Sang Pewaris Dewa Kematian

Sang Pewaris Dewa Kematian
Chapter 33


__ADS_3

Sesaat tiba di rumah sakit....


Aku sudah berada salah satu kamar pasien dan terlihat kedua adikku ini terbaring dengan pulas di kasur pasien ini.


"Syukurlah, kalian baik-baik saja."


Tiba-tiba pintu kamar pasien ini terbuka dengan cepat.


"Arkha...!"


"Ssshh...." Sembari mengacungkan jari telunjukku di mulut.


"Maaf."


Orang itu adalah Susan, dia terlihat sangat panik dan mungkin dia sudah mendengar beritanya dan bergegas menuju ke sini.


"Apa Rena dan Reno baik-baik saja?"


"Jangan khawatir, mereka baik-baik saja."


"Syukurlah." Sembari mengelus dadanya.


"Aku tak menyangka, kamu mendapatkan berita itu dengan cepat."


"Soalnya Bu Siska menghubungiku lalu katanya, Rena dan Reno dirawat di rumah sakit."


"Bu Siska?"


"Dia adalah wali kelas Rena dan Reno."


"Jadi wanita tua itu ya yang dimaksud, dia menghampiriku secara langsung untuk memberitahukan mengenai portal itu."


Susan memperhatikan aku dengan seksama dan terlihat pakaian yang kukenakan rusak akibat pertarungan itu.


"Sebaiknya kamu pulang dan istirahatlah, kamu terlihat sangat kelelahan, biar aku saja menjaga mereka berdua."


"Baiklah, tolong ya."


Susan hanya mengangguk saja dan aku langsung bangkit dari kursi lalu segera meninggalkan mereka.


Sesaat di luar kamar pasien ini, aku melihat seseorang dengan jas hitamnya serta kacamata hitamnya duduk di lorong rumah sakit ini.


"Mungkinkah dia...."


Pria itu langsung bangkit dari duduknya dan menyapaku.


"Kita bertemu lagi, Tuan Arkha Peteng."


"Oh, kamu ya, Tuan...."


"Adam Buana, kamu bisa memanggilku Adam."


"Baiklah, apa ada urusan denganku, Tuan Adam?"


"Sebenarnya ini lebih tepat memperingati."


"Memperingati? Memperingati apa?"


"Ya, aku datang menemuimu secara langsung untuk hati-hati, sebab kamu pasti tahu apa yang terjadi dengan dungeon yang sudah terdistorsi Rank-F menjadi Rank-E saat di dalam dalam sana, kan."


Seketika aku terkejut, sebab aku tahu maksud dia. Karena aku dan Santia terlibat dalam hal pembunuhan kelompok Gilang Himar.


"Tampaknya kamu sudah mengetahuinya, aku ke sini untuk memperingatimu untuk hati-hati, sebab kakak dari Gilang Himar yaitu Gading Himar sudah mengetahui kematian adiknya."


Aku hanya terdiam saja mendengar itu, sebab bencana akan segera menimpaku segera dan lebih terburuknya akan balas dendam kepadaku, mungkin dia akan melakukan hal yang sama yaitu membunuh Rena dan Reno tanpa harus mendatangiku secara langsung.


"Kayaknya kamu sudah mengerti. Baiklah, tugasku sudah selesai di sini."


"Terima kasih sudah memberitahu."


"Tidak, aku melakukan ini sebab aku punya firasat menarik mengenai dirimu, kusarankan kamu meninggalkan negaramu ini atau membuat dirimu menjadi sekuat mungkin hingga melampaui batasmu. Karena Gading Himar akan datang ke Indonesia enam hari lagi, sebenarnya dia ingin pulang langsung dua bulan lalu, karena padatnya bisnis ia di sana dan akhirnya dia langsung menunda kepulangannya sementara."


"Terima kasih atas informasi."


"Sama-sama."


Tuan Adam langsung pergi meninggalkanku.


"Melampaui batas ya...." Sembari menatap tanganku. "Aku merasa harus menjadi lebih kuat secepat mungkin..., Hah?"


Aku terkejut sebab muncul jendela sistem.


[Quest harian:


- Push-up (0/100)


- Sit-up (0/100)


- Squat (0/100)


- Berlari sejauh 10 kilometer (0 Km)


- Bermeditasi selama 1 jam (0,00,00)


...Batas waktu...


...09.04.47...


PERINGATAN!


Akan ada hukuman sebagai balasannya jika seluruh quest belum terselesaikan hingga waktu habis.]


"Ah, aku lupa menyelesaikan ini..., sekarang apa lagi?"


Muncul jendela sistem lagi dan kali ini sebuah informasi.


[Kamu sekarang bisa memasuki dunia "Hades."


...Batas waktu...


...01.00.00...


PERINGATAN!


Kamu akan dikirim ke dunia ini secara otomatis jika waktu habis.]


[Go/No]


"Semakin diperhatikan... sistem ini semakin menyebalkan juga, sebab tidak ada waktu istirahat bagiku."


Karena cukup lelah, aku langsung pulang menuju ke rumah untuk istirahat sejenak, sebelum memasuki "Hades."


...•••...


Sesaat sampai di rumah....


Setelah istirahat 10 menit lebih dan telah mempersiapkan semuanya.


"Mengganti pakaian sudah, sekarang sebaiknya aku membeli potion sebanyak mungkin, ada kemungkinan sistem ini tidak berfungsi di dalam sana seperti ujian pengambilan job."


Aku membuka shop dan membeli empat potion HP 20%, lalu potion MP 20% masih ada tiga belum kupakai sama sekali.


Aku melihat isi inventor-ku :


[- Belati taring putih X1


- Belati taring hitam X1


- Colt Revolver M-1836 X1


- Inti magis kematian X1


- Potion HP 20% X4


- Potion MP 20% X3.]


"Baiklah, dengan ini semua sudah siap..., sekarang aku ingin melihat status mereka...."


[Dani (Level 5)


Evolusi : ... (Belum berevolusi)


Skill :


- Pahlawan perang (Pasif) (Level 1)


Sang kesatria akan mengerahkan seluruh kemampuan tempurnya dalam medan perang, ketika dia mendapatkan sebuah perintah dari tuannya maka seluruh status poin miliknya akan meningkat 10%.

__ADS_1


- Tekad sejati (Aktif) (Level 1)


Kemampuan yang memperkuat tubuhnya beserta seluruh perlengkapan tempur miliknya 50% dalam durasi waktu tiga menit.


Cool down : 7 menit.]


[Dami (Level 12)


Evolusi : ... (Belum berevolusi)


Skill :


- Master Element (Pasif) (Level 1)


Seorang penyihir dengan kejeniusan yang telah memahami setiap fondasi alam semesta ini.


Element yang bisa dikendalikan olehnya :


(Fondasi 1)


- Pyro


- Aqua


- Aero


- Terra


- Mencintai alam (Aktif) (Level 1)


Kemampuan yang mengumpulkan seluruh Mana alam di sekitarnya dan membentuk sebuah roh alam, sehingga bisa diperintahkan sesuka hati untuk membantu sang penyihir.


Cool down : 30 menit.]


[Bongsor (Level 16)


Evolusi : ... (Belum berevolusi)


- Tak pandang bulu (Aktif) (Level 1)


Kemampuan yang memperkuat seluruh tubuhnya hingga mencapai batasnya, seluruh status poin miliknya meningkat 70%. Efek samping yaitu dia akan memasuki mode "Berserk" jika kemampuan ini terlalu lama aktif.


Cool down : 10 menit.]


"Hm, hanya mereka bertiga, mana yang satunya?"


Aku tiba-tiba menyadarinya, sebab raja Zombie yang sudah menjadi The Arcana-ku tidak muncul dalam statusnya.


"Mungkin aku belum memberikan dia nama, jadi dia belum dihitung oleh sistem."


Setelah mengetahuinya aku memutuskan untuk keluar dari rumah dan mencari tempat yang sangat sepi untuk membuka portal "Hades" ini.


"Baiklah, aku rasa di sana cukup sepi."


Aku langsung menggunakan skill "Pengikat jiwa" dan berteleportasi dalam sekejap ke tempat itu.


Chin!


...•••...


Sesaat sampai di lokasi tujuan....


Chin!


[Pengikat Jiwa (Aktif) (Level 1)


Kemampuan berpindah posisi dengan sang partner dalam jarak tertentu dan kamu sekarang bisa berpindah ke mana pun yang kamu inginkan, selama kamu bisa mengingat energi Jiwa setiap makhluk hidup.


Penggunaan 100 poin Mana dalam 1 kilometer


Cool down : 1 jam.]


[Kamu telah berpindah dengan cepat dalam jarak 500 meter, Mana yang dikonsumsi adalah 50 poin dengan cool down : 50 menit.]


"Berarti skill ini akan mengkonsumsi jumlah Mana tertentu, tergantung dari jaraknya dan begitu pun dengan cool down-nya."


Setelah menemukan tempat yang tepat aku langsung mengeluarkan semua The Arcana dan Norum.


Semua The Arcana menundukkan tubuh mereka di hadapanku dan Norum berdiri tepat di sampingku.


Aku melihat raja Zombie itu sudah menjadi bawahanku dan nama belum aku berikan kepadanya.


Aku memerhatikan dia dengan seksama.


"Tubuh yang tinggi kira-kira 2 meter lebih serta tubuh penuh jahitan dan rambut acak-acakan, tapi... dia sangat berbeda sebelum aku melawannya."


Aku sedikit terkejut melihatnya sebab saat melawannya dia sebelumnya, aku melihat seluruh tubuh dia membusuk dengan daging-daging tubuhnya terkelupas di mana-mana.


"Kamu mengingatkanku salah satu karakter fiksi monster yang terkenal itu, maka namamu adalah... Frankenstein!"


[Nama telah berhasil diberikan.]


"Frankenstein (Level 21)


Evolusi : ... (Belum berevolusi)


- Tubuh abadi (Pasif) (Level 1)


Seseorang yang telah mati namun dibangkitkan dalam keadaan jiwa penuh kesengsaraan, sehingga ketika bangun dari mimpi buruknya dia akan memandang semua yang di hadapannya adalah kematian. Dia mampu mengeluarkan seluruh racun dalam tubuhnya sesuka hati dan efek racun akan mengurangi 5% HP target perdetik, durasi bertahan racun ini adalah 1 menit.]


[The Arcana : 4.]


"Skill yang menarik..., hah!"


Tiba-tiba aku teringat sesuatu dan membuka inventori.


"Kalau gak salah..., Inti magis kematian juga bagian dari mayat hidup."


Aku langsung mengeluarkannya, sesaat di keluarkan tiba-tiba muncul jendela informasi.


[Inti magis kematian bisa disatukan dengan The Arcana - Frankenstein untuk perkembangannya.]


[Apa kamu ingin menyatukannya?]


[Yes/No]


"Disatukan! Berarti...."


Aku langsung melirik ke Frankenstein yang tampak masih menundukkan badannya.


"Aku rasa ini sangat bagus buat memperkuat pasukanku. Baiklah, aku ingin menyatukannya...."


[Proses penyatuan dimulai.]


Seketika inti magis kematian yang kupegang melayang ke arah Frankenstein, tiba-tiba inti itu masuk ke tubuhnya.


"Harrr..! Errh...!"


Seketika Frankenstein merasa kesakitan.


"Entah kenapa aku merasa dejavu melihatnya."


Tiba-tiba aku teringat saat menerima job ini bersama Norum dan sungguh rasanya menyakitkan, tapi setelah itu kami mendapatkan sesuatu yang luar biasa melebihi rasa sakit itu.


[Proses penyatuan selesai.]


[Skill :


- Pasukan kematian (Aktif) (Level 1)


Kemampuan yang bisa memanggil makhluk hidup apa pun yang telah berada di alam baka untuk memenuhi semua perintahnya. Batas maksimum pasukan yang dipanggil adalah 20.


Cool down : 30 menit.]


"Wow! Skill yang menakjubkan, dengan kemampuannya ini bisa menambah seluruh pasukanku."


Sesaat memerhatikan skill ini, tiba-tiba Norum mencolek aku dengan kaki depannya.


"Ada apa, Kawan?"


"Hing...." Sembari memandang ke depan.


Aku mengikuti arah pandangnya dan aku sedikit terkejut melihatnya, sebab Dani, Dami dan Bongsor melihat Frankenstein dengan tatapan iri, dan Frankenstein hanya tersenyum saja dengan mulutnya yang bisa terbuka lebar sampai ke telinganya.


"Entah kenapa aku terlihat seperti seorang ayah yang pilih-pilih kasih terhadap anak-anaknya."


Setelah melihat itu aku langsung membuka shop dan melihat semua perlengkapan yang ada.

__ADS_1


"Aku rasa harus memberikan mereka hadiah..., tapi cuma ada perlengkapan tempur dan potion yang dijual di sini."


Karena Soul Poin milikku ada tiga juta maka aku bisa membeli 4 senjata sekaligus.


"Baiklah, aku beli yang ini, ini, ini, dan ini juga."


[Apa kamu ingin membeli item ini?]


[Buy/No]


"Beli...."


[Item berhasil dibeli.]


[Soul poin : 1.030.054.]


"Lumayan banyak habis, tapi setidaknya mereka bisa tambah kuat dengan semua item ini.]


Aku membuka inventori:


[- Belati taring putih X1


- Belati taring hitam X1


- Colt Revolver M-1836 X1


- Potion HP 20% X4


- Potion MP 20% X3


- Belati kembar


- Orb Matahari


- Kapak bersaudara


- Palu penghancur kehidupan.]


Aku mengeluarkan belati kembar dulu yang mana aku ingin memberikannya kepada Dani.


"Dani ini untukmu...."


Saat ingin memberikannya tiba-tiba muncul jendela informasi.


[Peringatan!


Item yang kamu berikan kepada The Arcana akan menyatu sepenuhnya dengan dirinya dan tidak bisa dikembalikan lagi, seluruh efek item tersebut akan berubah sesuai dengan kemampuan The Arcana, dan item tersebut akan berkembang mengikuti perkembangan The Arcana juga.]


"Begitu ya, jadi item-item ini akan lenyap dari inventori-ku ya."


Setelah mengetahui informasi tersebut, aku tak bisa sembarangan memberikan mereka item-item yang menurutku akan sangat berguna nanti.


Setelah itu aku tetap memberikannya.


[The Arcana - Dani menerima sebuah berkah dari sang Heredis.]


"Berkah? Apa ini disebut berkah juga?"


Setelah itu aku mengeluarkan Orb Matahari lalu memberikannya ke Dami, kapak bersaudara diberikan ke Bongsor, dan yang terakhir palu penghancur kehidupan diberikan ke Frankenstein.


[The Arcana - Dami menerima sebuah berkah dari sang Heredis.]


[The Arcana - Bongsor menerima sebuah berkah dari sang Heredis.]


[The Arcana - Frankenstein menerima sebuah berkah dari sang Heredis.]


"Baiklah dengan ini semuanya selesai." Aku langsung melirik Norum. "Bagaimana denganmu Kawan, apa kamu mau juga senjata?"


"Hing...." Sembari menggelengkan kepalanya.


"Hm, begitu ya, 'Tubuhmu sendiri adalah senjata mematikan', ungkapan yang sangat menarik, Kawan."


[Gerbang menuju dunia "Hades" telah siap, apa kamu ingin memasukinya?"


[Yes/No]


"Ya...."


[Bersiaplah....]


[3]


[2]


[1]


Dur....


Seketika muncul sebuah gerbang raksasa dan bukan portal seperti dungeon-dungeon sebelumnya.


"Saatnya menuju menjadi yang terkuat!"


Aku langsung memasuki gerbang itu.


...•••...


Di rumah sakit....


Terlihat wanita cantik sedang menjaga dua anak kembar di salah satu kamar pasien.


Deg!


"Perasaan apa ini! Kenapa rasanya tidak nyaman sekali..., Arkha, kuharap kamu tidak melakukan tindakan yang sangat bodoh lagi." sembari menatap ke arah jendela luar.


...•••...


Di Kantor pusat asosiasi biro keamanan....


Terlihat seorang pria yang sangat tua dengan santai duduk di kursi kerjanya.


"Hm! Tekanan ini...." Langsung menghadap ke jendela luar. "Aku merasakan ada tekanan Mana yang sangat kuat dari arah barat."


Pria tua itu langsung menghubungi seseorang.


"Ya halo Pak, apa ada yang bisa saya bantu?"


"Adam sekarang ada di mana?"


"Dia lagi berada di rumah sakit kita Pak, yang letaknya berada di sebelah barat."


"Cepat suruh Adam beserta timnya, untuk memeriksa hutan bagian barat!"


"Baik, segera dilaksanakan."


Tlak....


"Tekanan ini... entah kenapa tidak menggangguku sama sekali. Apa ini hal baik atau sebaliknya."


...•••...


Di salah satu kantor cabang guild Si jago merah....


"Ketua! Ketua...!"


"Ada apa? Kenapa kamu begitu panik."


"Detektor kita... detektor kita sedang mengalami kerusakan!"


"Apa!!"


Ketua mereka langsung menuju ruang detektor.


"Ketua, ada yang salah dengan alat ini!"


"Coba aku lihat...." Dia memperhatikannya dengan seksama alat itu. "Tidak ada yang salah dengan alatnya, hanya saja alat ini tidak bisa mengukur jumlah Mana tertentu."


"Apa! Padahal detektor kita memiliki Kristal Mana Rank-A dan yang terbaik kita miliki!"


"Arah mana detektor ini mendeteksinya?" Tanya ketua.


"Tunggu sebentar...." Sembari mencari lokasinya. "Arahnya berada di sebelah barat dan lokasinya berada di tengah hutan."


"Begitu ya, berarti itu dungeon rank tinggi. Aku perintahkan seluruh pasukan guild ikut denganku menuju hutan itu!


"Siap, Pak!!"


Mereka langsung bergegas mengumpulkan anggotanya.

__ADS_1


"Entah kenapa perasaan ini sama seperti orang itu sebelumnya, apa ada hubungannya lagi dengannya? Aku harus benar-benar bertemu dengannya secara langsung."


__ADS_2