Selesa Rindu

Selesa Rindu
Malam Berbintang


__ADS_3

Kau titipkan kerinduan


dalam tatap tajam dan kebencian


aku.. tetap kau rindu


-Wisnu-


Jakarta, Wita-Wisnu-Andra


Wisnu Pov


"Pastikan detail kontraknya kamu tulis secara terperinci Ndra!", sejak pertemuanku dengan Wita, aku memiliki aura semangat yang berbeda.


"Sesuai dengan perintah anda Pak Wisnu!", jawab Andra dengan tegas". Kolaborasi yang dilakukan Andra dan aku dalam menangani berbagai persoalan yang dihadapi perusahaan memang patut diacungi jempol. Ketaktisan Andra dalam menyikapi berbagai tantangan perusahaan sangat membantu aku untuk lebih cermat dan cekatan dalam bertindak.


"Silahkan tanda tangan di sini Pak!"


Ini adalah dokumen ke-limaku yang harus aku tanda tangani. Andra melakukannya dengan sempurna akhir-akhir ini. Atau, mungkin karena semangatku yang kembali paripurna dalam menekuri segala tugas-tugasku memimpin perusahaan yang telah menjadi tanggung jawabku sejak lima tahun yang lalu.


Aku akui, semenjak pertemuanku dengan Wita di kantorku aku merasa duniaku beraroma segar. Berpanorama indah seperti dedaunan tersentuh gerimis hujan setelah lama dalam kering dan tandus. Katakan aku bedebah, tapi demikianlah kenyataannya. Aku, menginginkan wanita yang telah menerima pinangan orang lain.


"Bu Wita dan atasannya akan bertemu dengan anda satu jam lagi Pak Wisnu", perkataan Andra menghentikam aktivitasku sejenak.


"Kontraknya sudah kamu pelajari dengan baik?" tanyaku memastikan. Aku tak mau jika ada kesalahan sedikitpun sehingga kesempatanku memperbaiki kualitas sumber daya karyawanku ini tidak berhasil. Tapi, aku teramat menyadari tentang satu point yang aku buat mengantarkan bibirku melengkungkan senyum bahagia. Yakni tentang kontrak kemitraan antara perusahaanku dan UniShei Consultant yang mencantumkan pasal tambahan; kerjasama ini akan dilaksanakan secara langsung oleh direktur perusaahaan yakni Wisnu Perrmana selaku pihak pertama dan pelaksana program yakni Dewita Maharani sebagai pihak kedua.


"Siapkan tempat terbaik untuk pertemuan kita Ndra!", jawabku sambil membubuhi satu tanda tangan terakhir pada dokumen yang Andra sodorkan.


Siang hari ini Andra benar-benar membuat temu janji bersama perusahaan UniShei Consultant, (bukan!, bersama Wita maksudku), dengan sangat baik.


Aku kini tengah duduk berhadapan dengan Witaku di restoran mewah Bunga Rampai yang berlokasi di Menteng, sering menjadi pilihan restoran untuk meeting di Jakarta untuk jamuan makan siang atau makan malam. Suasana restoran ini sangat menarik dengan nuansa kolonial bangunan era pemerintah Belanda. Beberapa makanan khas dari restoran ini sengaja aku pesan untuk menyambut wanita istimewaku hari ini. Camilan kembang pacar, otak-otak tangkai tebu, asinan teratai, coto Makassar, sup asam-asam laut, paru marra Bunaken, sop buntut bakar, dan masih banyak lagi menu utama yang aku pesan.


"Ini gak salah bang pesanannya?" tanya Andra berbisik di pinggir telingaku. Ya.. tentu saja aku tidak salah, aku hanya ingin menyambut secara spesial tamu klienku yang sangat penting untuk perusahaanku dan.. diriku, hari ini.


"Kalau gak habis bungkus aja sama kantong kresek bekas mineral dari market yang kamu beli barusan!!!", jawabku kesal sontak membuat Andra menahan tawa, sedang tamu di hadapanku masih ternganga tak percaya dengan hidangan yang terpampang di hadapan mereka.

__ADS_1


"Saya sudah membaca surat kerjasamanya di sini Pak Wisnu", seorang lelaki yang dapat kuperkirakan berusia 55 tahun bernama Pak Hermawan mulai berucap penuh wibawa. "Kontrak kerjasama yang saya ajukan sepertinya disambut baik oleh perusahaan Anda, saya merasa tersanjung", lanjutnya lagi.


"Mengenai pasal tambahan, insya allah kami tidak berkeberatan. Tetapi bu Wita katanya mau ada yang disampaikan sebelum saya menandatangani kontrak ini", lanjut Pak Hermawan padaku.


Tatapanku kini beralih pada Wita yang sejak tadi menundukkan pandangannya. Aku bertanya-tanya apa memang yang akan disampaikan Wita pada kami hari ini.


"Terima kasih atas kepercayaan perusahaan anda terhadap kami, dan.. saya khususnya pak Wisnu", ia memulai pembicaraannya sesaat setelah beberapa menit terdiam. "Tapi.. saya hanya perlu memastikan bahwa di perusahaan kami, saya bukan orang yang kompeten di bidang konsultasi perusahaan atau industri. Saya tidak memiliki pengalaman tentang hal ini dan saya khawatir akan berdampak pada ketidakpuasan atas performa saya di perusahaan anda".


Kalimatnya begitu tegas aku dengar, namun tetap merdu mendarat di sudut hatiku. Aku memilih diam dan tak menjeda setiap kata yang ia ucapkan. Kerinduanku mendengarkan suara celotehannya di balik telepon kini terbayarkan sudah. Aku selalu teringat dengan suara indahnya menepi ke telingaku, "mas Wisnu jangan terlalu lelah ih.. tidur ya!.. sudah malam".


"Bagaimana Pak Wisnu? apa anda tidak akan merasa kecewa ke depannya? saya berniat mengganti posisi bu Wita, sebab pengalaman beliau lebih dominan di bidang pendidikan Pak", jelas Pak Hermawan padaku memecah lamunanku tentang Witaku, dulu.


Aku lalu tersenyum dan menatap yakin kedua tamuku. "Saya tidak berniat mengganti pasal tambahan tersebut Pak Hermawan. Segala konsekuensi yang akan terjadi sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab saya", jawabku tegas.


Setelah diskusi yang alot untuk memenangkan ajuan kerjasama yang aku ajukan, atau tepatnya setelah memenangkan hati Wita untuk menyetujui pasal tambahan yang aku ajukan, akhirnya kami menemukan kata sepakat dan membubuhi tanda tangan pada dokumen kontrak kerjasama antara UniShei Consultant dan ARC Group.


Aku tak bisa menyembunyikan kebahagiaanku hari ini. Sebab sejak hari ini, aku akan bergelung dengan rasa yang manis di hatiku bersama dengan hadirnya wanita yang aku rindu. Lalu menguatkan misiku untuk membawa Wita pada kesembuhan jiwa yang sesungguhnya.


Akan aku pastikan bahwa tak akan ada lagi luka di hatinya. Aku akan menyeret paksa keluar segala hitam kelam yang bersemayam dalam jiwanya. Aku akan memukul mundur segala sesak sesal yang ada dalam hatinya. Aku akan melemparkan segala keluh dan kesahnya ke luar lingkaran hidupnya hingga tak akan ada lagi sendu di sudut matanya. Aku akan menggopohnya pada keberpasrahannya memaafkan segala masa lalunya yang kini masih tetap bersemayam dalam jiwa hampanya.


Aku buka ponselku itu, kutatap nanar layar ponselku yang menampilkan history pesan-pesanku yang tak berbalas atas nama 'Wita'. Sedemikiankah Wita ingin lari menjauh dariku? namun Tuhan membuat rencana yang selalu sulit aku rasionalkan.


Ponselku ini terasa sepi dari sapaan yang akan menghangatkan jiwa dan hatiku. Aku tak pernah menerima pesan atau balasan yang bisa memberiku kekuatan dalam menghadapi hariku yang berat. Hingga aku dibuat terkejut sebab layar yang kupandangi sejak tadi tiba-tiba memunculkan tulisan yang membuat degup jantungku bergetar.


WITA


Selamat malam Pak Wisnu. Saya ucapkan terimakasih atas kepercayaannya pada saya dalam project kerjasama ini. Saya harap ke depan, anda bisa membantu saya agar dapat bertindak profesional dalam proses kerjasama ini.


Pesan yang membuatku nyeri. Nyatanya memang benar, cinta dan rinduku kini tak berbalas. Aku harus menyadari betapa kini aku telah terlempar jauh dari hatinya. Aku hanya mampu menghabiskan kegilaan hatiku dengan segenap rasa yang aku pendam. Aku lalu tulis pesan jawaban pada seseorang yang telah lama aku tunggu itu.


Assalamu'alaikum Wita..


belum tidur?


Lama aku menunggu jawaban hingga setengah jam berlalu. Dalam kemacetan panjang ibu kota, aku masih mencoba menahan rinduku menunggu sekedar jawaban salam dari wanita terindah yang pernah kutemui. Hingga ponselku kini berbunyi,

__ADS_1


Ting..


WITA


saya menunggu jawaban anda pak Wisnu.


Aku menghela nafas, mungkin inilah peperanganku hari ini. Aku harus bersiap diri menerima peluru yang menghujam dadaku. Aku tutup mataku sejenak, lalu membalas pesan Witaku itu.


tentu Wita, aku akan melakukannya.


Seperti keinginanmu!


Aku sandarkan kepalaku pada sandaran kursi mobilku. Aku tak boleh lagi berharap lebih, malam ini. Sebab esok aku harus menyiapkan segala energiku untuk mendapatkan kembali wanitaku. Hingga beberapa menit kemudian sebuah pesan mendarat di ponselku, membuat malamku bertaburan bintang bercahaya terang dan hatiku berdenyut rindu tak tertahan.


WITA


terima kasih, mas Wisnu


selamat istirahat..


jangan terlalu lelah dalam bekerja...


####


reader tercintaaaa....β™₯️


ayooo bantu Wisnu hari ini memenangkan hati Wita ya...


dengan bunga, hati atau secangkir kopi juga boleh...πŸ™ˆβœŒπŸ˜˜


Hari ini aku up dua bab ya..


Jangan minta jawaban jam berapa aku up nya lagi ✌🀭. coz di sini mendung.. enaknya cari dulu inspirasi dengan komen-komen kaleeaaan. Vote juga gak lupa ya...😘😘


Makasih buat kalian yang kemarin ngasih aku kopi

__ADS_1


.... rasanya maniiissss sampai ke hatiβ™₯️


__ADS_2