Sang Pewaris Dewa Kematian

Sang Pewaris Dewa Kematian
Chapter 53


__ADS_3

Empat puluh menit yang lalu....


"Nona Santia, Tuan itu kenapa belum kembali?"


Tampak semua yang ada di sini semakin khawatir, sebab pelindung besar mereka tidak kembali-kembali sama sekali.


"Aku juga tidak tahu, katanya dia mau memeriksa sekitar jadi... pasti itu membutuhkan waktu lama," jawab Santia.


Walaupun mendengar jawaban itu, tetap saja mereka semua mulai panik dan khawatir bahwa mereka akan benar-benar bisa selamat dari sini?


"Begitu ya, pasti sangat la---"


Piuh! Shut!


"Apa itu?!"


Tiba-tiba sebuah panah berduri melintas begitu cepat ke arah mereka dan menancap ke salah satu pohon itu.


"Ketua! Lihat..!!"


Semua manusia ini langung berbalik ke arah munculnya panah itu.


"Tidak... mungkin...!"


Mereka semua tampak sangat ketakutan dan tiba-tiba kakinya melemas serta bergetar dengan hebat.


"Apa... kita bisa melawan mereka semua?"


Tampak beberapa makhluk yang menyerupai manusia, tapi dengan telinga panjang dan meruncing serta kulit mereka hitam seperti malam.


"Mereka... Dark Elf!"


Tampak penghuni hutan ini keluar menampakkan diri mereka secara langsung kepada manusia-manusia itu. Para Dark Elf ini membawa perlengkapan tempur mereka dan pakaian khas ras mereka.


"Di mana dia?"


Salah satu Dark Elf itu berbicara kepada manusia-manusia itu.


"Apa yang dia katakan, aku tidak mengerti sama sekali."


Semua manusia-manusia ini tidak mengerti bahasa dari para Dark Elf, dan itu membuat pertemuan ini semakin tegang.


"Hei! Kenapa kalian hanya diam saja! Katakan di mana orang itu?"


Manusia-manusia itu hanya diam saja dengan tubuh gemetar dan wajah yang sangat pucat.


"Tidak mau bicara ya...." Seketika dia mengangkat busurnya dan di arahkan kepada manusia-manusia itu.


Deg!


"Semuanya bersiaplah bertempur..!!" Perintah Rama.


Sayang sekali, orang-orang yang ada di belakang Rama semuanya sudah tak memiliki harapan untuk berjuang lagi. Mereka pikir bahwa ini hanya sia-sia saja dan tetap akan mati mengenaskan.


Rama yang melihat itu tidak gentar dan tetap memasang kuda-kuda bertempurnya, walau tubuhnya sedikit gemetaran tapi itu tidak membuatnya harus mundur karena dia adalah pemimpin mereka.


Glup!


"Mungkin Tuan sedang menghadapi monster kuat di sana, aku harus bisa mengulur waktu sebisa mungkin," pikir Rama.


"Lihat manusia itu, dia berdiri dengan tubuh gemetarnya tapi tetap ingin melawan kita, arahkan panahmu ke arahnya dan kita lihat reaksi manusia-manusia ketakutan itu," ucap Dark Elf yang duduk di belakang dengan santai.


"Baik, Pemimpin."


Shut! Piuh...!


Satu serangan panah datang dengan cepat dan itu membuat Rama tak bisa merespon datangnya benda itu karena sangat cepat.


"Cepat sekali...!"


Thing...!


"Eh? Apa? Siapa dia?"


Tiba-tiba muncul makhluk lain di hadapan Rama dan berhasil menangkis panah itu, dengan armor putih kebiruan dan dua pedang di tangannya tampak prajurit itu datang untuk melindungi.


"Makhluk macam apa itu, aku belum melihatnya," ucap pemimpin Dark Elf. "Kalian semua arahkan serangan kalian kepada manusia-manusia itu."


Serentak semua Dark Elf mengangkat busur mereka secara bersamaan dan siap menembakkannya.


Shut! Piuh!


Shut! Piuh!


Shut! Piuh!


Seketika hujan panah datang dalam jumlah yang sangat banyak, semua manusia itu hanya menutup mata mereka karena ketakutan dan berharap ini semuanya mimpi.


Thing! Thing! Thing!


Thing! Thing! Thing!


"Eh? Apa yang terjadi, kita selamat?"


Tiba-tiba seluruh panah itu berhasil dihancurkan dan lebih mengejutkan lagi, prajurit putih itu bertambah dan jumlahnya sekarang ada delapan.


"Dia semakin banyak...," kata Rama yang sangat terkejut melihat ini.


"Hng...."


Tampak salah satu prajurit putih itu menyuruh Rama menjauh dari sini dan biarkan mereka melakukan tugasnya.


"Ketua... kemari, cepat menjauh dari situ."


Salah satu dari mereka meminta pemimpin mereka menjauh dari sana, sebab pertarungan antar makhluk aneh telah dimulai.

__ADS_1


"Siapa mereka... dan kenapa mereka melindungi kita?" Tanya Rama yang kebingungan sekaligus mewakili pertanyaan yang lainnya.


"Mungkin mereka, makhluk Summon dari Abang," jawab Santia.


"Apa! Tuan itu juga bisa melakukan sihir pemanggilan?" Tanya Rama yang masih sulit percaya.


Santia hanya mengangguk saja dan berkata:


"Aku sudah melihat kemampuan pemanggilan Abang saat melawan bos dungeon waktu itu."


Mereka semua sangat takjub melihat ini dan sangat kagum mengetahui kemampuan spesial itu lagi.


"Biasanya makhluk panggilan itu yang diketahui hanya bisa dipanggil satu saja dan lebih banyak hanya dua lalu jarak makhluk panggilan dengan orang yang memanggilnya tidak boleh menjauh, tapi Tuan ini dia mematahkan semua itu... benar-benar luar biasa," pikir Rama.


Di sisi lain, tampak Brian hanya menganga melihat hal ini dengan tatapan mengagumkan sesuatu.


"Kak... kamu benar, dia sangat luar biasa, aku menyetujui hubungan kalian," pikir Brian.


Tampak ada delapan prajurit armor putih sedang membentuk sebuah medan melingkar, dan di tengahnya manusia-manusia itu.


Para Dark Elf itu mendesis kesal melihat ada makhluk lain ikut campur.


"Makhluk macam apa itu, semuanya serang makhluk-makhluk aneh itu!"


Set!


Set!


Dengan cepat para Dark Elf maju dan melayangkan pisau mereka ke arah para prajurit putih yang diam itu.


Slash! Slash! Crak!


Slash! Slash! Crak!


"Apa.?!!"


Tiba-tiba pasukan dari Dark Elf itu langsung mati seketika yang tampak di tubuhnya banyak luka tebasan pedang di mana-mana.


Bukan hanya Dark Elf yang terkejut melihat itu, tapi semua manusia itu juga terkejut melihat hal itu.


"Makhluk panggilan itu benar-benar sangat kuat...!"


Sang pemimpin Dark Elf kesal melihat itu dan beranjak dari duduk santainya, dan maju menghadapi sendiri para prajurit putih itu.


"Apa-apaan tekanan Mana yang terpancar dari Dark Elf itu?!"


Semua manusia itu sekali lagi merasakan ancaman yang sangat berbahaya dari satu orang itu, dan tampak pemimpin Dark Elf itu sangat santai berjalan.


Set! Chin!


".!!!"


Slash! Shut!


Dengan cepat pemimpin Dark Elf itu sudah berada di depan salah satu prajurit armor putih itu dan berhasil memotong salah satu lengan pedangnya.


Tampak lengan putus itu pulih kembali dengan sempurna dan tampak baik-baik saja seperti sebelumnya.


"Tampaknya aku akan sedikit bersenang-senang!" Sembari menyeringai.


Set!


Terjadi pertarungan adu kecepatan dan kekuatan, satu melawan delapan prajurit armor putih itu.


Slash! Shut!


Slash! Swoosh...!


Mereka saling melemparkan bilah cahaya kilat mereka dan terdengar benturan baja masing dari mereka. Dark Elf itu dengan dua belati tajamnya dan para prajurit armor putih dengan dua pedang panjangnya.


Pertarungan yang sangat kuat dan dua kubu hanya menyaksikan hal ini dengan tatapan takut dan kagum, mereka tak bisa terjun ke dalam pertarungan itu kalau mereka masih sayang nyawa.


"Pemimpin kita benar-benar hebat...!"


"Apa... mereka bisa mengalahkan Dark Elf itu? Mereka tampak sangat kewalahan menghadapinya."


Slash! Slash! Shut!


Crak!


Tampak para prajurit armor putih itu telah berhasil dikalahkan dan regenerasi dari prajurit putih telah berhenti.


"Jujur saja, aku merasakan kesenangan bertarung lagi, tapi kalian hanya boneka... di mana tuan kalian?"


Prajurit armor putih itu hanya diam saja dan tak bisa bergerak lagi, pemimpin Dark Elf melihat itu langsung mengabaikannya dan melirik ke arah manusia-manusia yang ketakutan itu.


"Hehe..., mungkin dia akan keluar jika aku membunuh mereka!" Sembari menyeringai.


Set!


Pemimpin Dark Elf itu langsung berlari ke arah para manusia itu.


"Semuanya mundur! Aku yang akan hadapi dia!" Perintah Rama.


Rama langsung maju dan siap menghadapi sosok menakutkan itu, tampak kakinya gemetar tapi dia tetap mengangkat pedangnya.


"Hahaha..!! Kamu pikir bisa menghalangiku..!!"


Sesaat semakin mendekat dan pemimpin Dark Elf itu langsung mengarahkan belati tajamnya itu ke arah depan dan siap menebas targetnya.


Tapi....


Ting!


"Hah?"

__ADS_1


Tiba-tiba muncul seorang pria dan berhasil menahan belati tajam dari pemimpin Dark Elf itu dengan belati putih miliknya juga.


"Tuan..!!"


"Maaf, membuat kalian khawatir...."


Pria itu langsung menatap Dark Elf itu dengan tajam.


"Egh..!"


Set!


Pemimpin Dark Elf itu langsung mundur dengan cepat dan tampak dia sangat waspada dengan pria yang di hadapannya itu.


"Apa-apaan itu tadi?"


[Efek skill "Kehadiran kematian" tidak bertahan lama karena target sangat kuat.]


"Kayaknya skill ini tidak berhasil," pikirku.


Aku berjalan ke depan dan tampak semua rekan timku ini baik-baik saja, dan terlihat wajah mereka sangat lega setelah aku datang.


Di sisi lain, aku melihat para Sparta terbaring di tanah kering dengan keadaan mengenaskan di mana tubuh mereka terpotong-potong.


"Pasti kalian sangat kesakitan, sekarang bangkitlah...."


Wush...!


"Mana ini... sangat kuat!"


Seketika Mana besar meluap dari tubuhku dan itu membuat semua yang ada di sini terkejut melihatnya, para Sparta bangkit lagi dan tubuh mereka kembali keadaan semula.


"Akhirnya keluar juga manusia terkuat di antara para sampah ini," ucap Pemimpin Dark Elf itu.


"Apa maksudmu kami ini sampah?"


"Eh? Kamu mengerti bahasa kami?" Tanya pemimpin Dark Elf itu.


Aku juga sangat terkejut mengetahui hal itu, bagaimana aku bisa mengerti bahasa mereka?


"Yah... wajar sih, kamu mengerti bahasa kami karena kamu bukan bagian dari manusia-manusia itu."


"Apa maksudmu, aku bukan bagian dari mereka?"


"Tentu saja kamu sangat berbeda, mana ada manusia memiliki Mana yang sangat gelap sepertimu."


Mendengar itu membuatku sangat terkejut, selain memahami bahasa mereka juga kenapa mereka sangat mengerti akan hal yang ada di tubuhku, apa karena sistem ini?


"Aku punya penawaran dan itu tidak merugikanmu, bagaimana kalau kamu bergabung dengan kami? Mengingat kamu sama seperti kami juga."


"Apa maksudmu aku sama seperti kalian?"


"Tentu saja kita ini sama, sebab aku dan kamu mendapatkan kekuatan sebesar ini karena pengorbanan yaitu jiwa sebagai bayarannya..."


Aku sangat terkejut mendengar itu dan apa maksudnya dia mendapatkan kekuatan besar dari pihak lain, apa dia punya hal semacam seperti sistem ini dan apa maksudnya juga bahwa jiwanya sebagai taruhannya, aku baru tahu hal itu.


"...Dan kenapa kamu berdiri di sisi mereka? Bukannya kita ini punya tujuan yang sama."


"Apa yang kau bicarakan?"


"Haha, apa kau tidak menyadarinya? Tampaknya kamu ini pemula, tidak apa-apa... sebagai seniormu aku akan mengajarimu secara perlahan. Tapi, yang pertama apa kamu ingin bergabung denganku? Kalau kau mau, maka serahkan manusia-manusia itu."


Aku sangat terkejut mendengar itu, kenapa mereka sangat menginginkan para manusia ini? Apa karena Mana miliknya? Kurasa bukan, mungkin jiwa mereka yang diinginkan sebab ini sama seperti waktu Aristoteles melawan makhluk dewa itu.


"Aku ingin bertanya sesuatu, siapa kalian sebenarnya ini?"


"Kami? Tentu saja kami ini 'Pelayan' mereka..., egh!" Tiba-tiba kepalanya sakit. "Tampaknya informasi tentang mereka tidak boleh disebar, walaupun sesama orang seperti kita. Jadi, bagaimana dengan tawaranku?"


Melihat dia sakit kepala, ini mengingatkanku akan diriku yang tiba-tiba mengalami sakit kepala hebat jika memori asing masuk ke kepalaku lagi.


"Aku menolak."


"Sungguh, apa kau berencana melawanku dan pasukanku seorang diri? Apa kau pikir bisa bertahan melawan kami semua?"


Seketika jumlah Dark Elf muncul sangat banyak dari balik pohon-pohon itu, tampak jumlah mereka ada lebih empat puluh.


"Soal jumlah aku tak perlu khawatir...."


Wush...!


Seketika aku mengeluarkan Mana yang meluap-luap ini dan membuat di sekitarku cukup tertekan dengan Mana-ku ini.


Tubuhku memancarkan aura hitam dan keluar semuanya membentuk makhluk lain.


"Kyaaa..!! Hantu!"


"Makhluk apa itu keluar dari tubuhnya?!"


"Apa itu makhluk panggilannya?"


Tampak semuanya sangat terkejut melihat hal ini, sebab ini pertama kalinya aku memperlihatkan kekuatan Heredis pada mereka.


"Tuan itu... dia sangat berbeda dari waktu sebelumnya, apa dia menyembunyikan kekuatan sebenarnya selama ini? Selain bisa bahasa monster, ternyata dia punya banyak jenis kemampuan, sungguh sangat hebat," pikir Rama.


"Sungguh menarik, tapi trik murahan itu tidak akan berpengaruh padaku lagi."


"Murahan? Kenapa kamu tidak coba sekali lagi."


Set! Woosh...!


Aaaa...!!!


Para The Arcana dan Norum langsung maju begitu pun para pasukan Dark Elf itu.


"Kita lihat pasukan siapa yang paling kuat!"

__ADS_1


Pemimpin Dark Elf itu hanya senyum menyeringai menanggapi perkataanku barusan.


__ADS_2