
Piuh! Piuh! Syut!
Piuh! Piuh! Syut!
Piuh! Piuh! Syut!
Serangan datang secara bertubi-tubi, sebuah bola hitam berukuran sedang, datang menghujani Goblin yang membawa tongkat itu.
"Tidak semudah itu!!"
Seketika Goblin itu menancapkan tongkatnya di tanah.
Bing!
Tiba-tiba muncul cahaya besar yang melingkar di sekitar kakinya, dan cahaya itu menyelimuti dirinya dan tampak ada benda sama-samar disekelilingnya.
Bom! Bom! Bom!
Bola-bola hitam itu langsung meledak seketika sesaat menyentuh benda samar-samar yang mengelilingi Goblin penyihir itu.
"Hahaha!! Hanya itu saja sihir yang kau bisa!"
Goblin penyihir itu meledek orang yang di hadapannya dengan kata lain musuhnya.
"Begitu ya..."
Ciri-ciri musuhnya bagai kakek tua dengan rambut dan jenggot berwarna putih, tapi dia memiliki dua tanduk meruncing di atas kepalanya.
"Sekarang aku mengerti."
Orang itu adalah Belial, salah satu pelayan terpercaya dan terkuat dimiliki sang Heredis of Death, Arkha Peteng.
"Mengerti apa pak tua! Kamu hanya bisa melemparkan bola-bola kecil itu saja, kau sebut dirimu penyihir!"
"Daripada aku disebut penyihir, aku lebih suka disebut peneliti. Karena sihir yang sering aku gunakan tadi, salah satu sihir yang aku kembangkan sendiri. Jujur saja, aku tak suka menggunakan sihir lain selain sihir buatanku sendiri."
Mendengar itu membuat Goblin itu tertawa dan tampak ia sangat senang akan hal ini.
"Menarik! Aku suka kau. Aku juga suka melakukan penelitian dan mengembangkan sihirku sendiri."
Mendengar itu membuat Belial tertawa dan begitu pun Goblin penyihir itu ikut tertawa juga, seolah-olah pikiran dan hati mereka bersatu karena memiliki minat yang sama.
"Imperio!!"
Dengan cepat Goblin penyihir itu langsung melancarkan sihirnya dan berhasil mengenai Belial.
"Egh..!"
"Hahaha!! Bagaimana ras..., egh!! Apa?!"
Tiba-tiba Goblin penyihir itu mengeluarkan darah dari mulutnya dan ia memeriksa kedaannya, ternyata benar dia mengalami luka dalam.
"Karena kita sesama peneliti, maka masih banyak hal harus disembunyikan bukan?"
Mendengar itu membuat Goblin penyihir itu tersenyum dan segera membersihkan darah yang keluar dari mulutnya itu dengan tangannya.
"Kamu benar, peneliti memiliki segudang rahasia dan pengetahuan yang disembunyikannya."
Tak!
Goblin penyihir itu langsung menancapkan tongkatnya lagi di tanah dan merapal kan sesuatu.
Bing!
"Hm?"
Seketika muncul banyak lingkaran cahaya disekeliling Belial.
"Akan kutunjukkan sihir yang baru aku ciptakan ini! Pilar kemarahan!"
Burn..!
Semburan api panas tiba-tiba muncul dari lingkaran itu dan menyirami orang tua yang hanya diam di sana.
Burn! Burn! Burn!
Sembuaran api keluar terus dari lingkaran cahaya itu sehingga targetnya tak kelihatan lagi karena api ini telah menyelimutinya.
"Hahaha!! Bagaimana rasanya pemandian api panasku?"
Goblin penyihir itu sangat senang akan hal ini, karena menurutnya ini menjadi kemenangan muklatnya.
Tapi...
"Ini sangat menyegarkan..."
"...?!"
Muncul siluet hitam dari balik kobaran api itu dan orang balik api mengangkat tangannya dan menunjuk ke Goblin penyihir itu.
"Bagaimana kalau kamu merasakan sendiri apimu ini."
"Apa..!"
Bizz..!
"Eh? Aaaahhh...!!"
Tiba-tiba seluruh tubuhnya terbakar seketika dan membuat tubuh Goblin penyihir itu gosong sedikit.
"A-apa... yang sebenarnya terjadi?" Langsung melihat ke arah kobaran api itu yang mulai padam. "Bagaimana... bagaimana kamu baik-baik saja?!"
Terlihat seluruh tubuh Belial baik-baik saja dan tidak sedikit pun goresan dari bara api itu.
Tap... Tap... Tap...
Bing! Bing! Bing!
Belial berjalan keluar dari kobaran api itu dan Goblin penyihir itu menyembuhkan dirinya dengan sihirnya.
"Aku sangat beruntung skill ini aktif dua kali berturut-turut, padahal persentase kemunculan skill ini sangat kecil."
[Muklat (Pasif)
Kemampuan membuat menahan dan memantulkan seluruh serangan fisik dan sihir. Kesempatan kemunculan kemampuan ini hanya 10%.]
Goblin penyihir itu berusaha bangkit dan dibantu oleh tongkat kesayangannya, tampak dia sangat kelelahan karena menerima luka dari serangannya.
"Aku tidak tahu sihir macam apa itu, tapi... dia sangat berbahaya."
Belial melihat keadaannya seketika dia menyeringai dan itu membuat Goblin penyihir itu sangat terkejut.
"Sial! Dia benar-benar berbahaya! Aku harus menjauh darinya!"
Busss..!
Goblin penyihir itu langsung melarikan diri dengan skill kabur miliknya, tampak dia merasakan nyawanya sudah terancam.
"Tidak semudah itu."
Belial langsung mengangkat tangannya satu...
Tlak...
Dia langsung menjentikkan jarinya.
"Apa? Kenapa aku ada di sini?"
Goblin penyihir itu seketika tubuhnya gemetar dan darahnya membeku, karena dia sedang berdiri tepat di hadapan orang yang ingin ia jauhi. Dia mengangkat kepalanya secara perlahan ke atas dan tampak senyuman mengerikan orang itu, bak iblis yang senang menyiksa korbannya.
Hap!
"Mmm..!!"
Belial langsung meletakkan tangan besarnya itu tepat di wajah mangsanya ini.
"Jujur saja, sebenarnya skill ini salah satu favoritku..."
[Kehendak (Aktif)
Kemampuan memungkinkan penggunanya membalikkan semua sebab akibat, dia bisa mengubah keinginan target menjadi sebaliknya.
Cool down : 1 menit.]
"Karena sihir ini sangat curang bagi musuhku makanya aku jarang menggunakannya. Karena aku ingin melakukan penelitian setiap targetku untuk membuat terobosan baru terhadap sihirku."
"Mmm... mmm!!!"
Goblin penyihir itu memberontak dan berusaha lepas dari cengkeraman Belial, terlihat dia seperti ikan yang berhasil dipancing.
Bing..!
Tongkat di tangan Goblin penyihir itu menyala dan Belial melihat itu langsung meraih tangannya itu dengan tangan kanannya juga.
"Kalau orang tua berbicara, sebaiknya kamu diam!"
Krak..!
__ADS_1
"Mmm...!!!"
Belial meremas erat tangannya itu dan terdengar suara tulang hancur dari tangannya itu.
"Aku rasa hiburannya sudah selesai, aku jadi tak tertarik lagi."
Krek..! Crak!
Belial langsung menarik tangan mungil sekuat mungkin hingga lepas dari tubuhnya.
"MMMMM...!!!!!"
Terdengar suara teriakan yang dibungkam dari tangan Belial, darah bercucuran dari tangan putus itu. Tapi, tidak sampai di situ saja, tampaknya Belial belum puas menyiksa korbannya.
"Aku lupa, kamu belum mencicipi mainanku ini...." Sembari menunjukkan bola hitam yang ada di tangan kanannya. "Bagaimana kalau kau mencobanya sekarang."
"MMM..!! Mmmm..!!!"
Jlab! Crak!
"Mmm... mm..!!"
Belial langsung menusuk tepak di dada Goblin penyihir itu dengan tangan besarnya itu.
Wiissh..!
Tiba-tiba bola hitam itu menghisap setiap inci tubuh Goblin itu dan menghilang tanpa jejak begitu saja.
"Aku ingin sekali mencoba skill ini, karena timingnya tidak tepat karena makhluk hijau ini lari seperti kadal tadi."
[Lubang kehampaan (Aktif) (Level 1)
Memunculkan sebuah bola hitam yang pekat, sesaat berhasil mengenai target akan menyerap semua yang disentuhnya hingga tak tersisa. Hanya satu bola kehampaan yang bisa dikeluarkan.
Cool down : 10 menit.]
Karena urusannya sudah selesai, Belial langsung melirik ke arah tuannya yang tampak bertarung dengan sengit.
"Tuanku menahan dirinya melawan makhluk hijau itu, apa Tuanku sedang mencari sesuatu?" Sembari melihat tuannya yang masih bertarung. "Kalau begitu, aku akan menyingkirkan sesuatu yang akan menghalangi konsentrasi Tuanku."
Belial melirik ke arah The Arcana lain yang melawan sekumpulan Goblin itu.
Set!
Belial langsung menuju ke sana dan membantu rekan-rekannya.
Di sisi lain...
Tring!
Slash! Slash! Tring!
"Haaarrhh..!!"
Set!
Terlihat Dani sedikit kewalahan melawan Goblin pembawa tombak dan perisai itu. Dengan pedang panjang miliknya, mampu mengimbangi serangan jarak menengah ini.
"Imperio!!"
Bur..!
"Hng..!"
Tiba-tiba Goblin itu memakai sihir miliknya sehingga membuat Dani kesulitan bergerak.
"Haaarrhh..!!"
Duk..! Duk..! Duk..!
Goblin itu langsung berlari ke arah Dani sembari mendepankan tombak miliknya itu.
"Hng..!!"
Dani berusaha menggerakkan dirinya dan seketika Mana dalam dirinya keluar.
[Skill "Tekad sejati" telah diaktifkan.]
[Tekad sejati (Aktif) (Level 2)
Kemampuan yang memperkuat tubuhnya beserta seluruh perlengkapan tempur miliknya 50% dalam durasi waktu 4 menit.
Cool down : 6 menit.]
Set! Bur..!
Burr..!!
Sesaat tombak itu ingin menusuk dirinya, Dani berhasil menghindarinya berkat skill buff miliknya itu.
"Haaarrrh..!! Mati kau!"
Tapi belum sampai di situ, Goblin itu langsung menghempaskan tombaknya itu ke arah samping tepat saat Dani menghindar sebelumnya.
"Hng..?!!"
Swoosh..! Tring! Bur..!
Dani berhasil terkena oleh serangan tombak itu dan terlempar cukup jauh, sehingga ia mengalami luka cukup berat akibat serangan itu, walau dia memakai armor sekalipun rasa sakit dirasakannya tetap ada.
"Hahaha!! Kau menyebut dirimu kesatria!"
Dani masih terbaring di tanah kering itu dan mendengar semua ocehan musuhnya itu.
Tapi...
Wuussh..!
"Hah?"
Tiba-tiba Mana dalam dirinya melonjak dan membuat Goblin itu sangat terkejut melihatnya.
"Apa yang dilakukannya?"
Dani bangkit dengan perasaan gelapnya dan tampak tatapannya sangat tajam di balik helm besinya itu.
[Skill "Haus darah" telah aktif.]
[Haus darah (Pasif)
Sang pengguna memasuki mode berserk sesaat dan meningkatkan seluruh stats miliknya sebanyak 90%. Skill ini akan aktif jika pengguna dalam keadaan terdesak dan durasi dari skill ini hanya 1 menit saja.]
Set! Chin!
"..?!!"
Tiba-tiba Dani menghilang dari pandangan Goblin itu, dan Goblin pembawa tombak itu melirik ke arah kiri dan kanan untuk mencari keberadaannya.
"Di mana dia?"
Set! Slash! Crak!
"A-apa?!"
Tiba-tiba satu goresan muncul di bahu kirinya.
"Di-diamana dia? Muncullah! Dan hadapi aku secara kesatria!"
Kesatria? Saat ini yang dia hadapi lagi, bukanlah kesatria yang menjunjung harga diri dan pertarungan penuh keadilan. Tapi, orang gila yang haus akan darah musuhnya dan gila akan pertempuran dan peperangan.
Set!
Slash! Slash! Slash!
Crak!
"Ergh..! Haaarrhh...!!"
Goblin itu terus menerima luka dibagian tubuhnya, karena gerakan dari Dani sangat cepat membuat musuhnya ini sangat marah.
"Di mana dia?"
Set! Set! Set!
Goblin itu terus mengawasi sekitarnya dan matanya tak pernah sekalipun berkedip.
Set! Set! Set!
"Dia tidak menghilang. Tapi gerakannya sangat cepat."
Set!
Sesaat Goblin terlihat lengah Dani siap melancarkan serangan terakhirnya.
Tapi...
"Kena kau!"
__ADS_1
Swoosh..!!
Goblin itu langsung melancarkan tombaknya tepat di belakangnya dan dirasa berhasil mengenai target, ia langsung berbalik dengan wajah bangganya.
Akan tetapi...
"A-apa..?!"
Kesatria hitam ini berhasil menahan tombak itu dengan satu tangannya.
Krak!
Ia langsung meremas ujung tombak itu hingga hancur.
"Ti-tidak... jangan mendekat!"
Goblin itu mundur secara perlahan dengan wajah paniknya, ia meletakkan perisainya itu ke depan sembari mundur.
Tap... Tap... Tap...
Di sisi lain Dani berjalan dengan santai sembari memegang kedua belatinya itu.
Set! Chin!
Slash..! Crak!
Klotak!
Dengan gerakannya yang sangat cepat, Dani langsung menebas kepala Goblin itu hingga lepas dari tubuhnya.
Gedebuk!
Tampak pertarungan ini dimenangkan olehnya, terlihat mayat tanpa kepala itu telah jatuh di tanah.
Dani melirik ke arah pemuda yang tidak lain adalah tuannya, tampak tuannya sedang bertarung dengan salah satu Goblin bangsawan itu di sana dan pertarungan mereka sangat sengit.
Di sisi lain...
"Egh..!! A-apa?! Kenapa setiap serangannya semakin kuat?!"
Swoosh..! Swoosh! Tring!
Slash..! Slash..! Tring!
Kami terus saling melemparkan serangan masing-masing, setiap seranganku semakin kuat jika menyerang dan sebaliknya Goblin yang kuhadapi ini, serangannya semakin cepat.
Swoosh..! Swoosh! Tring!
Slash..! Slash..! Tring!
Swoosh..! Swoosh! Tring!
Slash..! Slash..! Tring!
"Matilah kau.!!"
Slash! Slash! Slash! Crak!
Aku berhasil terkena beberapa serangan darinya itu membuat aku meneriman luka sangat banyak.
"Aku kalah cepat...!"
Set!
Aku langsung menjauh sejenak darinya dan aku melihat Mana dalam dirinya semakin kuat.
"Mungkin dia memiliki skill semacam peningkatan status juga."
Goblin itu cekikikan dan tampak dia sangat senang berhasil melukaiku.
"Kenapa? Apa kamu takut?"
Aku melihat seluruh lukaku yang masih meneteskan darah.
Bing! Bing! Bing!
Seketika lukaku sembuh berkat kemampuan Norum "Kesetiaan" yang mengorbankan HP miliknya, dan berkat skill pasif milikku "Keabadian" yang memperkuat efek regenerasi.
"Tak kusangka kamu punya sihir penyembuh juga."
Aku masih menatap Goblin itu sesaat dan buka suara :
"Aku ingin bertanya sesuatu..."
"Hah..! Apa kau ingin bertarung atau tanya jalan, hah!"
"Aku tak akan serius bertarung jika masih ada yang mengganjal pikiranku."
Mendengar itu membuat Goblin ini diam sejenak dan buka suara :
"Baiklah, mungkin ini akan jadi jawaban terakhirmu di hidup ini. Katakanlah apa yang ingin kamu ketahui?"
Setelah berkata penuh kesombongan, tapi ia langsung memberikan aku kesempatan untuk bertanya lagi. Tampaknya ia sangat menghormati musuhnya dan ingin bertarung sepenuh kekuatan dengan musuhnya itu.
"Apa maksudmu aku sama seperti 'Pria tua' yang kau maksud itu?"
Saat aku bertanya seperti itu, tiba-tiba tatapan dia berubah terhadapku dan itu membuatku sedikit terkejut melihatnya.
"Memang kalian sama dan begitu pun dengan Tuanku..."
Saat mendengar itu aku semakin penasaran, kenapa ada orang lagi yang mirip denganku katanya, apalagi orang itu adalah yang dipanggil tuannya.
"Tuanku dan pria tua itu saling mengenal. Tapi, pria tua itu memang pernah datang ke sini dan menawarkan kami kekuatan besar dengan mengorbankan jiwa kami sebagai balasannya, tapi... aku dan saudara-saudaraku menolak keras penawarannya. Kami ingin membalaskan dendam Tuan kami yang telah dibunuh seseorang dengan kekuatan kami sendiri."
Informasi baru aku dapatkan lagi, pasti orang yang membunuh tuannya ini oranv yang sangat kuat.
"Lalu, siapa yang membunuh tuanmu itu?"
Saat aku bertanya seperti itu, seketika Goblin itu memancarkan hawa membunuh yang sangat kuat dan begitu pun sorot matanya semakin tajam menatapku.
"Tentu saja yang membunuh Tuanku adalah... kamu!"
Aku sangat terkejut mendengar itu dan mencoba memastikannya lagi.
"Tunggu! Apa mak---"
Swoosh..! Tring!
"Sial! Dia tidak mau mendengarkanku!"
Tiba-tiba Goblin itu langsung melempar kedua pisau besarnya kepadaku dan aku berhasil menahan serangan dadakannya itu.
Set! Chin!
Tring..!
Dengan gerakannya yang sangat cepat, dia langsung maju menghadapiku dan sekali lagi, kedua senjata kami saling benturan.
"Tak perlu banyak bicara lagi! Mari kita bertarung sampai salah satu dari kita mati!"
Swoosh..! Swoosh! Tring!
Slash..! Slash..! Tring!
Aku terus menahan serangannya itu, tapi tampaknya dia tidak akan mau diajak negosiasi lagi.
"Tidak ada cara lain lagi..."
Set!
"Hah?"
Aku langsung menjauh darinya dan melompat, lalu aku langsung menggunakan skill "Pemilik sejati" untuk menopang diriku, sehingga membuatku melayang di udara.
Bing!!
Tiba-tiba Excalibur menyala dan itu berkat skill-nya, aku mengumpulkan semua Mana-ku ke pedang ini sehingga membuatnya bercahaya.
Aku langsung mengangkat Excalibur dan siap menebasnya sekuat mungkin.
"Tahan serangan ini kalau bisa."
"Hehe! Cepat lakukan..!!" Ucapnya dengan wajah sangat bahagianya.
Swuussh..!!!
Aku langsung menebas udara di depanku dan menciptakan gelombang kejut bercahaya.
Bomm!!
Durr..!!
Ledakan dari serangan itu membuat dungeon ini bergetar sangat hebat dan hampir membuat tempat ini runtuh juga.
Aku melihat mayat Goblin pemilik dua pisau besar itu telah tertidur dengan tanah yang sudah hancur di bawahnya.
"Sudah berakhir..."
__ADS_1