
Kalau kau ingin bersemayam pada hatiku
kau hanya perlu memejam mata dan mengingatku
lalu..
ikuti kata hatimu!
-Teh Rumi-
Jakarta, Teh Rumi-Wisnu-Wita
Undangan telah Teh Rumi sebar, tapi memastikan kembali bukanlah hal yang salah kali ini. Pestanya, ups!, pesta adiknya maksudnya, harus terlaksana secara SEMPURNA! Tentangganya yang masih manis-manis manja seperti Ceu Annisa, Ceu Syifa, Ceu Haida, Ceu Ayu, Ceu Pina, Ceu Elsa, Ceu Enung dan Ceu Shashi tak boleh absen dalam list kehadiran pesta kali ini. Selain tetangga, mereka teman ‘ngagosip’ yang handal dan dapat diandalkan. Hahaha!
Bu guru Adhis dari sekolah Embun Gemintang juga harus ia undang. Mereka adalah sejarah manis bagi Teh Rumi. Embun Gemintang adalah prasasti dipertemukannya kembali Wisnu dan cinta pertamanya. Bunda Tarmin, Bunda Zahra, Bunda Fitri.. dan Mang Tatang, ya ia juga harus Teh Rumi undang. Tak terkecuali, mamahnya Fahrezan yang membawa Adhisnya harus kembali hijrah ke Jakarta. Tak masalah dengan ayahnya yang sempat memerkarakan Wita ke pengadilan, tapi Mom Fivin, mamahnya Fahrezan adalah sosok lucu yang selalu meng-anu dalam setiap obrolannya dulu. Bahkan sampai hari ini, Mom Fivin masih selalu menyapanya dalam chatnya setiap ia membuat status absurd di media sosialnya. “habis anu ya mah Adhis, seger banget di fotonya”. Hahahha.. kacau kalau sudah berurusan sama orang kocak seperti mamah Fahrezan ini.
__ADS_1
Ibnu Sina KinderSchool Jakarta juga tentu tak boleh luput dari jajaran orang-orang penting dalam list undangan Teh Rumi. Umi Halimah, sang kepala sekolah Ibnu Sina KinderSchool akan menjadi tamu kehormatan bagi Teh Rumi. Berikut dengan Bu Gita dan Bu Henny Susanti selaku guru kelas Adhis di kelas Pintar.
Teman-teman Adhis juga harus diundang tentunya, ya.. ya.. mamahnya teman-teman Adhis maksudnya, catat! Bunda Kinan yang anaknya paling deket sama Adhis, Bunda Dwi Kurniasari yang anaknya suka ngasih permen ke Adhis, Bunda Fina yang anaknya suka main perosotan sama Adhis, Bunda Icha yang anaknya suka main lego sama Adhis, Bunda Novi yang anaknya suka nganterin Adhis pipis, Bunda Vita yang anaknya suka nemenin Adhis nangis. Hahaha.. ini adalah pestanya ayah Adhis, apapun yang berkaitan dengan Adhis harus masuk list. Dan membuat Teh Rumi tidak nangis.. ish..ish. Tak betul tak betul!! Hahaha..
Bunda Lela, bundanya Putra akan menjadi ketua tim rombongan Ibnu Sina. Bus rombongan telah Teh Rumi booking demi lancarnya acara. Cing Lela, begitu Teh Rumi memanggil, akan memastikan semua list undangan akan hadir beserta para buah hatinya. Jakarta-Bandung akan menjadi perjalanan menyenangkan buat mereka.
Saudara alamarhum ayah juga harus Teh Rumi pastikan hadir. Mbak Lula yang selalu mengayomi, Mba Asih teman semasa kecil Teh Rumi, Mba Masitah yang paling terdepan mengurus ibu saat ayah meninggal dan Mba Atoen yang selalu mengiriminya makanan kesukaan Wisnu, telah Teh Rumi hubungi dua pekan yang lalu.
Teman-teman semasa kuliah Teh Rumi jangan ketinggalan; Alma yang suka nraktir, Ani Aira yang suka bantuin ngerjain tugas, Eva yang suka bantu isi absen, Nia yang suka ngasih pinjem uang kalau akhir bulan, Nocy yang suka nemenin nangis waktu patah hati dan Rani yang bantu mantepin hatinya buat milih Kang Indra.
“Iya Teh.. habis maghrib aja kita ke sana”, jawab Wisnu santai sambil meminjat lembut pundak sang istri. “Bunda.. gak cape kan?”, bisik Wisnu tepat ke telinga kanan Wita disertai jawaban gelengan kepala tanda ibu hamil ini siap ikut acara.
Benar saja, usai shalat maghrib berjama’ah mereka benar-benar berangkat ke Dago Pakar. Ibu Wita dan Salim telah dijemput oleh pak Ujang sekitar pukul setengah lima sore. Atas titah Teh Rumi, Salim dan Ibu harus berada di rumah Teh Rumi untuk berangkat bersama-sama ke Intercontinental Bandung Dago Pakar. Kang Indra, Adhis dan Risyad juga harus ikut bersama rombongan.
“Semua harus ikut!!”, ucapan Teh Rumi adalah perintah. Tak ada kata membantah!
__ADS_1
Tiba di hotel tempat akan dilangsungkannya resepsi, mereka disambut oleh Pak Jeremy. Ia yang bertanggung jawab untuk acaranya Teh Rumi ini. Malam ini, mereka memastikan lokasi yang akan digunakan. Pihak WO juga hadir menjelaskan konsep yang akan dilaksanakan. Untuk konsep outdoor, Intercontinental Bandung menyediakan chapel yang sangat cantik. Area chapel ini langsung menghadap ke arah perbukitan yang hijau. Pesta pernikahan Wisnu akan dilangsungkan pada siang dan malam hari. Tentu, saat pesta malam tiba kerlap-kerlip lampu akan memberikan kesan romantis yang sangat dalam.
“Kamu.. nanti kalau kelelahan bilang ya!, kita gak mesti duduk terus di pelaminan. Aku udah minta ke pihak WOnya, sehabis acara adat kita gak di pelaminan. Kita berbaur aja sama tamu. Kamu jadi.. kalau semisal cape atau pusing bisa istirahat dulu di kamar atau duduk sambil istrihat di tempat yang bikin kamu nyaman”.
Wita mengangguk mengiyakan permintaan suaminya. “Bunda gak usah khawatir! Ini pestanya Teh Rumi bukan pestanya kita, biar yang jadi mantènnya Teh Rumi aja sama Kang Indra”, bisik Wisnu disambut tawa Wita yang renyah. Sontak membuat mata semua orang tertuju pada keduanya.
“Kalian kunaon cekikian kitu?, hayuu sekarang kita mau coba makanannya. Takut ada yang kurang cocok menurut kalian”, ajak Teh Rumi.
“Bundaa.. bundaa.. Adhis mau main di sana!”, Adhis tiba-tiba muncul dari belakang mereka dan bergelayut pada kaki sang Wita.
“Adhis main sama ayah aja ayo! Bunda sama mamah ada perlu dulu”, ajak Wisnu pada sang anak. “Wisnu gak ikut ya Teh? Sok aja, Wisnu setuju aja sama pilihan kalian. Kasihan Adhis mau ke sana katanya”, sambil menunjuk taman berumput hijau Wisnu menggendong Adhis yang sebentar lagi menyandang status kakak. Kalau dipikir, Wisnu dan Wita belum sempat memberitahukan kabar gembira ini pada Adhis. Hari ini adalah moment yang sangat tepat.
####
lanjut ya guys...👇🥰
__ADS_1