Selesa Rindu

Selesa Rindu
Pakaian


__ADS_3

izinkan cinta itu bertepi


pada sudut kesetiaan dan jemari rindu


kau.. merupa hati yang sunyi


-Wisnu-


Jakarta, Wita-Wisnu-Teh Rumi


Wita tak dapat menyembunyikan rasa malunya. Di ruang kantor atasannya yang bernama Wisnu itu ia menunggu hingga lebih dari satu jam.


Kejadian satu jam yang lalu benar-benar di luar skenario dan kontrol diri. Sepertinya, kesehariaannya bersama Adhis semasa sekolah telah membuat dirinya tak sadar akan perilakunya hari ini.


"Tolong jangan lihatin saya terus... ayah Adhis!", ucap Wita seraya mendunduk memegangi ujung jilbabnya yang lembab.


"Hahahaha... aku udah bukan lagi wali muridmu lho Wit", jawab Wisnu seraya melangkah mendekat pada sofa single yang Wita duduki. Wisnu menyondongkan tubuhnya dengan menopang kedua tangannya pada pegangan sofa yang Wita duduki, lalu berbisik, "Aku.. atasan kamu!".


Wita.. tak dapat menahan degup jantungnya yang terus bertalu pada hati yang kini menggebu untuk mencoba berhenti memuja lelaki yang berada di hadapannya. Dengan memberanikan diri ia berucap, "kita.. kita.. bukan mahrom!"


"Hahahaha" Wisnu tak dapat menahan tawanya kembali hari ini. Hari ini biarlah menjadi hari terbahagianya, sebab kini ia melihat betapa Witanya terlihat gugup sama seperti gadis putih abunya dahulu.


"iisssshh... kamu tuh sekali aja gak buat aku gila Wit?", selorohnya seraya memegang dadanya serta menegakkan tubuhnya dan melangkahkan kaki menuju meja kerjanya.


Bahaya.. ini bisa bahaya jika ia terus berada pada jarak terdekat seperti ini. Sebab Adhis sudah lama pergi diajak sang kakak untuk melakukan hobinya, -hobi kakaknya maksudnya-, untuk berbelanja pakaian dengan dalih; mencari baju ganti untuk bunda Wita!


Wisnu hanya menggelengkan kepala saat Teh Rumi beberapa saat lalu berucap, "Euh harus ganti baju ini mah bunda Wita. Basah begini.. ya sudah.. teteh cariin yang pas ya ke depan sama Adhis, buat ganti". Haduh Teh Rumi, beli baju ganti ke depan maksudnya kemana ini?, ke mall?, butik?, gak mungkin kan maksud ke depan kayak ke warung depan rumah?


Tapi ada yang membuat Wisnu lebih menggelitik hari ini akibat ulah Teh Rumi satu jam yang lalu. Yaitu, saat kakaknya memiliki ide aneh yang tak bisa ditolak Witanya itu.

__ADS_1


"Sementara teteh cari baju, kasihan kamu basah ini. Baju atasannya kamu pake baju Wisnu dulu deh ya bunda Wita!" ucap kakak Wisnu saat mendapati baju Wita basah akibat ulah Adhis. Biarlah sementara rok Wita basah, setidaknya Wita tidak akan terlalu kedinginan jika baju atasannya Wita ganti, -sementara-, pikir Teh Rumi.


"Eh..?", jawab Wisnu tak menerima, yang benar saja teteh.. apa Wisnu harus bertelanjang dada di sini? Wisnu memang pernah hidup di Swiss, tapi ia hidup dengan norma-norma yang selalu ayah dan ibu tanamkan.


"Euh.. dasar otakna travelling ka (ke) Baghdad ieu (ini) mah", jawab Teh Rumi sambil melenggang pergi ke salah satu ruangan lain di ruang kantor Wisnu. Teh Rumi membawa kemeja putih Wisnu yang selalu ia siapkan setiap minggunya. Adiknya itu memang terlalu dimanjakan sang kakak. Semenjak Teh Rumi menemani Adhis di Jakarta, Teh Rumi selalu menyiapkan baju ganti formil ataupun baju santai di kantor Wisnu. "Kamu suka ngalembur ngadadak (mendadak), jadi teteh siapin baju ganti di kantor". Dan benar saja, baju-baju ganti yang selalu disediakan Teh Rumi memang sangat membantu Wisnu akhir-akhir ini.


Seperti juga saat ini, Witanya kini menjadi pemandangan yang tak akan terlupakan. Kemeja yang nampak kebesaran di tubuh Wita membuatnya mengulum senyum sendiri.


"So?.. Kapan mau jadiin mahrom??", tanya Wisnu sambil menopang dagunya di depan meja kerjanya, menatap Witanya yang tengah duduk di sofa ruang kerja Wisnu sembari menekuri dokumen-dokumen yang Wisnu serahkan barusan. Wisnu, tak henti-hentinya tersenyum. Merasakan hangatnya suasana hari ini melihat Witanya mengenakan... pakaiannya.


Sejenak ia tak mampu menahan diri. Jika saja, wanita yang dihadapannya adalah jodoh yang akan ditakdirkan Tuhan untuknya, tentu ia akan menjadi 'pakaian' yang sesungguhnya untuk wanita istimewa ini.


Wisnu masih mengingat betul saat ia berada di meja makan rumahnya bersama ibu, allohuyarham. "Kalau kamu memang serius dengan Wita kamu itu, kamu harus siap jadi pakaian buat dia. Perempuan mah sumberna perhiasan dunia, tapi oge (juga) sumberna ujian dunia. Gak akan bisa manusia itu sempurna, tapi lamun (jika) kamu bisa jadi pakaian buat jodoh kamu yang bisa menutupi segala 'aurat'nya, maka kamulah lelaki hebat itu. Anak ibu!"


Tentu! ia akan menyerahkan segenap kemampuannya untuk menjadi pakaian buat Witanya itu. Melindungi cintanya dari segala kelemahan jiwa dan kenestapaan. Dan Witanya? akan menjadi pakaian tersempurna yang dimilikinya sepanjang sejarah hidupnya.


"Sebentar lagi saya akan menikah pak Wisnu", jawab Wita lirih tanpa mengabaikan pekerjaannya. Wisnu lalu menghempaskan punggung tubuhnya pada sofa kerjanya.


Ia akan memperjuangkan cintanya untuk wanita yang selalu menepis rasa yang sesungguhnya dapat ia sentuh dan memiliki nafas yang sama, rindu.


Rapat eksklusifnya dengan Wita hari ini harus berakhir setelah Teh Rumi tiba di kantor Wisnu. Menyerahkan baju pilihannya untuk dipakai Wita menggantikan bajunya yang sebenarnya sebentar lagi kering.


Hingga pukul lima sore Wita kini tengah merapikan meja kerja yang menjadi ruangan sementaranya. Memasukan beberapa dokumen yang harus segera ditandatangani oleh Wisnu. Hasil rapat panjangnya bersama Wisnu hari ini berbuah keputusan yang sangat dicita-citakannya. Karena dengan demikian ia tak perlu berlama-lama di Jakarta untuk melaksanakan kontrak kerjasama ini yang sebenarnya bisa dilakukan di Bandung tanpa harus menetap di ibu kota.


Mendapatkan tanda-tangan dari Wisnu hari ini adalah keharusan. Ia segera melenggang pergi keluar ruangan dan menghubungi seseorang.


"hallo.. assalamu'alaiikkum, bang Andra.. Pak Wisnunya masih ada di kantor?", tanya Wita tergesa.


"wa'alaikumussalam.. ada mba ini lagi turun dari ruangan. Ada apa mba?".

__ADS_1


"Ada yang harus ditanda-tangani, saya.. ke sama ya?!"


"Gak usah mba, tunggu aja di bawah. Kebetulan hari ini pak Wisnu mo ada acara. Sudah mau telat ini. Cuma mau tanda tangan aja kan? apa sama ngebahas program?"


"Ah.. enggak! cuma tanda tangan aja. Tadi udah dibahas dan disetujui di ruangannya", jawab Wita meyakinkan.


Setengah berlari ia menuju depan pintu utama gedung kantor Wisnu. Dilihatnya sang Wisnu sedang menunggu bersandar pada mobilnya yang sudah siap dikemudikan oleh Andra. Wisnu.. nampak begitu memesona.


"Kamu jangan lari gitu ih.. jatoh nanti!", ucap Wisnu saat Witanya tiba di hadapannya.


"takutnya... saya.. telat..", dengan terengah Wita menjawab.


"Saya akan menunggu Wita, sampai kamu datang. Kamu gak usah khawatir" tatap Wisnu begitu dalam untuk sang Wita.


"Mana yang harus saya tanda tangani?", tanya Wisnu.


Wita lalu menyerahkan dokumen yang menjadi tujuan utamanya berlari menuju Wisnu senja ini. Wita.. melihat betapa jemari itu indah menari meleokkan getaran hatinya. Hingga akhirnya Wita berucap, "bajunya.. besok saya cuci dulu, nanti saya kembalikan".


Wisnu menyelesaikan goresan tanda tangan terakhirnya pada kertas putih bermap UniShei Consultant. Lalu menyerahkan dokumen itu ke tangan Wita dan berucap, "gak usah dikembalikan, itu.. hadiah dari Teteh Rumi.. untuk Adik Wita". Seraya tersenyum Wisnu melangkah pergi menuju mobilnya, masuk ke dalam mobil yang berada di kursi penumpang, lalu membuka kaca mobilnya sebelum mobilnya itu melesat pergi.


"Pulangya jangan terlalu malam, hati-hati di jalan!".


Sungguh.. jika boleh Wita meminta. Hentikan kejadian tadi siang agar hatinya kini tak bertalu pilu atas nama kesetiaan dan cinta tak tersampaikan.


###


readeers... gimana setuju gak sih Wisnu jadi pakaiannya Wita??


Pengen tau nih jawaban kaleaaan semua.. komen di Feed IG dan FB aku besok ya... storynya nanti aku realis besok juga.

__ADS_1


Untuk malam ini bagi yang menghadiahi aku jempol, bunga, cinta, kopi, de el el.. atau vote yang buanyaaak. en komen yang seru dan sharing cerita aku; aku titipkan doa untuk kalian.. semoga keberkahan selalu menaungi kalian semua🤲🤲🤲🤗🤗🤗😘


Aamiin


__ADS_2