
"Mode Heredis!"
Buzzh...!
"Hm? Energi ini..."
Seketika seluruh Mana gelap yang ada di dalam diriku keluar dan membuat siapa pun merasakan ini akan membuat mereka merinding sesaat.
Saat aku ingin menggunakan mode Heredis, tiba-tiba muncul peringatan dari sistem.
[Peringatan!
Kamu baru menguasai 50% kekuatan mode Heredis, jika kamu tetap ingin menggunakan mode ini dalam keadaan belum sempurna maka kamu akan menerima efek balik yang sangat menyakitkan.]
[Apa kamu ingin tetap menggunakan mode ini?]
[Yes/No]
"Seperti biasa sistem ini akan memperingatiku, tapi...." Sembari melirik ke arah Goblin besar itu. "Aku ingin mengetahui sampai mana batasanku jadi... ya!"
[Mode Heredis telah digunakan, kamu bisa membatasi jumlah kekuatan yang digunakan dalam mode ini.]
[Memulai memasuki mode Heredis...]
Buzzh...!!
Mana dalam diriku semakin melonjak dan membuat tubuhku terasa semakin dingin, kekuatan melimpah semakin mencekam di sekitarku.
Aku melihat bos Goblin itu semakin menyeringai, tampaknya ia sangat senang bahwa aku akan serius bertarung dengannya.
"Hahaha!! Menarik! Keluarkan semua kekuatanmu dan hadapi aku dengan serius!"
Buzzh...!!
[12%...]
[Stop]
[18%...]
[Stop]
"Hm?"
Tiba-tiba angka persen ini muncul dan sebuah tulisan berhenti tepat di bawahnya.
"Begitu ya, sekarang aku mengerti."
Karena batasan kekuatan mode Heredis-ku yaitu 50%, maka aku hanya bisa menggunakan kekuatan mode ini kurang dari 50%.
[42%...]
[Stop]
"Sedikit lagi..."
[47%...]
[Stop]
"Baiklah, cukup!"
Buzzh...!!
[Memasuki mode Heredis (49%) berhasil.]
Tiba-tiba muncul sesuatu yang hitam dari tanganku dan membentuk sebuah senjata raksasa berupa sabit hitam dengan bola merah darah di belakang pisau sabit tersebut.
"Hm? Hanya sabit ini saja keluar?"
Karena aku menghentikan proses penggunaan mode Heredis tepat di sebelum 50%, aku tidak tahu apa yang terjadi jika melewati lebih dari 50% walau hanya satu angka saja. Tapi yang pasti, rasa sakit yang tak terhingga setelah memasuki mode ini sangatlah menyakitkan.
"Ternyata dia memiliki nama..."
Aku cukup terkejut setelah melihat status nama dan level-nya itu.
"Ternyata dia tidak kehilangan jiwa, melainkan membagi jiwanya beberapa bagian sehingga aku tidak merasakan sedikit pun jiwa mereka berlima, karena pada dasarnya hanya satu saja yang hidup."
[Boss
King Goblin - Lord of the Goblin tribe
Level : 71.]
Sesaat melihat statusnya, tiba-tiba terjadi sesuatu hal aneh pada tubuhku.
"Egh! Beban dari mode ini mulai terasa, walau aku hanya menggunakan separuh kekuatan dari mode ini."
Rasa sakit dari mode ini mulai terasa, ini sangat berbeda saat aku memasuki dunia lain buatan sistem. Mungkin sistem membatasi rasa sakit pada diriku ketika aku memasuki dunia itu, sehingga aku leluasa menggunakan mode ini di dalam sana.
"Aku harus menyelesaikan ini dengan cepat!"
Swoosh..!
Aku mengayunkan sesaat sabit itu dan udara di sekitarku seketika terhempas karena ayunan ringan dari sabitku ini.
"Apa kau sudah selesai? Kalau begitu mari kita mulai...!"
Set! Burhs...!
Bos Goblin itu langsung maju menghadapiku dengan tubuhnya yang besar itu. Walau tubuh sebesar itu, tapi langkah kakinya sangatlah ringan sehingga kecepatan larinya tak bisa diprediksi.
"Hahaha!! Terima ini...!"
"Egh!"
Swoosh..! Swoosh! Tring!
Slash..! Slash..! Tring!
Dengan senjataku sekarang seharusnya aku sudah unggul, tapi bos monster ini memiliki lebih dari dua senjata yang bisa ia gunakan selain kedua pisau besar itu di kedua tangannya.
"Aku tidak bisa menggunakan item lain saat memasuki mode ini."
Aku sedikit kewalahan menghadapi dia, tapi dengan bantua partner, aku bisa mengatasi hal ini dengan cepat.
"Harrrgh..!!"
Norum langsung melompat ke arahnya dengan cakar tajamnya yang sudah dilapisi Mana miliknya.
Set!
"Hahaha!!"
Tapi bos Goblin ini menyadari hal itu dan berhasil menghindari serangan kejutan itu. Dengan kewaspadaan di antara kami, tidak ada satu pun yang memalingkan mata sedikit pun dari lawannya.
"Sila! Aku sudah kelelahan walau hanya sementara memasuki mode ini."
Bos Goblin itu memperhatikan aku dengan seksama dan seketika dia menyeringai, tampaknya ia sudah tahu mengenai kondisiku ini.
"Tampaknya kekuatan besarmu itu tidak bertahan lama."
Mendengar itu membuatku sedikit kesal, tapi yang dikatakannya benar bahwa aku mulai kelelahan dengan beberapa ayunan sabit ini.
Aku melirik ke arah Norum dan pikirku harus mempersingkat jarak waktu kami sekarang, karena kondisiku tidak memungkinkan untuk bertahan lama.
"Aku belum bisa menggunakan Aura sebagai kekuatan, tapi aku akan menggunakan berbagai cara untuk mengalahkanmu!"
Mendengar itu membuat bos Goblin itu tertawa terbahak-bahak penuh kegirangan.
__ADS_1
[Skill "Pengorbanan" digunakan, meminjam skill The Arcana - Prudens, "Mentahbiskan (Level 2)."]
[Kamu dan partner menerima Buff peningkatan kekuatan, kecepatan dan pertahanan sebesar 12%, dengan durasi bertahan 5 menit.]
[Skill "Pengorbanan" digunakan, mengganti skill The Arcana - Prudens, "Mentahbiskan (Level 2)." Dengan skill The Arcana - Jeruk purut, "Penghuni kuburan (Level 2)."]
[Kamu dan partner menerima Buff peningkatan kekuatan dan pertahanan sebesar 30%, dengan durasi bertahan 5 menit.]
[Skill "Pengondisian" telah digunakan.]
[STR, AGI, dan VIT milikmu dan partner naik 20% dalam kurung waktu enam menit.]
Aku menggunakan semua skill support dari The Arcana-ku untuk mendapatkan Buff peningkatan, walau masih banyak skill Support The Arcana yang kuketahui tapi aku tidak memiliki syarat untuk menggunakan skill-skill tersebut.
"Walau skill 'Pengondisian' bukan skill gabungan, tapi Norum juga mendapatkan keuntungan dihasilkan skill ini," pikirku sembari memandangi bajingan itu yang sedari tadi menyeringai kepadaku.
[Skill "Pengorbanan" digunakan, mengganti skill The Arcana - Jeruk purut, "Penghuni kuburan (Level 2)." Dengan skill The Arcana - Belial, "Muklat."]
Set!
Aku dan Norum maju duluan menghadapi bajingan ini, bos Goblin ini tersenyum tampak ia menanti-nanti aku mengambil inisiatif duluan untuk menyerang.
"Hahaha!!!"
Swoosh..! Piuh!
Sesaat kami berlari ke arahnya, dia langsung melempar tombak miliknya itu ke arahku.
Set! Set!
Aku dan Norum berhasil menghindari serangannya itu dan memperpendek jarak kami. Sesaat jarak sudah dekat, di saat itu aku sudah siap mengangkat sabit ini.
Swoosh...!
"Tidak semudah itu!"
Saat aku mengayunkan sabit ini ke arahnya, ia tidak menghindar sama sekali melainkan menghadapi sabitku ini dengan pisau besarnya itu.
Tapi...
Tring!
"Apa?!"
"Kau terlalu meremehkan sabit ini..."
Swoosh..! Swoosh..! Crak!
Aku langsung melayangkan tebasan sabit ini beberapa kali dan kecepatan seranganku sangat mendukung---mampu melukai dia sehingga meninggalkan tebasan sabit ini di tubuhnya.
"Errgh! Kenapa dia tiba-tiba menjadi sekuat ini!"
Tidak ada jeda sedikit pun, Norum melancarkan serangannya di sisi lain sehingga bos Goblin ini harus membagi konsentrasinya itu.
"Hoarrrgh..!!"
Syut! Syut! Syut! Crak!
Norum berhasil melukai dia di beberapa bagian dengan cakarnya itu. Tampak situasinya berbalik sekarang, tapi tampaknya bajingan ini tak semudah itu menyerah.
Bing!
"...?!"
Tiba-tiba muncul banyak lingkaran sihir di mana-mana.
Set! Set!
Karena sesuatu hal yang buruk, aku dan Norum langsung menjauh darinya. Tapi tampaknya tak semudah itu aku bisa lolos dari jangkauan serangannya itu.
Burn..! Bom!
Burn..! Bom!
Burn..! Bom!
"Mau sampai kapan dia melancarkan sihirnya ini!"
Jarakku dengannya semakin tak diuntungkan, sebab seranganku fokus pada jarak dekat ditambah lagi beban mode ini mulai semakin terasa.
"Aku harus mempersempit jaraknya..."
Set!
Dengan cepat aku langsung maju menghadapi dia sembari menghindari serangan sihirnya ini.
"Kau pikir semudah itu!"
Bing! Bing! Bing!
"...!"
Tiba-tiba muncul lingkaran sihir tepat di bawah kakiku.
Brak! Brak!
Seketika tanah yang kupijak memunculkan tanah yang berduri, sehingga itu membuatku otomatis menjauh darinya lagi. Sihir tanahnya ini semakin meluas dan jangkauanku dengannya semakin sulit.
Akan tetapi...
"Hoarrrghh..!!"
Norum tiba-tiba muncul tepat di belakangnya dan siap menyerang dirinya yang memperhatikan aku sedari tadi.
"Jangan harap semudah itu!"
"Hing..!"
"Kawan!"
Bos Goblin itu langsung mengikat Norum dengan sihir miliknya, aku melihat Orb miliknya menyala dan sepertinya Orb itulah penyebab Norum sulit bergerak, karena itu sudah terbukti saat Suzanna melawan Goblin pengguan Orn ini sebelumnya.
"Pengikat jiwa!"
Chin!
Aku langsung menggunakan skill teleport milikku dan muncul tepat di hadapannya selagi dia teralihkan oleh Norum sementara.
Swoosh..! Tring!
"Apa! Barrier!"
Saat ingin menyerangnya tiba-tiba muncul sebuah perisai sihir dan aku melihat tongkat yang dipegang Goblin sebelumnya bersinar. Kayaknya dia bisa menggunakan kelima senjata ini sekaligus walau arah pandangnya di sisi lain.
Set!
Aku langsung menggunakan skill "Pemilik sejati" dan menggunakan tangan tak terlihatku ini sebagai pijakan agar aku bisa menjauh darinya sementara. Aku memanggil Norum kembali di sisiku dan Norum berubah menjadi partikel hitam kecil dan masuk ke dalam diriku.
Deg!
"Egh! Sudah batasnya kah?" Gumamku.
Secara perlahan tubuhku mulai sulit menopang diriku.
Chin! Burn!
Set!
"Hahaha!! Kayaknya kamu sudah mencapai batasmu!"
__ADS_1
Dengan gerakannya yang sangat cepat, bos Goblin itu tiba-tiba muncul di hadapanku dan siap mencincang diriku dengan kedua pisau besarnya itu.
Slash! Slash! Crak!
Crak! Crak! Crak!
"Hah? Aku terluka?"
Set!
Hampir setiap serangannya sulit aku hindari, tapi setiap serangannya itu pun aku berhasil kembalikan kepadanya, selain serangan sabitku tapi juga berkat skill pasif Belial yang aku gunakan yaitu "Muklat."
Karena dia tiba-tiba menghentikan serangannya karena menerima serangan misterius dariku, sehingga itu membuatku bisa menjauh darinya sementara ini.
"Aku tidak tahu apa yang kamu lakukan barusan, tapi kayaknya hal inilah membuat saudaraku kalah bertarung dengan salah satu pelayanmu itu." Sembari melirik ke arah salah satu saudaranya. "Yah... di sisi lain kamu kayak sulit bertarung lagi."
Bos Goblin itu semakin meremehkan diriku dan dari tatapannya saja itu sangat membuatku muak.
"Dia memiliki semua Role yang seharusnya dimiliki sebuah tim dengan kemampuan masing-masing. Tapi dia bisa menggunakan semua posisi itu walau hanya sendirian."
Aku tersenyum setelah memikirkannya dan itu membuat bos Goblin ini bingung. Aku berusaha tegar lagi dan menggunakan Aura-ku untuk memulihkan diriku sementara ini.
"Aku belum mengusai sepenuhnya Aura ini walau seberapa keras aku berlatih. Tapi memulihkan diri dengan Aura jauh lebih menguras tenaga, karena rasa sakit mode Heredis ini hanya bisa dipulihkan melalui Aura milikku ini dan tak bisa menggunakan Mana sama sekali karena pada dasarnya mode Heredis menggunakan Mana juga dengan secara terpaksa."
Set!
Set! Bursh...!
Kami berdua langsung maju secara bersamaa dan saling melancarkan serangan masing-masing.
Swoosh..! Swoosh! Tring!
Slash..! Slash..! Tring!
Swoosh..! Swoosh! Tring!
Slash..! Slash..! Tring!
"Hahaha..!!"
Slash! Slash! Slash! Crak!
Aku berhasil terkena serangannya itu, walau dia hanya menghadapiku dengan kedua pisau besarnya itu yang digenggam di kedua tangannya, tapi aku harus tetap waspada terhadap senjata lainnya itu.
"Norum..!!"
Aku langsung mengeluarkan Norum dan tepat di atas kami Norum muncul sembari melapisi dirinya dengan skill "Konsentari hewan buas" miliknya, dan memunculkan duri-duri hitam disekujur tubuhnya seperti memakai armor ini karena skill-nya yaitu "Duri kematian."
"Hoarrgh..!!"
Norum menggelinding ke bawah seperti bola dan seluruh tubuhnya dilapisi Mana miliknya sehingga itu terlihat seperti bintang jatuh.
"Aaaaahh...!!"
Bos Goblin ini tidak mau kalah, ia langsung menghadapkan kedua tangannya ke atas dan muncul cahaya terang dari kedua tangannya itu.
Set!
Buss..!
Karena ada kesempatan aku langsung maju ke arahnya sembari mengangkat sabit yang sudah terisi Mana ini, dan siap diayunkan ke arahnya.
"Jangan pikir bisa menembus ini!"
Bos Goblin itu langsung memasang sihir Barrier miliknya dan tak siap melancarkan sihirnya ke arah Norum karena fokus terhadap sihir pertahanannya ini.
"Terima ini...!"
Swoosh..!! Crang! Crang!
"Apa?! Bagaimana mungkin...?"
Sihir pertahanan yang dilapisi menjadi tiga kini hancur satu persatu, serangan arah kiri dariku dan Norum dari atas sehingga itu membuat sulit dirinya fokus.
Crang!
Crak! Crak! Bom!
Kami berdua berhasil menembus sihirnya itu dan menciptakan ledakan kejutan dari serangan sabitku ini.
"Hah... hah..., apa berhasil?"
Aku hanya bisa melihat gumpalan asap yang disebabkan serangan gelombang kejut tersebut. Norum berhasil mengenai bos Goblin itu juga dan kepadaku dengan cepat.
"Karena tak ada pemberitahuan dari sistem, berarti dia masih hidup."
Buzz...!!
"A... apa-apaan tekanan Mana ini!"
"Grrrgh..!!"
Tiba-tiba muncul tekanan sihir yang sangat kuat dari balik asap itu dan sudah dipastikan ini berasal darinya.
[Peringatan!
Musuh telah memasuki mode "Berserk."]
"Apa! Sial! Aku tak punya tenaga lagi!"
Wussh..!
Tekanan angin dibarengi sihir ini mampu membuat siapa pun pasti merasa akan tersesak.
Set! Chin!
"..!!"
Aku melihat bayang besar tepat di bawahku dan aku langsung berbalik, ternyata dia sudah berada di belakangku secara tiba-tiba.
"Aaarrhhh..!!"
Punch! Bur...!
Aku langsung mendapatkan pukulan besarnya sehingga membuatku terlempar cukup jauh dan tak sempat menangkis serangan itu karena tubuhku sangat kelelahan.
"Hoaarrgh.!! Hing...!"
Saat Norum ingin menyerang dirinya, dengan cepat bos Goblin langsung mencekik leher Norum sehingga membuat Norum tak berdaya seketika.
Aku berusaha bangkit dan melihat Norum tak berdaya di hadapannya.
"Kembalilah, Kawan!"
Aku memanggil Norum kembali ke dalam tubuhku dan Norum menghilang begitu saja di tangan bos Goblin itu.
Deg!
"Egh! Akh..! Aku benar mencapai batasku!"
Duk..! Duk..! Duk..!
Karena menggunakan Aura terlalu berlebihan sehingga itu menambah beban pada diriku. Di sisi lain bos Goblin berlari itu ke arahku dengan tampan seramnya.
...Kayaknya kamu kesulitan, Nak......
"Hah?"
Saat ingin bangkit lagi, tiba-tiba suara asing terdengar di kepalaku.
__ADS_1