
buncahan cinta itu mendera
menggema dan berteriak dalam getar
sayang... aku cinta
-Wisnu-
Jakarta, Wisnu-Adhis-Andra-Salim-Wita
"Adhis sudah hafal surat apa dari bunda Wita?", dalam ricuh dan gaduh kepanikan para penumpang pesawat, Wisnu mencoba meredam ketakutan yang mungkin dirasakan putrinya. Seraya menggendong putrinya ia rafalkan berbagai macam doa, istighfar dan kalimat peng-ILahan pada Tuhannya dalam hati.
"Al-ikhlas", jawab Adhis dalam pelukan erat pada leher Wisnu. Wisnu dapat merasakan tangan sang Adhis gemetar setelah mendengar ledakan besar ekor pesawat saat mendaratkan tubuhnya di landasan bandara Soekarno-Hatta.
"Ashis baca terus ya...!, ayah janji akan bawa Adhis ketemu bunda Wita", pinta Wisnu yang berdiri diantara teriakan para penumpang, saling menginginkan berada pada barisan paling depan untuk segera menyelamatkan diri saat pesawat sepenuhnya berhenti.
"qulhuwallahu ahad.. allahusshamad.. lam yalid wa lam yulad..."
Dengan memejamkan mata, sang Adhis mengikuti perintah Wisnu, membacakan kalimat demi kalimat ayat tentang pengakuan keesaan Allah itu dengan lantang.
"BAPAK DAN IBU DIHARAP TENANG!! PESAWAT SEBENTAR LAGI BERHENTI.. MOHON KELUAR DENGAN CEPAT TAPI TETAP MEMERHATIKAN KESELAMATAN DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN!!", teriak para pramugari dan pramugara yang.. selamat. Tentu.. sebab sebagian dari mereka ada yang terluka bahkan mungkin... kehilangan nyawa akibat ledakan yang terjadi pada ekor pesawat beberapa detik lalu.
Para penumpang dengan buncahan kepanikan berhamburan keluar menuju pintu darurat. Teriak bahkan tangis membuat suasana semakin mencekam. Namun, dengan tenang dan sigap Wisnu tetap membasahi mulutnya dengan kalimat-kalimat penghambaan pada Sang Khaliq.. Sang Pemilik Hidup dan Matinya.
Beberapa langkah lagi menuju pintu, Wisnu melihat sesosok ibu tua yang tetap duduk dalam kursi dengan wajah pucat pasi dan tubuh yang gemetar.
"IBU.. BANGUUN.. AYOO IBU.. KITA HARUS MENYELAMATKAN DIRI", teriak Wisnu seraya menggendong Adhis.
"Pak.. tolong bantu ibu ini!!" pinta Wisnu pada orang di depannya. Namun ucapannya tak diindahkan sang lelaki. Laki-laki itu terus melajukan langkahnya dengan wajah panik. Wisnu lalu melirik seorang ibu dibelakangnya. Hingga.. Wisnu memutuskan sesuatu...
"Bu.. titip anak saya!". Seraya memindahkan Adhis Ia lalu menyerahkan ponselnya pada sang wanita.
"Hubungi orang yang ada di ponsel saya. Setelah di bawah!!, saya harus menyelamatkan ibu tua ini", pinta Wisnu yang dianggukan oleh sang wanita diiringi tangis yang pecah dari sang Adhis.
Beberapa detik kemudian Adhisnya telah hilang dari pandangan. Keluar pintu bersama ibu paruh baya yang telah dipercayainya.
Sementara sang ibu tua yang sulit ia gerakan tubuhnya kini telah ada dalam punggungnya, dalam gendongannya. Ibu tua itu terus menggigil dan menghembuskan nafas sesaknya.
"bertahan bu.. sedikit lagi sampai". Namun, tak lama dari itu ledakan terdengar menghujam pendengarannya.
DUUAAARRRRR....
__ADS_1
****
"Kakak harusnya gak ikut", ucap Salim dalam kemudinya yang melesatkan mobil pinjaman dari tetangganya itu dengan kecepatan tinggi.
Wita hanya diam mematung memandangi jalanan malam menuju kota Jakarta. Tentu Salim memintanya untuk tak ikut bersamanya, sebab sejak tadi sudah hampir sepuluh kali mobilnya menepi untuk membiarkan Wita... muntah!
Tak ada tangis, tak ada suara atau tak ada juga sekedar tetes air mata dari sang Wita. Wita nampak menakutkan dan mengkhawatirkan di mata Salim. Ia merupa mayat hidup dengan tatapan yang kosong di kursi penumpangnya.
"Salim khawatir kakak gak kuat, atau kakak makan ini makanannya, dari tadi muntah terus. Minum juga gak lupa!".
Salim terus mengingatkan Wita seraya mengendalikan kemudi mobilnya. Tiba-tiba ponsel Salim berdering menampilkan nama 'Bang Andra' di layarnya.
Hallo Bang..
Alhamdulillah..
tapi Adhisnya gak luka?
Bang Wisnu bagaimana?
Hahh.. kok bisa?
Ponselnya emangnya gak bisa dihubungi bang?
Astagfirullah..
Maka, dari kalimat yang Wita dengar itu, kini kedua tangannya saling tertaut keras dan mengutuk segala langkah bodohnya, untuk lelaki yang ia rindui.
****
Andra dan Kang Indra kini tengah sibuk berlari kesana kemari mencari keberadaan Wisnu setelah memastikan Adhis segera dibawa pulang. Tak ada luka sedikitpun yang dialami Adhis. Namun sang Adhis harus segera dibawa pulang bersama teh Rumi untuk menghindari ketakutan dan kepanikan yang ia alami. Tentu saja, karena kali ini suara ambulance, isak tangis, darah, mayat, dan kebulan asap yang mengepul menemai malam yang dramatis bandara Soekarno-Hatta.
"Lim... Salim...", teriak Andra saat melihat sosok Salim.
"Mba Wita mana?", lanjut Andra.
"Duuuh... justru itu, saya kehilangan kak Wita. Dia langsung lari sampe ga kekejar. Mana dari tadi muntah terus. Takutnya pingsan ini teh... dia gak makan sama minum apapun. aaah tau gitu mah tadi saya tolak dia pas mau ikut".
"Ya Allah....", Andra meremas rambutnya kasar. "Ya sudah.. kita berpencar!", ucapnya.
Di tengah nafas yang terengah, Andra memindai satu persatu korban yang sedang mendapatkan pengobatan dadurat. Tiba-tiba ia rasakan ponselnya bergetar, menampilkan panggilan masuk dengan nomor yang asing.
"Hallo..."
__ADS_1
"Ndra.. ini saya.. Wisnu".
****
Tubuh Wisnu terhempas saat ledakan kedua itu terjadi. Beruntungnya ia sudah berada di luar pesawat bersama ibu tua yang ia selamatkan. Pelipis matanya terciprat pecahan kaca dan lengan kanannya terbentur lempengan pesawat yang memental. Darah mulai ia rasakan merembes pasa wajah dan lengannya. Namun kakinya masih diberi kekuatan untuk berlari, sebelum ledakan besar benar-benar terjadi.
Nampak dari kejauhan para medis berlarian. Puluhan mobil pemadam dan ambulance dikerahkan menuju pesawat naasnya. Sesampainya di tempat tujuan tubuhnya digopoh oleh tim medis dan sang ibu tua diletakan pada tandu darurat.
"Mas.. saya boleh pinjam hp-nya?", pinta Wisnu pada tim medis yang merawatnya.
Setelah mendapatkan ponsel yang ia butuhkan, ia segera menghubungi Andra. Ia akan meminta bantuannya untuk secepatnya mencari Adhis.
"Adhis alhamdulillah sudah dibawa ke rumah sama Teh Rumi. Dia gak ada luka sedikitpun. Cuma nangis terus manggilin abang".
"iya.. gak apa-apa. Alhamdillah.. kabari teh Rumi saya selamat. Saya posisi di dekat Rest Area, lagi pengobatan sementara dulu, kayaknya harus ke RS, lukanya banyak".
"iya bang..." jawab Andra. "eh bang..." ucap Andra lagi. "mba Wita di sini. Kita lagi nyari dia juga. Kata Salim dari tadi muntah terus. Gak makan sama minum sama sekali, saya ke abang dulu atau cari dulu mba Wita?"
Pertanyaan Andra yang dijawab dengan hening sesaat karena mata Wisnu kini tertuju pada sosok yang berlari ke arahnya dengan terengah-engah.
"Gak usah Ndra... saya sudah menemukannya!"
Wisnu tersenyum menyambut wanita yang dirindunya. Sambil berbisik ia meminta izin pada perawat yang sedang membersihkan lukanya. "saya kesana dulu sebentar ya mas!"
Ditatapnya Wita kini berdiri mematung memandanginya. Wajah sang wanita nampak pucat dan berkeringat. Tangannya bergetar, matanya memerah. Sekekita Wita menjatuhkan tubuhnya ke lantai lalu terduduk pasrah. Tangis yang sejak tadi tersimpan sesak dalam dada kini menguar jelas memekik di udara.
"Ini aku Wita.. aku gak apa-apa", ucap Wisnu sambil duduk berjongkok menyetarakan Witanya.
Wita tak sedikitpun menjawab ucapan Wisnu. Ia hanya ingin menagis sejadinya, meluapkan emosinya yang menggila sejak tadi.
"maaf.. maafkan aku Wita.. aku gak apa-apa!" ucap Wisnu kembali.
Tangis Wita terus meninggi seiring dengan kalimat yang Wisnu ucapkan.
"Wita... aku gak apa-apa sayang... lihat aku! aku gak apa-apa. Aku peluk ya ini?"
Bujuk Wisnu yang dibalas dengan tangis dan gelengan kepala. Wisnu lalu melihat tubuh sang wanita semakin bergetar, tangannya mengerat dan tiba-tiba tubuhnya oleng. Lalu dengan seketika tangan Wisnu meraih ujung kepalanya seraya merengkuh tubuh Wita yang tak sadarkan diri.
"WITA.. Astagfirulllah!!", maka malam ini.. sepertinya bukanlah dirinya lagi yang perlu mendapatkan perawatan darurat.
####
reader tercinta..💗
__ADS_1
mohon maaf dalam pekan ini komentar-komentar kalian belum ada yang aku balas ya.. masih fokus dengan dealine kerjaan nih😔✌
tapi.. teuteup beri komentar di kolom komentar novel aku ini ya.. biar aku rindu teruus🤩🤩🤩ðŸ¤