Sang Pewaris Dewa Kematian

Sang Pewaris Dewa Kematian
Chapter 55


__ADS_3

Di luar dungeon....


"Ini sudah lebih dari empat jam, kuharap mereka semua selamat," ucap Rian.


"Kita boleh berharap seperti itu, tapi jangan harap lingkungan yang normal di dalam sana, setiap detik saja nyawa mereka terancam," terang Pati. "Mereka bisa bertahan selama memiliki pengetahuan bertahan hidup dimulai dari minuman dan makanan."


Terlihat banyak orang di sekitar portal kecil ini muncul dengan perlengkapan tempur mereka, tampak mereka ini adalah penyerang dungeon yang sudah disiapkan untuk kemungkinan terburuknya.


"Aku rasa menyia-nyiakan waktuku di sini. Baiklah, aku akan bertemu langsung dengan pak tua itu," ucap Gading dan langsung berjalan ke arah gerbang utama. Tapi, langkahnya terhenti tiba-tiba. "Kayaknya aku melupakan sesuatu, apa bocah bernama Arkha Peteng itu tidak ada kaitannya dengan guild ini?!"


Seketika udara terasa mulai sesak karena niat membunuh yang sangat terpancarkan dari Gading Himar.


"Niat membunuh yang sangat kuat!" Pikir Pati. "Apa maksudmu berbicara begitu?"


"Berdasarkan informan-ku, dia melihat bocah itu memasuki tempat ini dan yang menyambutnya salah satu bawahanmu itu, bahkan dia sangat menghormati bocah itu. Katakan, apa benar bocah itu ada hubungannya dengan guild ini?!"


Glek!


Semua yang ada di sini tidak bisa berbuat apa-apa di hadapan Rank-S kecuali Rank-S sendiri yang menghadapi dirinya yaitu Master Pati Bagenas, ketegangan suasana ini semakin menyeruak dan sulit ditangani jika sudah terjadi sesuatu.


"D-dia adalah kenalan lamaku, dan aku menyambutnya secara hormat tadi karena... sudah lama tidak bertemu," jawab Rian yang tampak sedikit gugup.


"Rian belum segugup ini dan dia juga tak pernah mempertaruhkan nyawanya untuk seseorang yang belum kenal dekat dengannya, apa anak muda itu sangat penting sampai-sampai dia harus bersikap seperti ini?" Pikir Pati.


Seketika suasana menjadi hening sejenak setelah jawaban itu dikeluarkan, akan tetapi....


Bush...!


"Jadi begitu ya, apa kamu pikir aku ini bocah lima tahun yang bisa kamu bohongi!"


"!!!"


Tiba-tiba Mana besar keluar dari tubuh Gading Himar dan itu membuat suasana semakin mencekam, sebab bencana sebentar lagi akan meledak.


"Sudah cukup! Sebaiknya kamu pergi dari sini! Sebelum aku sendiri yang akan menyeretmu keluar secara paksa!" Peringatan Pati.


"Jadi kamu mengancamku? Selama aku berada di luar sana, sudah banyak orang-orang kuat dan guild besar mereka aku runtuhkan, bagaimana kalau guild-mu ini selanjutnya... Pati Bagenas!" Sembari mengangkat jari telunjuknya dan mengarahkannya ke depan.


Master Pati yang mendengar itu sangat geram dan langsung mengepalkan tangannya sekuat mungkin.


"Dasar kau bajingan, Himar!!" Langsung melangkahkan kakinya ke depan.


"Oh, kau mendatangiku? Dari pada lari, kau lebih memilih mendatangiku?"


"Aku tak bisa memukul wajah sombongmu itu jika tak mendekatimu, brengsek!"


"Oh, ho, baiklah kalau begitu, mendekatlah." Langsung berjalan ke depan dengan santai.


Dua orang bak monster itu telah menunjukkan taring mereka masing-masing, orang-orang yang ada di sekitarnya gemetar ketakutan melihat dua orang kuat ini akan bertarung.


"Ketua Rian! Bagaimana ini, jika mereka bertarung kita semua yang ada di sini kena imbasnya juga!"


"Aku juga tidak tahu harus berbuat apa, aku tak punya kekuatan sebesar itu untuk menghentikan dua orang ini!" Ucap Rian yang tampak sedikit panik.


Kedua Rank-S ini terus melangkahkan kaki mereka ke depan, sesaat jarak mereka mendekati satu meter, tiba-tiba langkahnya terhenti.


Bush..!!


Bush..!!


"...!!!"


Kedua orang itu langsung memancarkan masing-masing Mana besar mereka dan membuat yang sekitarnya semakin tertekan karena kekuatan besar ini. Orang-orang yang ada di sekitarnya langsung panik dan menjauh dari sini karena takut mereka akan mati karena pertarungan ini.


Setelah beberapa detik berdiri dan saling melemparkan tatapan tajam masing-masing.


Bursh...!!!


"Aaaaahh...!!!"


Mereka seketika melayangkan tinju mereka secara bersamaan dan itu membuat tanah mereka pijak hancur seketika, dan gelombang kejut terjadi akibat dua pukulan hantaman keras saling berbenturan.


"..?" Pati terbelalak melihat hal ini.


"Boleh juga, kamu bisa menghentikan kita berdua," puji Gading.


Semua orang yang ada di sini sangat terkejut melihatnya, sebab ada seseorang berhasil menghentikan pertarungan kedua manusia bak monster ini.


"Adam..!"


Adam mencoba meluruskan kedua tangannya yang mau patah itu karena menahan dua serangan dari kiri dan kanan secara bersamaan, seperti menahan dua rudal datang secara bersamaan.


"Aku tahu kalian tak serius bertarung tadi, jadi aku punya kesempatan menghentikan kalian berdua sebelum terjadi hal lebih buruk lagi," terang Adam. "Tuan Himar, Anda seorang pebisnis handal dan orang seperti itu tidak suka membuang waktu kan? Master menghubungiku tadi dan meminta Anda segera bertemu dengan Beliau."


Gading yang mendengar itu menghela napas dan berkata:


"Kamu benar, aku tak jadi bersemangat lagi. Padahal aku sangat ingin bertemu mereka." Langsung melangkahkan kakinya meninggalkan tempat ini. "Oh iya, Pati. Perkataanku barusan... sangat serius!"


Pria jas putih mewah itu meninggalkan lokasi dengan perasaan sedikit kecewa, Adam memberi hormat kepada Master Pati lalu pamit meninggalkan tempat ini juga.


"Dasar bajingan itu! Jika aku berubah tadi, mungkin aku bisa mencabik-cabik dia!" Ucap Pati yang sangat kesal.

__ADS_1


"Master, tenanglah. Dari perkataan dia barusan soal menghancurkan guild, kurasa bukan bualan semata," terang Rian.


"Iya, dia memiliki kemampuan unik yang sulit dijelaskan dan kemampuannya itu aku sudah rasakan sendiri waktu dulu."


Rian yang mendengar itu sedikit takjub akan kekuatan para Rank-S dan tidak tahu harus berkata apa lagi.


...•••...


Dua puluh menit kemudian....


"Ini sudah berjam-jam berlalu dan mungkin di dalam sana sudah berapa hari," ucap Rian. "Sebaiknya Master kembali saja dulu, karena pekerjaan Anda masih banyak."


Pati Bagenas menggelengkan kepalanya dan berkata:


"Mana bisa aku kembali, jika orang-orang tak bersalah ini terjebak dalam portal wilayah guild kita."


Mereka tetap masih menjaga portal ini sampai waktu terbukanya tiba.


Krack...!


"Eh?" Portalnya... portalnya terbuka!"


Semuanya terkejut melihat portal itu kembali ke ukuran semulanya dan Mana yang dipancarkannya mulai memudar.


"Dungeon-nya sudah diselesaikan!"


"Mereka sudah kembali, cepat! Panggil tim medis untuk memeriksa orang-orang ini!"


Tampak semuanya langsung bersiap-siap untuk menyambut orang-orang selamat ini.


Terlihat satu-satu persatu orang-orang mulai keluar dari portal, dan orang-orang selamat ini menangis terharu bisa selamat dari tempat bahaya ini.


"Sudah kuduga, pilihanku tidak salah, mereka semua selamat karena Arkha Peteng ini," pikir Rian yang tampak senang.


Tim medis langsung memeriksa mereka, takut ada sebuah penyakit atau luka yang disebabkan oleh dungeon itu.


Krack..! Woosh...!


"Portalnya menghilang...."


"Master, ini semua data orang yang masuk ke portal itu, aku sudah mengeceknya dan mereka semua selamat," ucap Arjuna.


Pati terkejut mendengar itu dan tak percaya bahwa kali ini ada seseorang rank rendah bisa selamat semua dari dungeon rank tinggi ini.


"Yang dikatakan Rian benar, anak itu bukan orang biasa," pikir Pati sembari melihat ke arah pemuda itu.


Melihat semua ini membuatku lega, bahwa semuanya baik-baik saja.


"Ya, salamku pada mereka juga."


Aku hanya mengangguk saja dan langsung menuju ke arah gerbang utama universitas ini, aku melihat ada banyak orang-orang berkumpul di luar universitas itu.


"Ah, itu mereka...."


Karena memakai "Mata Dewa" untuk melihat keberadaan Susan dan si kembar, aku langsung bergegas menuju ke sana.


"Itu... kakak!"


"Kakak..! Kak Susan, Kakak kembali!!"


Tampak si kembar sangat senang atas kembalinya diriku dan mereka langsung berlari ke arahku dan memelukku.


"Syukurlah... kamu baik-baik saja."


Aku melihat Susan mengeluarkan air matanya, tampaknya dia menangis dan itu dia tahan karena khawatir akan mempengaruhi Rena dan Reno.


"Ya, aku kembali." Sembari tersenyum.


"Hei, bukankah orang itu yang terjebak di dalam portal itu?"


"Kurasa iya."


"Kalau begitu yang lainnya pasti ada di dalam sana sedang diperiksa."


Banyak dari mereka tak percaya dan bersyukur bahwa ada yang selamat dari insiden mengerikan ini, serta hanya sedikit yang terseret dalam di portal itu.


Setelah melewati hari yang panjang, kami berempat langsung pulang ke rumah.


Di sisi lain....


Tampak Master guild Si jago merah ini terus menatap ke arah gerbang utama dan ketua Rian kasim melihat ini langsung menghampirinya.


"Bagaimana menurut Anda?"


"Aku tak menyangka dia menyembunyikan kekuatan sebesar itu dan instingku berkata, bahwa anak itu sedikit berbahaya."


Master Pati langsung berbalik dan menuju ke arah salah satu orang selamat itu, di belakangnya Rian mengikutinya.


"Bagaimana keadaanmu?"


"Ah! Master...." Langsung berdiri.

__ADS_1


"Tetaplah duduk di situ, kamu harus memulihkan dirimu," pinta Pati.


"Baik." Sembari kembali duduk.


"Aku ingin bertanya sesuatu, orang yang bernama Arkha Peteng itu bagaimana menurutmu, setelah bersamanya cukup lama?"


"Itu... dia orangnya sangat kuat," jawab Rama.


Pati mendengar itu sedikit terkejut dan bertanya lagi:


"Kekuatan dia seperti apa? Dan dia pasti yang telah berperang besar dalam penyelesaian dungeon itu?"


"Itu memang benar dia berperang besar, tapi... kami sudah berjanji untuk tidak mengungkapkan hal ini kepada siapa pun, maaf kalau aku lancang."


Mendengar jawaban itu membuat Master Pati dan Ketua Rian semakin yakin akan kemampuan hebat dari pemuda bernama Arkha Peteng itu.


"Rian...."


"Ya?"


"Bawa anak itu ke guild kita bagaimana pun caranya, aku memberikanmu dukungan penuh dan gunakan semua yang ada di guild kita untuk menariknya."


Rian mendengar itu tersenyum lalu berkata:


"Saya akan berusaha membawanya." Sembari menunjukkan hormat dengan membungkukkan badan sejenak. "Baguslah, mataku tidak salah memilih orang."


...•••...


...•••...


Di suatu perjalanan....


Tampak sebuah mobil mewah melaju dengan kecepatan sedang.


"Hm?"


"Ada apa, Tuan Himar. Apa Anda melupakan sesuatu?"


Tampak dua orang pria di dalam mobil itu dan pria jas putih mewah berada di bangku belakang, sedangkan pria jas hitam itu sebagai sopirnya.


"Tidak, aku hanya tiba-tiba teringat sesuatu," jawab Gading. "Saat keluar dari sana tadi, aku melihat anak kembar yang wajahnya sangat tidak asing bagiku."


Pria jas putih mewah ini sudah mengelilingi banyak tempak dan selalu bertemu banyak orang baru, karena itu membuat matanya semakin tajam dan selalu mengingat wajah-wajah orang asing itu.


"Wajah yang mirip dengan kedua anak itu, membuatku teringat pasangan suami istri brengsek itu. Kalau tidak salah namanya Pranadipa, gara-gara mereka berdua membuatku harus bekerja dua kali-lipat karena mereka menghilangkan 'Kuncinya.' Jangan-jangan si kembar itu anak mereka?"


Tiba-tiba dia tersenyum sinis dan pria jas hitam itu melihatnya melalui spion mobil tengah, dan merasa merinding melihatnya.


"Kalau mereka memang anak-anaknya, maka 'Kunci' itu ada pada mereka atau mungkin disembunyikan di suatu tempat lain? Aku harus meminta Ningti mengirim seseorang mengawasi mereka, lalu gadis yang berdiri di samping mereka boleh juga." Sembari menjulurkan lidahnya. "Aku ingin mencoba gadis itu, hehe!"


Suasana dalam mobil itu hanya terisi keheningan yang mencekam dan itu terus berlanjut sampai di tempat tujuan.


...•••...


...•••...


...•••...


Dua hari telah berlalu....


Di suatu tempat di dungeon....


Brak!


"Fiuh*, aku tak menyangka menggunakan Aura membuatku cepat lelah, tapi aku merasa tubuhku mengalami sedikit peningkatan dan lagi... monster-monster ini mati sekali pukul."


Kurasa monster-monster ini mati sekali pukul karena kekuatanku bukan berada di Rank-F lagi, lagian aku berada di dungeon Rank-F dan aku merasa itu hanya sebatas uji coba selama menggunakan kemampuan baruku ini.


"Saat melihat statusku, tampaknya sistem ini tidak mengukur kekuatanku saat menggunakan Aura."


Karena menemukan metode baru untuk tubuhku, mungkin ini sangat bagus mencegah rasa sakit dalam tubuhku jika terjadi sesuatu. Kata Pak Adrian bahwa Aura sangat cocok digunakan pada kekuatan dan pertahanan fisik, jadi dia bilang padaku yang sebagai pemula untuk fokus ke pertahanan saja dulu.


"Hm?"


[Kamu sekarang bisa memasuki dunia "Purgatory."


...Batas waktu...


...01.00.00...


PERINGATAN!


Kamu akan dikirim ke dunia ini secara otomatis jika waktu habis.]


[Go/No]


"Purgatory? Apa sistem ini selalu mengirim aku ke neraka? Mengingat dunia sebelumnya membuatku hampir mati."


Mungkin ini waktu yang tepat untuk mengetes perkembanganku dan lagi, aku sudah mendapatkan banyak pasukan baru dan itu mungkin jauh lebih dari pada sebelumnya.


"Baiklah, aku harus melakukan persiapan sebelum menaklukkan dunia itu!"

__ADS_1


__ADS_2