Selesa Rindu

Selesa Rindu
Rindu


__ADS_3

Rindu bersemayan pada malam keheningan


menyergap jiwa bersama kenangan


kenangan cinta dan rindu dengan syahdu


malam ini.. hanyalah milikku


-Wita-


Jakarta, Wisnu-Wita


Malam ini semestinya teh Rumi tahu, jika Wisnu sudah tak mampu lagu membendung buncahan rindu untuk wanita yang telah ia persunting dengan jalan berkesusahpayahan. Tapi bukan teh Rumi namanya, jika ia tidak bisa meyeret Wisnu hadir di tengah acara yang sudah teh Rumi rancang sedemikian rupa.


"Aku harus pulang dulu ke rumah. Teh Rumi ngadain pengajian. Kamu... gak apa-apa ditinggal?". Sorot mata tak rela menatap wanita yang kini berstatus istrinya itu tak senada dengan ucapan permintaannya.


Wita menganggukan kepala dalam diam. Ia ulas senyum dibibirnya tanda setuju untuk sang suami.


Wisnu memandatkan istrinya itu pada sang adik ipar, sebab ibu harus ikut ke rumah untuk menggelar acaranya Teh Rumi. Siapa lagi jika bukan atas titah Teh Rumi. Adhis pun harus turut serta dalam acara yang di gelar teh Rumi itu.


Namun Adhis ternyata tak mau lepas dari pelukan sang Wita. Sejak ijab kabul barusan, Adhis sepertinya faham dengan kepemilikan Wita bagi dirinya sekarang. Ia melihat sang ayah beberapa kali memeluk dan menciumi kening sang bunda. Adegan yang biasanya ia lakukan bersama bunda Wita di sekolah, di kantor ayahnya, di restoran.. ah dimanapun Adhis dan bunda Wita berada.


Adhis tak mau kalah pamer. Ia beringsut dari genggaman Lastri menuju ranjang Wita setelah sang bunda menandaskan makan yang dibawa ayahnya, Wisnu. Memeluk dan menciumi kening Wita sama persis dengan yang dilakukan sang ayah.


"Adhis ikut ayah ya?? kasihan bundanya harus istirahat!", bujuk Wisnu sebelum dirinya melangkah pergi.


Reaksi tubuh sang Adhis benar-benar membuat Wisnu mengulum senyum. Putrinya itu lebih memilih semakin mengeratkan pelukannya. Menyembunyikan wajah lucunya di dada sang bunda.


Kini, pemandangan yang ada dihadapannya tak lagi merupa bayangan belaka. Ini nyata! Ia tak akan lagi menyuarakan bujuk dan rayu tentang semestinya Adhis melupakan Wita. Ia akan menikmati setiap momen ini sebagai jejak indah yang tak akan pernah dilupakan.


Bolehkan Wisnu merasa bangga tentang hal ini? Tentang Witanya yang kini menyandang status Nyonya Permana dan bunda dari putri kecilnya.


Wisnu akhirnya memutuskan untuk pergi tanpa Wita dan Adhisnya. "Ya sudah aku pergi ..istitarahat ya! obatnya jangan lupa diminum!", sambil mengecup kening sang Wita. Wisnu berpamitan, "titip Adhis!"


Wisnu yang tengah berada di rumahnya memandang puluhan karyawannya duduk melingkar dengan posisi lesehan. Mendengarkan ceramah lelaki paruh baya dengan wajah berseri yang menampilkan rona wajah bercahaya.


"Pernikahan adalah suatu bentuk keseriusan dalam sebuah hubungan. Selain merupakan bentuk cinta, pernikahan dalam Islam merupakan salah satu bentuk ibadah kepada Allah. Bahkan, disebutkan bahwa pernikahan adalah menggenapkan setengah agama"


"Penyatuan dua insan, laki-laki dan perempuan ini diharapkan menjadi media dan tempat yang sempurna untuk mendapatkan pahala dan ridho dari Allah SWT. Oleh karena itu, pernikahan dalam Islam merupakan sesuatu yang sakral, jadi sebisa mungkin harus dijaga bahkan hingga maut memisahkan".

__ADS_1


"Allah SWT memberikan keterangan mengenai keutamaan menikah. Bahkan, Allah SWT akan memberikan karunia-Nya kepada laki-laki dan perempuan yang menikah karena-Nya. Dalam salah satu ayat di dalam Alquran, Allah berfirman: Dan nikahkan lah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui. (An-Nur: 32)".¹


Tentu, ia akan menjadikan pernikahan yang keduanya ini sesuatu yang sakral. Tak ada niat apapun selain ketulusan dan keikhlasan. Wisnu akan belajar tentang membina rumah tangga dengan niat yang suci. Mengubur kepingan dendam yang hina itu menjadi masa lalu buruk bagi dirinya. Ia menyadari kesalahn besar telah ia pilih pada 7 tahun yang silam. Maka, tak akan ada lagi kesalahan yang menyertai langkahnya lagi kali ini.


Wisnu, akan menggenapkan seluruh tekad dan nyalinya berjuang manapaki setiap jalanan berumah tangga dengan wanita pujaannya. Baginya, Wita adalah mimpi indah yang kini mewujud menjadi nyata.


Wisnu mendengarkan kembali ceramah sang ustadz dengan penuh kekhidmatan. Ia seolah lupa dengan rasa lelah, kantuk dan nyeri di tubuhnya.


"Jadi... siapa di sini yang masih bujang?? ayo.. segera ikuti jejak pak Wisnu!!! Karena menikah selain bernilai ibadah tapi juga banyak manfaatnya. Sebuah studi yang dilakukan  BCS, melakukan penelitian terhadap 25.000 orang di Inggris. Hasilnya, peneliti menemukan bahwa di antara orang yang mengalami serangan jantung, mereka yang menikah 14 persen lebih mungkin untuk bertahan hidup dan mereka dapat meninggalkan rumah sakit dua hari lebih cepat daripada orang lajang yang mengalami serangan jantung. Nah... pak Wisnu itu orang yang cerdas, ia buru-buru menikah biar terhindar dari berbagai penyakit". ²


Gelak tawa kini terdengar di seluruh ruangan yang luas itu. Wisnu pun tersenyum, ia memiliki kebahagiaan yang telah ia bagi pada orang-orang terdekatnya. Sungguh, hari ini adalah hari teristimewa dalam hidupnya.


Selepas pengajian usai, Wisnu bercengkrama sejenak dengan para tamu. Ternyata tak hanya karyawan Wisnu yang Teh Rumi undang, tetapi para tetangga dekat ikut melengkapi kekhidmatan hari ini.


Wisnu tak ikut acara hingga selesai. Ia memilih segera pergi ke rumah sakit untuk menemui pujaan hatinya. "Ibu istirahat saja di sini, Wita biar saya yang temenin", ucap Wisnu pada sang ibu yang terlihat lelah dengan acara mengejutkan baginya hari ini.


Sebuah tas kecil dengan buket bunga lily putih menemani langkah Wisnu menuju ruang kamar rawat sang Wita malam ini. Dari kejauhan ia lihat Salim tengah duduk di kursi sambil memainkan ponselnya. "Belum tidur Lim?", sapa Wisnu pada sang adik.


"ah.. belum bang. Belum bisa tidur!"


Salim tentu sama lelahnya dengan dirinya. Menjadi wali bagi kakak kandungnya adalah pengalaman paling berharga bagi Salim yang tak akan pernah terbayar oleh apapun.


Wisnu duduk menyejajarkan diri dengan sang adik. Ditepuknya pundak Salim dengan penuh kebanggaan. "Kamu hebat hari ini Lim, makasih, abang tak bisa menjanjikan apapun sama kamu, selain akan menghadiahkan seluruh hidup abang untuk kebahagiaan kakakmu. Abang akan berusaha untuk melakukannya".


"Istirahat saja di rumah Lim, gak usah minta izin segala. Itu.. rumah kakakmu sejak dulu!"


Salim melangkah pergi meninggalkan Wisnu yang kini tengah mengatur degup jantungnya. Ada apa dengan jantungnya saat ini? Memasuki kamar rawat Wita menjadi hal yang memacu nafasnya menjadi lebih tak teratur.. ah! bisa gila! Tanpa berpikir panjang lagi ia membuka pegangan pintu kamar dan mengintip penghuni kamar dengan jantung yang masih berdebar.


Dilihatnya sang Adhis tertidur pada ranjang pasien. Memeluk sang Wita dengan nyaman. Ia terlelap bersamaan dengan mimpi yang indah. Iya.. tentu! Ia pastikan mimpi yang kini akan menenami anaknya adalah mimpi indah.


"Kamu belum tidur?" bisik Wisnu pada Wita yang tengah memanjakan putriya dengan belaian lembut pada puncak kepala sang anak.


Wita menggelengkan kepala dan membalas tanya sang suami dengam senyuman.


"Udah dilepas infusnya?", tanya Wisnu saat melihat kini tangan Wita tak lagi terhubung dengan selang infus. Baju pasien yang kemarin Wisnu lihat melekat pada tubuh Wita, kembali membungkus tubuh sang istri lengkap dengan.. jilbabnya!


Tak pernah ia sangka, ia telah mempersunting seorang wanita yang telah berubah merupa jiwa bernilai permata bagi dirinya. Keanggunan dan keshalehan terpancar dari setiap tutur kata dan sikap sang wanita pujaan.


Tutur kata? sebentar! sejak tadi ia tak pernah mendengar suara Wita. Kemana suaranya itu? Apa tiba-tiba hilang akibat pingsannya kemarin? Atau hilang akibat ijab kabulnya hari ini?

__ADS_1


"Aku.. tidur ya? di sini!", Wisnu mencoba memancing jawaban dari Wita seraya menunjuk ranjang yang Wita dan Adhis tiduri.


Anggukan kecil Wita berikan pada Wisnu. Wisnu tak lagi berharap malam ini. Biar saja besok pagi ia tanyakan pada dokter, kemana suara Witanya itu hilang.


Wisnu lalu tidur menyamping menghadap Wita yang kini tengah menatap dirinya. Lama mereka saling menatap, hanyut dalam pikirannya masing-masing hingga akhirya Wisnu menyerah mengantupkan matanya dengan segala lelah yang ia alami hari ini.


Wita.. memandangi suaminya dengan rasa takjub tak terkira. Setiap sudut wajahnya sungguh kini telah menjadi objek yang tak lagi terlarang untuk ia cumbui. Buncahan rindu yang terus menggebu dalam dadanya kini menerpa jiwa dengan sengatan cinta tak terperi. Inikah lelaki itu? yang kini akan benar-benar menjadi imamnya?


Wita memindai setiap inci dari wajah yang tertidur lelah dan bernafas teratur itu masih lengkap dengan perban yang menempel di pelipis matanya. Tangan Wita kini terangkat, mencoba menyentuh luka wajah sang suami yang telah sedikit menyayat hatinya. Tanpa ia duga tangan itu kemudian ditangkap oleh sang pemilik wajah.


"Kamu tidak akan pernah kehilangan lagi wajah ini Wita. Aku.. adalah milikmu sekarang!" Wisnu menatap teduh sang istri yang nampak terkejut dengan apa yang Wisnu lakukan. Menciumi telapak tangannya yang telah tersemat cincin bermata berlian pemberian sang suami. Lama Wita terdiam hingga ia bersuara dengan nada ragu dan pelan.


"Mas Wisnu..."


"Hmmm?"


"Wita.."


"iya? Wita?"


.....


....


"Wita rindu..."


....


Suara yang sejak tadi Wisnu tunggu, kini menepi di telinganya dengan merdu. Mengirim sebuah pesan cinta yang bernilai harta karun bagi dirinya. Ia tak dapat lagi membendung dua kata itu dengan suara apapun. Hingga cinta mereka kini saling berbalas indah dan merekah.


"aaah.. Dik Wita.. ini jantung perlu diamankan!", sambil membawa tangan sang istri menyentuh dada bidangnya Wisnu berseloroh...


"Kalau saja gak ada Adhis di sini, aku sudah menerkammu tanpa ampun!"


####


Reader...


maafkaaan baru bisa up... aku juga beLum sempat balas semua komen rindu kaliaaan. Tapi percayalah... AKU PADAMU...✌🤭😘

__ADS_1


vote dan hadiahnya sisihkan untuk yang lagi rindu. ....😍😍😍


Doakan semoga hari ini bisa double up. Malam kembali meluncur...


__ADS_2