Sang Pewaris Dewa Kematian

Sang Pewaris Dewa Kematian
Chapter 54


__ADS_3

"Hoarrgh..!!"


Aaahh...!!!


Pemandangan yang sangat menegangkan dari dua kubu saling bertempur dengan kekuatan luar biasa mereka, dan hanya suara kegaduhan senjata, teriakan dan percikan darah di mana-mana.


"Semuanya mundur!" Perintah Rama. "Ini bukan pertempuran yang bisa kita campuri!"


Semua manusia itu berlari menjauh dari medan perang itu dan tak bisa ikut terlibat di dalamnya, karena perbedaan kekuatan sudah sangat jelas di mata mereka.


Set!


Slash! Slash!


"Hahaha!!! Apa hanya segini kekuatan pasukanmu?!"


Tampak pemimpin Dark Elf itu ikut dalam pertarungan kelompok ini dan berhasil menebas beberapa The Arcana-ku.


"Dalam kekuatan seharusnya pasukanku yang menang, sebab mereka bisa pulih lagi dengan mengorbankan Mana-ku. Tapi, mereka tak berdaya di hadapannya." Sembari melirik ke arah pemimpin Dark Elf itu. "Dia tampak menikmati pertarungan ini dan tampak sekilas dia sangat kuat meskipun aku dibantu yang lainnya, tidak ada jaminan aku bisa bertahan melawannya."


Slash! Slash! Slash!


"Hahaha!!!"


Melihat dia membuatku semakin kesal dan tampak para The Arcana sangat unggul menghadapi pasukan Dark Elf itu.


"Aku ingin menyelesaikan hal ini dengan cepat dengan mode Heredis, tapi peringatan ini tiba-tiba muncul...."


[Peringatan!


Kamu baru menguasai 25% kekuatan mode Heredis, jika kamu tetap ingin menggunakan mode ini dalam keadaan belum sempurna maka kamu akan menerima efek balik yang sangat menyakitkan.]


"Jadi ini penyebab aku merasakan sakit yang sangat hebat setelah keluar dari dunia Hades." Langsung menghela napas. "Sudahlah, aku membuang-buang waktu memikirkannya."


Set!


Tring...!


Aku langsung maju menghadapi pemimpinnya dan kedua belati kami saling benturan sehingga menciptakan kilatan cahaya yang dipancarkan dari dua senjata itu.


Set! Shut!


Aku langsung melompat ke arahnya dan melayangkan tusukan belati ini ke arahnya.


Tring...!


Dia berhasil menahannya dengan belati miliknya.


"Menarik, tapi masih belum cukup... KUAT!!!"


Keck...!


"Egh...!"


Tiba-tiba dia melayangkan tendangannya dari samping dan tendangannya itu membuatku menjauh darinya.


"Sial! Dia benar-benar sangat kuat..! Dami!"


Seketika Dami melancarkan empat sihir element sekaligus dan menyatukan semua element, sehingga tercipta gelombang Mana yang sangat kuat terkumpul pada satu titik.


Wussh...!!!


Sihir dahsyat itu langsung dilemparkan ke arah pemimpin Dark Elf itu dan tercipta angin topan yang sangat panas.


"Gertakanmu soal trik murahan bukan bualan semata. Keluarlah, aku tahu kamu di dalam sana sedang berjemur, jangan membuang-buang waktuku!"


Set! Bur ..!


"Hahaha!!! Sudah lama aku tak merasa sesenang ini...!"


Tiba-tiba dia keluar dari kobaran api dengan wajah yang tampak seperti orang sakit jiwa yang senang akan sesuatu.


"Di tengah pertarungan tadi aku mendapatkan notifikasi ini...."


[Kamu telah diakui sebagai master barunya, silakan berikan perintahmu.]


"Aku tidak tahu apa ini, tapi... keluarlah dan lindungi aku!"


Ching!


Ching!


Tiba-tiba belati taring putih dan hitam ini bersinar, dan memancarkan energi sangat kuat.


"Trik murahan apa lagi yang kamu mainkan, hah?!!"


Seketika kedua belatiku ini bergetar dengan hebat dan tiba-tiba melayang di udara.


Bing!


Shut! Piuh!


Di sini lain pemimpin Dark Elf itu langsung melempar belatinya ke arahku yang tampak lengah karena cahaya menyilaukan ini.


Tring!


"Hah?"

__ADS_1


Entah kenapa pandanganku tiba-tiba jadi gelap dan bau yang ada di sekitarku tidak tercium sama sekali, aku mencoba mengarahkan tanganku ke depan.


"Sangat keras...."


Aku merasakan sesuatu yang sangat keras dan mencoba mengarahkannya lagi ke arah lain, dan itu sama seperti sebelumnya.


"Apa ini dinding? Tapi, kenapa tiba-tiba ada di sini?"


Aku bingung akan kemunculan tiba-tiba benda keras ini, tapi aku melihat ada celah cahaya dan celah itu semakin membesar.


"Hah? Jadi aku tetap berada di sini, lalu benda keras itu?"


Aku langsung melirik ke arah sampingku dan sangat terkejut melihatnya, seekor ular hitam yang panjang dan sebesar sapi.


"Bukankah harimau itu...."


Aku terkejut lagi melihat harimau putih yang ada di hadapanku ini, sebab dia sama persis dengan harimau putih yang aku kalahkan sebelumnya. Hanya saja ukuran harimau putih di hadapanku ini seperti harimau pada umumnya tidak seperti waktu itu, dan tidak memakai armor mewah seperti sebelumnya juga.


"Belatiku?"


Aku mencoba mengeluarkan kedua belati itu kembali, tapi tidak bisa. Aku langsung membuka inventori dan kedua belati itu tidak ada sama sekali, aku semakin frustasi sebab senjata andalanku hilang begitu saja.


"Apa selama ini mereka sembunyi di dalam belati itu?"


"Hahaha!!! Kamu mengeluarkan makhluk menjijikan lagi! Kamu pikir dengan bertambahnya jumlahmu bisa mengalahkanku, itu tidak mengubah apa pun!"


Set!


Pemimpin Dark Elf itu langsung maju lagi dan kali ini aku merasa kekuatan dia telah meningkat lagi.


"Kalian berdua... hadapi dia!"


"Hoarrgh..!!"


"Csreek..!!"


Kedua monster baruku ini langsung maju, harimau putih itu langsung membuka mulutnya lebar-lebar dan tampak bola energi muncul dari mulutnya, ini seperti waktu itu juga.


Set!


Shut! Bom...!


Dia berhasil menghindari serangan dahsyat itu.


Slash! Slash! Slash!


Dia berhasil menebas keseluruhan tubuh harimau putih itu dengan cepat.


"Hahaha!!! Kamu pikir bisa bersembunyi dari sampahmu ini! Jangan meremehkanku!"


"Hah? Skill itu... apa ular itu penyebabnya?"


Slash! Tring!


Slash! Tring!


Pemimpin Dark Elf itu langsung menyerang ular hitam itu dan berhasil melancarkan serangan, tapi tebasan belatinya itu tidak menggoresnya sedikit pun karena kulit ular hitam itu sangat keras.


"Mainan barumu ini sangat menarik!"


Dor! Dor! Dor!


Shooswh...!


"Mereka bukan mainanku, tapi prajuritku!"


Dia berhasil menghindari semua serangan dadakan itu, padahal jaraknya sangat dekat. Karena belatiku sudah hilang, maka pistol ini sisa senjataku yang ada di inventori dan aku harus menggunakannya sehemat mungkin demi Mana-ku yang tersisa.


Di sisi lain para manusia itu hanya diam membeku melihat pertarungan kelas berat ini.


"Apa semua rank tinggi selalu bertarung seperti itu?"


"Kurasa iya," jawab Rama. "Untuk mencapai level ini bukan hanya dari hasil latihan saja, tapi anugerah kamu dapatkan juga dari Dewa."


Tampak Brian semakin kagum melihat pemandangan ini, seperti anak kecil melihat banyak kembang api bersinar di atas langit.


"Wah... aku belum pernah melihat pertarungan semacam ini, apa aku sedang bermimpi?"


Pertarunganku semakin sengit melawan Dark Elf itu, dia tidak mau menyerah begitu saja walau berhasil dipojokkan dengan jumlah kami.


"Hoarrgh...!"


Tiba-tiba muncul Norum dari belakang dia, tapi pemimpin Dark Elf itu berhasil menghindari serangan dadakan itu.


Tapi....


Dor! Dor! Dor! Crak!


Berkat itu juga, aku melihat ada celah dan langsung menembaknya sehingga tangan kirinya berhasil kena dan terluka cukup parah.


"Sial! Muncul sampah menyebalkan lagi...!"


"Dia datang ke sini karena tugasnya selesai...."


". .!" Langsung melihat di sekitarnya dan sangat terkejut melihat itu.


"Trik murahan yang kamu bilang telah berhasil membantai mereka semua."

__ADS_1


Tampak seluruh pasukannya telah terbantai habis oleh para The Arcana-ku dan itu membuat dia semakin kesal.


"Kamu dasar sampah..! Aku akan membunuhmu!!!"


Set!


Dengan cepat dia langsung maju ke arahku secara terang-terangan dan akal sehatnya mulai terguncang karena kekalahan sudah mulai mengikat lehernya.


Bun..! Durn...!


"Aaargh.!! Dasar bajingan...!!!"


Tiba-tiba langkahnya terhenti secara paksa dan tubuh dia tiba-tiba tertunduk tepat di hadapanku. Ini berkat Belial dan Suzanna, mereka memancarkan semacam sihir pengikat atau gravitasi agar dia kesulitan bergerak.


"Aku akan bertanya padamu, siapa yang kamu layani? Aku akan mengampuni nyawamu jika menjawabnya."


"Hehe..! Hahahaha...!!! Kamu pikir aku akan semudah itu menjawabnya!"


"Tidak mau ya..., lakukan!"


Tampak Dami, Prudens, Sulastri dan Sukmawati mengangkat tangan mereka ke langit, tepat di atas bajingan ini ada banyak tanah yang sudah diruncingkan seperti tombak yang siap menusuk targetnya.


Shut! Piuh! Crak!


Shut! Piuh! Crak!


"Aaahhh...!!!"


Semua tombak tanah itu berhasil menancap setiap bagian tubuh pemimpin Dark Elf ini kecuali kepalanya.


"Sudah kuduga, walaupun jantungmu tertusuk itu tidak akan membunuhmu, berarti satu-satunya ada di sini...." Sembari mengarahkan pistolku ke arah kepalanya.


"Apa kamu tak ingin mengetahuinya?"


"Aku sudah tidak tertarik lagi!"


Dia tersenyum lalu berkata:


"Begitu ya, sudah lama aku tidak merasakan kesenangan ini dan tidak sia-sia aku juga menjual jiwaku. Namaku Ligrum, dan namamu?"


"Arkha Peteng, ingat baik-baik nama itu di alam kematianmu!"


Dor! Crak!


[Kamu telah mengalahkan boss dungeon.]


[Level up.]


[Level up.]


[Level up.]


"Akhirnya selesai juga." Sembari menghela napas. "Tapi, aku tak bisa melihat status mereka di atas kepalanya, itu sama persis dengan The Arcana. Apa karena mereka tidak memiliki jiwa lagi? Karena sistem ini sudah memberitahukannya...."


[Dia tidak memenuhi syarat menjadi The Arcana-mu karena tak memiliki jiwa. Kamu tak bisa menyelam dalam kesadaran jiwanya karena dia tak memiliki jiwa.]


Setelah melihat notifikasi itu, membuatku memahami cara kerja sistem ini lagi. Karena status target akan terlihat jika mereka memiliki jiwa, monster akan terlihat di atas kepalanya ada nama dan level-nya sedangkan manusia hanya menampakkan namanya saja.


"Karena level selalu tanda tanya, mungkin kekuatannya tak bisa diukur lagi melalui angka atau sistem ini belum berkembang karena mengikuti perkembanganku?"


"Abang..!!"


Aku melihat Santia langsung berlari ke arahku dan lompat langsung memelukku.


"Uwaaah..!! Aku pikir kita tidak akan selamat!"


Tampak Santia sangat ketakutan dan aku mencoba menenangkannya sembari mengelus kepalanya. Aku melihat yang lainnya tampak ketakutan mendekatiku karena makhluk-makhluk aneh ini masih berdiri di sampingku.


"Kalian semua kembalilah."


Seketika mereka semua menghilang dan kembali masuk ke tubuhku, tapi Santia masih tetap tak melepaskan pelukannya, mungkin dia sangat ketakutan.


Mereka semua langsung menghampiriku dengan wajah senang dan terharu, mereka tidak percaya bisa selamat dari dungeon rank tinggi ini.


"Kakak ipar... eh, tidak, Tuan Arkha, Anda benar-benar sangat hebat tadi!" Ucap Brian yang sangat semangat.


"Itu hal yang biasa, karena aku harus melewati seribu penderitaan terus-menerus hingga sampai ke titik ini."


Mendengar ucapanku itu membuat mereka sudah mengerti maksudku, yah... untuk mencapai tingkat tertinggi kamu harus banyak mengalami pengorbanan dan penderitaan yang datang tiada henti seperti meteor yang membebani Bumi ini.


Krack...!


Tiba-tiba muncul sebuah portal dan itu membuat kami merasa senang, karena akhirnya bisa keluar dari tempat mengancam jiwa ini.


"Sebelum keluar, apa kalian bisa merahasiakan hal ini sementara?" Tanyaku. "Walaupun di antara kalian ada yang membocorkannya, tapi aku tak akan marah sebab kekuatan ini tak bisa bersembunyi selamanya. Menurutku ini belum waktunya untuk memperlihatkan kekuatanku kepada semua orang."


Mendengar itu membuat mereka saling melemparkan pandangan masing-masing dan mengangguk secara bersamaan.


"Anda tak perlu khawatir, kami semua akan tutup mulut," jawab Rama. "Tapi, Anda benar bahwa kekuatan hebatmu itu tak boleh bersembunyi terlalu lama, sebaiknya kamu memperbarui statusmu segera di asosiasi biro keamanan, sebab kamu akan dikira salah satu 'Orang palsu' dengan rank rendah tapi memiliki kekuatan besar."


"Terima kasih atas pengertiannya."


Mendengar jawaban itu membuatku sedikit lega, yang dikatakannya benar bahwa aku harus segera memperbarui status Venandi-ku yang rank terendah ini.


Kami semua langsung melangkahkan kaki ini menuju portal itu dan keluar dari tempat berbahaya ini.


"Setelah berada di tempat ini cukup lama, aku tidak tahu berapa lama waktu terlewatkan di luar sana. Aku harap Rena dan Reno tidak terlalu khawatir akan kepergianku cukup lama ini, karena ada Susan menjaganya mungkin mereka baik-baik saja."

__ADS_1


__ADS_2