Sang Pewaris Dewa Kematian

Sang Pewaris Dewa Kematian
Chapter 16


__ADS_3

Saat sudah di dalam dungeon, aku menuntun mereka ke jalan yang sering aku lalui munculnya monster lemah, dan seperti yang dikatakannya bahwa dungeon ini tidak seluruhnya berubah, hanya saja yang membuatku tidak nyaman... monsternya belum muncul sama sekali.


"Hebat! Sesuai arahan pemandu kita ini, tidak ada satu pun monster yang kita hadapi."


"Kamu benar-benar bisa diandalkan, Tuan Pemandu," kata ketua sembari menepuk belakangku.


"Hehe... terima kasih, hanya saja Ketua...."


"Apa?"


"Bukankah ini terlalu aneh, walaupun ini jalan teraman sering kuambil. Biasanya akan selalu muncul monster level rendah untuk dihadapi, tapi ini tidak ada sama sekali."


"Hmm, mungkin kemunculan monsternya juga berubah."


Kami terus berjalan dan jalan ini tidak berubah sama sekali sejak insiden itu, hanya saja... perasaan tidak enak ini semakin terasa.


Dur...


Seketika telingaku mendengar sesuatu mengarah kemari.


"Hm? Ada apa, Tuan Arkha?" Tanya Santia.


"Ssshh...," balasku sembari mengacungkan jari di mulut.


Aku merasa ada sesuatu mendekat ke arah kami dan jumlah mereka ada dua puluh... bukan, tapi banyak aku tidak bisa menghitungnya.


"Semuanya!! Bersiaplah, sesuatu datang kemari dalam jumlah yang banyak!"


Seketika mereka membentuk formasi yang mana sang ketua berperang sebagai Tanker, dua Damage Dealer jarak dekat dan satu Damage Dealer jarak jauh, dan satu Mage yang berada di dekatku dan Santia.


"Pemandu! Arah mana mereka akan datang?!" Tanya sang Mage di tim ini.


"Aku tidak tahu, tapi yang jelas jumlah mereka banyak dan... mereka semakin dekat!"


Saat ini kami bersiap-siap menghadapi kedatangan mereka.


Dan...


Crhiinn...!!


"Itu tipe serangga! Bersiap menyerang!"


Seketika sang ketua memakai Agro-nya untuk mengalihkan perhatian mereka ke arahnya.


"Serangga?! Tapi kan...."


"Ada apa, Tuan Arkha? Kamu jangan khawatir aku akan melindungimu!"

__ADS_1


Terima kasih perhatiannya gadis kecil, bukan itu yang aku takutkan tapi... kenapa tiba-tiba muncul tipe serangga di dungeon ini. Padahal aku tak pernah melihatnya sama sekali, apa ini penyebab dari distorsi? Walaupun mengalami distorsi, tapi... monster yang mendiami dungeon tersebut tidak akan terganti, melainkan mereka berevolusi dan kekuatannya meningkat drastis.


[Arachder


Level : 15.]


Monster bentuk laba-laba dengan campuran belalang sembah dan ukuran sebesar anjing, lalu memiliki kaki depan yang sangat besar dan disesuaikan untuk menangkap dan mencengkeram mangsa dengan postur tegaknya, sementara tetap diam dengan lengan terlipat.


Jumlah mereka ada banyak dan semakin banyak.


"Andi!!"


"Siap Bos!"


Seketika Mage itu mengeluarkan Mana dalam jumlah yang banyak di tangannya.


"Rasakan ini!!!"


Bom! Whushh...!


Seketika hembusan angin yang sangat kuat ketika Mage ini mengayunkan tangannya sedemikian rupa, dan beberapa monster laba-laba itu terpotong-potong beberapa bagian.


"Hebat," pikirku.


Seketika anggota yang lain ikut membantai mereka, karena separuh jumlah monster ini berkurang akibat sihir angin hebat ini.


"Aku sudah tahu, kamu ada di situ."


Aku mengambil kerikil yang aku simpan di kantongku saat pertama kali masuk ke sini, aku mengumpulkannya untuk bisa membantu sebisa mungkin agar tak terlalu menonjol.


Piuh!


Satu kerikil berhasil menembus kepalanya dan tepat pada intinya.


"Kyaa!!"


Tampak Santia kesusahan menghadapinya, kenapa dia mau repot-repot datang ke sini jika kemampuannya hanya segitu. Aku tak bisa berkata begitu padanya, sebab dulu aku jauh lebih buruk daripada dia.


Aku menghela napasku yang berat ini dan melemparkan beberapa kerikil.


Piuh! Piuh!


"Eh?! Apa itu barusan?"


Santia yang kaget melihatnya, tiba-tiba monster di hadapannya mati dan dia langsung berbalik.


"Tuan Arkha, apa kamu lihat itu?"

__ADS_1


"Lihat apa? Oh... selamat, kamu berhasil membunuh dua ekor."


"Bukan itu! Semua tembakanku tidak ada satu pun berhasil mengenai mereka. Tapi, tiba-tiba mereka mati begitu saja."


"Mungkin itu hanya khayalanmu saja, saking paniknya, kamu mengira semua seranganmu tidak berhasil mengenainya, padahal sudah terbukti di sana bahwa kamu yang membunuhnya."


"Tapi...."


Terlihat Santia semakin kebingungan apa yang terjadi di hadapannya. Yah... tak kusangka status DEX- ku akan berguna di sini, aku tak pernah menaikkan status ini sebab aku tidak suka serangan jauh apa lagi menggunakan senjata, walaupun itu sangat berguna sih.


Setelah beberapa menit pertempuran, terlihat semua monster laba-laba ini dibantai semuanya oleh mereka. Aku kagum dengan formasi timnya, mereka saling menutupi kekurangan masing-masing tanpa bantuan Support.


"Baiklah, semuanya sekarang kumpulkan Krimon dan bagian yang diperlukan dari monster ini."


"Oke Bos, hehe... inilah yang paling kusuka."


Aku dan Santia tidak ikut memungut Krimon-nya sebab ada syarat yang disepakati, aku hanya perlu memandu mereka dengan bayaran sudah ditetapkan dan aku tidak perlu ikut campur dalam urusan mereka mengenai jarahan dungeon ini. Tapi, aku tidak tahu apa yang mereka janjikan pada Santia.


"Santia...."


"Ya?"


"Apa kamu diundang atau ditawari oleh mereka ikut Raid ini dan memberikan imbalan yang kamu inginkan?"


"Iya, aku diundang oleh mereka kemarin dan aku menerimanya, dan imbalannya mendapatkan Kristal Mana berkualitas tinggi setelah berhasil menyelesaikan dungeon ini."


Begitu ya... entah kenapa tawaran mereka terlalu menggiurkan dan sudah tampak dari perlengkapan berburunya yang terlihat mahal.


"Bos! Lihat ini...."


"Apa?" Maju orang yang memanggilnya.


"Lihat apa yang kutemukan." Sembari menunjukkan benda itu.


"Ini kan... Kristal Mana!"


"Apa! Kristal Mana!"


Seketika terpampang raut wajah kaget Santia, terlihat dia sangat menginginkan benda itu.


Deg!


"Apa-apaan perasaan semakin tidak enak ini!"


Seketika aku merasakan hawa tidak mengenakkan dari mereka dan entah kenapa itu semakin jelas sebelum saat kita pertama kali masuk.


"Jangan-jangan mereka ini...."

__ADS_1


__ADS_2