
[Tunjukkan dominasimu di dunia ini.]
"Dominasi..., apa maksudnya itu?"
Dur....
Tiba-tiba muncul sebuah altar kecil tepat di depan singgasana.
[Tunjukkan semua pencapaianmu.]
"...?"
Aku masih bingung apa maksud sistem ini, tapi aku berjalan dan mendekati altar kecil itu. Sesaat sudah mendekatinya, aku melihat ada sepuluh lubang yang beragam bentuk di atas altar itu.
"Mungkin maksudnya ini...."
Aku mengeluarkan semua item yang aku dapatkan setelah mengalahkan semua penjaga gerbang itu.
"Hm?"
Aku sedikit terkejut, sebab tiba-tiba muncul item kesepuluh di inventori-ku. Lalu aku mengeluarkan semua item-item itu dan meletakkan semuanya di atas altar itu, sesaat meletakkannya terjadi sesuatu.
Dur....
Tiba-tiba altar kecil itu turun ke bawah lagi dan menghilang.
Dun... Dun... Dun....
"Sekarang apa lagi?"
Aku mendengar suara dentuman keras di sini dan entah suara itu semakin keras, aku langsung berbalik dan sangat terkejut melihat ini.
"Mereka...!"
Tiba-tiba muncul semua penjaga gerbang itu tepat di belakangku, karena bingung apa yang terjadi di sini tapi... aku tidak merasakan ancaman dari mereka sama sekali.
"Hm? Bukankah dia...."
Pandanganku tiba-tiba tertuju ke salah satu penjaga gerbang itu dan melihat namanya di atas kepalanya.
[Boss
The King - The Damned Six
Level : ???]
"Dia penjaga lantai sembilan ya, tapi sosoknya tidak asing bagiku."
Tiba-tiba aku teringat pelayan dari Aristoteles dan orang itu sangat mirip dengan penjaga lantai sembilan itu. Dengan dua tanduk seperti Iblis di kepalanya serta rambut dan seluruh jenggotnya berwarna putih, sosoknya seperti kakek-kakek yang sangat tua dan pakaian dikenakannya seperti seorang penyihir bijak (Penasihat.)
"Begitu ya, sekarang aku mengerti 'Tunjukkan dominasimu'...."
Tap... Tap... Tap....
Aku berjalan ke arah singgasana dan mereka semua tidak ada yang menghentikanku sama sekali, sesaat sudah berada tepat di depan singgasana--aku menatapnya sejenak.
Duk... Bret....
Aku langsung duduk di singgasana itu sembari mengepakkan jubahku, dan duduk dengan mengangkat satu kaki ke atas kaki lainnya sembari meletakkan lenganku di tangan kursi dan menempelkan wajahku di tanganku dengan kepala sedikit memiringkan.
"Mulai sekarang... akulah pemimpin kalian!"
Deg!
Penjaga gerbang yang melihat itu semuanya terkejut dan tiba-tiba kaki mereka gemetar dan melemas, mereka semua langsung berlutut di hadapanku dengan pandangan ke arah bawah.
Dun!
Seketika puncak menara "Hades" bercahaya dan semua yang berada di luar menara ini melihat cahaya itu menjulang tinggi ke atas langit.
"Ah, sudah waktunya ya, ternyata pilihan kita tidak salah. Kami mengharapkanmu wahai 'Sang cahaya harapan besar' kami," ucap Charon yang berada di tengah sungai Styx dengan menaiki perahunya.
Dun!
Cahaya itu semakin membesar dan orang duduk di singgasana sangat tenang dengan tatapan berarti.
"Entah kenapa ini membuatku sangat nyaman dan tenang, hatiku...." Sembari memegang dadanya. "Rasanya semakin ringan."
Seluruh energi Mana ini berkumpul pada satu tempat dan masuk ke dalam tubuh pria muda ini dengan tenang, sesaat memasukinya--seketika muncul sosok yang sangat intimidasi dari dalam tubuh pemuda itu, para penjaga merasakan kehadiran sosok yang sangat kuat dari pemuda itu dan tidak berani menatapnya.
[Selamat, kamu telah berhasil menunjukkan dominasimu.]
[Sekarang kamu berhasil menaklukkan seluruh lantai "Hades" dan menjadi penguasa.]
[Reward akan diberikan....]
[- 100 poin untuk setiap stats
- Mendapatkan skill khusus job
- Menerima "Ruler of Soul."]
Aku membuka jendela status :
[Nama : Arkha Peteng
Job : Heredis of Death (Ruler of Soul : Tingkat 1)
Umur : 20 tahun
Level : 60
Jenis kelamin : laki-laki
STR : 421 (+25%) INT : 306 (+25%)
AGI : 321 (+25%) DEX : 280 (+25%)
VIT : 385 (+25%) LUK : 278 (+25%)
HP : 21850/21850 (+25%)
MP : 3060/3060 (+25%)
SP : 10.]
[Skill "Insting liar (Pasif)" akan dievolusi kan menjadi "Kehadiran kematian (Aktif)."]
[Kehadiran kematian (Aktif) (Level 1)
Seluruh indra dan keberadaanmu dan partner telah meningkat berkali-lipat, target yang menatap dirimu akan menerima debuff Intimidasi dengan efek ketakutan yang berlangsung selama 60 detik dan mengurangi status pertahanan target sebanyak 50%.
Penggunaan 70 poin Mana satu kali pakai
Cool down : 1 menit.]
[Peringatan!
Sekarang skill "Kehadiran kematian" adalah skill gabungan, kamu dan partner bisa menggunakan skill ini.]
"Skill gabungan..., ini seperti 'Pemulihan instan" di mana Norum bisa menggunakan skill ini dan aku juga bisa menggunakannya."
Lalu aku melanjutkan melihat skill baru yang kudapat dari sistem ini.
__ADS_1
[Skill khusus job :
- Keabadian (Pasif)
Kemampuan yang memberikan kesehatan selamanya dan kebal dari segala penyakit, racun serta efek buruk yang mempengaruhi status. Dapat mempercepat dan menguatkan efek regenerasi, lalu memberikan 50% pertahanan dari serangan fisik dan magic jika HP sudah berada di bawah 30%.
- Langkah Kematian (Aktif) (Level 1)
Kamu melebarkan sebuah medan kematian sejauh 7 meter dan medan ini berpusat padamu, target yang memasuki teritorimu akan tenggelam dalam kesengsaraan dan seluruh HP serta MP miliknya akan terkuras secara perlahan, lalu dijadikan sebuah buff penguatan setiap statusmu, partner dan The Arcana.
Penggunaan 100 Mana permenit.
Cool down : 10 menit.]
[Efek baru telah ditambahkan pada skill "Pengabdian."]
[Pengabdian (Aktif)
Kamu bisa mengikat dan menundukkan jiwa-jiwa tertentu, selama jiwa-jiwa tersebut memenuhi syarat untuk menjadi pengikut setiamu dan menyimpan mereka ke dalam tubuhmu. Sekarang kamu bisa memasuki kesadaran jiwa target yang kamu mau.]
[Peringatan!
Kamu hanya bisa memasuki kesadaran jiwa target hanya satu kali saja, jika sudah masuk kamu hanya punya satu menit berada di alam kesadaran jiwa target, dan kamu hanya bisa membangkitkan jiwa yang tersesat sebanyak satu kali saja.]
"Seperti biasa, sistem selalu memberikan informasi secara terlambat dan sedikit. Tapi, aku hanya bisa menggunakan skill ini satu kali setiap jiwa, maka berarti tergantung keberuntunganku bisa atau tidak bisa mendapatkan pasukan yang kuinginkan."
Setelah melihat semuanya, aku langsung menutup kembali jendela sistem dan menatap semua para penjaga gerbang yang masih berlutut itu.
Tap... Tap... Tap....
Aku bangkit dari singgasana dan berjalan ke arah mereka.
[Mereka semua telah memenuhi syarat untuk menjadi The Arcana-mu.]
[Silahkan berikan perintahmu sebagai tanda menerima kesetiaan mereka.]
"Hm? Berarti...." Aku menatap semua para penjaga gerbang ini dengan seksama. "Tak kusangka, bisa mendapatkan pasukan sekuat ini."
Aku maju selangkah dan mengangkat satu tanganku ke depan.
"Mulai sekarang... aku adalah pemimpin kalian dan korbankanlah seluruh jiwa kalian kepadaku."
Seketika muncul sekumpulan Mana yang mengelilingi mereka dan Mana mereka tiba-tiba mengikat diriku, tapi aku tidak merasakan apa pun lagi seperti sebelum-sebelumnya.
[Kamu telah berhasil mengikat jiwa tersesat, sekarang jiwa mereka telah menyatu dengan jiwamu.]
[Sekarang kamu boleh memberikan mereka nama.]
Aku menatap ke arah kanan dan memulai dari yang terkuat dulu.
"Mulai sekarang namamu Belial (The King) dan kamu Arane (The Queen)...."
[Nama telah berhasil diberikan.]
[Belial (Level 25)
Evolusi : ... (Belum berevolusi).]
[Arane (Level 24)
Evolusi : ... (Belum berevolusi).]
"Terima kasih atas namanya, Tuanku," ucap Belial.
Lalu aku berjalan ke arah The Bishop, tapi melihat mereka membuatku sangat bingung.
"Belial, kemarilah...."
"Ya, Tuanku?"
"Kenapa mereka hanya mewakili satu nama, padahal kan mereka ada dua?"
"Hamba menjawab, Tuanku. Pada dasarnya mereka tercipta dari satu jiwa, tapi atas keinginan 'Penguasa' dulu sebelum Tuan, dia menciptakan kami dengan bentuk sesuai keinginannya."
Setelah mendengar itu aku langsung memahaminya, bahwa mereka semua terkecuali Belial dan Arane yang hanya memiliki satu tubuh, tapi mereka memiliki lebih dari satu tubuh dengan jiwa terbagi ke tubuh yang lainnya.
Aku memandang sejenak wujud mereka yang tampak seperti seorang penyihir tapi dengan jubah putih bak seorang pendeta.
"Aku rasa nama ini cocok untuk kalian... Prudens!"
[Nama telah berhasil diberikan.]
[Prudens (Level 20)
Evolusi : ... (Belum berevolusi).]
Arti dari nama itu "Bijak" karena mereka lebih memilih lawannya dengan kelebihan mereka daripada melawan dengan kekerasan.
Lalu aku melanjutkan ke kedua kuda hitam ini dengan tanduk putih di kepalanya.
"Mulai sekarang namamu Unicorn!"
[Nama telah berhasil diberikan.]
[Unicorn (Level 22)
Evolusi : ... (Belum berevolusi).]
Lalu berlanjut lagi ke orang besar dengan empat tangannya.
"Kalian seperti patung menyeramkan yang ada di setiap sisi bangunan tinggi itu, maka namamu adalah... Gargoyle!"
[Nama telah berhasil diberikan.]
[Gargoyle (Level 21)
Evolusi : ... (Belum berevolusi).]
Aku melanjutkannya lagi ke sampingnya, tampak ada delapan prajurit pedang sedang menundukkan badannya.
Saat bertarung melawan mereka yang memiliki formasi dan kekompakan dalam bertarung secara bersamaan, lalu saling menutup kekurangan masing-masing.
Sekarang mereka sudah bagian dari pasukanku, bagaimana jadinya jika mereka berdelapan bertarung secara bersamaan di sisiku? Mungkin akan sangat menakjubkan.
"Prajurit yang tangguh, kerja sama luar biasa, pantang menyerah, kalian seperti prajurit legenda dari Yunani dan mulai sekarang nama yang tepat untuk kalian adalah... Sparta!"
[Nama telah berhasil diberikan.]
[Sparta (Level 21)
Evolusi : ... (Belum berevolusi).]
Aku melihat mereka semua tampak senang mendapatkan nama masing-masing.
"Tuanku, anda melupakan mereka...."
Aku langsung melihat ke arah pojok sana, tampak ada tiga ekor anjing hitam yang ukuran normal. Kulihat mereka meringkuk ketakutan di sana saat aku menatapnya.
Aku pun berjalan ke arahnya.
"Hing..! Hing..!"
Saat semakin mendekati mereka, tampak mereka sangat takut terhadapku.
__ADS_1
"Belial, apa mereka...."
"Iya, Tuanku. Merekalah para penjaga gerbang utama."
"Tapi, kenapa mereka ada tiga, bukannya mereka hanya satu dengan tiga kepala?"
"Pada dasarnya mereka tercipta dengan tiga tubuh dan memiliki jiwa mereka masing-masing. Mungkin yang Anda hadapi sebelumnya adalah hasil dari kemampuan mereka yang bisa bersatu menjadi satu individu."
Aku langsung menatap mereka yang tampak sangat ketakutan, lalu aku menundukkan tubuhku dan mencoba memegang kepala mereka secara perlahan.
Saat meletakkan tanganku di atas kepalanya, aku merasakan tubuhnya gemetaran hebat.
"Maaf." Sembari mengelus lembut kepalanya. "Aku tak bermaksud menakutimu, tadi itu aku emosi karena mengingat kenangan yang sangat buruk."
Setelah berkata begitu, mereka bertiga membuka matanya secara perlahan dan mengangkat kepalanya dengan tegak. Aku melihat mata mereka sangat polos dengan warna indah dari yang kiri berwarna biru muda, di tengah berwarna merah muda dan yang di kanan kuning muda.
"Aku ingin kalian mengikutiku, dengan adanya kalian maka akan sangat membantuku. Bagaimana?"
"Guk.. heh, heh...!" Sembari menjulurkan lidahnya dan menggoyangkan ekornya.
"Anak pintar, mulai sekarang nama kalian Cer (Kiri), Ber (Tengah) dan Rus (Kanan.)"
"Guk..!"
[Nama telah berhasil diberikan.]
[Cer (Level 18)
Evolusi : ... (Belum berevolusi).
Ber (Level 18)
Evolusi : ... (Belum berevolusi).
Rus (Level 18)
Evolusi : ... (Belum berevolusi).]
[The Arcana : 13.]
Aku langsung berdiri lagi dan memperhatikan sekitar ruang singgasana ini.
"Belial, apa kamu ingat siapa 'Pencipta'-mu?"
"Maaf, Tuanku. Hamba tidak ingat siapa 'Pencipta' kami, tapi kami semua tiba-tiba sudah ada di sini dan kami semuanya menerima sebuah perintah yang ada di kepala kami."
"Perintahnya apa?"
"Isi dari perintahnya adalah 'Jagalah tempat ini sampai orang yang ditakdirkan untukku datang ke sini.'"
Mendengar itu membuatku semakin bingung, apa perintah itu langsung dari Aristoteles atau sistem ini? Tapi, yang kulihat dari pecahan masa lalu Aristoteles yang katanya dia menitipkan sesuatu ke Belial. Apa ke Belial yang lain? Atau Belial yang sekarang?
Karena kebingungan melanda pikiranku bahwa kekuatan yang kuterima ini adalah tanggung jawab besar, aku tidak tahu bahwa adanya kekuatan aneh ini muncul karena bertujuan melawan makhluk yang disebut penjajah itu.
Aku tak menyangka sekarang aku menanggung beban berat seperti itu, tak heran kenapa sistem ini memberikan aku sebuah quest berat agar aku bisa menjadi lebih kuat dengan cepat.
Tapi, aku juga memiliki masalah pribadi untuk diselesaikan dan sampai sekarang sangat menyakiti hatiku mengingatnya, apakah orang tuaku benar-benar mati karena kecelakaan atau ada orang dibalik insiden ini?
Dun....
"Sepertinya sudah mau tutup...."
Tiba-tiba muncul sebuah portal dan itu adalah jalan keluar dari dunia Hades.
"Kalian semua masuklah, kita akan keluar dari sini."
Semua penjaga gerbang sudah menjadi The Arcana-ku dan mereka semua menghilang dan jadi masuk ke dalam tubuhku.
Aku langsung melangkahkan kakiku ke portal ino dan keluar dari tempat mengerikan ini.
...•••...
...•••...
...•••...
Berada di dalam rumah....
"Heh? Aku tiba-tiba berada di dalam rumah."
Aku berjalan-jalan menyusuri setiap ruang rumah ini dan ini benar-benar rumahku, lalu aku melihat jam dinding rumah...
"Sekarang sudah pukul 03.00 pagi--"
Deg!
"Egh! Tiba-tiba kepalaku pusing dan...." Aku langsung meremas dadaku. "Dadaku rasanya... sesak!"
Aku langsung ingin pergi ke kamarku, tapi apa daya tiba-tiba kakiku sangat lemas dan sulit untuk berdiri.
"Kenapa... kenapa efek pertarungan itu baru sekarang...!"
Aku mencoba menggunakan skill "Pemulihan instan," tapi...
"Aaahh..!!"
Rasanya tiba-tiba tubuhku mau terbakar seperti waktu aku terbakar di "Dungeon Parasite" sebelum menerima sistem ini.
Deg! Deg! Deg!
Detak jantungku semakin kencan dan pandanganku semakin kabur.
Gedebuk!
[Quest harian:
- Push-up (0/100)
-Sit-up (0/100)
-Squat (0/100)
-Berlari sejauh 10 kilometer (0 Km)
-Bermeditasi selama 1 jam (0,00,00)
...Batas waktu...
...00.00.04...
PERINGATAN!
Akan ada hukuman sebagai balasannya jika seluruh quest belum terselesaikan hingga waktu habis.]
[3]
[2]
[1]
[Peringatan!
Kamu telah gagal menyelesaikan misi harian dan hukuman segera diberikan kepadamu.]
__ADS_1