirimmu ke sini maka orang itu yang menciptakan tempat ini juga."
"Iya, kamu benar, lalu?"
"Apa kamu tahu siapa yang mengirimmu ke sini dan menciptakan semuanya yang ada di sini?"
Charon hanya terdiam saja sembari mendayung perahunya, setelah beberapa dayung dia akhirnya buka suara:
"Orang yang mengirim aku dan menciptakan tempat ini adalah ■■■■■■, cuma ingatanku mengenai dia yang tidak terhapus sama sekali."
"Tunggu dulu! Coba kamu sebut nama orang itu lagi?"
"Nama dia adalah ■■■■■■."
Aku sangat terkejut sebab saat Charon menyebut nama itu, seketika suara dia tidak ada dan apalagi didukung wajah dia sangat gelap sehingga sangat sulit mengetahui gerak bibirnya.
"Aku rasa sistem mengunci secara paksa informasi mengenai orang itu atau orang itu mungkin adalah orang yang mengendalikan sistem ini?"
Aku menggelengkan kepala secara perlahan dan kupikir mencari informasi mengenai sistem ini sangat terlalu cepat, sebab aku belum cukup sangat kuat dan lagi aku benar-benar membutuhkan sistem ini untuk sementara.
"Jika aku terlalu dalam mencarinya, mungkin... aku akan kehilangan kekuatan ini." aku langsung menghela napas. "Aku pikir sistem ini akan menonjolkan dirinya sendiri kepadaku suatu hari nanti, aku tidak tahu kenapa berpikir ke situ tapi... aku merasa seperti itu saja."
...•••...
Plung... Plung... Plung....
Setelah beberapa waktu berdiam diri di perahu ini, akhirnya aku sampai di seberang.
"Baiklah, hanya sampai sini saja aku bisa mengantarmu."
"Ya, aku sungguh berterima kasih."
Charon hanya mengangguk dan berkata:
"Alasanmu datang ke sini untuk apa? Apa kamu ingin berburu jiwa untuk memperkuat dirimu?"
"Iya, aku datang ke sini untuk itu."
"Begitu ya, sebaiknya aku peringatkan bahwa setelah kamu melewati gerbang itu, maka tak ada jalan keluar lagi untukmu selain menguasai lantai yang di jaga oleh para penguasa setiap lantai itu, maka kamu bisa keluar dari gerbang itu karena menguasai salah satu lantai tersebut."
"Bagaimana jadinya jika aku menguasai setiap lantai di sini?"
Charon terdiam sejenak lalu berkata:
"Maka..., kamu akan jadi penguasa di dunia ini."
"Begitu ya, terima kasih atas informasinya."
Plung... Plung... Plung....
Charon mengangguk dan mendayung perahunya lagi sampai menjauh dariku, hingga tak bisa dilihat olehku lagi.
"Tampaknya dia sudah sangat jauh. Baiklah, saatnya melanjutkan perjalanan ini."
Aku berjalan melewati sebuah hutan belantara, sesaat berhasil keluar aku melihat sebuah jalan setapak.
"Jalan ini...."
Aku sedikit terkejut, sebab aku melihat sebuah jalan yang sangat rapi, tampak sudah direnovasi.
Aku mengikuti arah jalan ini, sesaat sampai di ujungnya aku melihat sebuah gerbang besar di depan sana.
"Jadi itu ya gerbangnya, tapi itu tidak akan mudah memasukinya."
Aku melihat seekor anjing besar dengan warna bulu hitam semua dengan tiga kepala.
"Jadi ini yang disebut anjing penjaga gerbang dunia bawah... Cerberus!"
Aku langsung melangkahkan kakiku ke depan dan tampak hewan tiga kepala itu membuka matanya.
"Belakangan ini aku sangat stres, maka kamu akan jadi pelampiasanku untuk aku bisa tenang."
Grrrgh!
Anjing tiga kepala itu geram dan bangkit dari tidurnya.
Hoarrgh!!
Raungannya sangatlah keras sehingga membuat udara di sekitarnya tersingkir dengan cepat.
"Dengan ini mari kita mulai." Sembari mengeluarkan sabitku.
[Boss
__ADS_1
Cerberus - Gatekeeper of the underworld
Level : ???]