
Kapan dan dimana bintang itu bertemu?
di langit keheningan yag menghujam dada
sakit, perih dan rindu!
-Wisnu-
Kualalumpur, Wisnu
Hari pertama berada di negeri jiran membuat tubuh Wisnu lelah. Entah kenapa, padahal biasanya itu tak terjadi, energi yang dimiliki Wisnu biasanya selalu tak ada habisnya.
Bertugas sebagai pembicara pada symposium internasional di antara para dosen dan mahasiswa terbaik di sini benar-benar melelahkan.
Ia memutuskan untuk segera memasuki hotel malam itu. Rencananya untuk menghabiskan malam bersama teman semasa kuliahnya di Swiss, di sebuah resto favoritnya di Kualalumpur segera ia urungkan. Karena badan rasanya memang membutuhkan perhatian dirinya untuk beristirahat.
Ting.. ting.. ting..
Serbuan notifikasi chat masuk ke dalam handphone nya. Duduk di kursi menghadap ke arah jendela yang menawarkan pemandangan kota di malam hari.
KOPDAR SEMPRUL
Bro.. kumpul-kumpul!
Gue lagi pada kumpul sama si Burhan nih. Emang koclak terus ni orang dari dulu,
Woi.. Han, udah ganti ni ceritanya? Tu cewek sebelah lo siapa? Anak Fisika lagi? Hahahah
Udah insyaf bro, gue maennya sekarang sama anak kantoran. Anak kampus lewaaat.
Hahahah, insyaf tu kalo lo udah kawin han.
Ish, urusan kawin jangan ditanya.
Salah aja lo Anji klo komen. Kalo masalah kawin dia nomor wahid. Urusan nikah dia mabur tu..
Ngomong-ngomong si Wisnu mana?
Hei, Wis lo masih bisa kentut kan?
Hahahaha… dibaca tu chat qt ma dia, centang biru. Pa direktur sibuk terus nih, beeuh!!.
Wisnu menyunggingkan senyumnya sambil menyeruput kopi yang ia seduh.
Hadir.
Maaf gue gak bisa gabung. Lagi di luar nih.
Jawab wisnu tanpa basa basi.
SWISS FI-T INDO
Urban Design Guidelines for Shophouses: A Temperature Modification Approach
Conservation of Tangible Cultural Heritage in Indonesia: A Review Current National Criteria for Assessing Heritage Value
What Matters Most: Performance Attribute Selection in the Design Project Delivery Process
Berbagai jurnal internasional memenuhi ruang chat ikatan alumni ETH Zurich (Swiss Federal Institute of Technology) Indonesia, tapi hari ini Wisnu cukup lelah untuk dapat membacanya. Biarlah hari ini ia lewatkan rutinitasnya.
ALUMNI SMA …
Bulan November Fix reuni akbar ya. Kabar dari ketua alumni Angkatan kemarin. Ntar tunggu aja pengumuman resminya.
Aseek dimana nich? Ceu Rinrin omat ikut ya? Kangeeen. Sekalian bawa buntuut.
Hadeuh cewek klo udah kumpul alamat buka lapak. Lapak gossip terhangat.
Hahahaha.. hayu kita jangan kalah ma cewek. Hadir juga ya..
Siap gaskan.. si sayah nyiapin dorokdok en dodol buat konsumsi. Garut nyuluduuuk.
Busyseeet, yang udah jadi juragan domba Garut. ;)
Aku bawa Pia Mangkok ya, insya Allah dari Malang meluncur.
Mungkin ada baiknya sekarang dia gabung acara temu kangen ini. Kalau kata teteh Rumi, hidup harus dinikmati Wis!
__ADS_1
Kaos Angkatan aku booking ya. Siapa kira-kira yang mau ngatur? Boleh japri nanti biar bisa koordinasi.
Akhirnya Wisnu buka suara.
Wish.. Pak dosen baru nongol nih?
Sugan teh geus tujuhna Wis
Hush.. kamana wae nyarita teh.
Hahahaha. Thanks ya bro.. nanti si Irma yang japri. Dia paling gesit kalo urusan kayak gini. Hallo Irma, bantu kita ya.
Oke siap. List ukurannya ya di bawah. Aku kirim designnya nanti siang. Biar dapet paling oke. Sayang donk kalo yang abal-abal. Nanti pak dosen kecewa. hahahah
Sejenak Wisnu memejamkan mata, tersenyum dan menghelakan nafas lega. Segera ia mengetik pada ponselnya:
Oke, Irma ditunggu kabar berikutnya ya!
PUTRI -ARC GROUP-
Assalamu’alaikum
Izin lapor Pak, hari senin sekarang bapak ada agenda pembahasan Skematik Desain untuk yang di Kalimantan. Sepertinya kita sendiri yang harus datang ke sana pak, sekaligus meninjau lokasi.
Hmmmz.. sepertinya jadwalnya dengan Adhis minggu ini sebagaimana yang telah ia janjikan kepada Teh Rumi akan batal kembali. Dengan berat hati ia membalas chat Putri sang sekretasis perusahaannya itu.
Wa’alaikumsalam
Oke, kamu atur saja semuanya. Sabtu sore saya sudah di Jakarta.
TETEH THE BEST
Wisnu.. kalau udah nyalsè telpon teteh ya. PENTING!!!
Sontak Wisnu membenarkan poisisi duduk santainya. Seketika ia menegang, apa mungkin sakitnya Adhis bertambah parah?
Tuuut..tuuut..tuuut..
“Hallo assalamu’alaikum. Teh ada apa?”
“Wa’alaikumsalam warohmatullah, ada apa apanya?” Jawab Teh Rumi bingung.
“eh, naon nyak. Poho deui (lupa lagi)”
“Hadeuh”, guman Wisnu. Harusnya Wisnu tidak lupa, kalau kakak satu-satunya ini agak ajaib, antik!, lebih antik dari radio butut yang dulu suka memutar cerita dongeng wakèpoh.
“hahahahaha, biasa ajah keellesss Wis, tong (jangan) serius kitu ah” canda Tèh Rumi.
Tak lama kakak ajaibnya itu berbicara kembali, “itu, tadi mau nanya oleh-oleh buat bu gurunya Adhis sudah beli belum?”.
Aduh, plis deh teteeeh. Wisnu baru saja menginjakkan kaki di negara tetangga itu belum genap 24 jam. Sudah nanyain yang kayak ginian? Penting? Ya allah…, untung sahabatnya yang sekaligus menjadi asisten pribadinya itu sudah menjadi andalan.
“sudah Teh, Andra udah handle tadi. Buat dua orang kan?”.
“justru itu, teteh mau minta satu lagi, buat gurunya Adhis juga”, jawab sang kakak.
“buat siapa mah?” bisik Adis.
“buat Bunda Wita” jawab Teh Rumi seraya meniru gaya berbisik pada Adis. Menggemaskan memang menggoda keponakannya yang satu itu.
“ya udah nanti Wisnu beli sekalian buat oleh-olehnya Adjis juga”.
“beliin oleh-oleh boneka marsya yang sama kaya buat aku ayah” seketika Adis mengambil alih ponsel yang dipegang Teh Rumi.
“iya-iya” jawab Wisnu tak mau berdebat.
“Adhis gimana sehat sekarang”
“alhamdulillah aku sehat”
Wah, anak kecil ini sekarang jadi berlagak kayak orang dewasa saja. Wisnu tersenyum, tak salah memang jika Wisnu memutuskan untuk menitipkan pengasuhan Adhis kepada kakaknya ini. Meski baru beberapa bulan ke belakang, tapi belum terlambat bukan?.
“jadi boneka marsya nya buat siapa emang?”
“buat bunda Ita” jawab Adhis dengan semangat.
“ya udah ini pastinya di Bandung udah malam nih, Adhis bobo ya! Besok harus sekolah kan?” bujuk Wisnu karena sekarang sudah waktunya Adhis tidur, tak baik jika mengganggu jadwal tidur Adhis.
__ADS_1
“sini mamah mau bicara dulu” bisik Teh Rumi pada Adhis.
“Wis, beliin juga coklat ya, masa oleh-olehnya boneka, gak lucu. Ntar dikira kamu naksir. Hehehehe”.
Tuh kaan, kakaknya yang satu ini mulai kumat lagi.
“iya-iya” jawab Wisnu singkat. Udah Lelah kalau harus berdebat.
Selesai melepas rindu dengan sang buah hati dan sang kakak sekaligus pengganti ibu yang telah tiada itu, Wisnu memutuskan memindai aplikasi playmusik di ponsel pintarnya. Lalu ia pilih satu judul yang menurutnya pas menemani kehampaannya malam ini.
JIKA, MELLY GOESLAW-ARI LASSO
Jika teringat tentang dikau
Jauh dimata dekat dihati
Sempat terpikir ‘tuk kembali
Walau beda akan ku jalani
Tak ada niat untuk selamanya pergi
Jika teringat tentang dikau
Jauh dimata dekat dihati
Apakah sama yang kurasa
Ingin jumpa walau ada segan
Tak ada niat untuk berpisah denganmu
Bandung, Wita.
Hari ini terasa sama melelahkannya bagi Wita. Obrolan tadi siang bersama empat rekan kerjanya di ruang kerja Wita memang menguras energi. Ia harus membuat sebuah keputusan cepat dan mencari solusi yang tepat untuk masalah yang dihadapi para pejuang pendidikan itu. Keunikan anak-anak pra-sekolah memasuki lingkungan sosial yang baru dengan latar belakang sosial yang berbeda-beda sangat memicu adrenalin Wita untuk terus berpicu dengan kepintaran dan kepiawaiannya dalam memecahkan masalah.
Nama yang disebutkan dalam rapat mendadak itu menggoreskan sebuah catatan penting, Adhis harus segera ditangani. Sudah banyak korban dari amarahnya yang tiba-tiba meledak-ledak karena sebab -yang menurut orang dewasa- sangatlah sepele. Ia harus segera menelisik segala pemicu dan penyebabnya. Tentu, harus segera menyingsingkan lengan baju untuk orang tuanya.
Ia tak sempat membuka dokumen milik Adhis hari ini, karena sudah begitu lelah dengan jadwal beruntun untuk menghadiri berbagai rapat baik dengan yayasan dan kedinasan. Bahkan, apa yang terjadi dengan Adhis beberapa hari yang lalu belum dapat ia tindak secara langsung. Hari itu Wita harus segera menandatangani kontrak kerjasama dengan Lembaga GAI (Gizi anak dan Ibu) untuk membahas hidangan makanan yang akan disiapkan selama satu tahun ke depan.
Malam ini, setelah menyegarkan diri dengan sentuhan air dan sabun mandi kesayangannya. Tubuhnya terasa segar. Setelah shalat isya, ia memutuskan duduk di beranda kamarnya yang berada di lantai dua.
Diraihnya gitar yang selama ini tengah menemaninya selama 4 tahun ke belakang. Ia hirup udara malam ini dengan sejenak memejamkan mata. Mari kita beri sedikit keadilan untuk raga kita, karena sejatinya ia hanyalah seonggok raga yang terombang-ambing oleh kenaifan sang jiwa. Jiwa yang tak pernah rela mengakui keberhentiannya. Berhenti menyesali, berhenti menghakimi, berhenti menggumamkan sesak yang mambatu di dada.
Dipetiknya gitar miliknya itu dengan senyum keikhlasan ditemani suaranya yang khas dalam kerinduan. Bersama gemintang malam yang bertebaran di langit dan udara yang menyibak tubuhnya di teras kamarnya itu, ia mendendangkan sebuah nyanyian hati.
Jreeeng..
JIKA, MELLY GOESLAW-ARI LASSO
….
Jika memang masih bisa
Mulutku berbicara
Santun kata yang ingin terucap‘
Kan ku dengar caci dan puji dirimu padauk
Kita masih muda
Dalam mencari keputusan
Maafkan daku ingin kembali
Seumpama ada jalan ‘tuk kembali
Hingga, malam itu dua onggok manusia yang tersenyum menghangatkan jiwa-jiwanya yang telah lama membeku pada kubangan masa lalu bersamaan menatap langit malam. Menemani lelahnya yang tak beralasan.
###
kayak gimana sih Wisnu ma Wita...
yang penasaran mampir ke ig dan fb-ku ya.🤗😍
kuy ceki-ceki👉 NingTias
__ADS_1
di akun medsos kaliaaan😘.
jangan lupa follow dan share ke semua handai taulan kalian di seantero bumi perhaluan kita ya🤭✌