Selesa Rindu

Selesa Rindu
Undangan


__ADS_3

Kalimat ini sejarah


tentang hati dan kesetiaan


meramu rasa menjadi satu


"aku cinta kamu-aku rindu kamu"


Kuundang rindu yang tak terhingga


-dariku sang pengisah Wisnu dan Wita-


Jakarta, Adhis-Wita-Wisnu


“Adhis seneng hari ini?” tanya Wisnu sambil menemani Adhis memainkan boneka di atas rumput.


“Seneng banget. Nanti katanya Enin mau ajak Adhis nginep di rumah Bunda. Bakal banyak makanan kesukaan Adhis di sana”.


“Waah.. Adhis emangnya mau nginep sama enin? Gak sama ayah dan bunda gak apa-apa? Gak mau di hotel aja?”


“Enggak, Adhis mau sama Enin aja. Sama om Salim mau nonton film singa katanya”.


“Adhis seneng sama Enin ya?”


“Sama om Slaim juga seneng”.


“Sama bunda?”


“Sama bunda Adhis seneng”.


“Hmmmzzz.. kalau semisal..”, Wisnu menjeda. Menimbang-nimbang kalimatnya yang tepat. Takut sendiri jika Adhis menolak kehadiran adik bayinya. Sebab sejak lahir, Adhis menjadi sosok sorotan bagi semua orang. “kalau semisal, Adhis punya adik bayi. Adhis mau?”


“Adik bayi? Yang di perut bunda?” tanya Adhis antusias sontak membuat Wisnu terkejut.


“Ko Adhis tau adik bayinya ada di perut bunda?”


“Temen Adhis adik bayinya ada di perut bundanya. Adhis mauuu.. nanti katanya adik bayinya keluar terus nangis, terus bisa digendong, terus bisa dicium, terus bisa diajak nyanyi, terus bisa diajak jogged. Adhis mau.. Adhis mauu”.


“Ayoo ayaaah.. kita ke bunda! Adhis mau ketemu perut bundaaa”. Adhis menarik tangan Wisnu dan berlari ke dalam hotel. Kebahagiaan ini terlalu sempurna untuk ia sebut sebagai nikmat. Anugerah yang Allah berikan untuk seorang Wisnu yang kerap mengukir dosa tak terhingga. Syukur adalah kata yang patut Wisnu lesatkan pada Sang Maha Kuasa.


“eh.. eh.. ini kenapa perut bundanya dipelukin terus”, Teh Rumi nampak terkejut dengan ulah Adhis.


“Mau ketemu adik bayi katanya”, jawab Wisnu setibanya di kursi loby. “Jadi gimana? Sudah selesai?”, tanya Wisnu selanjutnya.


“Sudah”, jawab Teh Rumi. “Kamu, katanya mau lihat fasilitas kamar pengantinnya?” tanya Teh Rumi selanjutnya. “Sok aja itu mah sama kamu jeung Wita ya! Teteh masih ada yang harus diurusin di rumah. Mau bantu list pesanan kue buat acara pengajian di rumah Ibu. Kemarin Teteh udah nelponin Teh Poernama, semua pesanan kue basahnya akan dikirim besok sore katanya”, Teh Rumi tetap memegang kendali acara pengajian yang akan diadakan di rumah Ibu. Ia tidak akan membiarkan Ibu kelelahan. Ibu Wita, seolah telah mengganti ibu kandung bagi Teh Rumi. Teh Poernama yang selalu menjadi andalannya dalam setiap acara, kini siap membantu Teh Rumi menyukseskan acara pengajian nanti.


“Apa Teteh nginep aja gitu di rumah ibu sekarang?”


“Iya atuh Teh, baiknya gitu. Ibu kan gak tau apa yang mesti disiapin, takut ada yang kurang”, ucap ibu menyambut.


“Ya sudah, Papah.. mamah nginep di rumah Ibu. Anterin dulu ya.. Atau papah mau sekalian di rumah ibu aja?”

__ADS_1


“Iya ah.. papah sama si Aa ikut nginep juga, besok kan kita libur”, jawab Kang Indra.


“Adhis juga mau nginep sama mamah”, ucap Adhis sambil berlari ke arah Teh Rumi.


Wisnu dan Wita kini memandangi keluarganya yang bergembira memasuki dua mobil. Beriringan keluar menuju rumah ibu.


“Maafin teteh aku ya! Teteh memang begitu”.


“Ko minta maaf sih mas? Wita malah bahagia, punya Teteh kayak Teh Rumi”.


“Nah gitu dong”.


“Gitu apa mas?”


“Panggilnya Teh Rumi, bukan mamah Adhis”, ucap Wisnu sambil menggandeng sang istri menuju kamar yang akan menjadi kamar pengantinnya nanti.


“Ini kamar dengan fasilitas terbaik kami Pak”, ucap pengelola hotel yang mengantar ke ruang kamar. “Untuk hari H nanti, kami akan menambahkan beberapa pelayanan. Khusus pelayanan pengantin baru” lanjutnya lagi.


“Kita sudah bukan pengantin baru Pak”, ucap Wita malu. Bagaimana ia tak malu, sejak tadi Wisnu memegang erat tangan miliknya seolah menunjukkan pada dunia bahwa dialah wanita halalnya.


“Duh maaf ya bu saya lupa”, jawab lelaki berpakaian jas hitam itu.


“Gak apa mas”, ucap Wisnu tersenyum. “Kamar ini... buat malam ini juga ya mas”.


“Oh Pak Wisnu mau pakai juga malam ini?”


“Iya.. kasihan istri saya kelelahan kalau harus pulang”, ucap Wisnu beralasan.


“Terima kasih”, ucap Wita pada lelaki yang baru saja berpamitan itu.


“Kita tu gak harus ada acara sewa kamar pengantin segala mas”, lanjutnya seraya menghampiri sang suami.


“Teh Rumi sama Kang Indra aja nanti punya kamar di sini, masa kita pengantinnya enggak”, goda sang Wisnu. “Sini.. duduk sini!” ajak Wisnu sambil menepuk sofa hotel kamarnya.


Wita setengah berlari menghampiri Wisnu. “Hati-hati jalannya, kamu bawa bayi aku itu!”. Wisnu segera meraih tangan Wita yang baru saja berjalan tergesa menuju sofa.


"Maaf.. maaf.. Wita lupa". "Duh.. issshhh..", Wita mengaduh setengah meringis mencengkram tangan sang suami.


"Eh eh.. kenapa sayang?", tanya Wisnu terlihat cemas.


"Sebentar maas.." ucap Wita meremas kembali tangan sang suami.


"Kamu gak apa-apa ini?"


"Gak mas.. ini biasa, kata dokter gak apa-apa". Tentu Wisnu tahu sakit perut di bagian bawah yang terjadi pada ibu di usia kehamilan muda ini adalah hal yang biasa.


"Sini! Bunda tidur aja di kasur", ajak Wisnu ketika melihat Witanya sudah kembali tak merasakan apa-apa.


“Mas.. Wita maunya lihat ke jendala sana!” Wita malah mengajak Wisnu memandangi kota Bandung di balik jendela kamar. Wita menarik tangan Wisnunya dengan antusias seolah rasa sakit di perutnya hilang.


“Kalau malam-malam begini, dulu.. Wita suka lihat langit”, Wita mencoba menerawang. “Langitnya indah kan mas ya? Wita suka sama bintang-bintangnya. Apalagi kalau ada bulan”.

__ADS_1


“Bunda kenapa suka lihat langit? Malam-malam lagi”, dibelakang tubuh Wita, Wisnu memeluk sang istri seraya mengusap lembut perut istrinya itu.


“Ya.. suka aja! Malam itu waktu saat kita melepas lelah. Mengingat segala kelemahan diri. Memikirkan apa yang akan dilakukan esok hari. Makanya gak aneh, kalau Allah mengutamakan shalat malam bagi manusia”.


“Kalau langit? Kenapa bunda suka langit?”, lanjut Wisnu sambil memainkan tengkuk sang istri yang sekarang sudah tanpa balutan kerudung.


“Ya karena langit itu tak berbatas. Luas! Wita bisa memandangnya dengan perasaan takjub. Wita bisa memahami, jika Allah telah menciptakan segala hal dengan pasangannya. Seperti halnya kesempitan yang pernah menghimpit Wita, langit menegaskan pada Wita bahwa ada kata ‘luas’ yang bisa memberi Wita nafas baru”.


“Luas apa yang kamu rasakan memang?”, Wisnu memutar tubuh Wita sambil menatap kedua mata indah istrinya.


“Rindu, keluasan rindu yang Wita miliki”.


“Untuk?”


“Untuk ayah dari putri kecilku Adhis, dan untuk ayah dari bayi ini”. Wita mengusapkan kembali lembut jemari sang suami pada perutnya.


“Untukmu.. ayah Wisnu!” Wita mendongkak menatap lekat bola mata suaminya.


Duhai hati, tetaplah kau memiliki keluasan rindu itu, agar cinta selalu menjadi warna bagi kehidupan manusia. Tak lagi mengerdilkan diri dengan prasangka dan mengunduh tindak-tanduk tak berguna.


Dalam gemerlapnya bintang di langit, cinta menggema bagi keduanya. Wisnu menyesap lembut bibir ranum sang istri. Tenggelam dan hanyut dalam gelora rasa yang melembut pada langit rindu keduanya.


Esok.. undangan Teh Rumi akan menjadi undangan terindah bagi rindu yang meluas itu.


TAMAT


####


Hai hai.. reader semuaa.. maafkan aku baru nongol nih. Alhamdulillah Selesa Rindu sudah aku selesaikan dalam banyak cerita dan perjuangan. Terutama, cerita tentang aku yang banyak ditemukan olehmu. aciyeee...


Jujur aku terharu.. pembacaku kian hari kian bertambah. Bantu aku terus promosikan Wita dan Wisnu ya🙏🙏😘


Kisah double W couple aku nyatakan tamat. Buat kamu yang mau baca EKSTRA PART nya boleh lihat di Selesa Rindu versi terbit.


Sehabis ini Teh Rumi mau nyebar undangan. Kalian bisa intip undangannya di IG dan FB aku 👉NingTias_ kalo sudah disebar silahkan klik link di bio IG (kalau sudah disebar ya🙏🙈)


Atau.. kamu bisa gabung di WAG untuk mendapatkan undangannya. DM IG ku jika berminat ya🙏


Sehabis ini aku mau hiatuuus😭. Untuk membagi kisah lainnya berjudul Selaksa



Bertolak dari beberapa request reader aku akan publish judul baruku di Platform sebelah bersimbol W. Pastikan kamu follow aku sekarang juga! nama penaku di sana NingTias2021.. Insya Allah realis bulan Ramadhan ini ya... cuuus ah...🤩🤩🤩


teman-teman,boleh bergabung dengan aku di wag selesa rindu...link nya aku udah simpen di igeh aku,,🥰🥰🥰. Ayooo gabung-gabung🥰


Sedih aku tuh mo pisah sama Teh Rumi.. eh.. sama kaliaan😭😭😭


Sehat-sehat selalu ya..


love you all... mmuuaachh...😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2