
Selang beberapa hari aku menjalankan quest harian ini, selain tubuh semakin kuat aku merasakan adanya kenaikan pada Mana-ku juga dengan kata lain jumlah Mana-ku semakin bertambah.
[Quest tantangan :
Pergilah memasuki dungeon yang berada di tengah hutan dan kalahkan bosnya.
Reward :
- Mendapatkan EXP yang banyak
- Menambahkan dua poin setiap statusmu
Hukuman :
None (Tidak ada hukuman sama sekali jika kamu gagal menjalankan quest.)]
"Mendapatkan EXP yang banyak, tapi berapa banyak? Di sini tidak tertulis jumlahnya dan lagi untuk menuju di hutan itu, aku harus menempuh perjalanan sejauh lima kilometer."
Setelah mengantar Rena dan Reno ke sekolah, aku langsung menuju ke sana dengan menaiki sebuah taksi.
"Ke mana, Mas?"
"Tolong bawa saya di hutan Alas Purwo, Pak."
"Aduh... Mas, yakin mau ke sana?"
"Memangnya kenapa, Pak?"
"Hutan itu loh, sangat angker toh, Mas. Ada banyak kasus orang hilang secara misterius yang kabarnya dibawa makhluk halus ke dunia lain..."
Tak kusangka masih ada orang yang percaya dengan cerita-cerita urband legend, untuk jaman orang-orang yang tidak kenal rasa takut lagi maka hal semacam ini hanya dianggap cerita omong kosong bagi mereka saja.
"Dan lagi toh, Mas. Orang-orang berkemampuan super sekarang banyak yang hilang setelah menelusuri hutan itu," sambung bapak tukang taksi itu.
"Jadi maksud Bapak, apa orang-orang yang telah Terbangkitkan menghilang juga di sana?"
Bapak itu hanya mengangguk saja, tapi ini mungkin ada kaitannya dengan monster yang lepas dari dungeon, dengan kata lain dungeon itu mengalami retakan sehingga penghuni dungeon bisa keluar satu persatu.
"Kalau begitu, bawa aku cepat ke sana."
"Baiklah, kalau Mas memaksa."
Bapak itu langsung menancapkan gas mobilnya dan menuju ke sana.
Setelah beberapa menit perjalanan, kami akhirnya sampai di sana.
"Kita sampai, Mas, dan tolong kamu harus hati-hati kalau sudah masuk di hutan itu."
"Terima kasih, Pak."
Aku pun turun dari taksi itu dan segera memasuki hutan itu, terlihat dari luarnya saja sudah membuat orang merasa merinding.
Setelah memasuki hutannya aku melihat hutan ini benar-benar lebat, hanya sedikit cahaya matahari yang masuk kemari.
...•••...
Beberapa menit menelusuri hutan ini....
"Sudah terlalu jauh aku memasuki hutan ini, kalau masuk terlalu dalam lagi maka aku bisa tersesat."
Bukan hanya itu saja aku tidak melihat portal untuk memasuki dungeon itu. Semakin ke dalam suasana semakin terasa dingin dan entah kenapa aku merasa ada yang tidak menyenangkan di sini.
[Kamu telah memasuki dungeon.]
"Apa?!"
Seketika muncul kabut di sekitar dan kabut itu semakin tebal sehingga menutupi pandanganku.
"Huh! apa ini benar-benar dungeon?"
Tiba-tiba aku berada di tempat yang sangat baru bagiku, terlihat puing-puing batu di mana-mana dan tampak aku berada di dalam sebuah istana yang sangat besar. Hiasan serta arsitektur yang terlihat seperti kerajaan Nusantara jaman dulu.
Aku mulai berjalan menyusuri istana ini, saat di jalan ada sebuah patung harimau besar yang berada di tengah ruangan besar itu, aku mendekatinya untuk melihat sosoknya dengan jelas.
"Wow, baru kali ini aku melihat patung sebesar ini dari dekat..."
KREKK...!
"Apa itu?"
Aku langsung membalik badan karena mendengar sebuah suara aneh, tiba-tiba muncul sesosok dari bayang-bayang kegelapan di lorong panjang itu.
__ADS_1
"Undead! Aku lupa di sini adalah dungeon dan tidak ada yang namanya tempat aman di sini."
Aku mempersiapkan diri dan mengambil belati yang aku beli seharga satu setengah juta dari dalam tas yang aku bawa.
"Semoga saja senjata ini bisa menumbangkan mereka."
Saat diperhatikan lagi undead-undead itu, tampak sesuatu tertulis di atas kepala mereka:
"True Undead..."
Serta ada angka di bawah namanya yaitu level mereka.
"Level 3 paling terendah dari mereka sedangkan yang tinggi cuma level 5, tapi... Undead yang aku lawan selama ini apa palsu? Rasanya akan sangat berat nih."
Aaarrgghh...!
"Mereka datang!"
Dengan cepat aku melayangkan serangan pertama.
Slash!
"Sial! Ini hanya menggoresnya."
Aaarrgghh...!
Tanpa kusadari satu Undead menyerang dari kiri dengan cakar tajamnya.
[HP : 11970/13000.]
"Tak kusangka damage-nya setinggi ini, tidak heran kenapa rasanya sesakit ini!"
Aku terus menghindar dan melayangkan beberapa serangan walau belati ini hanya menggoresnya saja, tapi setidaknya ini cukup bisa membunuhnya secara perlahan-perlahan.
Bing! Bing! Bing!
"Apa!"
Seketika Undead-Undead yang aku lukai secara perlahan, seketika luka-lukanya pulih dengan cepat dan bermunculan cahaya hijau di sekitar mereka.
"Jadi ini alasannya kenapa namanya True Undead, tak kusangka mereka punya skill regenerasi. Sial! Apa yang harus kulakukan?"
Aku berusaha memikirkan bagaimana caranya mengalahkan makhluk menjijikan ini, di tengah kebingungan tiba-tiba aku teringat bahwa aku memiliki satu skill aktif.
[Penglihatan batin (Aktif) (Level : 1)
Kemampuan yang memfokuskan ke mata dan bisa melihat apa pun dan mengartikan sesuatu tulisan yang tidak diketahui. Efek sampingnya semakin lama digunakan akan membuat mata sakit dan bisa saja terjadi kebutaan kalau semakin dipaksakan.
Penggunaan satu poin Mana perdetik.
Cool down : None.]
Saat menggunakannya tiba-tiba mataku mulai panas akibat efek samping skill ini, berusaha mencari kelemahan dari Undead itu dan aku menemukannya, ada sebuah cahaya merah tepat dalam leher mereka.
"Itu dia!"
Aku langsung maju menerjang mereka dan berkat skill mata ini, aku melihat semacam siluet gerakan memprediksi arah mana undead itu menyerang. Dengan cepat aku menghindari serangannya.
Dan...
JLEB!
Tusukan pertama tepat di lehernya dan undead itu langsung tumbang.
[Kamu telah mengalahkan "True Undead tingkat 1."]
[Level up.]
"Begitu ya, aku bisa bertambah kuat hanya karena leveling." Sembari menatap Undead-Undead itu dengan seringai. "Akhirnya aku punya tambang emasku sendiri."
Aku langsung maju dan membasmi semua Undead-Undead itu.
...•••...
"Huh... huh... huh...!"
Selang beberapa menit lamanya, aku berhasil naik level cukup banyak dan aku juga mendapatkan drop item dari Undead yang telah mati.
[Rahang mematikan
Tingkat : ☆
__ADS_1
Rahang dari makhluk telah mati, tapi setelah dibangkitkan dengan sihir atau seseorang yang memanggilnya maka seluruh struktur tulangnya semakin kuat, terutama pada rahangnya yang menjadi senjata utamanya.]
[Inti magis kematian
Tingkat : ☆☆☆
Inti yang menjadi sumber kehidupan bagi yang telah mati, sebuah bola kecil yang tertanam dalam tubuh makhluk telah mati dan akan menggerakkannya dengan leluasa atas kemauannya, atau orang yang telah membangkitkannya.]
"Hanya ada sepuluh rahang mematikan dan satu inti magis kematian, bagaimana caranya aku membawanya?" Sembari memegang dagu dan melihat item-item itu. "Oh iya, bukannya dalam game selalu ada... Inventori!"
Seketika muncul jendela melayang di hadapanku dengan kotak-kotak kecil tersusun.
"Sudah kuduga, tapi bagaimana caranya memasukkannya?"
Aku mencoba mengambil satu rahang mematikan dan mendekatkannya ke inventori.
"Eh?"
Seketika rahan mematikan yang aku pegang terserap ke dalam inventori, dan memunculkan sebuah ikon gambar rahang mematikan di dalam kotak kecil itu.
Setelah mengetahui fungsinya aku langsung memasukkan semua item-nya ke inventori.
"Baiklah, semuanya sudah selesai. Apa cek statusku dulu ya... jendela status!"
Muncul jendela dengan seluruh informasiku.
[Nama : Arkha Peteng
Job : ....
Umur : 20 tahun
Level : 8
Jenis kelamin : laki-laki
STR : 130 INT : 27
AGI : 47 DEX : 12
VIT : 80 LUK : 7
HP : 14000/ 14000
MP : 270/ 270
SP : 17
Skill :
- Berkah Dewa (Pasif)
Kemampuan yang didapat setelah dibangkitkan, ini akan memperkuat fisik berkali lipat.
- Penglihatan batin (Aktif) (Level : 1)
Kemampuan yang memfokuskan ke mata dan bisa melihat apa pun dan mengartikan sesuatu tulisan yang tidak diketahui. Efek sampingnya semakin lama digunakan akan membuat mata sakit dan bisa saja terjadi kebutaan kalau semakin dipaksakan.
Penggunaan satu poin Mana perdetik.
Cool down : None.]
"Hm, semua statusku naik tujuh poin, apa aku fokus meningkat STR dan AGI saja ya? Tapi, VIT juga penting untuk keadaanku sekarang ini. Baiklah, fokus ketiga ini aja dulu."
Aku langsung memfokuskan seluruh SP-ku ke STR, AGI dan VIT.
[STR : 130>140 INT : 27
AGI : 47> 50 DEX : 12
VIT : 80>84 LUK : 7
HP : 14000/ 14000>14400/14400
MP : 270/ 270
SP : 0]
"MP bisa pulih secara instan ketika level sudah naik, sedangkan HP hanya bisa pulih dengan istirahat saja. Sayang, aku gak punya potion untuk dibawa karena harganya mahal jadi sulit membelinya."
Setelah istirahat aku akan melanjutkan kembali penelusuran dungeon ini.
__ADS_1
[HP : 980/14400
MP : 270/270]