
Pukul 10.09
"Baiklah, kurasa di sini sudah cukup jauh dari orang-orang."
Aku menuju ke tempat lain yang jauh dari keramaian dan lokasinya berada di dekat bukit cukup jauh dari hutan sebelumnya aku masuki.
Aku memunculkan lagi quest job itu.
[Quest "Perubahan Job" :
Kamu bisa kapan pun melaksanakan quest ini dan kamu akan langsung dikirim di tempat ujian untuk mencocokkan job yang tepat dengan dirimu.]
[Go/No]
"Go...."
Seketika muncul sebuah portal tepat di hadapanku.
[Peringatan!
Saat memasuki dungeon ujian "Perubahan Job," seluruh sistem akan dinonaktifkan. Kamu tidak akan bisa menggunakannya selama ujian berlangsung hingga kamu berhasil menyelesaikannya.]
"Berarti aku tidak bisa menggunakan sistem ini di dalam sana..., sebaiknya aku membeli satu senjata jarak jauh buat jaga-jaga."
Aku membuka shop dan melihat semua senjata yang dijualnya, ada berbagai senjata di sini mulai dari senjata jaman kerajaan hingga senjata modern sekarang.
"Karena Soul Poin yang kumiliki hanya lima ratus ribu lebih dan senjata-senjata ini harga paling rendahnya kebetulan sama dengan poin yang kumiliki."
Aku memilih senjata bergambar "Pistol," setelah memilihnya di situ ada banyak pilihan jenis serta efek dan harganya. Aku terus scroll hingga mencari yang pas untukku.
"Aku rasa ini cocok."
[Apa kamu ingin membeli item ini?]
[Yes/No]
"Ya...."
[Item berhasil dibeli.]
[Sisa Soul Poin : 14.344.]
"Baiklah, aku cek dulu senjata baruku ini."
Aku langsung mengeluarkannya dari inventori.
[Colt Revolver M-1836
Tingkat : ☆☆☆
Pistol yang berputar secara manual telah ada selama berabad-abad, dibuat pada tahun 1836 oleh perancang sekaligus penemu ide dari senjata api ini yaitu Samuel Cold. Penemuannya inilah salah satu cikal-bakal lahirnya senjata-senjata api jaman sekarang.
Penggunaan 50 poin Mana dalam satu kali tembak.
STR : +8 INT : +6 DEX : +1 LUK : +3
Pasif :
- Mengabaikan Attack DEF dan Magic DEF musuh sebesar 30%.]
"Hm, senjata dulu dengan kualitas belum sebagus sekarang, kalau aku jual ini ke para kolektor antik berapa ya? Nanti saja pikirkan masalah harganya, dilihat dari pasif-nya sangatlah bagus untuk musuh tipe dengan pertahanan tebal."
Setelah persiapan selesai, aku langsung masuk ke portal itu.
...•••...
Saat di dalam dungeon....
"Jadi ini bentuk dalamnya ya."
Aku mencoba mengeluarkan jendela informasi ternyata tidak bisa, dan belati serta seluruh item-ku yang ada di inventori tergeletak di tanah.
"Semua item-ku juga di keluarkan dan untung ukuran potion-nya hanya 5 ML, jadi mudah di simpang di kantong celana."
Aku langsung mengambil semua item-ku dan menjelajahi dungeon ini.
Dungeon ini terlihat seperti dungeon yang sebelumnya aku masuki di hutan Alas Purwo, tapi perbedaannya dungeon sebelumnya penuh dengan puing-puing reruntuhan dan sedangkan yang sekarang terlihat sangatlah utuh, seperti baru dibangun.
Terlihat ada banyak obor menempel setiap dindingnya untuk menerangi setiap jalan di dalam kastil ini.
"Di sini benar-benar sangat gelap..., eh! Apa ini?"
Kreng....
Tak sengaja aku menginjak sesuatu yang keras.
"Ini kan...."
Aku menunduk dan melihat lebih dekat, ternyata benda yang aku injak yaitu helm besi yang biasa dipakai perang. Bukannya hanya helm itu aku melihat banyak perlengkapan perang berserakan di mana-mana armor, pedang, gada, busur dan lain-lain.
"Apa ini benar-benar bagian dari dungeon, tapi...."
Pemandangan ini membuatku bingung seketika, sebab di sini kayak sudah terjadi pertempuran hebat, hanya saja... aku tidak menemukan mayat di sini.
"Grrrgh...!"
"Ada apa, Kawan?"
Tiba-tiba aku merasa tubuhku tidak nyaman sama sekali, saat ini Norum berada dalam tubuhku dan menggeramkan sesuatu, berarti dia merasakan sesuatu yang tidak beres di sekitar sini. Aku langsung menggunakan "Penglihatan Batin" untuk mengetahui situasinya.
__ADS_1
"Apa ini... semuanya Mana?"
Aku terkejut melihat ini, Mana bertebaran di mana-mana di dungeon ini.
"Grrrgh...!"
Aku langsung mengeluarkan Norum dari tubuhku, dan tampak dia sangat waspada di depan sana.
"Hoarrgh...!"
Teriakan Norum menggema dan menggerakkan sesuatu di depan sana.
Seketika muncul sesosok dengan suara kayak kaleng yang diseret sambil jalan.
Kreng... Kreng... Kreng....
"Grrgh...!"
"Mereka datang...!"
Sekumpulan monster dengan armor lengkap yang terlihat sudah lusuh dan berkarat.
[Enigma
Level : ???]
"Eh?! Aku pikir sistemnya dinonaktifkan, tapi kenapa aku bisa melihat nama dan level monsternya. Apa ini pengecualian?"
Karena kemampuan pasif dari Norum yaitu "Insting Liar" yang mana memberikan intimidasi yang kuat terhadap target, sehingga mereka bergerak akibat auman Norum.
"Bagus Kawan, dengan kemampuan ini mereka akhirnya keluar."
"Grrgh...!"
Tiba-tiba Mana yang bertebaran di mana-mana akhirnya berkumpul dan menarik semua peralatan perang ini dan membentuk seperti orang memakainya.
Kreeeng... Kreeeng....
"Jadi semua rongsokan ini adalah tubuhnya..., bakalan merepotkan nih."
Sekumpulan armor tak berisi ini langsung maju menyerangku dan Norum.
Salah satunya membawa gada besar dan melayangkan benda besarnya itu ke arahku.
Bur....
Satu ayunan kuat dan menghancurkan tanah yang dihantamnya, aku berhasil menghindarinya dengan cepat dan membalasnya.
Slash! Treeng...!
"Belati ini tidak mempan dengannya, kalau begitu bagaimana dengan yang ini...."
Dor!
"Pistol ini lawan yang cocok, hanya saja sangat menguras Mana setiap kali menembaknya."
Dor! Dor!
Dua berhasil tumbang dan aku menghentikan menggunakan pistol ini untuk menghemat Mana-ku lagi.
Syat! Syat! Kreng....
Monster armor ini dengan mudah terpotong akibat cakar dari Norum, cakarnya dia lapisi dengan Mana dan ini berkat skill miliknya yaitu "Konsentrasi hewan buas."
"Bagus Ka---"
Piuh! Shut!
Seketika sebuah busur melayang dengan cepat ke arahku dan aku berhasil menghindarinya.
"Aku lupa, diantara mereka pasti ada penyerang jarak jauh, kalau begitu...."
Dor! Dor!
Aku menggunakan pistolku lagi untuk melenyapkan damage dealer jarak jauh mereka.
Tapi....
Ting! Ting!
"Apa! Kenapa tidak tembus?"
Tiba-tiba muncul sesuatu yang mengelilingi mereka semacam sihir pelindung.
"Apa mereka punya skill juga?"
Aku langsung menggunakan "Penglihatan Batin" lagi dan aku melihat ada Mana terhubung ke pelindung itu, sesaat diperhatikan arah di mana pelindung itu terhubung sesuatu di belakang Archer itu.
"Tak kusangka, mereka juga punya penyihir..., Norum!"
Aku langsung meminta Norum menargetkan penyihir yang terus memberi sihir support ini.
"Grrrgh..! hoargghh...!"
Dengan cepat Norum berlari ke arah para penyihirnya, tapi tidak semudah itu dia mendekatinya.
Dor! Dor!
"Mau tidak mau aku harus menggunakan Mana-ku lagi."
__ADS_1
Aku terus menembak yang menjadi penghalang bagi Norum, sesaat Norum sudah mendekat ke penyihir itu, seketika tubuh para penyihir itu membeku dan tak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali, ini berkat skill pasif miliknya yang memberikan intimidasi kuat bagi target yang menatap Norum.
Syat! Syat!
Kreng... Kreng....
Besi-besi ini terbongkar kembali dan menjadi sampah di mana-mana.
"Akhirnya beres, kerja bagus Ka---"
"Hoargh..!!"
Dengan cepat aku berbalik.
Slash!
"Tak kusangka diantara mereka ada yang memiliki skill 'Stealth.'"
Karena bahaya masih mengintai kami, aku menggunakan "Penglihatan Batin."
"Aku rasa skill mata ini tak berfungsi pada Assassin dengan skill khususnya."
Seperti skill milikku yaitu "Jalan Bayangan" yang mana tipe "Stealth" juga, kali ini yang aku melawan Assassin dengan skill merepotkannya. Aku mencoba menghemat Mana sebisa mungkin karena pemulihan Mana-ku sangat lambat, mungkin karena status INT-ku sangatlah rendah.
"Kawan masuklah dulu."
"Grrgh...."
Norum langsung masuk ke tubuhku, aku memintanya masuk untuk mempertajam semua indraku. Norum yang akan fokus keseluruhan indraku dan aku akan menggerakkan tubuh dengan cepat untuk menghentikan Assassin itu.
Wooshh....
Wosh!
"Angin berhembus pelan dan menyentuh obor api yang tenang sehingga bergerak sedemikian, hawa terasa awalnya dingin seketika menjadi hangat seiring waktunya."
Seketika para Assassin menampakkan diri dan langsung menyerang diriku yang berdiam diri cukup lama.
"Hoarrrghh..!!"
Slash! Dor! Dor!
Tiga berhasil aku tumbangkan dan masih ada satu lagi bersembunyi.
Tapi....
Jleb!
"Aku tahu kamu ada di situ."
Setelah urusan selesai di sini, aku meminta Norum keluar dari tubuhku.
"Apa aku dapat EXP dari membunuh monster-monster ini, dan aku merasa Mana-ku tidak pulih dengan instan yang mana semestinya akan pulih kalau aku naik level, juga aku tidak mendapatkan item khusus yang dijatuhkan monster ini, hanya besi berkarat saja dan senjata yang sudah mau rusak sekali pakai."
Karena tidak tahu mengenai sistem ini aku langsung melanjutkan penelusuran dungeon ini.
...•••...
Setelah beberapa saat berjalan sembari istirahat, akhirnya kami menemukan sebuah gerbang besar.
"Pasti ini ruang bosnya."
Tanpa pikir panjang aku langsung membukanya, saat membukanya seketika rasa dingin berhembus keluar dari dalam dan mampu membuat tubuhmu merinding, bukan karena dinginnya melainkan perasaan dingin yang mengancam jiwamu kapan pun.
Sesaat memasukinya aku dibuat bingung tempatnya ini.
"Bukankah ini... arena gladiator."
Seketika pikiranku menggambarkan seperti apa bos yang aku lawan ini semacam seperti hewan buas, mungkin.
Tapi....
Dur...!
Tiba-tiba pintu masuk kami tertutup dan pintu besar di seberang sana terbuka lebar.
Gulp!
Keringat dinginku dan membuatku menelan ludah sendiri, sesaat terbuka lebar muncul sesosok orang dengan armor hitam dari atas hingga bawah dengan pedang panjangnya.
"Apa orang itu yang akan kulawan..., tiba-tiba tubuhku gemetar melihat sosoknya."
Tidak sampai di situ, muncul lagi sesosok orang dengan tubuh tinggi seperti anak SMP, dengan jubah hitam dan tongkat sihirnya.
[Boss
Dark Knight - The Gemini Family
Level : ???]
[Boss
Dark Magician - The Gemini Family
Level : ???]
"Grrgh...!"
"Ya, aku tahu itu Kawan, kita harus bekerja ekstra melawan mereka."
__ADS_1
Pancaran Mana yang kuat di keluarkan oleh mereka berdua, sehingga membuatku cukup merinding melihatnya.
"Bakal sangat sulit melawan mereka berdua sekaligus."