Single Mamy

Single Mamy
Wanita itu


__ADS_3

Mendengar suara ketukan pintu membuat William mendengus kesal. Lagi-lagi ada saja halangan saat William dan Emilia mau bermesraan.


"Aduuuh, Siapa sih itu. Gak tau apa kalau aku sama ayang Emil sedang mau mesra-mesraan" Ucap William menahan kesal sambil berjalan menuju pintu.


William membuka pintu kamarnya dan menemukan Dika di sana. Malam ini Dika memang masih menginap di rumah kedua orang tua Emilia. Karna besok pagi kedua orang tua Dika yang akan menjemputnya ke sana.


Melihat Dika membuat William semakin merasa sangat kesal"Astaga. Bocil ini ngapain sih selalu ganggu orang lain" Ucap William sambil menatap tajam Dika


Dika hanya mengulum bibir. "Maaf kakak ipar, Aku kesini hanya ingin meminjam selimut sama Emilia. Karna katanya tante, Semua selimut ada di dalam kamar Emilia sama Siren. Sedangkan lemari kamar Siren terkunci" Ucap Dika


"Siapa yang datang Wil?" Tanya Emilia sambil keluar dari dalam kamarnya


"Aku Em. Aku kesini hanya untuk pinjam selimut saja. Cuacanya sangat dingin Em. Di dalam kamar Siren tidak ada satu pun selimut. Karna mungkin semua selimutnya ada di dalam lemari, Sedangkan lemarinya terkunci semua"


"Baiklah, Tunggu sebentar aku ambilkan"


Dika hanya mengangguk sambil terus berdiri di depan kamar Emilia. Karna untuk masuk pun di hadang oleh William yang berdiri di ambang pintu.


"Eh bocil. Kamu itu tidak bisa apa ya kalau sejam saja tidak mengganggu aku dan juga Emilia?"


"Sepertinya tidak bisa"


"Ini Dik selimutnya" Ucap Emilia sambil memberikan selimut itu pada Dika


Namun sebelum pergi dari sana. Dika masih mengatakan hal yang membuat William mengumpat.


"Aku sangat suka melihat kakak ipar kesal. Wajahnya terlihat sangat lucu. Hahhaha" Seru Dika dan langsung lari dari sana


"Dasar bedebah menyebalkan. Awas saja nanti ya. Dokter tapi kelakuan kayak anak kecil" Umpat William yang terlihat sangat kesal


Emilia yang melihat raut wajah Emilia hanya mengulum bibir. Ingin rasanya Emilia mengatakan jika William tidak ada bedanya dengan Dika. Yang memiliki sifat seperti anak kecil.


"Dasar tidak sadar diri. Bahkan dirinya sendiri lebih menyebalkan dari pada Dika" Ucap Emilia salam batinnya


Setelah itu, William dan Emilia masuk ke dalam kamarnya kembali."Mami. Bagaimana kalau kita mengulangnya seperti malam reuni itu?" Tanya William pada Emilia

__ADS_1


"Maksud kamu bagaimana?"


William tak menjawab. Pria itu hanya tersenyum sambil berjalan ke arah tasnya. William mengeluarkan sebungkus obat dari sana. Kening Emilia berkerut kecil"Apa itu Wil?" Tanya Emilia yang tidak paham dengan apa yang baru saja William ambil


"Tidak usah banyak tanya. Ini kamu minum" Jawabnya sambil memberikan segelas air putih yang sudah William campur dengan obat perangsang.


Ya. Obat yang baru saja William keluarkan adalah obat perangsang. Obat yang sempat William berikan pada Emilia saat malam pertama mereka kemarin.


"Gak mau. Memangnya apa yang sudah kamu campurkan pada minuman ini?"


"Bukan apa-apa sayang. Ayo kamu minum. Aku juga minum kok"


Emilia menatap curiga pada William. Sebenarnya apa yang baru saja William masukkan pada minumannya. Hal itu yang selalu terbesit dalam benak Emilia. Karna memang selama ini Emilia tidak pernah tau seperti apa obat perangsang.


"Jangan aneh-aneh deh Wil. Kamu mau meracuni aku ya?"


"Astagfirullah sayang. Sama suami sendiri kok punya pemikiran seperti itu. Gini-gini aku tidak akan mencelakai istriku sendiri. Wanita tercantik yang amat aku cintai"


"Tidak usah menggombal. Sudah tidak mempan untukku"


"Kebugaran agar kamu melakukannya seperti malam itu sayang" Ucap William dalam batinnya


"Sudah ayo minum. Jangan mikir yang aneh-aneh sama suami sendiri. Gak baik tau sayang"


Dengan berat hati, Akhirnya Emilia meminum segelas air putih yang William berikan untuknya. Meneguk habis air itu. Dari rasanya memang seperti tidak ada yang aneh. Sama seperti air minum pada umumnya.


"Bagaimana, Rasanya tidak ada yang aneh kan?" Tanya William setelah Emilia meneguk habis air itu


"Iya sih. Tapi aku merasa ada yang aneh saja"


"Ada yang aneh bagaimana?" Tanya William pada Emilia


Belum sempat Emilia menjawab. Wanita itu merasa kepanasan di sekujur tubuhnya. Sepertinya obat yang William berikan sudah ada reaksi"Kenapa kamu sayang?" Tanya William yang pura-pura tidak mengerti


"Entah Wil. Aku merasa tubuhku panas sekali. Sepertinya berendam di bathtub enak" Ujar Emilia dan langsung berlari ke dalam kamar mandi.

__ADS_1


Wanita itu membuka semua bajunya tanpa menutup pintu kamar mandi. Melihat Emilia sudah polos, William langsung ikut masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya.


Hingga akhirnya, Terjadilah pergulatan panas diantara mereka. Mencoba sensasi baru dengan bermain di bathtub.


*****


Malam berlalu begitu cepat. Hari ini Emilia dan William sudah berencana untuk pergi membawa Nathan jalan-jalan ke mall. Karna memang ini adalah hari minggu. Waktunya Quality time bersama dengan anak serta istrinya.


Jam sudah menunjukkan pukul 10:00. Emilia dan William sudah siap untuk segera berangkat. Bukan hanya mereka, Bahkan Widi juga sudah bersiap akan pergi ke mall bersama dengan Ferdian.


Ya, Mereka berdua sudah membuat janji akan pergi ke mall bersama, Sebab Alex mengatakan jika dia tidak bisa menyusul Widi ke jakarta karna sedang ada urusan penting. Entah itu urusan apa.


"Kita berangkat sekarang sayang?" Tanya William pada Emilia yang masih mengerucutkan bibirnya


"Iya" Jawab Emilia kesal tanpa menoleh ke arah William


Emilia merasa sangat kesal karna kejadian malam tadi. William sudah menggempur Emilia habis-habisan. Bahkan sampai jam 02:00 pagi mereka baru selesai.


"Sayang, Jangan cemberut gitu dong. Nanti cantiknya hilang" Ucap William pada Emilia


"Tau, Kamu itu menyebalkan sekali"


"Sayang. Ayolah. Jangan marah lagi ya ya. Aku janji tidak akan kayak gitu lagi" Ucap William sambil mengekor di belakang Emilia


"Nasib punya suami mesum kayak kamu" Ucap Emilia dan langsung masuk ke dalam mobilnya


William terkekeh mendengar perkataan Emilia. Pria itu memang menyadari apa yang sudah dia lakukan terhadap Emilia. Wajar saja jika Emilia mengatakan hal itu.


Setelah itu, William ikut masuk ke dalam mobilnya dan langsung melajukan mobil itu keluar dari pekarangan rumah Wirayudo. Seperti biasa, Jika hari minggu jalanan memang suka macet.


"Ya ampun, Kenapa harus macet seperti ini" Ucap William sambil menurunkan kaca mobilnya


Pria itu menoleh ke arah kanan dan tanpa sengaja melihat sosok wanita yang dia lihat di media sosial kemarin. Sejenak William terdiam sambil menatap Kanya, Begitu juga Kanaya yang kini sedang menatapnya.


"Wanita itu" Ucap William sambil terus menatap Kanya

__ADS_1


__ADS_2