Selesa Rindu

Selesa Rindu
Istikharah


__ADS_3

Sementara aku menghempas rindu


kau hanya perlu diam


peluk terang dan fajar hidupmu


-Wisnu-


Jakarta, Wisnu-Andra


Makan siang di tengah penatnya ibu kota menemani gundah dan gelisahnya Wisnu hari ini. Ia tak dapat terus diam di titik ini. Melangkah adalah jalan yang harus ia pilih. Fikirannya kacau sejak Andra mengatakan bahwa Wita kini tampak lebih kurus dan.. apa katanya barusan?, minum obat tidur? membayangkannya saja sungguh tak sanggup.


"Empat bulan lagi", Andra kini bersuara diantara denting suara sendok dan garpu yang ia pakai. "Diundur dari waktu yang semula direncanakan", lanjutnya lagi.


"Kenapa?", tanya Wisnu yang tiba-tiba menghentikan pergerakannya. "keluarga laki-lakinya belum siap?", lanjutnya.


"Bukan bang, bukan begitu!", Andra seketika membalas. "Ibunya Wita yang meminta penangguhan waktu, maksudnya memundurkan rencana pernikahan mereka", penjelasan Andra memberinya sedikit nafas lega. Ia memiliki kesempatan dan waktu untuk mengubah segalanya. Entah apa yang menjadi alasan ibu menangguhkan pernikahan Wita dari pilihan ibunya itu, tetapi Wisnu akan melangkahkan kakinya untuk bergerak membawa Wita pada jalan kesembuhan. Ya.. akan demikian!!!.


Apa yang akan dilakukannya ke depan? Wisnu belum memiliki jalan terang benderang. Kemana dan bagaimana langkah yang akan ia tempuh sungguh merupa peta hitam yang kusut dan tak berwujud.


Namun ia tak boleh lagi salah melangkah. Kebahagiaan Witanya kini telah dipertaruhkan. Apa yang akan menjadi jalan terbaik bagi Wita, akan menjadi prioritas baginya.


Hingga dalam sepertiganya malam ini, ia tengah berada di atas bentangan sajadah, membentangkan segala harapan dan cemas pada sang Kuasa. Mengingat pesan ibu beberapa saat sebelum ia memutuskan pergi ke Swiss. "Istikharah Wisnu!!, Allah akan pilihkan yang terbaik untuk kamu. Agar apa yang kamu putuskan menjadi langkah yang benar menuju keberkahan dalam hidupmu!".


Dulu, ia begitu marah dan menyombongkan diri pada Tuhan. Bahwa kesumat yang ia simpan rapat menorehkan jejak dendam tak berujung pangkal. Hingga tamparan keras yang ia terima hari ini telah mengoyak kepongahan yang Wisnu simpan. Witanya kini berada pada titik terlemah di matanya. Hingga harus mengorbankan diri pada takdir yang ia guratkan dengan benci dan tak tahu diri.


Dalam hening dan lirih shalat istikharahnya ia menghembuskan nafas permohonan yang tulus.

__ADS_1


"Ya Allah, aku meminta petunjuk kebaikan-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon keputusan-Mu dengan qudrat-Mu dan aku meminta dengan karunia-Mu yang besar, karena sesungguhnya Engkau yang berkuasa sedangkan aku tidak berkuasa. Engkau Yang Maha Mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui dan Engkau Yang Maha Mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, sekiranya engkau ketahui bahwa Wita itu baik untukku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir dari perkaraku ini, maka takdirkanlah ia untukku, mudahkanlah ia, lalu berkahilah aku padanya. Ya Allah, dan sekiranya engkau mengetahui buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir dari perkaraku ini, maka hindarkanlah aku darinya, kemudian takdirkanlah untukku kebaikan bagaimana pun adanya, lalu berilah aku keridhaan dengannya..,


ya Allah.. jika kelak Wita bukanlah takdir terbaik untukku, sudilah Kau limpahkan kasih dan sayangMu padanya, untuk Kau kirimkan lelaki terbaik untuknya, kebahagiaannya, kesembuhannya.


Dengan segala kekerdilan diri dan penghambaan yang mendalam pada Dzat Penguasa Hidupnya, Wisnu memasrahkan air matanya malam ini, menjadi saksi atas ketakberdayaan diri menopang segala kehidupan yang dimilikinya.


Aamiin


****


Bandung, Wisnu-Satria-Andra


"Yakin mau bertemu Satria, Bang?", tanya Andra yang terlihat terkejut dengan permintaan Wisnu. Tanpa pembicaraan apapun sebelumnya siang ini Wisnu memerintahkan Andra untuk membatalkan segala agendanya yang sudah ia susun sedemikian rupa. Meeting dalam pembahasan grand design property real estate ibu kota harus ia mandatkan kepada Alex siang ini.


"Aku gak pernah seyakin ini Ndra", jawab Wisnu di kursi penumpang mobilnya. "Kamu sudah telepon Teh Rumi?".


"Sudah bang, mang Ujang nanti yang bawa Teh Rumi sama Adhis. Pulang sekolah langsung meluncur ke Bandung katanya", jawab Andra.


Foto Satria yang Andra perlihatkan pada ponsel miliknya kemarin membuka masa lalu indahnya dengan Wita. Sekaligus membuka kenyataan tentang.., Satria adalah teman semasa SMA Wita yang begitu menginginkan Wita hingga di caffe penuh kenangan 7 tahun lalu, Wisnu dipertemukan dengan kisah luka tampar yang diterima Wita dari sang gadis bernama Sinta.


Cinta memang demikian, tak mengenal kata lelah dan menyerah. Sedemikiankah dalamnya cinta Satria untuk Wita itu? Bahkan jika cinta yang dimilikinya disandingkan dengan cinta yang dimiliki Satria, ia merasa teramat kecil dan kerdil.


Di gedung kantor Firma hukum ini sekaramg Wisnu tengah berdiri. Ia telah mengumpulkan segala kekuatan untuk menemui Satria. Biarlah, hari ini menjadi hari tergilanya dalam sepanjang sejarah hidupnya.


"Selamat siang.. Pak Wisnu?", Satria melangkahkan kakinya beranjak dari kursi kerjanya menuju sofa tamu di ruangannya itu. "Saya dengar anda dari Jakarta?, apa yang bisa saya bantu?" tanyanya lagi saat Satria telah duduk tegap berhadapan dengan Wisnu.


"Wita...", Wisnu menjeda. "Saya hendak meminjam waktu yang anda miliki dengan Wita sebelum sampai pada tanggal pernikahan anda". Ucapan Wisnu menyempurnakan dinginnya udara ruangan itu.

__ADS_1


Seketika wajah Satria terkejut dan mengeras, siapa lelaki lancang di hadapannya itu? berani-beraninya membuat permintaan yang tak masuk diakal. Tanpa aling-aling tiba-tiba hadir di hadapan dan meminta waktu dengan Wita? Apa lelaki ini tidak tahu jika Satria adalah pengacara muda dengan segudang prestasi akan dengan mudah menyeretnya ke ranah hukum atas permintaan konyolnya itu?


"Siapa anda pak Wisnu, berani lancang mengusik kehidupan saya dan calon istri saya?"


.....


"Saya.. kekasihnya.. 7 tahun yang lalu..".


****


Satria belum dapat mencerna dengan baik apa yang dikatakan Wisnu. Maksudnya apa?... Wita sakit?, trauma?, kegilaan apa ini?


"Saya hanya meminta izin agar saya bisa menemui Wita dalam waktu dekat ini secara.. intensif. Katakan saya lancang.. tetapi saya harus melakukan sesuatu untuk mengembalikan Wita seperti dulu. Saya tentu tidak ingin ada dugaan yang tidak-tidak dari anda tentang Wita. Sebab Wita adalah wanita yang selalu memegang janjinya dengan baik". Ucap Wisnu dengan tegas. Sebuah peemintaan dari keputusan Wisnu yang dianggap tak rasional, tentang mengikhlaskan diri memberi jalan kesembuhan pada Wita dan membiarkan Wita berjalan menuju pilihan hidupnya.


Bahkan Andra mengatakan sesuatu yang tak pernah didengarnya sebelum Wisnu memasuki gedung Firma hukum ini tadi, "aku ga nyangka, hati abang selapang dan seikhlas ini. Semoga Allah selalu melimpahi abang kebahagiaan".


Suasana tegang ruangan ini terus menguar sejak awal Wisnu menginjakkan kakinya disini. Lalu dengan tegas Satria bersuara, "apa jaminannya bahwa anda tidak memiliki niat buruk pada saya pak Wisnu?"


....


"Jika saya berniat buruk, saya tidak akan menemui anda hari ini... Satria".


####



Gak nyangka kan dengan keluasan hati babang Wisnu... duh meleleeeh aku jadinya😭😭

__ADS_1


ayooo donk vote, en kasih kembangnya buat nyemangatin Wisnu. Biar week end-an kali ini bisa nemenin kaliaan dengan double up... 😘😘😘


Follow juga IG and FB aku ya..👉NingTia's__


__ADS_2