
Pukul 09.40
Keesokan harinya pun tiba, setelah mengantar Reno dan Rena ke sekolah lalu menjenguk Susan yang masih ke rumah sakit.
"Jadi, rumah Paman dan Bibi masih direnovasi?"
"Masih, untuk sementara ini kami mungkin masih tinggal di apartemenmu, jika kamu tidak keberatan."
"Aku tidak keberatan sama sekali. Kuharap kamu tidak macam-macam dengan semua barang-barangku, terutama di kamarku!"
Ucapannya yang mengancam, membuatku tidak berani menatap dirinya. Memang saat aku dan dan si Kembar lagi tinggal di apartemennya, maunya aku mau tinggal di kosan untuk beberapa hari selagi rumah kami direnovasi, tapi Susan bersih keras ingin kami tinggal di apartemennya selagi dia masih di rumah sakit.
"Jangan khawatir, mana mungkin aku melakukan hal seperti itu," ucapku yang masih tidak berani menatap dirinya. "Matilah aku! Kemarin si Kembar bermain-main di sana dan tak sengaja menjatuhkan beberapa barang di kamarnya Susan. Mana lagi itu koleksi parfum kesukaannya lagi."
Aku hanya bisa menghela napas beratku memikirkan itu, Susan yang melihat keheranan dan tersenyum tipis.
"Tampaknya di sana berantakan, aku sudah menduganya sih. Mengingat si Kembar betapa aktifnya saat bermain, setidak ini lebih baik daripada kediamanku kosong beberapa hari selagi aku masih di sini," pikir Susan sembari menggelengkan kepalanya secara perlahan. "Jadi kamu akan pergi ke dungeon lagi?"
"Hm? Untuk sementara ini aku tak berburu, asosiasi memintaku untuk mengambil beberapa peralatan berburu baru di PT. Hanjar, katanya ini tanggungan awal bagi Rank-S dari pemerintahan dan asosiasi."
"Begitu ya. Baiklah kalau begitu, pergilah, lagian waktu jengukmu sudah habis."
Aku hanya bisa tersenyum melihat Susan sudah sehat, tidak seperti kemarin-kemarin ia harus berbaring cukup lama untuk pemulihan dirinya. Aku sudah mendengar dari Pak Adrian bahwa katanya, Susan saat ini mengalami "Coruption Soul" yang mana hal ini biasanya dialami para pengguna Aura/Chi.
Penggunaan Mana dan Aura sangatlah berbeda, di mana saat seseorang menggunakan Mana-nya sampai dirinya tak sanggup lagi menggunakannya atau habis, maka otomatis muncul "Heart Shield" yang mencegah para pengguna Mana untuk mati.
Sedangkan pengguna Aura tidak memiliki pelindung apa pun dalam diri mereka. Karena pada dasarnya Aura berasal dari dalam diri manusia itu sendiri, dan energi dipancarkan Aura berasal dari jiwa manusia tersebut. Seberapa besar dihasilkan Aura dalam tubuh manusia maka seberapa murni jiwanya juga, tak heran kenapa ada banyak petapa dahulu yang lebih fokus bermeditasi demi ketenangan jiwanya.
Ada pun energi dihasilkan jiwa manusia demi mempertahankan tubuhnya, dan itu sudah terjadi sejak manusia lahir yang biasa disebut Aura. Jika ada manusia menggunakan Aura di luar kapasitas normal atau batasannya, maka sebagai ganti kehilangan banyak Aura-nya--maka bayarannya yaitu jiwanya yang akan dikorbankan sebagai energi yang digunakan.
Aku sudah merasakan di mana diriku tak bisa bergerak sama sekali saat menggunakan Aura-ku terus-menerus tanpa henti, ditambah lagi memasuki mode Heredis yang tak sempurna tanpa bantuan sistem sungguh mengancam nyawaku kapan pun. Tapi aku selamat berkat Aran yang datang membantuku secara langsung.
Semua pengetahuan diberikan Aran padaku bahwa, ada banyak cara untuk mencegah agar energi kehidupanmu tidak berkurang atau mengalami "Coruption Soul". Aura bisa digunakan sebagai pemulihan diri jika digunakan secara perlahan dan bisa membuat penggunanya panjang umur dan sehat selalu.
Di kepalaku ada satu seni bela diri milik Aran yang berfokus untuk menyembuhkan, mau itu diri sendiri dan orang lain bahkan hewan sekalipun. Selama penggunaan Chi-nya dalam batas normal dan tidak memaksakan diri di saat sang pengguna mengalami masalah dalam dirinya.
"Tapi kasus yang dialami Susan setidaknya tidak sangat buruk sampai-sampai harus mengancam nyawanya. Tapi, tetap saja, ia harus menerima pemulihan Aura tahap demi tahap, dan orang yang cuma melakukan pemulihan ini, baru Pak Adrian yang melakukannya pada Susan, apa sebaiknya aku melakukannya juga?"
Seperti yang dikatakan Phobetor, bahwa perasaan kebaikan yang dipenuhi keraguan akan hanya mencelakaan orang-orang dan begitu juga dirimu. Mengingat perkataannya itu membuatku semakin bimbang akan kemampuanku sendiri.
Susan menyadari tatapanku yang melamun.
"Hei, bukannya kamu harus pergi?"
Mendengar itu aku langsung terkejut dan bangun dari pikiranku.
"Maaf, aku tadi melamun. Bagaimana keadaanmu sekarang?"
Susan menyadari apa yang kulamunkan barusan dan sepertinya dia tidak nyaman membuat orang-orang terdekatnya selalu khawatir padanya.
"Jangan khawatir, aku mendingan saat ini. Kata Pak Adrian, untuk beberapa waktu aku tak akan bisa menggunakan Aura, karena akan sangat bermasalah jika aku menggunakannya lagi."
"Baguslah," kataku yang menatap Susan dengan seksama.
Susan menyadari ditatap olehku terus langsung bertanya :
"Dari tadi kamu terus memikirkan sesuatu, katakanlah jika hal itu sangat membebanimu."
Aku terbelalak dan tersenyum.
"Sebenarnya aku ingin membantu memulihkanmu."
"Memangnya kamu bisa?" Tanya Susan yang tak percaya.
"Bisa, tapi mungkin memulihkan Aura-mu itu tak sebagus Pak Adrian saat memulihkanmu. Tapi setidaknya aku bisa mengurangi sedikit beban yang kamu alami."
"Memangnya kamu bisa menggunakan Aura?"
"Tentu saja bisa, lihat..."
Aku langsung memperlihatkan Aura milikku dan Susan terkejut melihatnya. Ia tak percaya jika aku bisa menggunakan Aura sama seperti dirinya.
"Kapan kamu mempelajarinya?"
"Saat itu Pak Adrian lagi dirawat rumah sakit dan dia memintaku datang ke ruangannya, ternyata dia mau mengajariku cara menggunakan Aura."
"Oh waktu itu ya, memang waktu itu aku juga menjenguk ruangannya dan dia menanyaiku mengenai keberadaanmu, tak kusangka dia mau mengajarimu Aura secara langsung."
"Aku pun tak menduganya juga. Baiklah, kita mulai saja."
"Asal kamu tahu, memulihkan seseorang jauh lebih sulit dibandingkan memulihkan dirimu sendiri. Kata Pak Adrian, saat memulihkan seseorang dengan Aura, maka pengguna Aura fokus, kalau tidak... maka kamu akan menerima efek balik dari rasa sakit pasienmu."
"Soal itu aku sudah mencobanya beberapa kali pada hewan terluka, saat itu mencoba menyembuhkan kaki anak kucing yang terluka. Saat proses penyembuhan, fokusku terganggu karena hal kecil dan karena itu juga aku langsung menerima rasa sakit bagian kakiku, persis yang dialami kucing itu."
Teknik penyembuhan Aura ini sudah seperti magnet, semua harus seimbang sehingga kedua bela pihak bisa tarik menarik keuntungan untuk mencapainya.
"Jika kamu sudah mencobanya beberapa kali, maka aku mempercayaimu."
Susan langsung berbaring telentang di kasurnya dan aku maju ke arah kepalanya sembari memegang keningnya.
"Aku melakukan penyembuhan pada kucing, waktu itu tanpa menggunakan teknik Aran. Kali ini aku akan menggunakan teknik itu, karena aku sudah merasakan efek samping penyembuhan ini," pikirku yang mencoba tenang. "Seni bela diri Huīfú, gerakan pertama..."
...Angin musim semi...
Wussh...!
Energi Aura langsung terpancarkan dari tubuhku, Susan sontak terkejut merasakan aliran energi ini telah memasuki tubuhnya.
"Rasanya sangat berbeda saat Pak Adrian memasukkan Aura miliknya. Perasaan ini... seperti saat aku menikmati waktu santaiku di bawah sinar matahari yang disembari angin sepoi-sepoi yang sejuk."
Aura-ku terus mengalir keluar, sensasinya sama seperti yang kurasakan saat Aran mengalirkan Aura miliknya padaku. Aku ingat perasaan itu dan tahu cara bagaimana mengalirkan Aura ini ke seseorang.
Setelah beberapa saat, hanya memakan waktu 2 menit untuk pemulihan ini. Tidak seperti yang dilakukan Pak Adrian, dia bisa melakukan pemulihan ini pada Susan lebih lama dariku.
"*Wush*..."
Aku menghembuskan napasku dan melepaskan tanganku dari atas kepala Susan.
"Bagaimana persaanmu..., hm?"
Saat ingin menanyakan keadaannya, Susan sudah tertidur dengan lelap. Aku heran melihat ini, apakah teknik ini berhasil atau tidak? Tapi melihat keadaannya tampaknya ini berhasil.
Aku hanya bisa lega melihat dirinya baik-baik saja tanpa mengalami rasa sakit terlalu lama.
"Istirahatlah." Sembari mengusap dengan lembut kepalanya, lalu menatap ke arah lain. "Pastikan kalian selalu menjaganya."
Sulastri dan Sukmawati mengangguk, aku sudah memerintahkan mereka untuk menjaga Susan selalu agara aku bisa tenang selagi sibuk memperkuat diriku.
Setelah menjenguk Susan, aku langsung menuju ke PT. Hanjar yang sudah dijanjikan.
Sesaat sampai di sana, aku langsung disambut baik oleh pelayan perusahaan itu. Mungkin karena diriku seorang pilar negara baru sehingga pelayanan seperti ini sangat dianjurkan bagi rank tinggi.
"Tak kusangka Anda akan datang ke tempat kami."
"Apa di sini aku bisa menjual barang milikku?"
"Tentu saja itu bisa Tuan, asalkan barang yang Anda mau jual itu sangat berkualitas."
"Begitu ya."
Aku langsung dibawa masuk oleh pelayan itu, saat pun semua orang memperhatikan aku. Karena diriku yang seorang Rank-S baru, maka tak heran berita ini tersebar dengan cepat. Tidak sedikit orang-orang yang melihatku ini datang langsung menghampiriku, ada banyak macam permintaan mulai dari wawancara, ajakan masuk guild, serta kerja sama dalam melakukan Raid di dungeon rank tinggi.
__ADS_1
Karena hal ini mulai menyusahkan, dengan cekatan semua pelayan di perusahaan ini muncul dan membimbing diriku masuk ke ruang khusus.
"Maaf Tuan, kami menempatkan Anda ke ruangan seperti ini. Tapi jangan khawatir, setelah semuanya sudah siap, maka kami akan langsung membaw Anda ke ruangan penyimpanan kami."
"Tidak apa-apa, aku tak ingin berlama-lama di sini. Jadi, aku ingin langsung menjual semuanya di sini dan sisanya kalian tentukan sendiri harganya."
Tampak pelayan ini kebingungan melihatku, tatapan sama seperti suster di rumah sakit itu. Mereka mencoba cari tahu barang yang kubawa ada di mana kuletakkan.
"Maaf kalau saya lancang, apa kami boleh melihat barang seperti apa itu?"
Aku hanya menghela napas dan mengangkat tanganku sembari menjentikkan jari.
Tlak!
Brak...
"!"
Pelayan itu terkejut melihat semua barang jarahan dungeon ini yang tiba-tiba muncul dari langit-langit tanganku.
"Ini semua yang ingin kujual. Aku tidak tahu harus diapakan semua sampah ini, mungkin perusahaan seperti kalian pasti sangat membutuhkan barang seperti ini."
Pelayan itu masih syok melihat semua ini, selain melihat barang ini--dia juga terkejut melihat kemampuanku.
"Apa Anda bisa menunggu sebentar. Saya akan memanggil timku dulu untuk memastikan semua barang-barang ini."
"Silahkan."
Pelayan itu segera melakukan panggilan untuk timnya, selagi dia sibuk menelepon seseorang. Aku meminta beberapa The Arcana untuk mengintai sekitar dalam PT. Hanjar dengan mengikuti beberapa orang. Sudah terlihat jelas saat masuk ke sini, semua pelayan perusahaan ini sangat memperhatikan diriku dengan ketat. Seolah-olah ada yang disembunyikan.
"Tuanku..."
"Katakan."
Belial langsung menghubungiku melalui telepati, tampaknya ia menemukan sesuatu.
"Aku merasakan hal aneh di ruangan ini."
"Apa itu?"
"Aku tidak tahu bagaimana menggambarkannya, tapi rasanya energi ini sama sepertimu Tuanku."
Mendengar itu aku terkejut dalam diam, apa Belial merasakn kehadiran "Mereka" di sini?
"Apa kamu yakin merasakan energi itu?"
"Itu benar Tuanku, aku sekarang berada di sebuah ruangan yang dipenuhi banyak energi yang sama sepertimu, hanya saja sangat kecil."
Mendengar informasi ini, tampaknya "Mereka" belum ada di sini. Hanya saja kenapa ada energi yang sama sepertiku? Mungkin yang dirasakan Belial energi yang sama persis yang dirasakan Agus waktu melihat "Artifak sakral".
Aku meminta Belial untuk mengintai lebih dalam ruangan itu, mungkin ia menemukan sesuatu penting di sana. Mengingat kenapa aku diletakkan di sini, pastinya mereka semua sedang berusaha menyembunyikan sesuatu dari Rank-S sepertiku.
"Maaf membuat Anda menunggu lama. Sekarang tim kami akan datang ke sini."
"Baiklah, apa sekarang aku boleh keluar. Aku ingin melihat-lihat barang yang kalian jual, mungkin ada yang kubutuhkan."
"Oh, iya, iya, mari saya bimbing Anda." Tampak pelayan ini sangat semangat jika menyangkut pembelian barang-barang mereka.
"Satu hal lagi..."
"?"
"Jika kalian melakukan kecurangan pada barang-barangku, seharusnya kalian sudah tahu apa yang terjadi nantinya!"
Aku memunculkan niat permusuhan sementara pada pelayan itu, dan pelayan itu sangat terkejut dan tak berani menatap diriku yang memancarkan energi kuat.
"I-itu tidak... tidak akan Tuan! Kami tak akan pernah melakukan hal itu, apalagi orang seperti Anda!"
Kami berdua langsung menuju ke arah sebuah ruangan barang-barang yang ingin dijual. Aku melihat semua ada banyak barang-barang berkualitas dengan energi sihir yany hebat.
"Mari saya memperkenalkan barang-barang kami. Semua barang ini telah dibuat dengan baik dari bahan yang sangat berkualitas dari dungeon Rank-A. Dengan material monster Rank-A dan Kristal Mana Rank-A..."
Pelayan ini memperkenal selak belut kebaikan barang-barang mereka. Aku memperhatikan semua barang ini dengan bantuan sistem, tampaknya pandangan sistem akan barang-barang ini jauh sangat berbeda dengan mereka.
[Pedang Glorios
Tingkat : ☆☆☆
Sebuah pedang yang dibuat dari material yang sangat berkualitas tinggi.
STR : 20 VIT : 10.]
"Tampaknya Anda memiliki mata yang sangat bagus. Ini salah satu pedang terbaik kami dan harganya 1 miliar RP."
"1 miliar!"
Aku sangat terkejut mendengar hargany itu, tak heran belati yang kubeli dengan harga 1 juta saat itu tak ada harganya sama sekali dengan yang ini. Tapi melihat deskripsi sistem tampaknya tidak salah, senjata buatan mereka memang sangat bagus.
"Apa ada Orb untuk penyihir?"
"Orb ya, ada, ada. Sini mari ikut saya."
Kami berjalan ke arah ruangan sebelahnya dan tampak ada banyak peralatan penyihir di dalamnya. Aku memperhatikan semua item dan sangat hebat untuk dilihat.
"Apa ada Orb untuk memperkuat suatu elemen sihir?"
"Memperkuat elemen?"
"Kenapa, apa tidak ada?"
"Tidak, justru sebaliknya. Barang itu ada dan harganya sangat mahal mengingat produksinya sangat lama."
Pelayan itu membawaku ke arah sebuah kotak dan di dalamnya ada banyak Orb-Orb berkualitas. Aku hanya kagum melihatnya.
"Aku ingin dua, tolong ambilkan yang tipe air dan tanah itu."
"Maaf, apa Anda tak ingin mengetahui harganya dulu?"
"Memangnya berapa?"
"Untuk setiap Orb ini akan dihargai 2,5 miliar RP."
"Berarti aku harus membayar 5 miliar untuk keduanya," pikirku yang masih tak percaya dengan santainya membeli barang sultan yang dulunya kupikir takkan pernah membelinya. "Jika harganya seperti itu, apa semua barang-barang yang kujual belum mencukupinya?"
"Untuk saat ini tim kami berusaha memverifikasi semua harga barang Anda, mengingat barang jarahan Anda sangat berkualitas. Jadi kemungkinan hasil yang Anda dapatkan akan melebihi apa yang Anda beli sekarang. Tapi jika Anda tetap mengingingkan kedua Orb ini, maka saya akan masukkan dalam list pesanan sementara agar tak ada orang bisa mengambilnya," ucap pelayan itu dengan ramah. "Kapan lagi melayani tamu sepertinya, mungkin aku akan dipromosikan karena berhasil menjual banyak barang mahal perusahaan."
Senyumannnya, senyuman seseorang yang ngebet yang ingin naik promosi cepat. Pelayan ramah penuh arti sudah hal umum bagi perusahaan mana pun.
Aku tetap melanjutkan melihat-lihat semua item-item dan berharap ada barang yang bisa kuambi lagi.
"Sisanya semuanya sangat buruk. Dibandingkan di Shop sistem, semua item ini tak ada yang menarik."
Karena sistem tak menjual Orb yang kuinginkan, maka aku memutuskan membeli secara manual item di sini. Karena Soul Poin yang kuperoleh harus dihemat, mengingat harga-harga item yang dijual sistem tidak jauh beda dengan yang ada di sini.
"Aku ingin melihat potion kalian."
"Oh, sini, mari saya antar."
Aku diantar ke arah sebuah ruangan khusus potion, saat masuk aku terbelalak melihatnya. Karena ada banyak penyihir serta beberap orang Terbangkitkan lainnya di sini yang ingin membeli potion.
"Hei, lihat, bukan orang itu yang ada di TV."
__ADS_1
"Iya loh, itu memang benar orangnya."
Kayaknya aku tak bisa menghindari semua tatapan ini, karena sudah terlanjur aku melihat-lihat semua hasil potion mereka.
"Sangat berbeda..."
"Hm? Ada apa Tuan, apa potion yang Anda inginkan?"
"Apa ada potion yang memiliki pemulihan instan?"
Mendengar itu, pelayan ini tampaknya sangat terkejut. Kayaknya di sini belum menyediakan potion yang dijual seperti sistem.
"Maaf soal itu Tuan, saat ini potion macam seperti itu belum ada. Kalaupun ada maka kami akan memilihnya dilelang saja daripada menjualnya secara normal. Tapi, ada potion yang bisa menyembuhkan segala hal..."
"Dan potion macam apa itu?"
"Elixir."
Mendengar nama itu kayaknya semua orang pun tahu kualitas potion itu. Mengingat dalam video game pun, potion semacam ini memiliki kelangkaan tinggi untuk didapatkan.
"Setahun lalu di Jerman, ada seseorang berhasil menaklukkan sebuah dungeon Rank-A dan berhasil mendapatkan sebuah dua buah potion elixir. Banyak negara berusaha mendapatkannya dan terjual dengan harga yang sulit dihitung."
Tampaknya potion sudah seperti nyawa abadi setiap orang, mengingat produksi potion sekarang sangat banyak dan tentunya sangat menguntungkan.
"Kalau tak keberatan, apa kalian bisa memeriksa potion ini."
Aku memunculkan potion HP 20% yang berukuran 5 mili dan memberikan pelayan itu. Pelayan ini memandangi potion itu dengan seksama dan meminta izin dariku untuk mengecek potion ini.
Saat potion ini dituangkan dalam sebuah wadah berisi air jernih yang berisi energi Mana yang melimpah di dalamnya.
Bing!
"?!"
"Apa yang terjadi?!"
"I-ini... tidak mungkin...!"
"Hm?" Aku hanya mengangkat kedua alisku karena heran melihat reaksi mereka.
Crang!
Tiba-tiba wadah itu pecah, katanya wadah ini terbuat dari material kulit monster tipe air Rank-A yang sangat ahli dalam sensor Mana.
"Tuan! Dari mana Anda mendapatkan potion ini?"
"Aku mendapatkannya saat memasuki Hidden dungeon beberapa yang lalu."
"Kalau tak keberatan, apa Anda masih memiliku potion itu lagi?"
"Soal itu... aku masih punya beberapa..."
Aku langsung memunculkan empat buah potion HP 20% dan memberikannya pada mereka.
"Apa Anda tak keberatan menjualnya pada kami... tidak, kami akan melelangnya untuk Anda."
Aku masih kebingungan atas reaksi mereka dan menanyakan mengenai potion ini.
"Memangnya kenapa dengan potion ini?"
"Apa Anda tidak tahu potion ini?"
Aku hanya menggelengkan kepala.
"Ini adalah elixir," jawab pelayan itu dan membuat semua orang di ruangan ini sangat terkejut. "Potion penyembuhan instan yang Anda cari itu adalah elixir."
"Makanya aku mencari potion yang memiliki efek seperti potion ini karena aku sudah meminumnya beberapa kali, tapi siapa sangkah jika hanya elixir saja yang memiliki efek seperti itu," ucapku. "Padahal ini potion paling murah aku beli di Shop."
Karena Agus memintaku untuk tak terlalu menarik perhatian, aku memutuskan untuk melelang keempat potion itu. Kapan lagi dapat banyak uang dengan cepat dan pelayan itu sangat senang menerimanya dan meminta timnya segera datang ke sini, untuk menjemput barang anugerah ini.
Karena suasan cukup tegang ini membuatku lelah, aku meminta pelayan ini untuk membawaku keluar dari tempat ini. Tapi sebelum keluar dari sini, pelayan ini membawaku di ruang VIP mereka dan memintaku menunggu karena uang hasil jualanku akan segera datang, beserta kedua Orb itu juga.
"Akhirnya tenang juga."
Selagi beristirahat di ruangan mewah ini, Belial menghubungiku lagi.
"Ada apa?"
"Tuanku... aku berhasil masuk dan energi ini semakin terasa dan lagi mereka ada sangat banyak."
"Apa maksudmu?"
"Aku melihat ada banyak manusia telanjang yang dipenuhi energi besar, tapi mereka semua tampaknya sudah mati... tidak, aku masih merasakan kehidupan dari mereka. Aneh, padahal sudah terlihat sudah mati tapi kenapa aku merasakan adanya kehidupan di sana?"
Aku kebingungan mendengar penjelasan Belial dan memintanya untuk menggambarkan semuanya dengan jelas.
"Jadi mereka berada dikeadaan antara hidup dan mati begitu?"
"Bisa dibilang begitu Tuan."
Ini mengingatkanku akan ucapan Aran mengenai seseorang yang terjebak antara kehidupan dan kematian.
"Dan lagi, aku melihat ada gambar aneh ditubuh mereka, semacam tato."
"Tato..."
Belial terus mendeskripsikan keadaan di sana dan setelah mendapatkan gambaran jelas, ternyata ini eksperimen menggunakan manusia. Suatu tindakan yang tak manusiawi dan membuatku marah mengetahuinya.
"Apa ada hal lagi di sana?"
"Untuk saat ini cuma itu saja yang bisa kuberitahukan. Oh iya, mereka tadi menyebut terus sebuah nama dari tadi."
"Dan namanya apa?"
"Mereka bilang 'Stigma'."
Deg!
Mendengar itu membuatku sangat syok, tak menyangka jika sebuah project yang bernama "Stigma" ternyata melakukan hal sekeji ini. Dan lagi...
"Ibu... jadi selama ini... yang kamu kerjakan."
Tak percaya dengan fakta yang kudengar ini, air mataku menetes karena tak menyangka jika orang tua kucintai melakukan hal seperti ini.
"Belial, kembalilah."
"Baik."
Aku masih tenggelam dengan fakta ini dan berusaha mencari tahu apa alasan Ibu melakukan hal ini.
"Jika diingat lagi saat itu, Ayah dan Ibu terlihat sangat ketakutan akan sesuatu dan setelah pergi, mereka langsung mengalami kecelakaan dan tubuhnya tak ditemukan sama sekali."
Terdiam dan diam, karena memikirkan tindakan apa yang harus kulakukan sekarang.
Bush...!
Energi gelap dari tubuhku terpancar kuat di ruangan ini, karena suatu dugaan yang tak ingin kupikirkan terjadi pada diri mereka.
"Jika tubuhnya tak ditemukan, maka ada kemungkinan tubuh kedua orang tuaku sudah ada dibagian eksperimen mereka!"
Energiku semakin keluar dan entah kenapa rasanya sangat tenang, seperti angin dingin yang menembus kulit secara perlahan tapi mematikan.
__ADS_1
"Haruskah aku menghancurkan tempat ini sekarang?"