Sang Pewaris Dewa Kematian

Sang Pewaris Dewa Kematian
Chapter 26


__ADS_3

Aku maju beberapa langkah dan menguatkan seluruh otot-otot mulai dari kaki hingga perut dan tangan.


Syut! Piuh!


Aku langsung melempar pedang panjang ini ke arah penyihir itu, dengan cepat melaju bagai roket kecil.


Bur...!


Penyihir itu akhirnya beranjak dari tempatnya, ia berhasil menghindari pedang itu dan tertancap kuat di tembok.


Set!


Dengan cepat aku berlari ke arahnya sembari mengangkat kedua tanganku, untuk mengambil kembali semua senjataku dengan skill baru ini yaitu "Psikokinesis."


Setelah mendapatkan kembali belati serta pistolku, aku langsung maju menghadapinya.


Bom! Bom! Bom!


Penyihir itu melancarkan sihir bola api terus-menerus ke arahku, tapi aku berhasil menghindari semua serangannya.


Sesaat sudah semakin dekat dengannya, aku langsung mengarahkan belatiku kepadanya.


Tapi....


Triing...!


"Apa! 'Barrier!'"


Belatiku berhasil ditahan olehnya dengan skill pelindungnya ini.


Penyihir itu langsung mengarahkan tangan satunya ke arahku dan mengeluarkan sekumpulan cahaya panas di tangannya.


"Hoarrghh..!!"


Seketika Norum dengan cepat muncul ke arah belakang penyihir.


"Bertukar jiwa!"


Chin!


Aku langsung bertukar posisi dengan Norum dan langsung mengarahkan pistolku kepadanya.


Dor! Dor!


Ting! Ting!


"Sial! Dia memasang 'Barrier' lagi."


Penyihir itu lebih memilih memasang pelindung lagi dengan tangan satunya dari pada menggunakannya untuk menyerang Norum, dia berhasil menahan seranganku dan Norum secara bersamaan.


Seketika muncul cahaya dari bawah yang membentuk lingkaran sihir.


"Norum!"


"Grrrgh...!"


Aku dan Norum dengan cepat mundur dan menjauh dari penyihir itu, terlihat dia sedang merapal kan sesuatu sembari menancapkan tongkatnya ke tanah.


"Sekarang aku bisa menggunakan skill sekarang dan Norum bisa lepas dari sihir yang mengekangnya. Jadi sihir sebelum dia gunakan pasti menguras banyak Mana miliknya, sehingga dia memutuskan sihir anti-Mana dan sihir pengekangnya itu."

__ADS_1


Seketika lingkaran sihir di bawah kakinya membesar dan memancarkan banyak sekali Mana terkumpul di sana.


"Aku tidak bisa membiarkan dia!"


Aku langsung mengangkat pistolku dan mengarahkannya kepada penyihir itu.


Dor! Dor! Dor!


Ting! Ting! Ting!


"Bajingan ini masih memasang 'Barrier'-nya!"


Karena merasa sesuatu yang bahaya dari lingkaran sihir itu, aku dan Norum langsung maju untuk menyerangnya secara langsung.


Tapi....


Dur...!


Seketika gladiator ini bergetar dan sesuatu muncul dari dalam tanah dengan jumlah yang sangat banyak.


"Itu kan...."


Aku terkejut melihat semua makhluk panggilannya ini, jadi lingkaran sihir besar ini untuk memanggil atau menciptakan banyak Golem dari dalam tanah.


"Kawan, kita akan kesulitan melewati tembok berjalan ini."


"Grrgh...!"


Jumlah dia semakin bertambah dan hampir memenuhi seluruh arena gladiator ini, tidak ada waktu aku dan Norum langsung maju, karena harus menerobos semua Golem ini.


"Kalau begini terus Mana kami akan segera habis!"


Aku terus melawan dan menghancurkan setiap Golem ini, karena belati ini tidak cukup kuat menghancurkan mereka, terpaksa menggunakan tinjuku dan pistol ini ketika keadaanya tidak memungkinkan lagi.


Satu pukulan telak menghantam belakangku dan itu cukup membuat kepalaku sedikit pusing.


"Sial!!"


Bur...!


Aku langsung berbalik dan menghancurkan golem di belakangku ini.


"Tubuhku... mulai semakin lelah."


Aku melirik Norum yang tampak semakin lelah dan terlihat dia sudah tidak bisa menggunakan skill-nya, mungkin Mana-nya sudah mulai habis.


"Kawan!"


Aku memanggil dia untuk kembali ke tubuhku untuk beristirahat, saat Norum berada dalam tubuhku pemulihan dia jauh lebih cepat.


"Sial! Bajingan itu kapan berhentinya!"


Aku memandang penyihir itu yang semakin terus memanggil Golem miliknya, karena situasi tidak menguntungkan... aku langsung berlari mundur hingga ke tembok itu.


"Aku harap ini berhasil."


Dengan cepat aku berlari dan berlari menaiki tembok itu lalu melompat setinggi mungkin.


"Sini, kemarilah!"

__ADS_1


Dengan mengarahkan satu tangan ke depan dan mengaktifkan skill "Psikokinesis," untuk mengambil pedang panjang itu yang tertancap di sana.


Ter... Bur...!


Pedang itu bergetar hebat dan langsung lepas dari tancapannya, lalu melayang ke arahku.


"Hap, dapat...."


Dengan beratnya pedang ini, aku terjatuh dengan cepat sembari mengangkat tinggi-tinggi pedang panjang ini.


"Rasakan ini!!"


Bur...!


Dengan hantaman yang cukup kuat ditambah mengandalkan gravitasi, yang membuat hantaman pedang ini ke tanah sangatlah kuat hingga menghancurkan tanah di sekitarnya sejauh 2 meter.


Karena hantaman keras pedang ini membuat Golem-Golem yang ada di sekitarnya hancur.


Set!


Karena celah terbuka, aku pun langsung berlari ke arah penyihir itu sembari membawa pedang berat ini.


"Jangan menghalangiku!!"


Swoosh..! Bur...!


Golem-Golem ini terus saja jadi penghalang dan aku terus mengayunkan pedang panjang ini, dan berat pedang ini juga sangat menguras staminaku.


"Tubuhku... mulai mencapai batasnya!"


Setelah berhasil menerobos sekumpulan bongkahan batu itu, akhirnya jarak aku dengan penyihir itu semakin dekat.


Tapi....


"..!!"


Seketika muncul lingkaran sihir yang sangat besar tepat di bawah kakiku dan tiba-tiba muncul sebuah tangan besar, dari bawah lingkaran sihir itu dan menangkapku.


"Sial!"


Setelah menangkapku, tiba-tiba muncul seluruh tubuhnya setelah tangannya keluar duluan dan ternyata itu Golem berbentuk raksasa.


Golem menggenggam erat aku dan bersiap melempar diriku sekuat mungkin.


Syut! Piuh! Bur...!


"Agh...! Hok... hok...!"


Golem besar itu langsung melemparku cukup kuat hingga menghantam tembok gladiator sangat keras.


Seketika tubuhku merasa lemas dan tak kuat menopang tubuh ini untuk berdiri lagi.


Pada akhirnya aku terjatuh lemas dan memandang ke arah penyihir itu serta Golem besar semakin dekat ke arahku.


Boom! Boom!


Langkah demi langkah dari Golem besar itu yang menciptakan gempa kecil setiap langkanya, dia berjalan ke arahku yang tampak tak berdaya lagi.


Sesaat tepat sudah berada di depanku, Golem besar itu berhenti dan mengangkat satu kakinya, hingga menciptakan bayangan yang cukup besar di sekitarku.

__ADS_1


"Hanya sampai di sinikah... perjuanganku...."


Bur...!


__ADS_2