
Dua bulan pun berlalu....
Pukul 06.43
"Hehehe, apa pendapatmu, Yujin sayang. Kali ini aku menangkapmu yang berusaha mencuri formula rahasiaku, hehe. Ini sungguh ironi bukan."
"Sayang sekali aku tidak tahu. Kau tahu, Yujin, tidak lahir dengan ironi."
"Oh, ironi ganda...." Langsung ditangkap.
"Tiga ironi Sheldon. Walaupun kamu menangkap Tuan Yujin yang mencoba mencuri formulamu, aku masih di sini untuk menuntut kejahatanmu, jadi ini seperti ironi di atas ironi."
"Heh*...." Sheldon menghela napas dan capek dengar ocehannya.
(Ini lagi sedang nonton cartoon di TV.)
Aku melihat kedua Adikku yang asik menonton TV setelah selesai menyantap sarapannya.
"Heh, kalian belum pergi?"
"Tunggu dulu, Kak. Lagi seru nih," kata Rena.
"Kak Susan akan datang menjemput kita," kata Reno.
"Susan?"
Tok... Tok... Tok....
Tiba-tiba aku mendengar suara ketukan pintu dari luar, aku pun langsung ke sana dan membukanya.
"Susan...."
"Oh, kamu ya, kali ini aku datang untuk...." Tiba-tiba berhenti sembari melirikku dari atas hingga bawah. "Kamu benar-benar tambah tinggi ya."
"Heh, begitu ya, hehe...."
Belakangan ini aku sering melakukan quest harian serta sering menyelesaikan quest tantangan dari sistem, bahkan sekarang level-ku sudah 30.
"Dan... apa-apaan ini tidak pakai baju, apa kamu lagi sedang pamer."
"Huh, eh iya, maaf, aku akan masuk ambil baju. Soalnya, aku habis olahraga."
"Wow, apa-apaan tubuhnya itu, benar-benar... bagus."
Aku langsung masuk kembali ke rumah dan mengambil bajuku, sekalian memberitahu si kembar bahwa orang yang menjemputnya sudah datang.
Setelah Susan dan si kembar pergi, tiba-tiba muncul jendela informasi.
[Quest tantangan :
Selesaikan semua dungeon Rank-D yang berada sejauh 217 meter dari sini.
Jumlah dungeon yang harus diselesaikan:
Dungeon Rank-D (0/7)
Reward :
- Kamu akan mendapatkan jumlah EXP yang banyak.
- Meningkatkan satu poin setiap status
- Mendapatkan skill khusus
Hukuman :
None (Tidak ada hukuman sama sekali jika kamu gagal menjalankan quest.)]
"Seperti biasa quest tantangan sebelum-sebelumnya, aku hanya selalu disuruh menyelesaikan dungeon Rank-D ke bawah dengan reward yang sama. Tapi, kali ini reward-nya berbeda ada skill khusus bisa kudapatkan jika selesai."
Tanpa pikir panjang aku langsung ke sana dengan AGI-ku yang cukup tinggi, aku hanya cukup berlari ke sana tanpa harus kelelahan.
...•••...
Sesaat sampai di sana....
Quest ini mengarahkan aku ke suatu tempat yang mana cukup ramai dijadikan tempat piknik banyak orang, tepat berada dekat sungai yang tenang dan di seberangnya ada hutan.
Aku mengambil jalur lain agar tidak dilihat orang-orang saat memasuki hutan itu.
"Akhirnya bisa masuk ke hutan ini."
Aku masuk lebih dalam lagi dan tidak ada tanda-tanda bahwa aku tiba-tiba masuk ke sebuah dungeon, pikirku dungeon tanpa portal ini berarti buatan sistem itu sendiri untukku. Aku tidak tahu apa alasannya, tapi yang jelas ini membuatku semakin berkembang.
Karena tak menemukan dungeon-nya sama sekali, aku mencoba menggunakan "Penglihatan batin" dan melihat berbagai arah.
"Heh! Apa itu? Kenapa ada Mana terkumpul pada satu tempat?"
Aku langsung berjalan mengikuti arah Mana ini, saat sampai di sana aku langsung dibuat terkejut.
"Itu kan... 'Hidden Dungeon!'"
"Hidden Dungeon" biasanya muncul secara tiba-tiba dengan jumlah Mana yang sangat sedikit, tidak seperti dungeon pada umumnya yang memiliki portal besar, kalau "Hidden Dungeon" sebaliknya yaitu portalnya kecil.
Biasanya "Hidden Dungeon" berpotensi terjadinya terus-menerus retakan sebab keberadaannya sangatlah tipis, sehingga diukur dengan alat pengukur Mana milik pemerintah belum mendeteksi sepenuhnya keberadaannya.
Biasanya rata-rata hanya orang Terbangkitkan yang memiliki kepekaan terhadap Mana bisa mendeteksinya, atau orang yang memiliki skill tipe sensor seperti "Penglihatan batin" milikku ini.
"Jadi ini benar-benar 'Hidden dungeon.'"
Aku mendekati portalnya dan memasukinya.
[Kamu telah memasuki dungeon Rank-D.]
__ADS_1
"Hah!"
Tiba-tiba aku berada di suatu tempat semacam gua, tapi tempat ini terasa lembab dan agak dingin.
Saat berjalan masuk lebih dalam, tiba-tiba muncul sesuatu dari depan sana.
Grrrrghh...!
"Akhirnya, penghuninya keluar."
Aku melihat ada lima monster dengan tinggi dua meter lebih, tubuh mereka ditumbuhi rambut yang sangat tebal dan mereka berjalan dengan dua kaki.
[Hanufoot
Level : 15.]
"Melawan musuh dengan mengandalkan jumlahnya, sangat merepotkan bagiku, Norum!"
Seketika sesuatu yang hitam keluar dari tubuhku dan membentuk serigala.
"Grrh...!"
"Baiklah Kawan, saatnya kita berburu."
Aku langsung mengeluarkan "Belati taring putih" dari inventori.
"Grrh... hoarghh...!"
Set!
Set!
Grrrrghh..! hoarrggh...!
Slah! Slash! Crak...!
"Satu berhasil tumbang."
"Hoarghh..! harp...!"
Aku melihat Norum bertarung dengan gesit melawan kedua monster itu, dia berhasil menggigit dan menjatuhkan salah satunya setelah itu, dia langsung mencakarnya dan mencabiknya hingga mati. Norum melakukan hal yang sama ke satunya lagi tanpa menggunakan skill miliknya.
Grrrrghh...!
"Masih ada dua lagi...."
Set!
Slash! Slash!
Crak...!
Dua monster sisanya berhasil aku bunuh.
"Hm, level-ku naik lagi."
Setelah selesai di sini, aku memandang sekitar dan mayat monster itu.
"Kurasa bakalan memakan banyak waktu untuk menyelesaikan quest-nya. Baiklah, ayo Kawan, kita harus menyelesaikan ini."
"Grrh... guk...."
Kami langsung melanjutkan penjelajahan di dungeon ini, sampai mengalahkan boss-nya dan melanjutkannya lagi di dungeon berikutnya.
...•••...
...•••...
Di sisi lain....
Di suatu tempat salah satu kantor cabang dari guild "Si Jago Merah"....
"Ketua! Ketua...!"
(Rian Kasim - Ketua dari salah satu kantor cabang.)
"Ada apa? Kenapa kamu begitu panik."
"Kita mendapatkan laporan dari seseorang, katanya dia melihat ada banyak portal kecil di dalam hutan dekat sungai yang banyak orang piknik hari ini."
"Di situ ya, ini di luar wilayah kekuasaan guild kita. Tapi... nyawa orang-orang dalam bahaya kalau tidak segera ditangani, perintahkan Grup A untuk ikut denganku ke sana."
"Apa! Ketua yang langsung ingin ke sana?"
"Kenapa, apa ada yang salah? Kali ini aku ikut karena... punya firasat menarik hari ini."
"Seperti biasa Ketua akan bilang begitu."
"Jangan banyak bicara lagi, cepat minta semuanya berkumpul."
"Siap, Pak!"
Orang itu langsung pergi dan memanggil semua anggota guild-nya.
...•••...
Mereka telah sampai di lokasi yang dilaporkan....
Orang-orang yang lagi sedang piknik, tiba-tiba mereka melirik ke sekumpulan orang dengan perlengkapan tempur mereka.
"Apa ada dungeon di sini?"
"Kurasa begitu."
__ADS_1
"Kalau dilihat-lihat, tampaknya mereka dari Guild 'Si Jago Merah'."
Berbagai bisikan dan ucapan dari orang-orang yang memandang mereka. Salah satu anggota guild maju dan berbicara kepada mereka semua:
"Kumohon tenanglah semuanya, kami datang ke sini untuk memeriksa apakah ada dungeon yang muncul di daerah sini...."
"Seperti biasa, Harun pandai mengendalikan suasana," kata Ketua.
Sesaat mereka memasuki hutan itu, mereka langsung menyebar dan mencari portal dungeon dari berbagai di hutan ini.
"Bagaimana, apa kalian menemukan portalnya?" Tanya ketua.
"Kami belum menemukan jejak-jejak kemunculan portal itu."
"Aku juga telah menelusuri bagian terdalam dan tidak menemukan apa pun."
"Hmm, begitu ya. Harun, kamu bilang banyak portal kecil di sini kan."
"Iya, Ketua, berdasarkan laporan orang melaporkan, katanya dia lagi jalan-jalan ke hutan ini dan tak sengaja melihat ada banyak portal kecil bermunculan secara bersamaan."
"Berarti ini 'Hidden Dungeon,' semuanya mundurlah aku akan mencari keberadaan portal itu dengan skill-ku."
Sang ketua Rian menundukkan badannya dan meletakkan satu telapak tangannya di tanah.
"Penghubung alam...."
Seketika seluruh indra Ketua Rian tiba-tiba menjadi tajam dan peka, konon katanya dia lagi sedang menghubungkan seluruh indranya ke setiap alam di sekitarnya.
"Jadi ini skill sensor milik Ketua, benar-benar hebat."
Semua anggotanya diam dan kagum melihatnya sedangkan di sisi lain, Rian sedang fokus mencari jejak Mana yang terkumpul membentuk portal.
"Aku menemukannya...."
Setelah menemukannya dia langsung mengangkat tubuhnya dan berdiri lurus.
"Apa Ketua telah menemukannya?"
"Aku menemukan satu dan jaraknya tidak jauh dari sini. Ayo cepat, ikuti aku."
Mereka langsung bergegas menuju portal yang sudah ditemukan.
Sesaat sampai di sana....
"Itu portalnya, ayo kita cepat masuk...."
"Tunggu dulu!"
"Ada apa Ketua?"
Tiba-tiba muncul seseorang dari portal itu dengan memakai hoodie, setelah orang itu keluar tiba-tiba portalnya ikut menghilang juga.
"Kurasa kita ke duluan orang lain," ucap ketua sembari maju ke depan. "Maaf Tuan, apa kamu yang menyelesaikan semua 'Hidden Dungeon' yang ada di sini?"
Pria itu hanya diam saja dan menatap mereka dengan tatapan kosong.
"Woi! Ketua lagi sedang bertanya kepadamu!"
"Tenanglah Tomi...."
Tiba-tiba pria diam itu bergerak dan menggumamkan sesuatu:
"Jalan bayangan...."
Seketika pria itu menghilang dan membuat semua orang guild kebingungan, dan langsung mempersiapkan diri melawannya.
"Ketua! Hati-hati pasti dia seorang Assassin rank tinggi!"
Mereka dengan cepat membentuk formasi dan sembari melindungi ketua mereka.
Seketika suasana menjadi hening dan hanya detak jantung berdetak kencang terdengar masing-masing dari mereka.
"Semuanya sudahlah, dia sudah pergi dari tadi."
"Apa maksud Anda, kalau kita lengah bisa-bisa kita dibunuh dalam sekejap olehnya."
"Soalnya dia sudah di luar hutan ini, tiba-tiba aku merasakan Mana miliknya berada di luar sana."
"Begitu ya...."
Seketika mereka kembali tenang.
"Apa-apaan orang itu!"
"Jadi Ketua, kita harus apa?"
"Ya... kita harus kembali dan beritahu orang-orang piknik bahwa dungeon-nya sudah selesai."
"Saat memberitahu mereka bahwa dungeon-nya berhasil diatasi, maka reputasi guild kita akan naik. Sebenarnya, ini agak curang sih bagi kita," ucap Harun
"Siapa suruh orang itu main pergi saja, padahal ketua sudah bertanya kepadanya tapi malah pergi begitu saja!" Ucap Tomi yang lagi kesal.
Setelah berurusan dengan dungeon ini, mereka langsung keluar dari hutan ini, saat mereka keluar orang-orang sudah berkumpul melihat mereka.
Para anggota guild ini memberitahukan bahwa seluruh timnya berhasil mengatasi dungeon-nya, dengan semangat para warga menyorakinya dan bertepuk tangan kepada anggota guild "Si Jago Merah."
"Ada apa Ketua, kenapa kamu hanya diam saja?"
"Tidak, tidak apa-apa."
Terlihat Ketua Rian memikirkan pria muda yang barusan ditemuinya.
"Entah kenapa aku merasakan keberadaan yang kuat dari pria itu, dan Mana yang kurasakan darinya saat berhadapan secara langsung, sangatlah kuat dan mencekam." Tanpa sadar salah satu tangannya gemetar dan melihat tangannya itu. "Aku harus ketemu orang itu lagi dan merekrutnya masuk ke guild kita."
__ADS_1