
Bola itu semakin dekat dan aku hanya menutup mata.
Bom!!
Setelah menutup mata cukup lama, akhirnya aku membukanya secara perlahan.
"Eh? Aku tidak mati?"
Aku langsung berbalik dan melihat boss monsternya, tampak harimau itu mengarah ke tempat lain bukan ke arahku, aku pun mengikuti arah pandangnya.
"Tunggu dulu, bukannya... aku harusnya di situ ya?"
Aku terkejut melihatnya, bahwa arah serangan bolanya harusnya mengenai diriku, tapi tiba-tiba aku berpindah tempat. Sekarang aku berada di tempat yang seharusnya partnerku ada di sini.
"Kalau aku ada di sini berarti dia..."
Terlihat sekumpulan asap tebal akibat ledakan bola energi harimau itu.
[HP.P : 14730/25300.]
"Tak kusangka serangannya menguras setengah HP-nya, Kawan...!"
Terlihat partnerku bangkit dan mengibaskan seluruh bulunya untuk menyingkirkan debu serta tanah yang menempel padanya.
"Tampaknya, dia baik-baik saja, tapi tetap saja, pasti sangat sakit."
[Bertukar Jiwa (Aktif) (Level : 1)
Kemampuan berpindah posisi dengan sang partner dalam jarak tertentu.
Penggunaan 50 poin Mana persatu kali pakai.
Cool down : 10 detik.]
"Eh, skill baru. Jadi, ini penyebab aku bisa langsung ke sini."
Hoarrghh...!
Bosnya tidak tinggal diam, dia langsung maju ke arahku dan memulai serangan pertamanya.
"Sudah dimulai ya...."
Hoarrghh...!
Harimau itu semakin mendekat dan langsung melompat ke arahku.
"Kawan! 'Bertukar jiwa.'"
Chin!
Partnerku langsung berada di depan harimau itu dan langsung menyerang dengan menggigit lehernya.
"Goarrhh..! Hap...!"
"Bagus!"
Set!
Aku langsung berlari ke sana.
"Inventori!"
Aku mengambil belati dan bersiap menyerangnya.
Harrhhh..! Hoarrghh..!!
Harimau putih semakin memberontak dan mencoba melepaskan diri dari cengkraman partnerku.
Aku langsung melompat tepat ke arah kepalanya dan menyerangnya.
Treek!
Tusukan belati milikku tepat di dahinya, yang di situ ada bola hijau yang mulai retak akibat tusukan yang kuberikan.
Grrr..! Hoarrghh..!!
Tiba-tiba harimau itu semakin meronta dan berhasil lepas dari cengkraman gigitan partnerku dan aku terlempar dari atas kepalanya, tapi dengan cepat partnerku datang kepadaku dan aku langsung berada di atas punggungnya.
"Terima kasih, Kawan."
"Grrh...."
Tampak bosnya mulai kehilangan kendali, seluruh Mana terkumpul pada dirinya dan seketika seluruh benda berkilau pada tubuhnya memancarkan cahaya.
Cahaya itu terkumpul dan menembaknya ke arah kami.
Beam!
"Awas, Kawan!"
Aku dan partnerku berhasil menghindar, tampak benda berkilau di tubuhnya melancarkan serangan secara membabi-buta. Kami pun terus berlari dan menghindar dari serangan acaknya itu, aku menunggangi partnerku.
Seketika serangannya berhenti dan tampak harimau putih itu terengah-engah.
"Tampaknya, ini kesempatan kita, Kawan..!"
Kami saling menatap satu sama lain dan tampaknya dia mengerti apa yang aku rencanakan sebab kami ini satu jiwa. Partnerku langsung berlari ke arah harimau itu.
Dia terus berlari ke sana dan harimau itu menyadarinya.
Hoarrghh...!!
Harimau itu langsung membuka lebar mulutnya, tampaknya dia ingin menyerang dengan bola energinya lagi. Partnerku tidak menghiraukan ancaman di depannya, dia terus maju dan langsung melompat ke harimau itu.
Bosnya pun bersiap menembakkan bola energinya.
Tapi, semuanya sudah dalam rencana kami.
"Bertukar jiwa!"
Chin!
Aku langsung berada tepat di depan harimau itu.
"Terima ini!!"
__ADS_1
Shut!
Aku langsung melempar belatiku ke arahnya.
Dan...
Treek!
Belatinya berhasil tertancap dan menghancurkan bola hijau yang menempel di dahinya.
Harrhhh...!!!
Seketika bosnya semakin kesakitan.
Set!
Partnerku berlari ke arahku dan menangkapku lalu membawaku menjauh dari monster besar.
"Grrh...."
"Iya, aku harap ini berhasil."
Harrhhh...!!!
Raungan kesakitannya membuat dungeon bergetar hebat dan terlihat harimau itu tidak bergerak lalu tumbang.
[Selamat, kamu telah mengalahkan Bos dungeon "Maung bodas - The kingdom guardian".]
[Level up]
[Level up]
"Wow, aku naik level lagi dan partnerku hanya naik dua level, karena skill pasifnya maka level-nya juga cepat naik, walau EXP dibutuhkan sangat banyak kalau level sudah tinggi. Bikin iri saja."
[Quest tantangan : Selesai.]
[Reward akan diberikan.]
[Level up]
[Level up]
[Level up]
[Karena Bos dungeon telah dikalahkan, maka portal keluar akan dimunculkan.]
Seketika muncul portal dekat kami.
"Baiklah, mari kita keluar, Kawan."
"Grrh... guk!"
"Hmm, menggonggong? Oh iya, anjing dan serigala kan satu nenek moyang."
Saat ingin melangkahkan kaki ke portal, aku menghentikan sejenak langkahku dan melihat Harimau putih yang sudah mati itu.
"Rajamu telah lama meninggalkan dirimu, tapi kamu dengan setia menjaga tempatnya saat dia hidup. Aku sangat menghormatimu, terima kasih atas pengalaman yang kau berikan."
Setalah berkata begitu aku langsung keluar dari portal itu, sesaat keluar dungeon bergetar dan mengalami keruntuhan.
Saat berada di tengah hutan....
"Fiuh*, akhirnya bisa juga keluar. Baiklah mari kita cek status...."
[Nama : Arkha Peteng
Job : ...
Umur : 20 tahun
Level : 22
Jenis kelamin : laki-laki
STR : 156 INT : 43
AGI : 66 DEX : 28
VIT : 100 LUK : 23
HP : 16000/ 16000
MP : 430/ 430
SP : 7
Skill :
- Berkah Dewa (Pasif)
Kemampuan yang di dapat setelah "Terbangkitkan", ini akan memperkuat fisik berkali lipat.
- Penglihatan batin (Aktif) (Level : 1)
Kemampuan yang memfokuskan ke mata dan bisa melihat apa pun dan mengartikan sesuatu tulisan yang tidak diketahui. Efek sampingnya semakin lama digunakan akan membuat mata sakit dan bisa saja terjadi kebutaan kalau semakin dipaksakan.
Penggunaan satu poin Mana perdetik.
Cool down : None.
- Bertukar Jiwa (Aktif) (Level : 1)
Kemampuan berpindah posisi dengan sang partner dalam jarak tertentu.
Penggunaan 50 poin Mana persatu kali pakai.
Cool down : 10 detik.]
"Aku dapat bonus kenaikan dua poin setiap status dan SP-ku mungkin aku simpan saja dulu nanti. Baiklah, saatnya melihat status partner...."
[Nama : ... (Belum diberi nama)
Evolusi : ... (Belum berevolusi)
Level : 31
__ADS_1
Jenis kelamin : Jantan
STR : 255 INT : 142
AGI : 165 DEX : 127
VIT : 198 LUK : 122
HP : 26000/ 26000
MP : 1430/ 1430.
Skill Partner:
- Ikatan Jiwa (Pasif)
Kemampuan untuk memberikan EXP dua kali lipat untuk sang partner. Partner akan tetap dapat EXP walau tidak dipanggil.
- Kesetiaan (Aktif)
Sang partner mengorbankan HP dan MP nya, untuk memulihkan seluruh HP dan MP mu. Kamu bisa menolak pemberiannya, kemampuan ini akan aktif secara otomatis jika HP-mu dibawa 30% dan MP-mu dibawa 10%.]
"Hm, semua statusnya ikut bertambah jika statusku juga bertambah, ada apa Kawan?"
Seketika partnerku menggeram ke arah kegelapan di belakangku.
"Grrrh... guk!"
Tampaknya dia melihat sesuatu, aku pun memakai "Penglihatan batin" untuk mengetahui sesuatu di sana.
Saat diperhatikan sesuatu seperti manusia yang jalannya kayak orang mabuk berat dan aku juga melihat titik merah di lehernya.
"Begitu ya, jadi dungeon ini benar-benar mengalami retakan."
Setelah mengetahuinya kami pun langsung bergegas ke sana.
Saat sampai di sana, aku dibuat terkejut dengan pemandangan mengerikan ini.
"Jadi ini... semua orang yang hilang itu?!"
Tampak semua orang telah menjadi mayat hidup dalam sebuah lubang besar, terlihat mereka ingin keluar dari sana.
"Haruskah aku membasmi mereka?"
Aku ingin sekali membasmi mereka, tapi di sisi lain aku tak ingin orang-orang mengetahui dan bertanya sedang apa aku di hutan ini. Jadi, keputusan terbaik melaporkan hal ini pada asosiasi biro keamanan, biarkanlah mereka mengurusnya.
Sesaat ingin pergi tiba-tiba aku melihat sebuah tas dengan foto, aku pun mendekati tas itu.
"Foto ini kan...."
Aku terkejut melihat orang yang tidak asing bagiku di foto ini tampak seorang pemuda berfoto dengan pria tua, dan pria tua itu adalah bapak taksi yang mengantarku kemari.
Tanpa pikir panjang aku langsung membawanya dan di sisi lain aku bingung.
"Kenapa aku harus membawa benda ini. Tapi, perasaanku mengatakan untuk membawa keluar tas ini dengan selamat."
Sesaat berlari keluar dari hutan, aku meminta partnerku kembali ke dalam tubuhku dan dia langsung menghilang begitu saja.
Aku berhasil keluar dan terlihat langit masih senja, aku turun ke bawah dan melihat ada mobil taksi di sana serta orang yang duduk sembil merokok.
Aku langsung menghampirinya karena butuh tumpangan untuk pulang.
"Bapak!"
Aku terkejut karena orang yang mengantar aku ke sini ternyata ada di sini juga.
"Oh, Mas, sudah keluar ya."
"Bapak, kenapa ada di sini?"
"Aku menunggu Mas, keluar. Takutnya Mas, tidak keluar-keluar maka aku bisa langsung memanggil bantuan. Oh iya, apa itu tas kamu?"
Dia menatap tas yang aku bawa, tampak raut wajah sedih terpampang darinya.
"Oh ini...." Aku langsung memberikannya.
Bapak itu menerimanya, saat mengecek tas itu tampak bapak itu ingin menangis.
"Tas ini kan... tak mungkin...!" Tiba-tiba air matanya jatuh dan membasahi kedua pipinya.
"Apa itu tas milik anak Bapak?" Tanyaku.
"Iya, ini tas Putra saya. Dia masuk ke hutan ini dan tak kembali," ucapnya dengan air matanya semakin deras jatuh.
"Maaf, cuma ini yang hanya aku temukan."
"Tidak apa-apa, mungkin dia sudah--"
"Sebenarnya dia belum mati!" Kataku yang memotong kalimatnya.
"Apa maksud, Mas?"
"Sekarang dia mengalami sesuatu yang mengerikan, yang jauh lebih menyakitkan dari kematian."
Bapak itu kaget mendengar pernyataanku barusan.
"Aku butuh batuan, Bapak," pintaku.
"Katakan saja, apa yang bisa aku bantu?"
"Aku butuh bapak, pergi ke asosiasi biro keamanan untuk memberitahukan bahwa ada monster dungeon berkeliaran di hutan ini..."
Bapak itu diam kaku dan sulit mempercayainya, tapi dia mengiyakan permintaanku.
"Satu hal lagi, tolong jangan bilang ini informasi dariku."
"Jangan khawatir, Mas. Aku tak pernah mencari identitas para pelangganku. Kalau begitu, Mas, silahkan naik aku akan mengantar Mas ke tempat tujuan."
"Tapi... Pak, aku tidak punya uang yang cukup untuk membayarnya sampai ke rumah."
"Tidak apa-apa, Mas, sudah membayarnya dengan mengembalikan barang Putraku."
"Baiklah."
Aku pun langsung menaiki taksinya dan segera pulang ke rumah, kalau bukan bapak ini yang mengantarku maka aku akan naik taksi orang lain, dan hanya sampai di tengah jalan saja aku bisa membayarnya setelah itu melanjutkannya dengan berlari sampai di rumah.
__ADS_1
Entah kenapa kejadian ini mengingatkanku dengan kecelakaan Ayah dan Ibu, di mana pihak berwenang mengabaikan kecelakaan orang tuaku dan sekarang kejadian orang hilang di hutan ini tidak ada berita sama sekali di tampilkan. Kuharap asosiasi mau mendengarkan permintaan bapak ini, cuma ini yang bisa kulakukan.