Sang Pewaris Dewa Kematian

Sang Pewaris Dewa Kematian
Chapter 71


__ADS_3

"Sial..!! Berani-beraninya kalian!"


Set!


Aku langsung berlari menuju ke sana dengan amarah yang sulit dibendung lagi. Aku melihat para wanita itu sedang dikepung sekumpulan Goblin kelaparan itu, ditambah lagi mereka tak berdaya melawan semua Goblin itu.


"Pengikat jiwa!"


Karena tidak sempat berlari ke sana dan Susan beserta wanita lainnya terkena semacam racun pelumpuh, sehingga mereka tidak berdaya sama sekali di sana.


Chin!


Aku langsung berterloportasi di sana dan muncul tepat di tengah-tengah para wanita itu.


"Barr... Sarr..? (Dari mana dia muncul?)"


Semua Goblin yang kelaparan itu sangat terkejut akan kemunculanku yang secara tiba-tiba.


"Sparta!!"


Aku langsung memanggil The Arcana - Sparta keluar, dan aku langsung memerintahkan mereka menyingkirkan semua makhluk menjijikan yang mendekat dan Sparta langsung melaksanakan perintahku.


Set!


Slash! Slash! Crak!


Aaaa..!!


Terdengar teriakan para Goblin itu, sedangkan Goblin yang duduk di atas sangat terkejut melihat kehadiranku yang tiba-tiba muncul di tengah pertunjukan hiburan mereka.


"Siapa manusia itu?" Tanya Goblin pendeta itu. "Kenapa aku tak merasakan kehadirannya dengan Orb Soul milikku?"


Tampak mereka sangat kebingungan dan kegelisahan mulai tampak dari wajah mereka.


"Ketua, Ketua... cepat bangun, sesuatu terjadi di sana."


Di sisi lain, para pria yang masih di dalam penjara, mereka sudah terlihat sangat putus asa dan tak ingin melihat teman-teman wanita mereka dinodai. Tapi, salah satu dari mereka menyadari sesuatu yang tidak beres di luar jeruji besi ini dan mencoba menyadarkan kembali ketua mereka yang tenggelam dalam kesedihannya.


"Apa? Untuk apa kamu memintaku melihat teman-teman kita dinodai."


Pria yang membangunkan ketua tim ini sudah tidak terkejut lagi akan keadaan ini lagi, tapi sesuatu yang jauh di depan sana telah terjadi sesuatu dan itu membuat ia sangat terkejut, tampak seperti sebuah harapan telah datang kepada mereka.


"Yah, aku tahu akan begini. Aku akan mewakili mata kalian semua melihat hal ini dan dengarkan baik-baik apa yang kulihat ini. Telah terjadi sesuatu di sana dan aku melihat Goblin-Goblin yang mendekati teman-teman kita semuanya terbunuh oleh sesuatu...."


Mendengar itu membuat semua pria yang ada di penjara sangat terkejut dan menatap punggung pria yang mewakili penglihatan mereka.


"Terlihat ada seseorang... tidak, ada lebih satu dari mereka telah membunuh Goblin-Goblin itu, tampak wujud mereka seperti seseorang memakai armor putih dan dua pedang di tangan mereka."


Sang ketua tim langsung bangkit dari keterpurukannya saat mendengar itu, dan mencoba melihat lebih dekat sosok misterius itu.


Tampak dalam pandangannya terlihat ada delapan orang ber-armor perak telah membantai separuh dari Goblin itu. Dengan matanya yang sangat tajam, ia melihat seseorang lagi telah berdiri di tengah-tengah teman wanita mereka dan tampak sosok asing itu membantu wanita-wanita tersebut.


"Akhirnya...," kata Bambang dengan air mata yang jatuh dengan dengan harapan tersisa. "Syukurlah Ya Dewa, mereka selamat, mereka selamat...."


Ucapnya yang tak henti-hentinya bersyukur melihat keajaiban ini dan harapannya yang terus berdoa demi keselamatan timnya tidak sia-sia. Orang-orang yang satu sel dengannya sangat bersyukur juga karena penyelamat telah datang untuk membebaskan mereka.


Di sisi lain, aku melihat wanita-wanita itu tak berdaya sama sekali dan ada sesuatu menahan mereka untuk bergerak. Aku memperhatikan mereka dan aku menemukan sesuatu yang menancap di tubuhnya, dan itu ternyata sebuah panah kecil.


[Panah korosi


Tingkat : ☆☆☆


Sesaat target terkena serangan oleh panah ini, maka target akan lumpuh beberapa saat dengan waktu pelumpuhan 5 menit.


STR : 5+  INT : 1+]


"Jadi ini penyebab mereka kesulitan bergerak...."


Aku langsung membukan Shop dan melihat apakah ada penawar penghilang efek status negatif sementara.


"Akhirnya ketemu, tapi harganya sangat mahal."


Karena darurat akhirnya aku langsung membeli lima penawar racun dengan harga lima juta Soul Poin satu botol.


[Air mata Gaia


Tingkat :☆☆☆☆☆


Menyingkirkan segala efek status buruk di bawah 40%.]


Aku langsung meminumkan penawar ini ke mereka satu persatu dan yang terakhir adalah Susan yang terlihat tak sadarkan diri.


Aku mengangkat kepalanya secara perlahan dan terlihat wajah mulusnya telah kotor oleh tanah, dan terdengar napasnya sedikit berat.


Aku langsung meminumkan penawar ini kepadanya, tapi sesuatu terjadi sesaat meminum ini.


"Hah?"


[Kondisi pengguna dalam keadaan kritis sehingga efek penawar tidak mempan kepadanya.]


Deg! Deg!


Melihat pesan sistem entah kenapa dadaku terasa sangat sesak sesaat, dan aku langsung memandangi semua Goblin itu dan termasuk yang duduk dengan santai di singgasana mereka.


"Apa ini ulah mereka?" Pikirku dengan amarah mulai terlepas.


Aku memandangi mereka dengan amarah yang sangat besar. Tapi, seketika semua emosi negatif yang mulai menguasai diriku perlahan-lahan mulai tenang, sebab aku mendengar suara Susan yang memanggil namaku walau tak terdengar langsung dari mulutnya, tapi entah kenapa aku bisa mendengar dia memanggilku secara samar-samar melalui setiap napasnya itu.


Aku menghela napas dan mencoba menenangkan diri, lalu aku menurunkan Susan yang tak sadarkan diri itu di tanah secara perlahan.


"Dia pingsan," kataku dan menatap wanita-wanita yang setengah telanjang itu, tampaknya penawarnya sangat ampuh menyingkirkan racun itu. "Apa ada yang terluka?"


Mereka hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. Terlihat di sekitar mereka, para Goblin itu sangat ketakutan karena separuh dari mereka terbantai dengan cepat oleh delapan prajurit perak itu.


"Kalian semua pakailah ini dan minum ini juga."


Aku membeli lima jubah untuk menutup tubuh mereka dan MP potion 20% untuk memulihkan tenaga mereka sementara ini.


[Kain putri tidur


Tingkat : ☆☆


Kain yang dirajuk oleh sang putri istana itu sendiri, sebelum ia menemui akhirnya di malam pertamanya. Memberikan efek pertahan terhadap serangan sihir sebesar 12%.]

__ADS_1


[Sisa Soul Poin : 7,345,811.]


Aku memakaikan jubah ini ke Susan dan meminta mereka untuk menjaga Susan, karena urusanku di dalam dungeon ini sudah menjadi urusanku juga karena orang-orang terdekatku terluka oleh mereka.


"Berani-beraninya kalian..!"


Bush...!


Seketika Mana milikku keluar tanpa kusadari lagi, tapi kali ini rasanya berbeda dari sebelum-sebelumnya, sebab aku bisa merasakan Mana ini yang menyelimutiku sangatlah hangat bagiku.


Aku melihat suasana ini semakin panas dan tampak kegelisahan mulai menyelimuti tempat ini.


"Gorrr... Arrr... Raarrr..!! (Sedang apa kalian, serang dia cepat..!!)"


Salah satu Goblin bangsawan itu dan langsung memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyerbuku.


"Menyebalkan, KELUARLAH KALIAN SEMUA!!!"


Teriak pria itu dengan lantang dan seketika aura hitam nan dingin mengelilingi dirinya dan muncul berbagai makhluk aneh dari tubuhnya.


"Makhluk macam apa itu? Dan... Mana milik mereka sangatlah kuat," ucap wanita Mage Rank-C itu.


Melihat makhluk Summon ini membuat suasana semakin panas dan pertarungan sengit serta penuh kehancuran tidak akan terelakkan lagi.


Set! Set! Set!


Slash..! Bomb..! Crak...!


Haaaarrr...!!!


Terlihat para The Arcana milikku sangatlah unggul dalam pertempuran ini, walau jumlah kami kurang dua kepala dari mereka.


"Boharrr..!!!"


Goblin pendeta itu tiba-tiba berteriak dan bola yang ada di tangannya bersinar sangat terang.


Bing... Bing... Bing....


"..?!"


Haaaarrr...!!!


Crak..!


Tiba-tiba seluruh pasukan Goblin ini menjadi sangat kuat, aku tidak tahu apa yang diberikan Goblin pendeta itu tapi satu hal yang pasti ini semacam sihir yang memberikan buff kepada temannya.


"Kayaknya aku harus turun tangan juga."


"Tuanku...."


Salah satu The Arcana milikku tiba-tiba menghampiriku sembari membungkukkan badannya.


"Ada apa, Lucifer?"


"Maaf atas kelancangan pelayanmu yang buruk ini. Sebaiknya Anda tak perlu mengotori tangan Anda untuk makhluk-makhluk rendahan seperti mereka, biarkan kami seluruh pelayanmu melakukannya untukmu."


"Baiklah, bereskan jalannya dan aku akan membereskan yang di atas sana." Sembari menatap tajam para Goblin bangsawan itu.


"Baik."


Set!


Lucifer langsung maju membereskan Goblin-Goblin yang menghalangi jalanku menuju pemimpin mereka.


"Sebenarnya aku ingin membereskan mereka semua. Tapi, ini juga sangat bagus buat mereka untuk meningkatkan level-nya."


Aku tak menyangka bahwa seluruh penjaga dari dunia Purgatory akan jadi bawahanku. Padahal aku belum melakukan ikatan pada mereka.


Aku langsung dikirim keluar oleh sistem setelah menyaksikan masa lalu dari pendahuluku yaitu Arthur.


"Ada untungnya juga punya pasukan tambahan...."


Aku berbalik ke arah kiri dan melihat The Arcana dari Purgatory yaitu si penjaga utama yang tidak memiliki kepala.


Burn..!


Swoosh...!


Burms...!!


"Ditambah lagi mereka... sangatlah luar biasa."


Serangan gabungan api dan angin menciptakan pusaran angin yang sangat panas sehingga separuh Goblin yang berada di dekatnya hangus terbakar.


"Aku harus membereskan ini cepat, karena Susan sangat butuh perawatan sekarang." Sembari melirik ke arah Susan. "Keluarlah, Kawan!"


Seketika sesuatu yang hitam muncul dari tubuhku dan membentuk serigala dengan ukuran besar.


"Grrr...."


"Tolong lindungi mereka, aku akan membereskan semuanya."


Norum menuruti perintahku dan dia langsung melolong sangat keras sehingga membuat Goblin yang berada 7 meter darinya, tiba-tiba gerakannya terhenti.


[Partner menggunakan skill "Lolongan Kematian."]


[Target terkena efek Stun.]


[Lolongan kematian (Aktif) (Level 1)


Serangan sihir yang dilancarkan dari mulutnya dengan mengumpulkan energi sihir sebanyak mungkin dan melepaskannya pada terget diinginkan, dengan memberikan kerusakan sebesar 50% dan memberikan efek stun sebanyak 1 detik pada target yang mendengarkan lolongannya dengan jarak radius 7 meter.


Penggunaan 50 poin Mana satu kali pakai.


Cool down : 12 menit.]


Bukan hanya satu skill yang digunakan, Norum menggunakan skill gabungan yang dua hari lalu diperbarui oleh sistem.


[Partner menggunakan skill "Langkah Kematian."]


[Langkah Kematian (Aktif) (Level 1)


Kamu dan partner melebarkan sebuah medan kematian sejauh 7 meter dan medan ini berpusat padamu, target yang memasuki teritori-mu akan tenggelam dalam kesengsaraan dan seluruh HP serta MP miliknya akan terkuras secara perlahan, lalu dijadikan sebuah buff penguatan setiap statusmu, partner dan The Arcana.

__ADS_1


Penggunaan 100 Mana permenit.


Cool down : 10 menit.]


Tiba-tiba muncul kabut hitam kemerahan yang keluar dari keempat kaki Norum, dan itu melebar hingga sejauh tujuh meter.


[Target terkena efek "Kematian." Seluruh HP dan MP target akan berkurang 1% perdetik, selama target tidak keluar dari wilayah "Kematian".]


[Efek "Kematian" telah diberikan kepadamu, Partner dan The Arcana sebagai peningkatan seluruh stats.]


Goblin-Goblin yang terkena skill Norum masih sulit menggerakkan tubuh mereka, ditambah lagi HP dan MP mereka berkurang secara perlahan dan itu membuatnya sangat mudah dibunuh oleh para The Arcana.


"Yah, aku rasa sudah saatnya aku turun juga, karena mereka juga sudah turun dari kursinya..."


Shut..! Piuh..! Bur...!!


Salah satu dari turun dari singgasananya dan langsung menghajar habis seluruh The Arcana yang levelnya rendah.


Tampak Goblin bangsawan yang turun itu membawa sebuah tombak panjang dan di tangan satunya ia membawa sebuah perisai kokoh, terlihat dia sudah seperti panglima dalam perang ini.


"Goblin yang membawa tombak dan perisai ya...."


Aku memandangi Goblin bangsawan yang lainnya, Tampak mereka masih duduk di atas kursi mereka. Selain Goblin pendeta itu, ada Goblin yang membawa sebuah tongkat dengan hiasan diujungnya tengkorak, serta Goblin bangsawan yang di kanan paling ujung terlihat dia membawa beberapa pisau kecil di seluruh tubuhnya.


Lalu yang terakhir di samping Goblin yang membawa pisau itu, dia yang paling tenang di antara mereka berlima dan lagi, senjata yang dibawanya semacam dua pisau raksasa yang melengkung.


"Kalau melawan mereka berlima sekaligus ini hanya akan melelahkan, sebab sinergi di antara mereka sangat saling melengkapi."


Mereka berlima seperti tim Raid yang akan menyelesaikan sebuah dungeon dengan sempurna. Goblin yang membawa tongkat tengkorak itu tampak dia seorang penyihir, sedangkan Goblin yang membawa selusin pisau kecil seperti seorang Assassin profesional.


Lalu yang membawa tombak itu sekaligus perisai mungkin seorang Tanker sebab aku melihat cara bertarungnya yang mengedepankan pertahanan. Goblin yang seperti pendeta itu mungkin seorang Support, sebab dari skill-nya barusan memberikan buff kekuatan seluruh pasukan.


Terakhir mungkin dia fokus ke penyerangan dengan kata lain Damage dealer, tapi seranganya fokus jarak dekat atau jauh? Sebab senjata miliknya yang terlihat seperti boomerang, ketika dilempar akan kembali ke pemiliknya.


"Ini akan menjadi pertarungan tim."


Aku mentelepati The Arcana yang menurutku yang paling kuat untuk ikut bertempur bersamaku melawan pemimpinnya.


"Hamba di sini, Tuanku."


Yang pertama datang ialah Suzanna dan disusul oleh Belial dan Lucifer.


"Haaarrrr...!!!"


Slash! Slash! Ting!


Swoosh! Swoosh! Ting!


Aku melihat Dani sudah berhadapan dengan Goblin yang membawa tombak dan perisai itu.


"Kayaknya aku tak perlu memanggilnya."


Tampak seringai menyebalkan Goblin yang membawa dua pisau raksasa itu dan tatapannya mengarah kepadaku.


"Menarik, dia milikku," ucap Goblin itu dan langsung mengambil dua senjata besarnya itu.


Mereka berempat langsung mengangkat pantatnya dari kursi itu dan turun di tanah yang sama dengan kami.


"Sudah saatnya mencoba harta warisan yang baru-baru ini aku terima dari para pendahuluku."


Aku mengeluarkan sebuah pedang dan sebuah buku serta di tangan kiriku aku memakai sebuah cincin emas dengan ukiran tulisan kuno di setiap sisinya.


"Kikiki..!"


Set!


Chin!


Tiba-tiba Goblin Assassin itu menghilang dari pandangan kami dan muncul tepat di belakangku dengan pisau tajam yang siap dihadiahkan kepadaku.


Ting!


"Kik?!"


"Kamu sedang apa, hah! Berani-beraninya kamu ingin menyentuh Tuan kami dengan tangan kotormu itu...."


Lucifer berhasil menahan serangan dadakan itu dengan pedangnya, dan tampak ia sangat marah sesaat Goblin itu ingin melukaiku.


Tring..!


"Khik..!!"


Slash!


Set!


Lucifer langsung memberikan serangan balasan, tapi Goblin ini sangat lincah dan berhasil menghindarinya walau jarak sedekat itu.


"Seinci kotoran yang menempel pada tubuhmu tak pantas menyentuh Tuanku yang sangat mulia ini!"


Aku sangat terkesan akan kesetiaannya ditujukan kepadaku. Karena serangan pembuka sudah dimulai, Belial langsung melancarkan beberapa bola sihir penghancur miliknya ke arah ketiga Goblin itu.


Burn..! Bomb..!


Tapi, semua serangannya berhasil ditahan oleh Goblin penyihir itu.


Set!


Bing!


"Hegh..!"


Dengan cepat Suzanna langsung maju, tapi langkahnya tiba-tiba terhenti karena Orb milik Goblin pendeta itu menyala, dengan kata lain dia telah melakukan sesuatu sihir kepada Suzanna.


"Hahahah...!!"


Goblin yang membawa dua pisau raksasa itu langsung maju dengan niat membunuh yang sangat kuat. Dia langsung maju menghadang Suzanna yang sulit bergerak.


Tapi...


Set! Slash!


Tring!

__ADS_1


Aku langsung maju dan memberikan serangan terkuat dengan pedang ini. Tapi dia berhasil menahannya dan langsung menjauh dariku.


"Hehe... ini sangat menyenangkan manusia."


__ADS_2