Selesa Rindu

Selesa Rindu
Tak Ada yang Lain!!


__ADS_3

jika kamu bertanya


pernahkah kau berlabuh pada sepenggal hati?


ya.. pernah! penggalan hati yang kini aku miliki


tetaplah dia.. dan akan dia


Dewita Maharani


-Wisnu-


Jakarta, Wisnu-Andra


Wisnu Pov


Aku tak bisa untuk berhenti tersenyum sendiri. Menyelami hari ini bak menyambut mentari dengan kadar kehangatan yang pas untuk jiwa dan ragaku. Tahukah kalian? hariku terasa cerah bersinar sementara jendela kantorku nampak basah akibat sentuhan air hujan siang ini. Suatu fakta yang sangat kontras aku rasakan. Betapapun tumpukan pekerjaan mencumbuiku, aku tetap menyunggingkan senyum mengukir hari yang terasa indah.


"Ada aroma bahagia nih di ruangan ini", Andra mulai mengomentari kelakuanku yang sepertinya nampak 'aneh' mengumbar kebahagiaan. Ya.. tentu saja aku bahagia, semalam aku diberi sebuah kejutan yang tak pernah aku pikirkan sebelumnya. Hidungku sempat kembang kempis saat Wita dengan polosnnya menjawab setiap detail pertanyaanku. Entah kenapa suara merdunya menepi ke telingaku lalu menjalarkan degupan aneh pada rasa dan jantung yang kupunya.


"kamu kok gak ngasih tau sih ke aku mau pulang ke rumah?"


'Pulang ke rumah?', Masya Allah.. kalimat itu terasa menyentuh seluruh kebahagiaanku. Rumah? ya.. rumah yang aku gariskan atas nama cinta bernama Dewita Maharani sejak awal, kini telah berlabuh pada pemiliknya dan akan senantiasa menorehkan kata 'pulang' untuk sosok yang aku sayangi ini. Mengapa harus banyak kisah yang tercatat dalam prasasti rumah ini? jika pada akhirnya rumah yang kubeli dengan cinta dan kubangun dengan luka ini nyatanya akan tetap menampakkan kegagahannya dalam balutan kisah asamara aku dan dirinya. Ya.. demikianlah takdir selalu menghentak kita untuk mengutarakan betapa kuasa segala kehendakNya.


"Wita kan deg-degan mas. Harus nyiapin ini-itu. Takutnya ada yang kelupaan".


Kutepikan rambut yang menyentuh pipi merahnya dengan telunjukku. Aku melihat keringat menghiasi dahi dan tepian wajah cantik itu. Dengan nafas yang masih tak beraturan, dalam balutan selimut yang aku tudungkan di tubuhnya, ia setia menjawab setiap tanyaku.


"Apalagi kan tadi Wita bilang, HP Wita habis batre trus casannya tiba-tiba rusak, papah Adhis sama aa Risyad juga tiba-tiba aja udah ada di rumah ngejemput".


Kuusap sedikit keringatnya dengan punggung jari tengahku, dalam terlentang tidurnya ia menerima setiap sentuhanku. Aku tersenyum sendiri. Jika aku cermati, tiga minggu sudah aku memperistrinya tapi baru kali ini keringatnya begitu membasahi setiap jengkal tubuhnya. Akibat ulahku tentu! yang tak tahu diri karena tak mampu membendung rindu.


"Katanya besok ibu sama Salim mau berkunjung. Kenapa enggak besok aja ke sininya sekalian?"


Aku menggoda dirinya dengan pertanyaan rasional tapi tak bisa kuterima jika ia mengamininya.


"Kasihan Adhis mas, nanti gak ada yang nganterin sekolahnya".


"Kan ada aku?". Aku terus menggodanya dan memainkan jari jempolku untuk menyentuh bibir ranumnya.


"Ya.. tapi juga kan..." ia menjeda dengan wajah memerah. "Wita juga keingetan terus..." "sama.." ia menatapku lekat. Bola matanya itu membuat jantungku semakin berdetak kencang. "..ayahnya Adhis".


Ya ampun Wita.. jawabanmu itu sederhana tapi bernilai harta karun yang kutemukan di tengah gurun padang pasir yang gersang. Syukur adalah sepatutnya aku lakukan hari ini. Karena memilikimu, karena mencintaimu! yang tak lagi bertepuk sebelah tangan oleh segala kenyataan ambigu.


"Sudah bang ngelamunnya?", suara tegas di sampingku menyeret kesadaranku kembali. Andra, tak bisakah dia sedikit membuatku bahagia untuk menikmati reka ulang adegan manisku dengan istriku meski hanya dalam benakku?


Aku mengukir senyuman untuk menjawab ocehannya. "Ada lagi yang harus aku pelajari?", kujawab sindirannya dengan nada menantang. Semangatku hari ini jangan ditanya. Karenanya pula, Andra kini nampak berbinar bahagia sebab setiap agenda yang ia buat aku tuntaskan sesuai target yang ia rencanakan.


"Sudah Pak. Hari ini Pak Wisnu bekerja melebihi kecepatan cahaya. Tandas tak bersisa". Kekeh tawa melengkapi kalimat Andra. Ia lalu melenggang pergi meninggalkan ruanganku setelah sebelumnya berucap, "Kakak ipar Pak Wisnu, kakaknya mba Restari maksudnya, meminta janji temu. Saya agendakan pukul tiga sore ini. Apa saya pesankan tempat di luar?"


"Suruh ke sini saja Ndra, ke ruanganku. Aku gak bisa lama-lama, mesti cepet pulang. Di rumah ada yang kangen", jawabku yang kemudian ditimpali dengan gelengan kepala dari asisten pribadiku itu.


***


Wanita yang usianya setahun lebih muda dariku kini tengah duduk tegas khas keluarga ningrat dengan gelimang harta dan kecantikan sempurna. Setidaknya akan seperti itu penilaian bagi setiap orang yang memindai wanita tinggi semampai ini. Dan tidak denganku! bagiku.. Wita adalah harga mati. Cantik, berpendidikan, setia, penuh cinta, sholeha.. dan.. seksi!!

__ADS_1


Wulan, kakak iparku itu kini menepikan bibirnya di ujung cangkir teh yang sedikit mengepul. Jemari lentiknya dengan kuku merah yang bisa kutaksir telah melakukan perawatan medicure itu memegang cangkirnya dengan teratur. Aku menggeleng tak percaya. Masih seperti itu, sejak dulu. Sejak aku menyandang status adik iparnya. Demikianlah Wulan mem'performa'kan dirinya di hadapanku.


"Kabar Adhis gimana Wis?" ucapnya sambil mengulas senyum tipis. Wanita yang selama lima belas tahun pernikahannya tak kunjung memiliki putra itu kini menanyakan kabar Adhisku. Putri kecil yang dilahirkan dari sahabat sekaligus istriku pernah menjadi rebutan aku dan dirinya. Wulan menggila dengan keinginannya memiliki Adhis sejak Restari meninggal, tak urung membuat dirinya menyimpan kesedihan dan kecewa yang mendalam.


"Adhis alhamdulillah baik", jawabku singkat dengan senyuman yang aku berikan tanda hormatku padanya. Jika aku fikirkan aku pernah berperilaku tak baik pada Wulan. Aku tak memberinya sedikitpun kesempatan merawat Adhis kecilku dulu. Aku segera memanggil Teh Rumi dan Kang Indra untuk berada di Swiss. Dan seperti saat sekarang ini, sebelum Wita benar-benar menjadi milikku, aku meminta Teh Rumi merawat bayi mungil yang telah ditinggal ibu kandungnya sejak pertama ia mengenal dunia. Pengorbanan Teh Rumi dan Kang Indra yang tak bisa kubeli dengan apapun.


"Perusahaanmu semakin berkembang ya Wis? Aku denger dari Papi, kamu semakin hebat di sini", ucapnya lagi dengan tatapan ketakjuban padaku.


"Alhamdulillah jika memang demikian, berkat doa kalian juga". Dukungan ayah mertuaku memang telah sedikit banyak memberiku kekuatan untuk bisa mengahadapi peperangan yang kubuat dulu. Aku berdiri tegak diatas luka yang menganga akibat ulahku sendiri. Dan kini, wanita dihadapanku melayangkan sebuah pernyataan bernada pujian yang tulus.


"Aku turut berduka..", ucapku selanjutnya sambil memandangnya iba, "..atas meninggalnya Mas Gilman".


"Terima kasih, sudah takdir. Aku sudah mulai bisa menerimanya", ucapnya sendu. Ya.. wanita cantik ini siapa sangka kini telah berpredikat janda enam bulan yang lalu. Suaminya meninggal akibat kecekakaan tunggal saat mengendarai mobil mewahnya di Singapura saat ia tengah bertugas di sana.


"Aku sendiri sekarang Wis", lanjutnya. "Dan aku masih memiliki niat yang sama untuk merawat Adhis putri adikku Restari".


Kalimatnya sungguh membuatku bergidik ngeri. Wulan, sejak pertama aku bertemu dengannya di negara pelarianku. Sejak aku melamar sahabatku yang tak lain adalah adiknya sendiri. Seluruh gerak dan tatapannya terlalu jelas di mataku mengisyaratkan bahwa, ia menginginkanku!!


###


Maaf ya sayang-sayang semua..


baru bisa Up nih..


Sekalian woro-woro juga, menjelang episode 100 ini aku bakal agak telat meng-up double W cuople nya kita.. coz ada beberapa hal yang harus aku persiapkan untuk Selesa Rindu. Mohon Doanya ya...🙏


Sesuai janjiku padamu🤭🤭🤭


Part ini akan aku umumkan pemenang Give Away dari Wisnu, Wita, Adhis dan.. Teh Rumi..


Top Fans



Eno Cahya NN 🎁Hodie dan Buku Literasi


Lela Lemon 🎁Tumbler dan Buku Literasi


Atoen 🎁Tumbler


Nia Andriyana 🎁Pouch HandPhone


Alma Maula 🎁Pouch HandPhone


Anak SMP 🎁Pouch HandPhone


Masitah Azzahra 🎁Tote Bag


Oneng 🎁Tote Bag


Nathifa Azalia 🎁Buku Literasi


Bunda Kinan 🎁Buku Cerita Anak


Aulia Reulina Tania 🎁Buku Literasi

__ADS_1



Video Kreatif



Lela_lae 🎁Hodie


Mbak Lula 🎁Pouch HandPhone dan Buku Literasi


Asiih¬_2995 🎁Pouch HandPhone dan Buku Literasi



Rangking Video Like Terbanyak



Lela_lae 🎁Buku Literasi


Asiih¬_2995 🎁Buku Cerita Anak


Mbak Lula 🎁Buku Cerita Anak



Best Comment



Bunda Keenan 🎁Tumbler


Masitah Azzahra 🎁Pouch HandPhone dan Buku


El 🎁ToteBag dan Buku Cerita Anak


Tien Doang 🎁ToteBag dan Buku Literasi


Maira Juren 🎁ToteBag dan Buku


Esih Sukasih 🎁Buku Literasi


Poernama 🎁Buku Cerita Anak


Vita 🎁Buku Literasi


Ani Aira 🎁Buku Literasi


Almira 🎁Buku Literasi



Mohon maaf bentuk GA ada beberapa yang tak sesuai rencana awal, dengan niat pengen mgasih yang tarbaeek. semoga syukaaa...


Teknis pengiriman GA akan aku umumkan di Part selanjutnya ya. Cus lanjut ke bab berikutnya.. hari ini aku double up. Sore atau malam ya..😘😘

__ADS_1


__ADS_2