
"Apa itu ruang bosnya?"
Mataku terus tertuju ke gerbang besar yang terlihat megah itu, mataku tidak berkedip sedikit pun dan juga sangat terkejut melihatnya.
"Oh iya, itemnya."
Seketika aku teringat dengan katak-katak yang aku bunuh sebelumnya dan berbalik kembali ke mayat semua katak itu.
"Coba kita lihat apa yang aku temukan di sini...."
[Asam beracun
Tingkat : ☆☆
Asam yang berasal dari dalam tubuh "The grass frog," asamnya sangatlah beracun sehingga membuat mangsa yang ditelannya mati dan lunak dalam sekejap. Asam beracun tersimpan dalam botol kecil yang khusus, biasanya digunakan sebagai salah satu bahan seorang Alkemis.]
"Menarik, dan lagi... aku hanya dapat lima botol, sisanya tidak ada sama sekali. Baiklah, aku sudah pulih sepenuhnya, sekarang waktunya memasukinya."
Setelah memasukkan semua item-nya ke inventori, aku langsung berjalan menuju ke gerbang itu.
Gulp!
Saat sudah depan, jantungku berdetak sangat kencang dan keningku tiba-tiba basah serta ludahku tertelan dengan sendirinya tanpa kusadari.
Dengan mengatur napas setenang mungkin.
"Ini saatnya!"
Aku langsung mengarahkan kedua tanganku ke depan untuk mendorong gerbang besar itu.
Dun....
Saat mendorongnya aku merasakan adanya getaran hebat dan aku melihat sesuatu yang sangat mengejutkan.
"Wow..."
Aku melihat ruangan yang sangat luas dan megah, terlihat ada singgasana tepat di depan sana.
[Selamat datang di "The king's final rest."]
"Eh, jadi ini tempat terakhir dari dungeon ini."
Aku semakin masuk dan sudah berada di tengah ruangan dan berada tepat dekat singgasana juga.
Dum!
Gerbang yang aku buka lebar-lebar sebelumnya, kini tiba-tiba tertutup dengan sendirinya.
Deg!
"Aku merasakan ada bahaya sudah mengarah kepadaku!"
Karena aku sudah berada di dalam sini, itu berarti ada sesuatu telah menungguku dari tadi.
"Egh, apa-apaan tekanan Mana ini!"
Tekanan Mana yang sangat kuat sehingga membuatku sulit bergerak, tekanan ini mengingatkanku dengan "Dungeon itu."
Tiba-tiba di sekitarku menjadi gelap dan bayangan itu semakin dekat ke arahku. Aku langsung melihat ke atas dan sesuatu telah datang menyambutku.
"Apa!!"
Burr...!
Sesuatu yang besar jatuh dari atas dan tepat jatuh di posisi aku berdiri, tapi dengan cepat aku berhasil menghindarinya dan menjauh sebentar.
"Apa itu?!"
Kumpulan kabut tanah menutupi sosoknya.
Hoarrghh...!!
Raungan yang keras sehingga menghempaskan seluruh kabut yang menutupinya.
Setelah melihat sosoknya, seketika darahku membeku dan tak bisa berhenti menatapnya, bahwa betapa kecilnya diriku ini.
[Boss
Maung bodas - The kingdom guardian
Level : 36.]
Seekor Harimau putih besar dengan berbagai hiasan berkilau menutupi dirinya, seperti armor mewah yang dikenakan di tubuhnya. Sosoknya seperti patung yang kulihat sebelumnya.
"Apa... aku benar-benar bisa mengalahkannya?"
Tanpa sadar aku mengepal kedua tanganku dan rahangku tertutup dengan rapat, apa aku takut?
__ADS_1
Hoarrghh...!
"Sial! Dia menyerang...!"
Harimau itu dengan cepat melompat ke arahku, tapi aku berhasil menghindarinya dan berlari sejauh mungkin darinya.
"Dia mengikutiku!"
Hewan buas itu terus mengejarku.
"Inventori!"
Aku mengeluarkan belati untuk siap menyerang dia.
[Belati bertaring
Tingkat : ☆
Belati yang terbuat dari logam khusus yang dilelehkan menggunakan api yang terlapisi dengan Mana.
STR : +10.]
Aku sudah terpojok ke dinding dan harimau itu semakin dekat.
"Tenang... sedikit lagi...." Sembari mengaktifkan "Penglihatan batin."
Semakin dekat, semakin dekat, dan harimau itu langsung melompat dan mengarahkan cakar tajamnya ke arahku.
"Sekarang!"
Aku berhasil menghindar dan melayangkan serangan tepat di lehernya, karena celah itu yang tidak tertutupi sama sekali.
Tapi...
Traak...!
"Apa?!"
Harimau itu langsung berbalik dan melayangkan cakarnya ke arahku, hingga membuatku terhempas cukup jauh sampai terbentur ke dinding cukup keras.
"Argh..! Hok... hok..! Sial! Aku tak menyangka bahkan bulunya sekeras itu!"
[HP : 10780/15300.]
"Tak kusangka HP-ku berkurang setengah, padahal aku sudah menggunakan 'Penglihatan batin,' tapi aku tak bisa melihat arah serangannya. Apa... karena level skill-nya masih rendah?"
"Apa yang harus kulakukan... ergh..., hanya sampai di sinikah?"
Bosnya datang menghampiriku dan langsung berlari dengan cepat, bersiap memakan mangsanya kapan saja.
Melihat hewan buas itu siap memangsaku, aku mulai menutup mata berharap semua ini hanya mimpi.
Tapi....
[Peringatan!
Partner akan dimunculkan secara otomatis untuk melindungi dirimu.]
"Eh?"
Seketika muncul sesuatu yang hitam dari bawah, tepat di bawah aku berada sekarang. Bayangan hitam itu semakin menyebar dan menyusut kembali, memunculkan sesuatu.
"Apa itu?"
Terlihat sosok makhluk buas hitam menyerupai serigala dengan surai berwarna merah tua.
"Grrr... awooow...!"
Hoarrghh...!
Sang harimau putih langsung menyerang serigala hitam di depanku ini, dan terjadi pertarungan hebat antar hewan buas.
"Apa itu partnerku?"
Tiba-tiba muncul jendela status partnerku ini.
[Nama : ... (Belum diberi nama)
Evolusi : .... (Belum berevolusi)
Level : 27
Jenis kelamin : Jantan
STR : 249 INT : 136
AGI : 159 DEX : 121
__ADS_1
VIT : 193 LUK : 116
HP : 25300/ 25300
MP : 1360/ 1360.]
"Hah! Apa-apaan statusnya ini... au... sakit!"
Bing... Bing... Bing...
"Eh, apa yang terjadi, tiba-tiba aku merasa segar kembali?"
[HP : 15300/15300.]
"Hah, HP-ku tiba-tiba pulih semua..."
Aku langsung melihat jendela status partner dan aku terkejut melihatnya.
"Apa! Kenapa HP dia berkurang drastis?"
[HP.P : 20780/ 25300.]
[Skill Partner :
- Ikatan Jiwa (Pasif)
Kemampuan untuk memberikan EXP dua kali lipat untuk sang partner. Partner akan tetap dapat EXP walau tidak dipanggil.
- Kesetiaan (Aktif)
Sang partner mengorbankan HP dan MP-nya, untuk memulihkan seluruh HP dan MP-mu. Kamu bisa menolak pemberiannya, kemampuan ini akan aktif secara otomatis jika HP-mu di bawah 30% dan MP-mu di bawah 10%.]
"Jadi berkat skill duanya aku bisa pulih, tapi... apa-apaan skill pasifnya ini, bikin iri saja."
Aku melihat kedua hewan buas ini bertarung secara agresif.
"Aku rasa harus membantunya."
Aku pun bangkit dan mengeluarkan belatiku dari inventori.
Set!
Dengan cepat berlari ke arah titik butanya, selagi harimau itu teralihkan oleh partnerku.
Aku langsung mendekatinya dan melayangkan beberapa serangan.
Slas! Slas!
Tapi, semua seranganku tak berpengaruh padanya.
"Sudah kuduga hal ini tidak melukainya sedikit pun."
Aku mundur sejenak untuk memastikan arah serangan yang tepat.
Harrhhh...!!
Tiba-tiba harimau itu mengeram kesakitan, tampaknya partnerku berhasil melukainya. Aku pun langsung menggunakan "Penglihatan batin" untuk melihat titik lemahnya. Sebelumnya aku tak melihat intinya karena keadaan dia saat itu sangat prima, sekarang dia terluka dan aku bisa melihat intinya.
Letak intinya tepat berada di dahinya dan di dahinya itu ada bola hijau tertempel, kurasa itu kelemahannya.
Harrhhh...! Hoarrghh...!!
Seketika seluruh dungeon bergetar akibat raungannya.
"Apa-apaan tekanan Mana ini, aku tidak bisa bergerak sama sekali!"
Aku langsung melihat partnerku yang tampaknya dia tidak bisa bergerak sama sekali juga.
[Kamu telah terkena skill area.]
"Apa! Jadi ini skill...!"
Tiba-tiba boss dungeon ini membuka lebar mulutnya dan tampak keluar cahaya dari sana. Terlihat seluruh Mana berkumpul di sana dan terbentuklah bola energi yang sangat besar.
"Jangan bilang... kau ingin menghabisi kami semua sekaligus!"
Harimau itu mengarahkan dirinya kepadaku bukan partnerku.
Dan...
Bum!
Seketika bola energi yang besar mengarah kepadaku.
"Sial! Ayo, bergerak...!"
Bola itu semakin dekat dan aku hanya menutup mata.
__ADS_1
Bom!!