Sang Pewaris Dewa Kematian

Sang Pewaris Dewa Kematian
Chapter 11


__ADS_3

Setelah istirahat, aku langsung melanjutkan menjelajahi dungeon ini. Semuanya tampak luar biasa pikirku.


Saat berjalan, aku hanya melihat satu jalan saja yaitu lorong gelap yang panjang ini semuanya tampak gelap saat dilihat dari jauh, tapi saat kakiku menginjak lorong ini... tiba-tiba ada penerangan.


Ada banyak obor menyala setiap dindingnya.


"Ini mengingatkanku dengan mimpi buruk itu."


Tiba-tiba teringat kenangan yang ingin aku lupakan, aku sangat berharap bisa melupakan kejadian itu seperti Susan dan yang lainnya.


GULP!


Kakiku gemetaran sehingga sulit menggerakkannya dan tanpa sadar ludah tertelan sendiri. Setelah menatap lorong itu cukup lama, aku akhirnya bertekad maju.


"Baiklah, aku sudah berjanji dengan diriku, bahwa aku akan menjadi yang terkuat. Jika dibandingkan dengan 'Dungeon itu', maka dungeon ini tidak ada apa-apanya. Apa lagi... aku sudah merasakan namanya mati!"


Aku langsung maju, seperti 'Dungeon itu' hanya ada lorong panjang dengan cahaya api yang menghiasinya. Berjalan terus hingga beberapa meter dan pada akhirnya aku melihat cahaya tepat di ujung sana, aku melangkahkan kaki ke depan terus-menerus hingga menggapai cahaya itu.


"Ehg...!" Cahaya yang menyilaukan pandangan sehingga aku menghalanginya dengan salah satu tanganku.


Setelah mata menyesuaikan dengan cahaya, akhirnya aku bisa melihat dengan jelas.


"Wow...."


Aku terkejut dan mulut terbuka sedikit, baru kali ini kali ini aku melihat tempat seindah ini dalam dungeon.


[Selamat datang di "The Garden of The East."]


"Eh, ini taman ya."


Taman dalam istana pikirku, aku selalu berpikir apa di luar dari dungeon ini, apa kehampaan? Karena dinamai "Dungeon" maka tak heran isinya selalu berada tempat yang tertutup.


Sama dengan taman ini, aku melihat ke atas dan hanya terlihat langit-langit dengan kaca yang tebal menutupinya, untuk cahaya yang meneranginya aku tidak tahu apakah itu cahaya matahari atau hal lain.


Aku berjalan ke depan sembari melihat ke kiri dan kanan, bahwa semuanya terlihat indah dengan hiasan bunga dan berbagai macam tanaman.


Serta ada beberapa kolam dan air mancur kecil di tengahnya.


"Andai saja ada tempat seperti ini di luar sana, maka aku akan langsung mengajak Rena dan Reno ke sa--"


SLAB!


"Apa?!"


Terpanah dengan pesonanya, tanpa sadar sesuatu yang panjang dan berlendir mengikat tangan kananku lalu menarikku hingga terjatuh ke dalam kolam, itu terus menarik diriku sehingga membuatku sulit bangkit.


"Sial! Apa... ini?!"


Aku langsung menggunakan "Penglihatan batin," untuk melihat sesuatu yang menarik diriku di balik semak-semak itu.


Terlihat sosok yang sangat besar dengan mulut terbuka lebar.


"Jadi, ini... lidah!"


Dengan cepat aku mengambil belati yang tersimpan di inventori.


Dan...


SLASH!


Crekk..!


Berhasil memotongnya dengan belati yang kupegang lalu aku bangkit dengan cepat dan bersiap menghadapinya.


Semak-semak itu langsung bergerak terus menerus hingga makhluk yang bersembunyi di baliknya melompat keluar.


BURM... BURM....


[The grass frog


Level : 15.]


"Katak ya, dan levelnya lumayan tinggi..."


Satu persatu dari sejenisnya muncul dan jumlah ada dua belas ekor, katak yang seukuran orang dewasa serta tubuhnya ditumbuhi oleh rumput liar, yang menurutku itu salah satu bentuk kamuflasenya dan sekaligus menjadi perisainya.


"12, 15, dan 16. Level mereka sangat jauh dariku, apa aku bisa mengalahkan mereka semua?"

__ADS_1


BURM...! BURM...! SLAB!


Tiba-tiba satu serangan dari mereka datang dan aku berhasil menghindarinya, serangan beruntun terus menghampiri sehingga aku susah mendekati mereka.


Aku tak bisa menggunakan "Penglihatan batin" kali ini lagi, karena aku sudah menggunakannya cukup lama saat melawan "True Undead" dan itu sudah membuat mataku sedikit kabur.


Terus menghindar hingga mencari celah mereka, dengan STR-ku yang sekarang itu membuatku bertambah kuat dan tidak mudah mengalami kelelahan.


Aku menemukan titik buta mereka yaitu tepat berada di bawah mulut besarnya setelah menemukannya, dengan cepat aku langsung menuju salah satunya.


Tapi...


SLAB!


Kakiku berhasil ditangkap dari samping dan langsung melemparku dengan keras hingga menghantam dinding cukup keras.


[HP : 980/14400.]


"Hok... hok... hok...!"


Darah keluar sangat banyak dari mulutku hingga kepalaku pusing, itu membuatku sulit berdiri.


"Bagaimana caranya mengalahkan mereka?" Pikirku sembari menatap mereka.


BURM..! BURM...!


Katak-katak itu melompat-lompat ke arahku, sepertinya mereka siap menghabisiku kapan saja. Mencoba menggunakan "Penglihatan batin," tapi...


[Peringatan:


Skill yang ingin kamu gunakan tidak tepat dengan kondisimu yang sekarang, kalau dipaksakan akan berakibat kerusakan fatal pada dirimu.]


"Seandainya aku menggunakannya sejak awal mungkin tidak akan begini, aku terlalu banyak berpikir tadi!"


Mencoba membangunkan dirinya dan menyandarkannya dinding di belakangnya.


Aku hanya berdiam diri dan menatap katak-katak itu menghampiriku, tapi sesuatu hal aneh terjadi pada mereka.


BURM... BURM...


"Oh iya, mereka tetaplah seekor katak yang aku temui setiap hari dan hanya wujudnya saja yang berbeda, tapi fakta genetik dari keturunannya tidak berubah sama sekali."


Aku teringat dengan pelajaran biologi dulu waktu sekolah, bahwa seekor katak akan melihat jelas suatu objek jika objeknya bergerak dan sebaliknya jika objeknya tidak bergerak maka penglihatan mereka akan buram. Maka tidak heran kenapa katak yang berdiam diri cukup lama, karena mereka memandang objek yang selalu bergerak agar bisa melihat dengan jelas lagi.


Aku menghela napas dengan lega, karena aku bisa menggunakan kesempatan ini untuk memulihkan diriku sejenak.


...•••...


Lima menit kemudian....


"Dengan istirahat sebentar HP-ku pulih 80%. Baiklah, aku rasa bisa menggunakan 'Penglihatan batin' lagi."


Aku langsung mengaktifkan skill-nya dan terlihat ada titik merah nyala di atas kepalanya.


"Aku rasa itu intinya, tapi bagaimana cara menyerangnya?"


Aku berusaha memikirkan sebuah rencana yang tepat dan akhirnya aku menemukannya. Dengan hela napas berat:


"Aku rasa cuma ini satu-satunya cara. Memang terlihat berisiko tapi... aku akan membuatnya berhasil."


Di rasa tenaga sudah terkumpul, aku pun berdiri dan berjalan ke arah mereka.


Burm..! Burm...!


Seketika semua katak itu menatapku dan langsung menyerangku dengan lidahnya.


Slab!


Satu lidah panjang menjulur ke arahku dan kali ini aku tidak menghindar, malah aku mengarahkan satu tanganku ke depan dan berhasil ditangkap olehnya.


Setelah tanganku ditangkap, katak itu langsung menarikku, tapi kali ini aku tak membiarkan dia menyeretku hingga jatuh, tapi aku sendiri yang maju ke arahnya dan langsung melompat setinggi mungkin.


Dengan tarikan darinya dan tarikan gravitasi, membuatku terjun dengan cepat ke arahnya.


"Inventori!"


Aku langsung mengeluarkan belati, dan...

__ADS_1


Jleb!


[Kamu telah mengalahkan "The grass frog tingkat 2."]


[Level up]


[Level up]


[Level up]


"Level-ku naik drastis dan lagi tubuhku terasa ringan."


Slab!


Tiba-tiba aku menghindari serangan dari belakang.


"Tampaknya seluruh indraku juga semakin peka."


Dengan cepat aku langsung menggenggam lidahnya lalu langsung menariknya ke arahku, dan mengeluarkan kembali belatiku dan menusuknya tepat di intinya.


[Level up]


"Aku tak menyangka, bisa menarik katak yang beratnya tujuh puluh lebih dengan satu tangan."


Aku maju dengan tenang ke arah mereka.


"Saatnya pembalasan!"


...•••...


Setelah beberapa menit membantai sisanya....


"Hm, semua statusku naik sembilan poin dan level juga sudah 17, semakin tinggi level maka EXP yang dibutuhkan semakin banyak juga, dan lagi aku hanya dapat lima SP. Sebaiknya menyimpang SP-nya untuk nanti."


Dun....


Tiba-tiba dungeon ini gemetar dan memunculkan sebuah gerbang besar dari dalam kolam.


"Apa itu ruang bosnya?"


.........


[Nama : Arkha Peteng


Job : ....


Umur : 20 tahun


Level : 17


Jenis kelamin : laki-laki


STR : 149  INT : 36


AGI : 59    DEX : 21


VIT : 93     LUK : 16


HP : 15300/ 15300


MP : 360/ 360


SP : 5


Skill :


- Berkah Dewa (Pasif)


Kemampuan yang di dapat setelah "Terbangkitkan", ini akan memperkuat fisik berkali lipat.


- Penglihatan batin (Aktif) (Level : 1)


Kemampuan yang memfokuskan ke mata dan bisa melihat apa pun dan mengartikan sesuatu tulisan yang tidak diketahui. Efek sampingnya semakin lama digunakan akan membuat mata sakit dan bisa saja terjadi kebutaan kalau semakin dipaksakan.


Penggunaan satu poin Mana perdetik


Cool down : None.]

__ADS_1


__ADS_2