Selesa Rindu

Selesa Rindu
Ambang Keseimbangan


__ADS_3

Menghapus jejak rantauan cinta


Menapak pada kalut yang remang


Kusut dan berkabut


-Wisnu-


Bandung, Wita-Wisnu


Hidup memang sebuah teka-teki. Meminta jawaban dari segala persoalan yang menerjang para pelakonnya. Menjalaninya saja tidaklah cukup. Sebuah antithesis tentang cara pandang kehidupan, bagi Wita membawa cerita hidupnya pada titik ini sudahlah cukup. Ia tak perlu menjelaskan pada dunia tentang semua kegilaan yang mendera. Tapi sepertinya motto hidupnya itu tak sejalan dengan kenyataan yang perlu ia telan hari ini. Tak sejalan!


Wita banyak menemui berbagai tantangan yang menurutnya sudah cukup membuatnya berdiri kokoh menegak pada jalannya cerita tentang dirinya. Ia mampu menerobos kepiluan saat ditinggalkan sang ayah, sosok idola yang tak pernah dapat tergantikan. Ia bahkan mampu menggantikan peran sang idola menjadi jiwa yang tangguh menopang segala kerapuhan sang mama dan adik yang masih sekolah.


Tentu kini menjadi berbeda, pendamping hidup setianya, ya.. keluarganya!, sang mama dan sang adik yang tak akan pernah meninggalkannya kecuali maut yang memisahkan. Mereka menjadi benteng pertahanan yang mengitari kehidupan Wita.


Pun halnya, dirinya menjadi sesosok perempuan yang terbentuk sedemikian rupa hingga tak seorang pun dapat percaya. Perempuan kecil dan lincah ini mampu menyodorkan banyak keberanian dan aura cinta. Hidup, bergairah dan menyenangkan. Namun tahukah mereka, jika tak semua yang dapat terlihat oleh pandangan adalah kenyataan?.


Wisnu PoV


Bahasa Cinta untuk Anak


Bersama: Dewita Maharani, M.Psi


Tulisan itu terpampang jelas pada layar infokus yang sedari tadi menyala. Aku terus menapikan pikiranku yang tak karuan. Ayolah, aku tak mau mengawali hariku dengan hal yang buruk. Duduk di ruangan besar ini bukan pilihan yang tepat. Aku bunuh diri jika tetap tak beranjak pergi. Kukirim pesan pada kakakku, berharap dapat menolongku hari ini.


teh.. bisa gantiin aku hari ini? Parenting-nya Adis.


Tak usah menunggu lama jawaban pesanku mendarat di HPku. Ah teteh memang yang terbaik. Gumamku. Tapi tiba-tiba aku harus kecewa. Karena jawaban tak sesuai harapan.


Atuh Wis.. kasihan Adis, peupeuriheun gak tiap hari ketemu. Kalau masalah parenting mah kamu wajib yang hadir.


Jawab kakakku yang tak luput dari ocehan khas sundanya. Meskipun aku dan kakakku berdarah Sunda-Jawa tetapi kekhasan tanah priangan sangat melekat pada jiwa kakakku. Tidak denganku karena aku memilih tinggal dengan mbahku di Jawa semenjak usiaku SMP.


Téh? Peliiisssss!


Néhi!!! Jawabnya seperti biasa berlagak seperti artis populer Hindustan.


Owh God, ada apa dengan hariku hari ini? Kenapa kakakku yang satu ini menyekolahkan Adhis di sekolah ini?. Sekolah di Bandung tentunya banyak, mengapa kakakku memilih Embun Gemintang. Ah, sial!!!


Benar bukan?, seperti dugaanku. Perempuan itu melenggang dengan anggunnya. Kuabaikan perhatianku dengan seluler pintar yang kugenggam. Lebih baik aku membuka email-email yang masuk, setidaknya pekerjaanku sedikit terlepas satu persatu. Serta .. mata dan telingaku tak harus berkonsentrasi untuk sang pembicara. Aku sibukkan jemariku dengan menaik-turunkan layar sentuh di ponsel, meski tak bisa kuhindari sesungguhnya pikiranku melayang pada sesosok perempuan yang membuat degup jantungku tak normal hari ini.


“ayah-bunda, ahlamdulillah pagi yang penuh semangat dan keceriaan ini akan kita awali dengan suatu hal yang baik tentunya. Sebuah upaya menuju pendidikan putra-putri kita yang terbaik. Banyak hal yang perlu kita persiapkan dalam menyingsingkan lengan baju kita untuk putra-putri tercinta. Dengan itu saya sangat berbahagia karena di tengah-tengah kita telah hadir seseorang yang akan mengajak kita berbicara banyak hal tentang cinta dan anak”. Apa? Cinta? Yang benar saja!. Gumamku dalam hati saat sang pembawa acara dengan lancarnya mengungkapkan kalimat-kalimat positif yang menurutku justru berbau pahit.

__ADS_1


“Kali ini kita akan ditemani oleh salah satu guru terbaik kita. Bunda Dewita Maharani” ungkap sang pembawa acara yang tak membuat wajah dan mataku teralihkan pada podium yang menjadi pusat perhatian orang-orang yang sama-sama duduk di kursi pendengar sepertiku.


“baik ayah-bunda.. saya merasa sangat berbahagia hari ini. Berada disini bersama ayah-bunda yang luar biasa” suaranya masih semerdu Wita 7 tahun yang lalu. Ow Tuhan, tolong bawa aku ke rumahku sekarang juga. Atau ke kantorku yang sering aku umpati itu. Rasanya tak sudi mendengar suaranya, wajahnya, lihatlah ia nampak begitu matang dan dewasa. Lelaki itu memang telah benar-benar membuatnya bersinar. SIAL!!


Aku sepertinya sudah terhipnotis, apa Wita memiliki ilmu baru tentang hipnotis?. Tekadku untuk tak mengacuhkannya sudah hilang entah kemana. Seluler yang akan menjadi peralihan perhatianku tanpa kusadari telah kuabaikan. Kuakui pemaparannya tentang bahasa cinta untuk anak itu begitu menarik perhatianku. dengan cerdasnya ia menjelaskan satu persatu hal-hal yang tak pernah kuketahui sebelumnya. Sedikit mengejutkan bagiku. Ia yang cenderung pemalu -dulu- telah menjadi seseorang pengendali seperti sekarang.


*****


7 tahun lalu.


“kamu nanti mau kuliah dimana?” tanyaku saat baju yang ia kenakan dipenuhi dengan pilox warna-warni dan berbagai tulisan tangan buah karya teman-temannya tentunya. Kakinya yang mengayun-ayun diatas kursi halte bis membawaku pada senyuman manis. Ah.. gadis pemalu itu, ini terlalu indah untuk dibayangkan. Seraya memandangkan mata ke depan ia lalu menjawab.


“gak kayaknya, mas aja lah yang fokus kuliah. Sampai jadi professor kalau perlu”.


“hahahaha…” aku tergelak mendengarnya. Kuusap ujung puncak kepalanya penuh hangat. “jaga diri ya!” pesanku hingga akhirnya bis jurusan ibu kota yang kutunggu telah tiba. Kulihat dari balik jendela ia tersenyum. Hingga gadis cantik berseragam putih abu itu lenyap dari pandanganku.


*****


Dadaku bergemuruh mengingat kembali masa lalu itu. Gadis putih abu itu berubah wujud menjadi perempuan penuh kharisma dan dewasa. Dan.. tak lupa, ia kini menutupi seluruh rambut hitamnya dengan hijab. Cantiknnya sungguh alami. Perempuan itu kemudian turun dari podium. Tubuhnya masih ramping seperti dulu, perlahan ia melangkahkan kakinya terus mendekat penuh dengan aura kepercayaan diri dan berhenti tepat di depanku. Ia begitu memerhatikan lawan bicaranya, menyimak dengan konsentrasi yang penuh. Senyumnya sesekali ia lemparkan pada sang ibu yang sedari tadi memberikan pertanyaan pada sang pembicara. Dadaku tiba-tiba bergemuruh, amarahku membuncah. Bahkan dapat kupastikan wajahku mengeras. Kutatap ia tanpa jeda, rasa benci itu tak perah surut dari sudut hatiku.


Seketika tatapannya beralih padaku, dapat kupastikan ia nampak kaget melihat keberadaanku. Ya.. sama sepertiku tentunya. Entah mengapa tatapanku tak terhenti, apa amarahku belum usai?. Ia kemudian memundurkan langkahnya, seketika sontak memegang kursi yang tak jauh dari jangkauannya. Matanya mengerjap, tubuhnya sedikit tak seimbang. Kamu! merasakan apa yang aku rasa bukan? PAHIT!!


Ia melangkahkan kakinya kembali menuju sang moderator. Duduk dengan tenang, meminum air mineral yang sedari tadi belum dibukanya. Lalu membisikan sesuatu yang entah apa. Ia lalu beranjak pergi meninggalkan ruangan megah yang ia kendalikan penuh sedari tadi. Ia menghilang, lenyap!. Seperti lenyapnya beberapa tahun yang lalu. Witaku, perempuanku 7 tahun yang lalu.


PENGUMUMAN!!!!


Bersyukur meski berupa butiran debu🥰


hai..hai.. reader semua. Maaf ya ini bukan halaman crazy up episode hari ini🤭. Bagian ini aku share juga di part pengumuman episode 67. Aku seliokan di bagian ini supaya pembaca yang baru mampir ke novel aku bisa ikut terlibat give a way Wita-Wisnu.


Aku tuh sebetulnya mau sedikit curhat. Bahwa, senengnya pake banget saat tulisanku ini diminati pembaca.


Aku ini pemula dalam mempublish karya bentuk novel. Meski untuk taraf kehaluan sudah cukup profesional alias tukang ngekhayal😅.


Kalau ada yang nanya kenapa sih up nya suka malam-malam, jawabannya ya karena malamlah waktu tersenggang yang aku punya (hadeuh co cibuk🤦‍♀️🙈)


Part yang aku bikin juga selalu sedikit, kejar target seribu kata lebih aku up, asal reader segera membaca part terbaru biar ga nunggu-nunggu lama.


Novel ini aku buat berawal dari ceritanya wisnu-wita terus berputar-putar di kepala, dibawa sampe ke tempat kerja, tempat nongkrong, tempat malam mingguan, tempat tidur bahkan sampe ke tempat mandi🤭🤭🤭✌.


Daripada jadi kisah kosong dan gak berhenti di kepala akhirnya aku tuliskan supaya berhenti melalui novel di bagian ending.


Dan.. yang paling terpenting adalah.. eksistensi diri. Mau banget jadi orang yang bermanfaat, kalo habiebie jadi sosok bermanfaat dengan pesawat terbangnya, ya aku mah yang simpel-simpel aja, bikin tulisan kayak gini.😍😘

__ADS_1


Seneng banget ya.. era digital yang kita gandrungi memudahkan semua orang untuk berkarya. Termasuk publishing novel yang sekarang lagi hits.. terlebih kita bisa saling bertegur sapa secara langsung dengan pembaca setia... I'm so happy🤗


Karena kebahagiaanku itulah, aku pengen bagi-bagi sesuatu yang gak terlalu spesial harganya tapi bermakna spesial bagiku nilainya🙈😍.


Aku sediain buku tentang literasi (ada aku disitu🙈), goodybag, jaket hoodie, gelas highball/lawball multifungsi... dan lain-lain insya allah nambah macamnya kalau ada ide lain atau progress novel aku terus naik.


Aku bakal siapin hadiah-hadiah itu buat kalian yang mau ikut seru-seruan dengan Selesa Rindu. Diantaranya dalam kategori:




TOP Fans (5 besar fans yang terus mantengin Wita-Wisnu🤭🤩)




Video Kreatif (5 video terbaik karya readernya Wita-Wisnu yang dipublish di akun masing-masing dengan tag @NingTia's__ Novel Selesa Rindu di NovelToon Indonesia)




Video Favorit (5 video like terbanyak karya readernya Wita-Wisnu yang dipublish di akun masing-masing dengan tag @NingTia's__ Novel Selesa Rindu di NovelToon Indonesia)




Best Comment (5 komentar terbaik mengenai makna/pesan/nilai yang disampaikan dalam setiap babnya), yang mau balik kanan ke bab sebelumnya boleh ya.. biar dapat kategori ini yang berlaku akumulatif.




Penting!!


Kalian yang dapat give a way dari Selesa Rindu dengan nominasi-nominasi di atas adalah yang masuk kategori followersnya NingTias di NovelToon dan akunnya aku. So.. pastikan dulu kalau sayang-sayang semua🤗 udah ngintilin aku🙈🙏.


Keseruan ini akan dimulai sejak terhitung hari ini sampai akhir November atau awal Desember. Atau.. sampai nanti ceritanya Wita-Wisnu mendekati akhir.


Teknis pengumuman dan pengiriman hadiah akan diinformasikan lebih lanjut pada waktu yang blm bisa aku tentukan🙏🙈.

__ADS_1


Ayooo jalin banyak pertemanan dan aktualisasi diri melalui Selesa Rindu bersama Wita dan Wisnu🥰😘


__ADS_2