
Sesaat di luar dungeon...
Ada banyak mahasiswa dan mahasiswi yang sudah Terbangkitkan telah berkumpul di depan sebuah portal yang besar, dan portal itu telah mengalami retakan dan siap memunculkan makhluk-makhluk yang ada di dalamnya.
"Pak... ini sudah sangat lama. Kenapa belum ada yang keluar sama sekali?" Tanya Deni.
"Bapak juga tidak tahu, baru kali ini aku melihat portal yang sudah retak sedari tadi, tapi belum mengeluarkan satu pun monster," jawab Arya. "Apa orang itu berhasil mengalahkan bosnya?"
Mendengar itu membuat semua benak murid-murid mengatakan bahwa hal itu pasti sangat mustahil, sebab belum ada orang yang bisa menyelesaikan dungeon Rank-B ke atas di negara ini. Kecuali orang-orang dari "4 Pilar Bumi", mereka adalah orang-orang dengan kemampuan yang sudah dianugerahkan kekuatan hebat dari dewa itu sendiri.
Tapi di sisi lain, di antara mereka masih berharap bahwa pemuda itu yakin bisa selamat dan berhasil menyelesaikan dungeon hebat ini. Walau harapan itu sangat mustahil untuk dinyatakan dalam keadaan gawat ini.
Deg! Deg! Deg!
Ketegangan hanya terasa di udara ini dan mereka semua menatap portal kecil itu yang memancarkan energi sihir yang sangat kuat.
Crack!
"Hah?"
Tib-tiba portal itu mengalami bentuk semula yang berarti ada satu hal yang terjadi di dalam sana, yaitu orang yang menghadapi bos monster mati atau sebaliknya bos monster itu sudah mati.
Glup!
Ketegangan semakin terasa dan sesuatu muncul dari portal itu.
"Apa!"
Semua orang terkejut melihat sesuatu yang muncul dari portal itu dan Arya pun sangat terkejut melihat hal ini.
"Ini... sangatlah luar biasa!" Pikir Arya.
Tampak sesosok pemuda melangkahkan kakinya keluar dari gerbang berenergi sihir itu, ia keluar dengan santai dan tampak keadaannya sangat prima.
Sesaat pemuda itu keluar, ia sangat terkejut melihat apa yang terjadi di hadapannya.
"Kayaknya aku terlalu menarik perhatian."
Semua orang yang ada di sana hanya diam dengan mulut sedikit menganga, bukan cuma mereka, bahkan wakil ketua dari guild terkuat di negara ini sangat terkejut apa yang dilihatnya ini.
"Pemuda ini... apa dia seorang Rank-S baru?" Pikir Arya yang masih tak percaya apa yang dilihatnya dengan matanya itu, ia melihat pancaran energi sihir yang sangat kuat dari pemuda itu.
Pemuda ini mulai berjalan ke arah mereka, tak ada satu pun dari mereka mau menyapa dan berbicara sedikit dengannya. Pikirnya hal itu mustahil mengajak pria asing yang memiliki kekuatan hebat ini.
Tapi... ada satu orang yang maju menghadapinya untuk berbicara secara langsung dengannya.
"Maaf, apa boleh kita berbicara sebentar?" Tanya Arya yang menghampirinya duluan.
Sesaat aku menghentikan langkahku sebentar. Yah... aku tahu apa yang ingin dia bicarakan denganku, mungkin ini mengenai dungeon ini, kenapa aku bisa menyelesaikannya dan berbagai hal.
Karena hal ini sudah wajar bagi guild yang sudah diresmikan oleh negara, untuk mengawasi orang-orang yang Terbangkitkan dengan kekuatan aneh mereka.
"Baiklah."
"Terima kasih," balas Arya. "Sebelum itu... aku sangat berterima kasih. Berkatmu, semua murid-muridku selamat. Sekali lagi, aku berterima kasih."
Aku sangat terkejut, ia membungkukkan badannya sejenak sambil berterima kasih kepadaku. Ini kedua kalinya seseorang berterima kasih seperti ini kepadaku, rasanya sangat tidak nyaman jika seseorang bertindak seperti ini di hadapanku secara langsung.
"Tolong tegakkan tubuh Anda. Aku melakukan ini karena kebetulan sahabatku ada di dalam sana."
"Dingin sekali," pikir Arya sembari tersenyum tipis dan segera mengangkat kembali tubuhnya. "Tapi tetap saja, bahwa kamulah yang menyelamatkan mereka semua. Kalau kamu tidak keberatan, apa kamu bisa datang ke guild Malam Suro. Aku ingin memberikanmu imbalan atas bantuan besarmu ini."
Mendengar itu membuat semua mahasiswa dan mahasiswi ini tak percaya apa yang di dengarnya.
"Apa Pak Arya akan mengundang orang ini masuk ke dalam guild secara langsung?"
"Kurasa iya, melihat dengan mata kepala sendiri bahwa ada seseorang yang berhasil menyelesaikan dungeon Rank-B ke atas seorang diri."
Mendengar tawarannya itu membuatku berpikir bahwa dia ingin mengundangku secara langsung di hadapan master guild-nya. Walau di dalam kalimatnya ada sebuah kata imbalan sebagai iming-iming, tapi kenyataanya--bahwa undangan yang paling utama bagi setiap guild untuk merekrut orang yang diinginkan.
__ADS_1
"Maaf aku tak bisa, seperti yang kukatakan sebelumnya, bahwa aku melakukan hal ini hanya karena sahabatku kebetulan ada di sana."
Mendengar itu hanya membuat Arya sedikit terkejut dan tersenyum, tampaknya ia tahu apa yang kupikirkan.
"Baiklah aku mengerti. Tapi, soal imbalan tadi, aku akan tetap memberikannya kepadamu, asal kamu tahu, kamu telah menyelamatkan murid-muridku yang berarti kamu telah berhasil membantu guild kami, yang mana anak-anak inilah yang akan menjadi penerus suata saat bagi guild kami. Jadi katakan apa yang kamu inginkan atas usaha besarmu ini?"
Melihat dirinya yang tampak sangat tulus ingin memberikan hadiah kepadaku. Karena ketulusan inilah yang membuatku sulit menolak orang mana pun yang baik kepadaku.
"Kalau begitu, aku ingin..."
Seketika semuanya tampak sedikit tegang, tampaknya mereka semua sangat penasaran apa yang kuinginkan dari guild besar ini.
"...hanya bantuan saja."
"Hah? Maaf, apa hanya itu saja?" Tanya Arya untuk memperjelas keinginanku.
"Iya, hanya itu saja."
Arya berusaha memahami keinginanku ini dan seketika ia mengerti di balik keinginanku ini.
"Kalau dia hanya ingin bantuan, maka masih ada kesempatan bagiku merekrut dirinya di dalam guild. Kalau kami menunjukkan kemampuan kami yang sebenarnya, mungkin dia akan tertarik untuk bergabung. 'Sekali melempar batu, tapi dua burung yang kena', ini benar-benar suatu keberuntungan," pikir Arya yang cukup senang di dalam hatinya. "Baiklah, katakan bantuan apa yang kamu inginkan dariku?"
"Untuk saat ini aku belum membutuhkannya, tapi aku akan memintanya suatu saat. Kuharap Anda tak mengingkari janji ini."
"Jangan khawatir, aku bukan orang yang suka mencari keuntungan dari orang yang kesulitan."
"Terima kasih," balasku dengan sedikit tersenyum.
Di tengah-tengah obrolan itu, seketika datang puluhan mobil dengan lambang di samping mobilnya bergambar asosiasi biro keamanan.
Tampak banyak orang-orang dengan berpakaian serba hitamnya dan kacamata hitamnya, ditambah salah satu di telinga mereka dipasangkan sebuah headset untuk berkomunikasi satu sama lain.
"Bukankah itu... dari asosiasi. Mereka akhirnya datang."
Ada banyak orang cukup terkejut akan kedatangan mereka yang terlambat. Dengan sigap, orang-orang asosiasi langsung memasang sebuah penghalang di dekat munculnya dungeon barusan. Walau tempat itu sudah tidak ada dungeon lagi, tapi pancaran Mana yang sangat kecil dari portal itu masih terasa, dan tempat itu akan dijaga terus hingga energi sihir dari portal itu menghilang.
Karena ada banyak kejadian di mana muncul portal dua kali di tempat yang sama dan kemunculan kedua portal itu, terjadi retakan dengan cepat dan memunculkan banyak monster yang berkeliaran di sekitar masyarakat. Demi mencegah kejadian sama terulang, pihak pemerintahan telah berhasil menciptakan berbagai macam alat penanganan untuk kemunculan dungeon, jika hal seperti ini terjadi lagi.
Mendengar perintah itu, semua bawahan pria itu langsung bergerak dan ia melihat dua orang yang memiliki energi sihir yang hebat di sana, dan ia segera menghampiri kedua orang itu.
"Salam Tuan Arya Panjaitan," sapa pria itu sembari memberikan hormat padanya.
Arya membalas salam darinya dan aku mendengar semua percakapan mereka mengenai portal barusan.
"Jadi bukan Anda yang menyelesaikan dungeon ini ya. Dan baru kali ini aku mendengar, ada portal menolak orang yang Terbangkitkan masuk selain orang biasa."
"Begitu pun aku juga terkejut mengetahuinya. Aku tak menyangka baru mengalami hal ini, mungkin sudah banyak hal seperti ini terjadi tapi belum dipublikasikan sepenuhnya oleh dunia," ucap Arya.
"Yang dikatakan Anda benar, mungkin hal ini sudah sering terjadi tapi belum jadi pusat perhatian sepenuhnya oleh pemerintahan dunia. Jadi... siapa orang yang menyelesaikan dungeon ini?"
Saat pria dari asossia itu bertanya kepadanya, Arya berbalik dan melirik ke arahku. Lirikannya diikuti oleh pria itu.
"Maksud Anda, apa dia orangnya?"
Arya hanya mengangguk saja dan katanya hal itu tidak terbantahkan lagi olehnya, sebab ia sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri.
"Kalau anak muda ini yang menyelesaikannya, berarti dia orang paling muda yang mencapai rank tinggi nantinya dalam sejarah," pikir pria berjas hitam itu dan meminta anak buahnya membawakan sebuah alat kepadanya. "Kalau Anda tak keberatan, apa kami bisa memeriksa diri Anda dengan 'HID'?"
Saat mendengar itu aku sedikit terkejut, sebab HID adalah singkatan dari "Hunter Identity Detector". Di mana alat ini mendeteksi identitas data dasar setiap Venandi dan Protector yang sudah terdaftar di asosiasi biro keamanan.
Dan data dan identitas mereka sebagai seorang Venandi atau pun Protector, sudah dikonfirmasi sebagai hak orang yang sudah Terbangkitkan sepenuhnya. Cara alat ini mendeteksi setiap orang yang Terbangkitkan melalui sidik jari dan jejak Mana miliknya yang tertinggal dalam sebuah batu Kristal Mana yang berkualitas tinggi saat dirinya dites sebagai orang yang telah Terbangkitkan sepenuhnya di asosiasi.
Saat HID sudah mendeteksi identitas suatu orang yang Terbangkitkan, maka alat ini akan menampilkan data target ke sebuah layar kecil dan bentuk alat ini menyerupai tablet gadget. Cara kerja alat ini, aku hanya perlu meletakkan tanganku di atas tablet ini dan alat ini akan mendeteksi sidik jariku, dan menyesuaikannya dengan data yang sudah ter-save di asosiasi dengan HID.
Pria dari asosiasi ini menarik kembali HID miliknya dan mengamati data yang ditampilkan alat tersebut.
"Maaf aku tidak sopan, Tuan Panjaitan. Apa memang anak muda ini yang menyelesaikan dungeon ini?"
Tampak wajah sedikit kaget dari pria itu saat melihat data milikku melalui HID itu.
__ADS_1
"Itu memang benar. Aku sudah melihatnya sendiri, di saat murid-muridku berlari keluar menyelamatkan diri, cuma dia saja yang tersisa di dalam dungeon terdistorsi dan menyelesaikan dungeon itu seorang diri."
Mendengar itu membuat pria ini semakin terkejut, bukan cuma dia saja bahkan orang-orang yang berada dekat pria asosiasi ini juga sangat terkejut dan langsung memandangi diriku dengan ekspresi tidak percaya.
"Nama Anda... Arkha Peteng, kan?"
"Iya, itu namaku," jawabku sembari menangguk.
"Berdasarkan data laporan Anda saat memasuki dungeon, yaitu Anda telah memasuki dungeon Rank-F tiga puluh tujuh kali selama Anda Terbangkitkan, dan dungeon Rank-E sepuluh kali, lalu dungeon Rank-D tiga kali. Berdasarkan data penjelajahan Anda saat memasuki dungeon, rata-rata Anda memasuki dungeon Rank-F ke atas selalu bersama party. Jadi aku ingin menanyakan sesuatu..., apa memang benar bahwa Anda sendiri menyelesaikan dungeon ini? Dungeon ini sudah dikonfirmasi barusan dan rank-nya yaitu B. Ditambah lagi... Anda juga salah satu orang yang selamat saat insiden di Universitas Sanjaya, apa Anda orang yang menyelesaikan dungeon yang tiba-tiba muncul itu?"
Berbagai macam pertanyaan dilontarkan kepadaku. Kali ini aku tak bisa menghindar lagi, dan tatapan curiga pria ini mulai menusukku.
"Iya, itu memang benar."
Mendengar itu membuat pria dari asosiasi menatap anggotanya, tampak mereka saling mengangguk. Seketika orang-orang asosiasi biro keamanan ini, mendatangiku dari berbagai arah dengan tatapan sedikit tajam.
"Kayaknya aku membuat mereka khawatir," pikirku.
Sekelilingku sudah banyak orang-orang berpakain serba hitam dan menutup berbagai jalan untukku. Arya yang mengerti situasi ini mundur dari jangkauanku.
"Tampaknya anak ini orang yang berbahaya, tapi...," pikir Arya sembari menatap diriku dengan seksama. "Dia orang yang sangat menarik, pasti Master sangat menginginkan orang seperti ini."
Setelah beberapa saat keheningan sejenak dan penuh ketegangan itu, pria yang memimpin orang-orang asosiasi datang ke sini bertanya kepadaku sekali lagi :
"Berdasarkan data yang sudah dikonfirmasi dari asosiasi biro keamanan, bahwa Anda ini seorang Venandi Rank-F dan sampai sekarang peringkat Anda juga masih F. Tapi, berdasarkan bukti dan pengakuanmu, itu berarti kamu telah menyembunyikan kekuatanmu selama ini?"
Aku hanya mengangguk saja untuk menjawab pertanyaan itu, dan mereka mulai bersiap-siap menahan diriku dengan berbagai alat yang disediakan. Walau pikir mereka, alat ini belum tentu menahan seorang pemuda yang berpotensi menjadi pilar negara.
"Sejak kapan Anda menyembunyikan kekuatan ini?" Tanya pria asosiasi itu. "Kamu bisa dicurigai sebagai 'Orang palsu' jika menyembunyikan kekuatan sebesar itu dengan status rank yang tak sesuai dengan kekuatanmu, dan kamu juga akan ditahan atas pelanggaran memalsukan data yang kau berikan ke asosiasi."
Aku menjelaskan kepada mereka mengenai kekuatanku dan tidak semua sih, termasuk rahasia mengenai "Heredis". Aku mengatakan kepada mereka bahwa, aku mendapatkan kemampuan sebesar ini semenjak insiden "Dungeon Parasite" itu.
"Begitu ya, kalau gak salah, Anda orang yang terakhir berhasil diselamatkan waktu itu," ucap salah satu dari mereka.
"Baiklah, dengan ini kamu dibebaskan atas curigaan sebagai 'Orang palsu', tapi kamu harus ikut dengan kami untuk memperbarui status Venandi-mu itu. Kami tak ingin orang-orang khawatir atas kehadiran orang yang selalu menyembunyikan kekuatan sebenarnya dari publik," jelas pria asosiasi itu.
Aku hanya menuruti keinginan mereka dan mengikuti mereka menuju ke kantor pusat asosiasi biro keamanan. Saat berjalan ke arah mobil asosiasi, aku mendengar berbagai hal dari mulut orang-orang asosiasi ini dan para mahasiswa yang berada di sini. Mereka membicarakan mengenai "Anak Dewa" atau orang yang biasa disebut sebagai "Inkarnasi".
"Tak kusangka negara kita telah melahirkan seorang Inkarnasi."
"Aku dengar kekuatan orang-orang ter-Inkarnasi sangatlah hebat katanya, mampu melebihi para Rank-S mana pun."
"Hal itu sudah jelas, orang-orang dari '4 pilar Bumi', mereka semua orang-orang yang sudah ter-Inkarnasi. Dan mereka semua sangat hebat, bahkan mampu menyelesaikan dungeon Rank-S dalam waktu singkat."
Berbagai hal ucapan-ucapan dilontarkan mengenai orang yang mendapatkan "Berkah" lagi dari dewa. Sehingga kekuatan orang tadinya sangat lemah, sekarang ia bisa memanjak dinding yang dulunya sangat mustahil dipikirannya.
"Jadi anak itu benar-benar seorang Inkarnasi ya. Aku harus membawa dia guild secepat mungkin, sebelum orang-orang dari '4 pilar Bumi' mendengar kabar ini," pkir Arya yang sedikit cemas. "Mereka akan melakukan apa pun untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, dan hal ini bisa dihindari jika orang yang ter-Inkarnasi sudah terikat sebuah guild atau organinasi yang berkaitan dengan pemerintahan. Sebab '4 pilar Bumi' adalah suatu kelompok mutlak yang tidak bisa ditentang siapa pun oleh pemerintahan dunia, karena merekalah fondasi utama untuk perlindungan planet kita ini. Dan tidak ada siapa pun tahu lokasi pusat markas mereka dan cabang markas mereka sudah tersebar diseluruh penjuru dunia. Jadi mata dan telinga mereka ada di mana-mana dan tidak ada yang tahu seperti apa mereka menjalani kehidupan bermasyarakatnya. Karena mereka sangatlah tertutup maka... kami sangat minim informasi mengenai mereka dan selalu waspada terhadap perkumpulan mereka juga."
Setelah banyak kecemasan yang dipikirkan Arya, ia memutuskan untuk mendapatkan pemuda bernama Arkha dan siap menyerahkan segalanya demi kejayaan guild-nya.
...•••...
...•••...
Sesaat sampai di suatu tempat kantor pusat asosiasi biro keamanan...
Brek!
Berbondong-bondong mobil hitam dengan logo asosiasi di sampingnya. Mereka turun secara beramai-ramai dan memandu seorang yang berjalan di tengah-tengah mereka. Ini dilakukan untuk mencegah pemuda ini berbuat macam-macam.
Orang-orang dari luar kantor dan di dalam sangat terkejut melihat akan hal ini, dan mereka semua minggir dengan cepat karena tampaknya suasana di sekitar orang-orang asosiasi itu sangat tegang.
"Baru kali ini aku melihat tim keamanan dari asosiasi sebanyak ini hanya untuk mengawal satu orang saja, apalagi orang itu sangatlah muda."
"Menurutmu apa pemuda itu punya masalah dengan asosiasi?"
"Tampaknya iya, melihat hal ini... mungkin tak bisa dihindari lagi dari mata asosiasi. Dengan wajah muda yang polosnya, siapa sangka bahwa dia seorang yang sangat diawasi oleh asosiasi, mungkin dia orang yang berbahaya."
Ada banyak ucapan dan pertanyaan dari mereka. Ada banyak macam-macam orang datang ke pusat asosiasi biro keamanan, selain memperbarui status Venandi dan Protector mereka, ada juga layanan untuk permintaan bantuan bagi masyarakat biasa untuk masalah dungeon yang muncul di sekitar pemukiman mereka, dan biaya kerusakan akan ditanggung pemerintahan jika terjadi retakan yang mengakibatkan kekacauan di sekiar pemukiman.
__ADS_1
Saat berjalan, rasanya dadaku sedikit sesak. Bukan karena mereka mengelilingiku, tapi karena tempat inilah yang membuatku sangat marah ketika mengingat kejadian dua tahun lalu.
"Tak kusangka, aku harus menginjakkan kakiku lagi ke tempat busuk ini."